You are on page 1of 22

By Group 2

1. Gigitan Ular
Racun ular merupakan zat kompleks 
mengandung enzim, glikoprotein's, peptida,
dan zat lain menyebabkan keracunan
jaringan, kerusakan-cardio, neurotoksin
Gigi ular mengandung mikroorganisme,
sehingga gigitannya bisa menyebabkan
infeksi sekunder.

 kelumpuhan. muntah. diaforesis.1. Reaksi lokal:  tanda gigi. ecchymosis. kehilangan fungsi anggota badan  16-36 jam nekrosis 2. dan ptosis. gangguan visual. epistaksis. petechiae. air liur berlebihan. sinkop. atau dahak. Reaksi sistematis :  mual. darah dalam tinja. otot. muntah. kesulitan bicara. gagal ginjal. . Hal ini mengancam nyawa dikarenakan perdarahan berat.  Gejala neurologis meliputi kejang. edema di sekitar lokasi gigitan  1-36 jam nyeri. dan shock hydemic. paresthesia.

lemah. muntah.  Pengobatan meliputi perawatan luka. dan pemberian analgesik. gigitannya menyebabkan rasa sakit tanpa reaksi sistemik. dan anafilaksis. imunisasi tetanus. hipotensi. shock. terus berkembang untuk gejala- gejala sistemik seperti mual.2. pingsan. Gigitan Iguana  umumnya tidak beracun.  Gejala dapat dimulai dengan rasa sakit dan bengkak. .

 Jika infeksi sudah ada. merobek jaringan lunak atau bahkan tindakan amputasi. Gigitan Manusia  > menular dibandingkan dengan gigitan hewan. termasuk bakteri stapilococus.  dapat menyebabkan laserasi. luka tusuk yang merusak jaringan.  berbahaya organisme yang dapat mencemari daerah gigitan. streptokokus.  Berisiko meningkatkan osteomylitis. dan virus hepatitis. selulitis.3. pasien biasanya dirawat untuk terapi antibiotik parenteral. dan artritis septik (keracunan). . dengan pengecualian pasien selalu harus menerima antibiotik profilaksis.  Pengobatan diberikan sama dengan gigitan lainnya.

4. sakit kepala.  Reaksi sistemik berkembang dalam 1 jam dan termasuk mual. kelemahan dan cedera dada dan perut serta terjadinya kejang. hipertensi. termasuk rasa sakit dengan ukuran gigitan. Pasien juga mengalami pernafasan yang sulit. hiperaktif refleks tendon dalam. muntah. Dua tanda gigi kecil merah muncul di titik ketika racun masuk dikelilingi oleh papula kecil. dan suhu tinggi. Gigitan Laba-Laba Betina Hitam  Reaksi lokal dimulai dalam hitungan menit. .

hipertensi dan kejang otot mungkin berulang untuk 12 sampai 24 jam. . gejala benar-benar hilang dalam 48 jam: Namun. Reaksi yang bersifat lokal membutuhkan perawatan luka. dan kebanyakan pasien memerlukan rawat inap. gejala-gejala biasanya mereda kira-kira 2 hari.  Berikan es ke daerah gigitan jika neurotoxin yang dialami rendah  Dengan terapi dukungan yang diberikan.

1. Keracunan Makanan Laut . terdapat pada makanan kaleng dikemas tidak sempurna dan makanan kadaluarsa 3. Keracunan Bahan makanan ◦ akibat dari memakan tanaman atau hewan yang mengandung racun. Keracunan Jamur 4. 2. Keracunan Botulinum ◦ Clostridium Botulinum adalah kuman yang hidup secara anaerob sifat racun eksotoksin/ neurotoksin. Keracunan Jengkol 5.

Keracunan Obat-obatan ◦ Benzodezepam ◦ Alkohol 5.4. Gigitan Hewan ◦ Anjing ◦ Kera ◦ Manusia ◦ Ular ◦ Kalajengking .

6. 3. 4. Bau yang khas dari racun misalnya insektisida. Kejang-kejang. 5.1. Gangguan pernafasan (sesak). 2. Perubahan kesadaran (penderita mulai pingsan). Gangguan denyut jantung (berdebar-debar) 7. Pupil melebar atau justru sangat mengecil. Keringat dingin .

Pengobatan spesifik .1. Mengeluarkan racun 3. Pengobatan simtomatik 4. Mencegah / menghentikan penyerapan racun 2.

1. Racun Tertelan  ABC  Kumbah Lambung  Jangan merangsang muntah Jika: ◦ Ada penurunan kesadaran ◦ Kejang ◦ Usia korban kurang dari 6 bulan ◦ Wanita hamil. ◦ Sia-sia memuntahkan penderita bila sudah diberikan karbon aktif .

Racun Terserap Kulit  Bila racun berupa bubuk : disapu secara hati- hati  Bila racun berupa cairan : bilas dengan air mengalir. Racun Tertelan  ABC  O2 Konsentrasi TinggiNon-Rebreathing Mask 3. . Unakan asam cuka encer atau natrium bikarbonat encer untuk netralisasi basa atau asam kuat.2.

jaga agar denyut arteri bagian bawah masih teraba dan lepaskan selama 1 menit setiap 15 menit . Racun Suntikan  ABC  Pasang tourniquet di atas tempat penyuntikkan.4.

◦ Bila dapat dilakukan penangkapan binatang yang menggigit untuk identifikasi. ◦ Cegah penyebaran bisa dari daerah gigitan pada hewan berbisa ◦ Dapat diberikan kompres dingin ◦ Berikan analgetik bila perlu . Racun Gigitan ◦ Selalu Airway – Breathing – Circulation terlebih dahulu ◦ Cuci luka dengan air mengalir dan sabun atau larutan deterjen ◦ Imobilisasi bagian yang digigit / luka tersebut ◦ Berikan SAR (serum anti rabies) bila ada.5.

Pengobatan Spesifik & Antidotum .

Kekerasan adalah tindakan emosi yang menggambarkan kemarahan yang dapat menyebabkan kerugian terhadap seseorang atau sesuatu. .

nitrogen urea dalam darah.  Pemeriksaan yang lain mencakup pemeriksaan adanya bengkak. pemeriksaan urine.  Tes diagnostic mencakup pemeriksaan darah lengkap. Penanganan mencakup jalur vascular dengan ukuran 14-16 cm saluran dan penanganan kristaloid untuk menangani tekanan darah. adanya keratin kinase dan elektrolit. biasanya pendokumentasian dilakukan sekitar 30-60 menit .

 Tetanus prophylaxis akan dilakukan bila diperlukan. . Nyeri akan berkurang dengan pemberian Acetaminophen (Tylenol).

bahan peledak) sebagai senjata untuk menyatakan tujuan dalam menimbulkan kejahatan. mengidentifikasi cepat dan pengenalan resiko potensial kesehatan penting di dalam kesiap siagaan pelayanan kesehatan profesional. radiologi/nuklir. . AGEN TERORISME Terorisme melibatkan beberapa tindakan seperti menyebarkan penyakit pathogens (bioterorisme) atau agen lain (kimia.

Agen bioterroris .