You are on page 1of 45

DEFINISI

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen
berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih
hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya,
atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah
menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang
ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan
kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan
spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

1. Vaksin yang berasal dari virus atau bakteri
yang dilemahkan (live attenuated vaccine)
contoh : vaksin rubellam, campak, BCG
2. Vaksin yang berasal dari virus atau bakteri
yang diinaktivasi (Inactivated vaccine)
misalnya vaksin influenza
3. Eksotoksin yang didetoksifikasi atau ekstrak
dari eksotoksin yang dihasilkan oleh
mikroorganisme (contohnya vaksin tetanus)

Beberapa vaksin (misal : poliomielitis) menimbulkan haya
sedikit sekali efek samping, sedangkan lainnya (misal : campak
& rubella) dapat menimbulkan efek samping yang sangat
ringan. Beberapa vaksin dapat meyebabkan sakit pada tempat
penyuntikan serta demam ringan dan malaise. Terkadang dapat
timbul reaksi yang lebih serius. Reaksi efek samping pasca
imunisasi sering disebut KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca
Imunisasi)

trombositopenia 1 – 12 bulan pasca Limfadenitis. neuritis brakialis. Ensefalopati 3 bulan pasca imuisasi Lumpuh layu. osteitis / osteomielitis (infeksi bakteri hidup BCG pada tulang) . abses pada bekas suntikan 15 hari pasca imunisasi Kejang.Persistent inconsolable screaming ( Menangis keras dan tidak berhenti selama lebih dari 3 jam) .Hypotonic hyporesponsive episode (pasien lemas. tidak beraksi terhadap rangsangan namun sadar & tidak syok) .Toxic Shock Syndrome 5 hari pasca imunisasi Reaksi lokal hebat. termasuk kejang demam. BCG-itis Diseminata (bakteri hidup BCG imunisasi menyebar keseluruh tubuh).Periode Kejadian 24 jam pasca imunisasi . sepsis.Reaksi anafilaktoid ( reaksi hipersensitivitas akut) .

Polio Difteri Pertusis Hepatitis B Campak Tetanus .

.

-Hepatitis B -Polio 1 -Hepatitis B -Polio 2 -BCG -BCG -DPT CAMPAK -Polio 2 0-7 hr 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 9 Bulan .

-Tetanus -Diptheria -Polio SEKOLAH DASAR 18 Bulan 24 Bulan .

• Vaksin pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waku 12 jam setelah lahir dan didahili pemberian vitamin K. Bayi Vaksin lahir dari ibu HBsAg positif. polio-3. DTPw. Selanjutnya. dan 6 bulan • Apabila lahir di rumah segera berikan OPV-0. Apabila diberikan HB kombinasi (HB).1 dan 6 bulan. Apabila lahir di sarana kesehatan. untuk Vaksin polio-1. OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan. maka jadwal pemberian pada usia 2. dan polio booster diberikan OPV atau IPV. optimal usia 2 bulan. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah usia 0. Minimal 30 menit sebelumnya. Apabila vaksin HB dikombinasi dengan DTPa. polio-2. diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis hepatitis B B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. maka jadwal pemberian pada usia 2. terlebih dahulu .4. Paling polio sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3 • Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan. perlu dilakukan uji tuberkulin BCG. Vaksin Apabila diberikan pada usia 3 bulan atau lebih.3 dan 4 bulan.

dosis ke-2 diberikan dengan Vaksin interval minimal 4 minggu. • Apabila diberikan pada usia 7-12 bulan. Batas akhir pemberian pada usia 24 minggu. Keduanya perlu booster pada usia lebih dari pneumokokus (PCV). . akhir pemberian pada usia 24 minggu. pentavalen diberikan 3 kali. Apabila diberikan vaksin DTPa Vaksin DTP. Vaksin rotavirus rotavirus. Pada anak usia di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali. dan Vaksin pada usia lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. • Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu). dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu). dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama tidak diberikan pada usia > 15 minggu). dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu (dosis pertama pneumokokus tidak diberikan pada usia > 15 minggu). 4. Untuk DTP 6 dapat diberikan Td/Tdap pada usia 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun. PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan. maka interval mengikuti rekomendasi vaksin tersebut yaitu usia 2. 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali. Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu. Batas (PCV). dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian pada usia 32 minggu. dan 6 bulan. Dapat diberikan vaksin DTPw atau DTPa atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak usia lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td atau Tdap.

bulan. maka vaksin Vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun. vaksin HPV tetravalen dengan jadwal 0. 1. . Vaksin dengue. maka dapat diberikan vaksin MMR/MR • Vaksin varisela diberikan setelah usia 12 bulan. perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. respons antibodi setara dengan 3 dosis. terbaik pada usia sebelum Vaksin varisela masuk sekolah dasar. 6 bulan. Untuk perlindungan encephalitis (JE). pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6-12 bulan. mendapatkan MMR • Apabila sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan. Apabila MMR/MR. pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak. dan 12bulan. • Diberikan pada usia 9-16 tahun dengan jadwal 0.6 Vaksin (HPV). Apabila diberikan pada remaja usia 10-13 tahun.2. Vaksin Japanese • Vaksin JE diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan jadwal 0. jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. 6. • Vaksin HPV diberikan mulai usia 10 tahun. • Vaksin campak kedua (18 bulan) tidak perlu diberikan apabila sudah Vaksin campak.

.

.

defek kongenital). pelancong (traveller). Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi terakhir.Rubella/CampakJerman(MMR) dengan reduksi antigen Difteri dan Pertusis. Mumps/Gondongan. sindroma • Vaksin dapat diberikan hingga usia 55 tahun. dianjurkan untuk vaksinasi. pelancong. Difteri. 26 tahun dan/atau sebelum aktif secara seksual. quadrivalent. vaksin diberikan kepada semua individu. • Bila belum pernah diberikan vaksin pada masa kanak-kanak maka diberikan 2 dosis MMR. obesitas morbid. • Vaksin Influenza juga dianjurkan bagi semua ibu hamil. boleh hamil setelah vaksinasi terakhir. kanker. Jangan berikan kepada ibu hamil. pertama kehamilan. penyakit jantung koroner. gangguan katup jantung. hipertensi. kanker. Catatan Kaki . berikan vaksin PCV13 • Jangan berikan kepada ibu hamil. 5 Zoster 2 Tetanus. dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian vaksin PPSV23. diabetes melitus. vaksin terutama diberikan kepada individu homoseksual • Vaksin Influenza dapat diberikan sepanjang tahun. • Untuk usia 9-21 tahun. lansia. gangguan kardiovaskular (gagal jantung. Rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Tahun 2017 1 Influenza 4 Human Papillomavirus (HPV) untuk Perempuan • Vaksinasi HPV untuk perempuan dapat menggunakan vaksin HPV bivalent atau • Semua orang dewasa dianjurkan untuk vaksinasi Influenza satu kali setiap tahun. hemoglobinopati. • Vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas. . Tdap menggunakan komponen • Vaksin MMR merupakan vaksin hidup. Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk • Vaksin Varicella merupakan vaksin hidup. Individu nonhomoseksual juga dapat menerima vaksinasi • Vaksin Influenza tersedia dalam bentuk Trivalent dan Quadrivalent. • Orang dewasa menggunakan Vaksin Td/Tdap. • Bila belum pernah mendapatkan vaksin Pneumokok. • Pemberian booster Td/Tdap sangat penting sehubungan dengan wabah Difteri yang dengan atau tanpa episode Zoster sebelumnya. • Vaksinasi tidak menggantikan Pap Smear/IVA yang tetap harus dilakukan minimal koroner akut. • Dosis kedua diperlukan karena 2-5% populasi normal tidak merespons 1 dosis MMR. • Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah. yang merupakan vaksin DTP 6 Measles/Campak. • Vaksin Zoster merupakan vaksin hidup. (Wanita Usia Subur) dan calon pengantin perempuan juga harus diperhatikan. penyakit ginjal kronik. • Bila sebelumnya sudah pernah mendapat vaksinasi PPSV23. perokok. anjurkan pemberian PCV13 • Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan. berikan kepada perempuan sebelum menikah/hamil. terlebih dahulu lalu ditambahkan PPSV23 dengan jeda minimal 1 tahun setelah • Varicella dapat menyebabkan cacat janin bila infeksi primer terjadi pada trimester pemberian PCV13. • Beberapa kelompok/kondisi yang sangat dianjurkan untuk mendapatkan • Waktu pemberian terbaik untuk memperoleh efektivitas maksimal adalah usia 9- vaksinasi Influenza : gangguan sistem pernapasan kronik. aritmia. terjadi di beberapa daerah dan waning immunity pascavaksinasi Pertusis. Pertusis (Td/Tdap) • Berikan 1 dosis vaksin Zoster kepada semua individu berusia 60 tahun ke atas. yang belum vaksinasi. status imunisasi Tetanus bagi WUS asrama. sehingga kurang reaktogenik. • Untuk usia 22-26 tahun. anemia/ • Tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.Jadwal Imunisasi Dewasa. dan saat terjadi wabah. lingkungan padat. • Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan. hingga usia 26 tahun. dan orang yang tinggal di • Untuk mencegah Tetanus Neonatorum. sehingga dianjurkan diberikan sebelum menikah/hamil. imunokompromais (HIV/AIDS. karyawan/pekerja. diberikan 1 dosis MMR saja. Bila sudah pernah. setiap 3 tahun untuk deteksi dini. orang yang tinggal di panti jompo/tempat 4 Human Papillomavirus (HPV) untuk Laki-laki penampungan. Manifestasi klinis Cacar Air pada orang dewasa umumnya leblh berat daripada a nak-anak. dll). • Semua orang dewasa yang tidak terbukti pemah mengalami Cacar Air atau tidak 7 Pneumokokal Konjugat 13-valent (PVC13)/Pneumokok memiliki kekebalan terhadap Varicella. perlu diperhatikan agar vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji / umrah berangkat. tenaga kesehatan. dan calon jemaah haji/umrah. 3 Varicella (Cacar Air) • Vaksin MMR dapat mencegah Sindroma Rubella Kongenital. • Vaksinasi HPV untuk laki-laki hanya menggunakan vaksin HPV quadrivalent. pertusis aseluler (bukan whole-cell).

dianjurkan pemberian PCV13 dengan jeda minimal 1 tahun sesudah pemberian PPSV23. • Vaksin diberikan sebagai post-exposure prophylaxis.12 dan Typhoid setiap 3 • Vaksinasi Meningitis Meningokokal tidak diberikan secara rutin. . • Vaksinasi semua orang dewasa tanpa terkecuali. 14 Hepatitis A dan Typhoid (Kombinasi) • Vaksin kombinasi diberikan sebagai dosis pertama. • Pada individu imunokompromais. bepergian ke daerah endemik JE. • Pengulangan vaksin diberikan setelah 10 tahun Pasien yang sudah divaksinasi akan mendapat International Certificate 11 Hepatitis A of Vaccination or Prophylaxis (kartu kuning) • Vaksin ini dianjurkan untuk semua individu. Selain • Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah. vaksin ini dianjurkan untuk semua orang dengan yang diperoleh lebih besar dari risiko) dan ibu menyusui. pengguna Narkoba. Untuk dosis 10 Meningitis Meningokokal berikutnya digunakan vaksin Hepatitis A dan Typhoid terpisah sesuai jadwal masing-masing (yaitu Hepatitis A pada bulan ke 6 . Pada individu imunokompeten. Pemeriksaan yang dilakukan lebih dari 6 bulan pascavaksinasi PAPDI. • Vaksin Yellow Fever tidak diberikan secara rutin. • Perhatian khusus harus diberikan kepada pelancong dan penjamah 16 Yellow Fever (Demam Kuning) makanan (food handler) • Vaksin Yellow Fever merupakan vaksin hidup. yang disusun oleh Satgas Imunisasi Dewasa 10 mIU/mL). berikan vaksin 2 dosis (2 x 20μg/ml) setiap kali penyuntikan pada bulan 0. • Vaksin ini hanya diberikan kepada calon jemaah haji/umrah dan calon pelancong ke negara-negara tertentu. gunakan vaksin kombinasi Hepatitis A dan Hepatitis B. kesempatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi lebih vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji/umrah berangkat. perlu diperhatikan agar lebih ekonomis. • Perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok risiko tinggi: 17 Japanese encephalitis (JE) tenaga kesehatan. besar. • Khusus pada individu imunokompromais atau pasien hemodialisis.9 Pneumokokal Polisakarida (PPSV23)/Pneumokok 13 Hepatitis A dan Hepatitis B (Kombinasi) • Vaksinasi semua orang berusia 60 tahun ke atas • Bila tersedia. tahun). pasien dengan gangguan hati kronik • Vaksin Japanese encephalitis (JE) diberikan pada seseorang yang akan dan pasien dengan gangguan ginjal kronik termasuk yang sedang hemodialisis. kondisi imunokompromais. mIU/mL) • Perlu diingat terdapat fenomena responder dan nonresponder. tidak ada rekomendasi untuk memberikan dosis penguat (booster). • Bila sudah pernah mendapatkan vaksin PPSV23. 2 dan 6. dapat dilihat pada buku dilakukan pada 1 . 12 Hepatitis B • Vaksin ini hanya diberikan kepada calon pelancong ke negara-negara tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.3 bulan setelah vaksinasi terakhir (protektif bila titer ≥ " edoman Imunisasi pada Orang Dewasa 2012". 15 Thypoid Fever (Demam Tifoid) • Vaksin ini boleh diberikan kepada ibu hamil (dengan pertimbangan manfaat • Sebagai negara endemis. pemeriksaan titer antibodi anti-Hbs pasca vaksinasi Untuk memperoleh Informasi lengkap mengenai imunisasi dewasa. pemeriksaan titer antibodi anti-Hbs Vaksin tersedia di Rumah Sakit dan Puskesmas yang sudah ditunjuk pasca vaksinasi dilakukan secara berkala (booster diberikan bila titer ≤10 sebagai Rabies Center / Pusat Layanan Gigitan Hewan Tersangka Rabies. kurang memiliki manfaat dan dapat menimbulkan kesalahan interpretasi. dianjurkan untuk memeriksa HbsAg terlebih dahulu. sesuai dengan ketentuan yang berlaku. atau tanpa riwayat Demam Tifoid. orang dengan partner seksual multiple. 18 Rabies • Pada individu imunokompeten. 1.

CAMPAK 2. VAKSIN DIBAGI MENJADI 2 BAGIAN : 1. SENSITIF BEKU : DPT-HB. PENGELOLAAN VAKSIN DITINJAU DARI CARA PENYIMPANAN VAKSIN. TT . POLIO. Td. DT. SENSITIF PANAS : BCG.

ALAT PENGUKUR SUHU BULB THERMOMETER THERMOMETER MULLER ALAT PENGUKUR SUHU TANPA MENGGUNAKAN SENSOR .

tidak dapat memantau paparan suhu panas  Digerakkan dengan baterai 1.5 volt dan bertahan selama 5 tahun  Bila freeze tag ini terpapar pada suhu < 0C selama 1 jam maka tanda rumput () atau pada monitor berubah menjadi tanda silang (X) . FREEZE TAG  Alat pemantau paparan suhu dingin.

PENCATAT SUHU Log TAG Termograf FRIDGE TAG .

 VCCM 21 .

C x Batas untuk tidak digunakan lagi: Segi empat berwarna sama dengan lingkaran. Gunakan vaksin lebih dahulu bila belum kedaluarsa. JANGAN GUNAKAN VAKSIN Melewati Batas Buang: D x Segi empat lebih gelap dari lingkaran. Gunakan vaksin bila belum kedaluarsa. A √ Segi empat lebih terang dari lingkaran.  VVM Segi empat berubah gelap tapi lebih terang (Vaccine Viral Monitor) B √ dari lingkaran. JANGAN GUNAKAN VAKSIN 22 .

Tipe-tipe VVM  VVM-30. seperti Polio) Catatan:  perbedaan tipe VVM hanya dapat diketahui saat penempelan di pabrik vaksin Stability of vaccine / vvm modul / WHO ref Bab 3 23 . tahan > 30 hari pada 37°C  (High stability vaccines seperti HepB. TT. DT)  VVM-14. tahan > 2 hari pada 37°C  (Least stable vaccines. tahan > 14 hari pada 37° C  (Medium stability vaccines seperti DPT-HB dan Campak)  VVM-2.

2 CM ATAU 1 JARI TANGAN . PENATAAN VAKSIN LEMARI ES RUMAH TANGGA JARAK ANTAR VAKSIN MINIMAL 1.

DT.0.5 JAM – 2 JAM .100 C MAX 1.TT .50 C s/d .0.50 C MAX ½ JAM DPT.VAKSIN SENSITIF PEMBEKUAN VAKSIN PADA SUHU DAPAT BERTAHAN SELAMA HEPATITIS B .

VAKSIN SENSITIF PEMBEKUAN JUGA RUSAK PADA PAPARAN PANAS VAKSIN PADA SUHU DAPAT BERTAHAN SELAMA DPT 270 C .330 C 30 HARI & TT .330 C 14 HARI HEPATITIS B 270 C .

VAKSIN SENSITIF PAPARAN PANAS VAKSIN PADA SUHU DAPAT BERTAHAN SELAMA POLIO 270 C . 1998 .330 C 2 HARI BCG & 270 C .330 C 7 HARI CAMPAK SEMUA VAKSIN AKAN RUSAK BILA TERKENA SINAR MATAHARI LANGSUNG Ref: Thermostability of Vaccine. WHO.

DT. . c) Dry ice dan/atau cold pack untuk vaksin Polio. dan DPT-HB-Hib.Wadah pengiriman vaksin berupa cold box disertai alat untuk mempertahankan suhu dingin berupa : a) Cool pack untuk vaksin Td. b) Cold pack untuk vaksin BCG dan Campak. Hepatitis B.

5 Ml +2°C s/d +8°C JANGAN DIBEKUKAN. Anak 0. B Biofarma (Generik) ENGERIX-B® EUVAXB® HB VAX T-FREE® . Dosis & Cara pemberian bengkak yang hilang dalam 2 hari Dewasa 1 mL.5 mL secara Penyimanan : Vaksin Hepatitis B Intramuskular rekombinan dapat disimpan sampai 26 bulan Sedian : vial 20 mcg/ 1 mL . sakit. Vaksin Hepatitis B Keterangan Vaksin hepatitis B mengandung antigen permukaan antivirus hepatitis B yang diinaktifkan (HBsAg) Kontaraindikasi : Hipersensitivitas terhadap komponen vaksin Efek samping :reaksi lokal : eritema. prefilled setelah tanggal produksi pada suhu antara syringe 10 mcg / 0.

intadermal di lengan kanan atas Optimal apabila masih bersisa maka harus diberikan pada usia 2-3 bulan. Masa kadaluarsa 1 tahun.1 Ml Produk : BIOFARMA . ebaiknya digunakan segera.tuberculosis  penyimpanan : Vaksin BCG beku kering harrus disimpan pada suhu antara +2°C s/d +8°C. Vaksin harus dilindungi dari cahaya. Bayi < 1 tahun : 0.05 mL secara paling lambat 3 jam setelah dilarutkan. Vaksin BCG yang Dosis & Cara pemberian sudah dilarutkan. Vaksin BCG Keterangan BCG adalah strain hidup Mycovacterium bovis yang dilemahkan untuk menimbulkan kepekaan terhadap M. dimusnahkan Bila > 3 bulan lakukan uji terburkuli dahulu. Anak > 1 tahun : 0.

5 Lf. anak rewel.5 ml secara intramuskular. muntah. Vaksin DTP Keterangan o Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap difteri. nafsu PRODUK : TRIPACEL®.kemerahan & 1 dosis = 0. sedikit bengkak pada tempat suntikan. demam 39oC o Efek samping berat : reaksi alergi berat (syok) sangat jarang . B. Tiap dosis (0. Pertussus yang diinaktivasi 12 OU. nyeri pada tempat suntikan. o Kontraindikasi : riwayat rakasi alergi berat setalah vaksinasi pertama dengan DTP. menangis terus selama > 3jam.5 mL) mengandung : Toksoid difteri murni 20 Lf. BIOFARMA Efek samping lain : kejang. Toksoid tetanus murni 7. INFAMRIX® makan berkurang. kejang atau pingsan setelah vaksinasi. dan pretusis ( batuk rejan) secara simultan pada bayi dan anak-anak. anak menangis keras dan terus menerus selama >3 jam setelah vaksinasi Dosis & Cara pemberian o Efek samping : demam .

Vaksin campak = vaksin hidup sehingga harus diberikan pada anak yag sehat. anak dengan Dosis & Cara pemberian pengobatan intansif yang bersifat 1 dosis = 0. anak yang mempunyai Produk : BIOFARMA kerentanan tinggi terhadap protein telur. ruam kulit. Demam 1-3 hari pada umumnya tidak tinggi. anak dengan infeksi akut disertai demam. o Peringatan : tunda vaksinasi pada anak sakit berat disertai panas tinggi o Efek samping : sakit ringan dan bengkak pada lokasi suntukan. Vaksin CAMPAK Keterangan o Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap penyakit campak. defisiensi sistem kekebalan. riwat alergi terhadap dosis vaksin campak sebelumnya. wanita hamil : alergi berat terhadap kanamycin dan ertyhromicin.5 mL secara subkutan imunosupresif. . akan sembuh sendiri o Kontra indikasi : anak malnutrisi.

PRODUK : Vaksin POLIOMIELITIS menderita keganasan sedang menjali ORAL BIOFARMA (Generik) pengobatan kortikosteroid. Vaksin POLIO Keterangan o Vaksin diguakan utuk pencegahan terhadap Poliomyelitis o Oral Polio Vaccine (OPV) : mengandung virus polio hidup yang dilemahkan (strain sabin). intramuskular o Vaksin polo tidak boleh diberikan pada setiap Imovax 375 orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap salah satu komponen vaksin. kehamilan . 1 dosis = 2 tetes peroral o Baik vasikn hidup (Oral) atau vaksin yang diinaktivasi dapat digunakan untuk Dosis IPV menyelesaikan seri yang dimulai dengan 0. sedangkan IPV : IMOVAX® menjalani radiasi / kemoterapi . Vaksinpoliomielitis yang diinaktivasi dapat Dosis & Cara pemberian digunakan bagi mereka yang tidak boleh menerima vaksin poliomielitis oral karena Dosis OPV penyakit imunosuoresif.5 ml secara subkutan atau vaksin lain. o Inactivated Poliomielitis Vaccine (IPV) mengandung virus polio yang diinaktivaksi.

regurgitasi. (3X PEMBERIAN Tunda pemberian jika sedangn mengalami diare atau muntah PRODUK : o Kontraindikasi : Riwayat hipersensitif ROTARIX® terhadap vaksin rotavirus (2x pemberian) o Efek samping : Iritabilitas. Dosis pertama diberikan pada umur 2 bulan. o Vaksin Rotavirus pentavalen (Rotateq®) diberikan 3x. o Peringatan : pasien yang mempunyai Dosis & Cara pemberian riwayat penyakit yang sangat berhubungan ROTARIX® dengan sistem imun misal penderita (2x pemberian) keganasasn. diare. demam. dosis ke dua diberikan pada umur 4 bulan. dosis kedua diberikan pada umur 4 bulan dan dosis ketiga pada umur 6 bulan. atau ROTATEQ® sedang menggunakan obat imunosupresi.Vaksin ROTAVIRUS Keterangan o Indikasi : pencegahan gastroenteris akibat Rotavirus o Vaksin Rotavirus monovalen (Rotarix®) diberikan 2x . immunocompromised. rewel. (3X PEMBERIAN nyeri perut. ganguan tidur. menangis. Kehilangan ROTATEQ® nafsu makan. kembung. muntah. kelelahan dan konstipasi . dosis pertama diberikan oada umur 2 bulan.

5 mL jika demam atau adanya penyakit Dosis Havrix 1440 (untuk akut/kronis dewasa) : 1 dosis = 1ml o Kontaindikasi : Hipersensitivitas terhadap Pemberian secara seluruh komponen vaksin intramuskular o Efek samping : umumnya ringan dan sementara yaitu reaksi pada tempat PRODUK :BIOFARMA penyuntikan ( sakit. nyeri.Vaksin HEPATITIS A Keterangan o Digunakan untuk sebagai imunisasi aktif terhadap infeksi virus hepatitis A (HAV) pada subyek yang beresiko terpapar HAV o Peringatan : imunisasi harus dihentikan jika terjadi reaksi hipersensitivasi : tidak untuk mencegah infeksi akibat virus hepatitis lain : infeksi hepatitis A yang tidak terduga dapat terjadi pada saat imunisasi karena waktu Dosis & Cara pemberian inkubasi virus hepatitis A yang panajng ( Dosis Havrix 720 ( untuk ank) sekitar 20-50 hari ). Juga laporkan sakit kepala dan Havrix 720® sakit abdomen Junior® . Imunisasi harus ditunda : 1 dosis = 0. eritema. HAVRIX 1440® bengkak).

bengkak. menderita kanker dan sedang secara subkutan menjalani pengobatan. wanita hamil ( dan tidak boleh Dosis Varilrix® : 1 dois = 0. ruam ringan. atau sulit bernafas) . kejang yang disebabkan oleh demam. demam. o Peringatan : Tunda pada pasien yang menderita demam berat o Kontraindikasi : pasien sakit berat pada saat Dosis & Cara pemberian jadwal vaksinasi.5 ml vaksin cacar air) : keadaan yang menurunkan secara subkutan. Vaksin VARICELLA Keterangan o Indikasi :mencegah infeksi dan penularan cacar air o Anak-anak yag belum pernah menderita cacar air harus diberikan vaksin cacar air pada usia 12-15 bulan.5ml hamil dalam wakti 1 bulan setelah mendapatkan Dewasa & anak :≥13 tahun : 0. Dosis kekebalan tubuh : Menderita HIV/AIDS atau kedua interval 4-8 minggu dari pemberian penyakit lain yang memperngaruhi sistem imun dosis pwetama :sedang mendapat terapi obat mempengaruhi Anak & bayii : 0. alergi (berupa gatal. Diberikan 2 kali.5 mL dosis tunggal sistem imun. Untuk anak ≥ 13 tahun dan dewasa diberikan 2 dosis. baru menerina transfusi darah atau produk darah lainnya (vaksinasi PRODUK : OKAVAX® ditunda selama 2 minggu) VARILRIX® o Efek samping : bengkak dan nyeri didaerah VARIVAX® suntikan.

mengantuk.4. Vaksin PCV Keterangan o Vaksin pneumococcus konjugasi dianjurkan untuk melindungi bayi. iritabilitas .6 dan 12-15 bulan. dapat juga diberikan pada anak berumur > 2tahun dan orang tua >65 tahun o Peringatan : tunda jika demam atau Dosis & Cara pemberian adanyapenyakit akut/kronis 1 dosis = 0. demam.penurunan nafsu makan. Namun dapat pula diberikan pada anak yang lebih besar o Tipe vaksin pneumcoccus yang lain PPSCV23.5 ml secara Intramuskular o Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap latex atau kompoen vaksin PRODUK : PREVENAR-13® o Efek samping :eritema. bengkak.mual. balita dan lansia dari penyakit pneumococcus o Vaksin ini diberikan secara rutin pada bayi usia 2. muntah. karena pada usia tersebut sangat renran terinfeksi kuman pneumococcus.nyeri SYNFLORIX® daerah penyuntikan .

hilang selera makan. riwayat mengalami reaksi alergi berat setelah pemberian 1 dosis vaksin Hib.5ml diberikan secara demam. alergi terhadap tetanus toxoid o Peringatan : vaksinasi ditunda pada pasien yang mengalami demam berat Dosis & Cara pemberian o Efek samping : yang dilaporkan meliputi 1 dosis = 0. juga dilaporkan reaksi PRODUK : ACT-HIB® hipersensitivitas. Vaksin Hib (Haemophillus Influenza tipe B) Keterangan o Dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh Haemophilus influenza B o Kontraindikasi : bayi < 6 minggu. diare. atau menderita alergi berat terhadap salah satu komponen vaksin. muntah. menangis yang intamuskular berkepanjangan. termasuk analfilaksis dan HIBERIX® kolaps . gelisah.

demam o Catatata : CERVARIX® merupakan vaksin PRODUK : CERVARIX® HPV bivalen (tipe 16 dan 18) sedangkan GARDASIL® GARDASIL® merupakan vaksinHPV quadrivalen (tipe 6. termasuk nyeri. mialgia. sakit kepala. Jangan diberikan secara intravena dan intradermal. gangguan Dosis & Cara pemberian gastrointestinal. . 1 dosis = 0. Vaksin harus diberikan secara hati-hati pada pasien dengan trombositopenia atau gangguan pembekuan darah. Laktasi o Kontraindikasi : hipersensitivitas terhadap komponen dari vaksin o Efek samping : Reaksi pada tempat injeksi. gatal/pruritus. 16.5 ml secara intramuskular artragia. Vaksin HPV Quadrivalen memiliki kelebihan dibandingkan vaksin HPV bivalen yaitu dapat digunakan pada pasien laki-laki. ruam urtikaria. Vaksin Human Papiloma virus (HPV) Keterangan o Digunakan untuk pencegahan kanker serviks o Peringatan : Tunda vaksinasi pada pasien demam. dan 18). kemerahan dan bengkak. 11. Vaksin ini tidak digunakan untuk mencegah berkembangnya lesi yang berhubungan dengan HPV.

penurunan sistem imun.5 mL secara Intramuskular terhadap protein telur.ruam kulit. mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman) o Peringatan Tunda pada pasien yang menderita demam berat o Kontraindikasi : Riwayat alergi terhadap neomycin atau salah satu komponen yang terdapat dalam vaksin MMR.Mumps- Rubella (MMR) Keterangan o Diguakan untuk pencegahan terhadap penyakit meales (campak). sedang sakit. pembengkakan kelenjar pipi atau leher. jumlah trombosit menurun sementara . nyeri dan kaku sendi sementara. Dosis & Cara pemberian hamil. Vaksin Meales. alergi 1 dosis = 0. Wanita setelah divaksinasi MMR tidak boleh hamil sampai 4 PRODUK : M-MR II® minggu setelah vaksinasi IMOVAX® o Efek samping : demam.

indurasi. PRODUK : rubio biofarma bengkak.5 ml diberikan secara o Kontraindikasi : Hipersensitivitas. . berkeringat. nyeri tekan pada tempat AGGRIPAL SI® penyuntikan. sakit kepala. mialgia. riwayat intramuskular atau subkutan Guilain Barre Syndrome (GBS) o Efek samping : kulit kemerahan. demam ringan. Vaksin Influenza Keterangan o Digunakan untuk profilaksis penyakit influenza. FLUARIX® menggigil. lelah. nyeri.artralgia o . tidak enak badan. Perlindungan akan terjadi setelah 2 minggu setelah vaksinasi dan akan bertahan beberapa bulan hingga 1 tahun o Peringatan : Tunda pemberian pada keadaan Dosis & Cara pemberian demam berat / infeksi aku 1 dosis = 0.

hipersensitif 1 dosis = 0. serta TOXOID) BIOFARMA kadang-kadang demam. o Catatan :Aman di berikan pada ibu hamil . seperti sakit dan kemerah pada lokasi PRODUK : VAKSIN TT (TETANUS suntukan yang bersifat sementara.5 mL diberikan secara terhadap komponen vaksin intramuskular o Efek samping : Bersifat ringan dan jarang. Vaksin Tetanus Keterangan o Digunakan untuk pencegahan terhadap tetanus dan perlindungan terhadap tetanus neonatorum pada wanita usia subur (WUS) o Vaksin ini bekerja dengan merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap tetanus o Peringatan : Tunda pemberian pada keaadan demam berat / infeksi akut o Kontraindikasi : Reaksi berat terhadap Dosis & Cara pemberian dosis vaksin TT sebelumnya.

Vaksin Meningokokkus Keterangan o Vaksin polisakarida meningokokus yang terdiri dari serotipe A.C W-135 dan Y sebaiknya diberikan bagi yang melakukan perjalanan ke suatu daerah berisiko terinfeksi meningokokus terutama untuk mereka yang akan berpergian ke daerah tertentu atau hidup atau bekerja dengan penduduk asli selama teradi kejadian luar biasa (KLB). subkutan o Peringatan : Tunda pemberian jika pasein menderita demam berat PRODUK : Mencevax-ACWY® o Kontraindikasi : Hipersensitivitas pada komponen vaksin o Efek samping : eritema. indurasi ringan. Saudi Arabia memberlakukan kewajiban untuk imunisasi vaksin tetravalent A. nyeri daerah penyuntikan .5 mL diberikan secara Haji dan Umroh.cW135 Dosis & Cara pemberian dan Y bagi calon jemaah haji selama musim 1 dosis = 0.

bengkak atau eritema. malaise. dapat timbul 48- PRODUK : TYPHERIX® 72 jam setelah pemberian vaksin. mual. pekerja laboratorium yang menangi spesimen dari kasus yang dicurigai o Peringatan : Tunda pemberian jika pasein menderita demam berat o Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap salah Dosis & Cara pemberian satu komponen vaksin atau riwayat alergi 1 dosis = 0. sakit seluruh tubuh. termasuk rasa sakit. sakit kepala.5 mL diberikan secara terhadap vaksin tifoid sebelumnya intramuskular o Efek samping : reaksi lokal. Gejala lainnya demam. Vaksin Tifoid Keterangan o Imunisasi tifoid dianjurkan untuk wisatawan yang berkunjung ke negara yang sanitasinya masih belum memadai. gatal .

sakit kepala. Vaksin Rabies Keterangan o Imunisasi profilaksis denan vaksin rabies sel diplod manusia harus diberikan kepada mereka yang bereriko tinggi o Kontraindikasi : tidak ada kontraindikasi yang spesifik terhadap vaksin. Sanat (dosis dewasa = anak jarang reaksi anafilaksis PRODUK : VERORAB® . .1 dosis pada hari ke 21 artralgia.1 dosis pada hari ke-7 pingsan.2 dosis langsung pada hari 0 eritema. edema. Dosis & Cara pemberian kehamilan tidak dianggap sebagai 1 dosis = 0. menggigil. nyeri abdomen.mialgia. mual. Karena tidak ada data bahwa abnormalitas fetus berhubungan dengan imunisasi rabies. lemas. .5 mL diberikan secara kontraindikasi untuk profilaksis pasca intramuskular (deltoid) pemaparan Cara pemerian : o Efek samping : reaksi lokal berupa nyeri . pusing. (saat terpapar) Reaksi sistemik berupa demam. pruritus pada daerah injeksi.