You are on page 1of 34

ULKUS DIABETIKUM

Mikhail Halim
Pembimbing : Dr. Romzi Karim, Sp. B (K) V

Identitas Pasien
 Nama : Ny Euis Martini
 Umur : 65 tahun
 Agama : Islam
 Suku : Sunda
 Profesi : Ibu rumah tangga

Anamnesis
 Pasien datang dengan hipoglikemia, dan memiliki
riwayat DM tipe 2, Pasien memiliki luka di kaki
kanan dan kirinya yang sulit sembuh, awalnya
lukanya kecil, kemudian membesar dan tidak
kunjung kering, luka tidak terasa sakit, dan pasien
juga mengeluhkan kakinya terasa baal dan sering
kali kesemutan, pasien pernah menjalani bedah
amputasi ibu jari kaki kiri, dikarenakan luka yang
tidak kunjung sembuh dan berbau busuk.

Riwayat Penyakit Dahulu  Keluhan yang sama sebelumnya (+)  Trauma terdahulu : Tidak ada  Operasi : Amputasi digiti 1 pedis sinistra  Sistem Saraf : Tidak ada  Sistem Kardiovaskular : Tidak ada  Sistem gastrointestinal : Tidak ada  Sistem urinarius : Tidak ada  Sistem genitalis : Tidak ada  Sistem Muskuloskeletal : Tidak ada .

Pemeriskaan Fisik  Status Umum  Keadaan umum : Tampak sakit sedang  Kesadaran : Compos mentis   Tanda-tanda vital  Tekanan darah : 140/70 mmHg  Nadi : 80 x/menit  Respirasi : 22 x/menit  Suhu : 36.5 oC .

serumen (+).  Leher : Tidak teraba kelenjar getah bening. tiroid tidak membesar. . sekret (-)  Tenggorokan : T1/T1 tenang.  Hidung : Septum deviasi (-). faring tidak hiperemis. sekret (-). sclera ikterik -/-  Telinga : Normotia. Pemeriskaan Fisik  Kepala : Normocephali  Mata : Konjungitva anemis -/-.

Pemeriksaan Fisik  Thoraks :  Inspeksi : Kedua dada tampak simetris. gallop (–) . ictus cordis tidak terlihat  Palpasi : Tidak ada retraksi sela iga. kuat angkat.  Paru-paru  Perkusi : Sonor di kedua lapang paru  Auskultasi : Suara napas vesikuler. ictus cordis teraba./ -   Jantung  Auskultasi : Bunyi jantung I-II regular. wheezing . murmur (-)./ -. tidak tampak retraksi sela iga. rhonki .

 Hati : Tidak teraba pembesaran  Limpa : Tidak teraba pembesaran  Ginjal : Ballottement (-). Gerak peristaltik tidak tampak. Nyeri tekan (+). dingding abdomen datar  Auskultasi : Bising usus (+)  Palpasi:  Dinding perut : Supel. bimanual (-)  Kandung empedu : Murphy sign (-)  Perkusi : Timpani. Pemeriksaan Fisik  Abdomen:  Inspeksi : Tidak tampak sikatriks. nyeri ketuk CVA (-) .

Pemeriksaan fisik pedis Tampak adanya ulkus pada dorsalis pedis dextra dengan krusta.1 cm di bawah digiti 1 pedis dextra Pulsasi a.digiti 2 pedis dextra Tampak adanya ulkus disertai jaringan nekrotik bewarna hitam berukuran 1x1 cm pada plantar pedis di dextra +/. Dorsalis pedis kedua kaki baik. dan disertai abses sepanjang digiti 1. Edeme +/+ Test sensorik dengan perabaan -/- Nyeri -/- .

Pemeriksaan Penunjang  Lab :  GDS 23 December : 257 .

Diagnosis Kerja  Diabetes melitus + diabetic food grade 3  Post amputatum digiti 1 pedis sinistra  Dasar diagnosis:  Gula darah 257  Tampak adanya gangren berukuran 2x 1 cm pada plantar pedis dextra  Digiti 1 pedis sinistra yang sudah di amputasi  Edeme pada kedua kaki  Serta baal pada kedua kaki .

Penatalaksanaan  Debridement dan perawatan luka  Pengontrolan kadar gula darah  Pemberian antibiotik  Trichadazole500 mg 3x1  Cefixime 200 mg 2x1 .

Prognosis  Ad Vitam: ad bonam  Ad functionam: ad bonam  Ad sanationam: ad bonam .

.

DEFINISI  Kaki diabetik adalah kelainan pada tungkai bawah yang merupakan komplikasi kronik diabetes mellitus yang menyebabkan perfusi jaringan tungkai kurang baik akibat angiopati dan neuropati. .

Faktor Risiko Kaki Diabetes 1. Berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi . Berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (neuropati) 2. Sirkulasi darah dan tungkai yang menurun dan kerusakan endotel pembuluh darah 3.

PATOFISIOLOGIS  Kaki diabetes disebabkan oleh 2 hal yakni  Angiopati  Neuropati .

terhadap infeksi . yang menyebabkan terjadinya penyumbatan dan melambatnya aliran darah  Menurunkan daya kemotaksis. oklusi (penyumbatan) arteria  Hiperkeragulabilitas atau abnormalitas tromborsit.  Ini dapat menyebabkan penebalan tunika intima “hiperplasia membran basalis arteria”. sehingga menghantarkan pelekatan (adhesi) dan pembekuan (agregasi). sehingga menurunkan daya tahan tubuh.Angiopati  Penderita hiperglikemia yang lama akan menyebabkan perubahan patologi pada pembuluh darah.

.

Angiopati Oklusi arteri perifer Gangguan perfusi jaringan Luka sulit sembuh ulkus .

tidak ada denyut popliteal atau denyut tibial superior Pucat ketika Kulit menipis kaki diangkat dan berkilat Tanda penurunan aliran darah atrofi ke tungkai jaringan klaudikasi lemak subkutan Tidak ada Penebalan rambut pada kuku tungkai dan kaki .

 Diabetes yang menderita neuropati dapat berkembang menjadi luka. parut. panas.Neuropati  Neuropati diabetik dapat menyebabkan insensitivitas atau hilangnya kemampuan untuk merasakan nyeri. atau luka karena tekanan yang tidak disadari akibat adanya insensitivitas dan gangguan motorik . lepuh. dan dingin.

 klinis dapat di jumpai .parestesi. pembentukan kalus. hiperestesi. . ulkus tropik. nyeri radikuler. perubahan bentuk kaki karena atrofi otot ataupun perubahan tulang dan sendi. anhidrosis. hilangnya reflek tendon. hilangnya sensibilitas.

sekresi kulit menurun. mudah luka  Gangguan otonom.  motorik menyebabkan paralisis. sehingga terjadi gangguan titik berat tubuh.  Kerusakan sensoris akan menyebabkan penurunan sensoris nyeri. panas dan raba sehingga penderita mudah terkena trauma akibat keadaan kaki yang tidak sensitif ini. kulit kering dan penyembuhan luka terhambat . Neuropati perifer pada kaki akan menyebabkan terjadinya kerusakan saraf baik saraf sensoris. motorik. tubuh tertumpu ke 1 titik.maupun otonom.

.

Derajat 0 : tidak ada lesi terbuka. Derajat II : ulkus dalam dan menembus tendon dan tulang  4. Derajat IV : gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selullitis  6. kulit masih utuh disertai dengan pembentukan kalus ”claw”  2. dengan atau tanpa osteomielitis  5. Derajat I : ulkus superfisial terbatas pada kulit  3. Derajat III : abses dalam. Derajat V : gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai bawah .Klasifikasi kaki diabetik  Menurut Wagner kaki diabetik dibagi menjadi 5:  1.

.

Tatalaksana  Pengendalian diabetes melitus  Perawatan luka  Mengurangi tekanan pada plantar  Penanganan infeksi  Terapi bedah : debridement  Amputasi .

Derajat 0 : perawatan lokal secara khusus tidak ada 2.1. bila gagal dilanjutkan dengan tindakan bedah mayor seperti amputasi diatas lutut atau amputasi bawah lutut . Derajat I-IV : pengelolaan medik dan tindakan bedah minor 3.Derajat V : tindakan bedah minor.

Insisi : abses atau selullitis yang luas 2. Amputasi : pada kaki diabetik derajat V . Eksisi : pada kaki diabetik derajat I dan II 3. III. Debridement/nekrotomi : pada kaki diabetik derajat II. IV dan V 4. sesuai indikasi dan derajat lesi yang dijumpai seperti: 1. Mutilasi : pada kaki diabetik derajat IV dan V 5. Beberapa tindakan bedah khusus diperlukan dalam pengelolaan kaki diabetik ini.

Pakailah krim khusus untuk kulit kering. keringkan. Kaki diabetes. materi penyuluhan dan instruksi. Hindari penggunaan air panas atau bantal pemanas.Pencegahan 1. tapi jangan dipakai di celah jari kaki. Hentikan merokok. Bersihkan dan cuci kaki setiap hari. 2. Diagnosis klinis dan laboratorium yang lebih teliti. 7. 8. bula (gelembung). luka. lecet. 5. 6. Pemberian penyuluhan pada penderita dan keluarga 4. terutama di celah jari kaki. apakah terdapat kalus (pengerasan). Memotong kuku secara hati-hati dan jangan terlalu dalam . Periksa kaki dan celah kaki setiap hari. Pemberian obat-obat yang tepat untuk infeksi 3.

Periksakan diri secara rutin ke dokter dan periksakan kaki setiap kali kontrol walaupun ulkus/gangren telah sembuh. Memakai sepatu dari kulit yang sesuai untuk kaki dan nyaman dipakai. 13. 12. .9. Olah raga teratur dan menjaga berat badan ideal. Jangan berjalan tanpa alas kaki. 14. 11. Hindari trauma berulang. 15. hindari adanya benda asing.Pakailah kaus kaki yang pas bila kaki terasa dingin dan ganti setiap hari. 10. Menghindari pemakaian obat yang bersifat vasokonstruktor 16. Periksa bagian dalam sepatu setiap hari sebelum memakainya.

5. . selulitis. osteomielitis dan gangren. debridemen dan nekrotomi. Tindakan bedah dilakukan berdasarkan indikasi yang tepat. pola hidup sehat. 2. Faktor utama yang memegang peranan dalam patogenesis kaki diabetik adalah adanya angiopati/iskemi dan neuropati. tekanan darah.KESIMPULAN 1. Pencegahan kaki diabetes tidak terlepas dari pengendalian (pengontrolan) penyakit secara umum mencakup pengendalian kadar gula darah. Dengan manifestasi berupa dermopati. 3. Terdiri dari tindakan bedah kecil seperti insisi dan penaliran abses. Kaki diabetik adalah kelainan pada tungkai bawah yang merupakan komplikasi kronik diabetes mellitus. status gizi. kadar kolesterol. Menurut Wagner kaki diabetik diklasifikasikan menjadi 5 derajat. 4. Prinsip terapi bedah pada kaki diabetik adalah mengeluarkan semua jaringan nekrotik untuk maskud eliminasi infeksi sehingga luka dapat sembuh. ulkus.

TERIMA KASIH .