You are on page 1of 20

SUBSTANSI GENETIKA

XII IPA5
Adelya Suswanto Putri (01)
Azkiya Nabila (08)
Bayu Aditya (09)
David Freddy F. (10)

SUBSTANSI GENETIK

Substansi genetik merupakan
senyawa kimia yang terdapat di dalam sel
yang bertindak sebagai penentu sifat-sifat
makhluk hidup (gen) dan kerangka dasar
penentu sifat-sifat makhluk hidup
(kromosom).
Senyawa kimia dasar dari substansi
genetik ini adalah asam nukleat.

Nukleoprotein Asam Nukleat Protein Asam Fosfat Gula Pentosa Basa Nitrogen Deoksiribosa Purin DNA Adenin Ribosa Guanin RNA Pirimidin Timin Sitosin/Urasil .

dan salah satu dari basa nitrogen.  Basa Nitrogen:  Purin: Adenin (A).DNA (DEOXYRIBO NUCLEIC ACID)  DNA merupakan mempunyai struktur seperti tangga tali terpilin. Guanin dengan Sitosin 3 ikatan Hidrogen. Adenin dengan Timin 2 ikatan Hidrogen.  Rantai antar pita dihubungkan oleh ikatan Hidrogen.  Setiap mononukleotida DNA terdiri dari satu asam fosfat. Timin (T) . Guanin (G)  Pirimidin : Sitosin (S/C). satu deoksiribosa.  Masing-masing pita berupa rantai polinukleotida tidak bercabang.

Gambar DNA .

sedang yang lainnya adalah karbon. . maka pita yang lain berlawanan yaitu dari ujung 3’→5’. Angka 3’ dan 5’ ini menunjukkan nomor karbon pada deoksiribosa adalah sbb: salah satu ujung bangun deoksiribosa terdapat oksigen.DNA  Kedua pita molekul DNA mempunyai posisi antipararel artinya jika polimer deoksiribosadengan fosfat pada salah satu pita berjalan dari ujung 5’→3’. Penomoran karbon dimulai setelah ujung yang ada oksigennya dengan arah jarum jam.

Sitosin (C/S)  Adenin selalu berpasangan dengan urasil pada 2 ikatan Hidrogen. dan salah satu basa nitrogen.  Berperan dalam pelaksanaan penentuan sifat-sifat makhluk hidup.  Terdiri atas satu asam fosfat.  Dibentuk/dicetak oleh DNA.RNA (RIBO NUCLEIC ACID)  RNA mempunyai struktur bangun pita tunggal yang tersusun atas rantai polinukleotida.  Basa nitrogen:  Purin: Adenin (A). satu ribosa.  Guanin selalu berpasangan dengan timin dengan 3 ikatan Hidrogen. . Guanin (G)  Pirimidin : Urasil (U).

.  Mengandung kode-kode genetik yang berasal dari DNA sebagai dasar/acuan dalam pelaksaaan kegiatannya.  Terdapat di nukleus dan hanya dibuat saat diperlukan saja.RNA-d atau RNA-m  Bertindak sebagai pola cetak (templat).  Bentuk aslinya yaitu rantai polinukleotida tunggal.

.  Berbentuk seperti daun semanggi karena saling terikatnya basa-basa nitrogen yang terikat satu sama lain.  Terdapat di dalam sitoplasma.  Mengandung kode-kode genetik (antikodon) yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan kode-kode genetik (kodon) yang ada pada RNA-d.RNA-t  Berfungsi mentransfer asam-asam amino yang sesuai kode genetik(kodon) pada RNA-d.  Dianggap sebagai penerjemah kode-kode genetik yang ada pada RNA-d.

Gambar RNA-t .

 Ada 2 macam ribosom. yaitu ribosom besar dan ribosom kecil.RNA-r  Tidak lagi berujut pita tunggal. karena bersama dengan protein menjadi bentukan organel sel yang dinamakan ribosom yang berfungsi sebagai pabrik atau tempat berlangsungnya sintesis protein.  Pembentukannya di inti sel.  Ribosom baru dapat berfungsi jika keduanya sudah menjadi satu kesatuan. .

Gambar Ribosom .

. dan RNA DNA   RNA    Protein Transkripsi Translasi  Transkripsi adalah proses pemindahan informasi genetik dari DNA ke RNA-d. Gen.Hubungan DNA. Bagian DNA yang mengandung informasi genetik yang dimaksud di atas adalah gen.  Translasi adalah proses penerjemahan informasi genetik yang ada pada RNA-d oleh RNA-t menjadi asam-asam amino yang merupakam bahan penyusun protein. atau proses pembentukan RNA-d oleh DNA.

 Informasi gen yang dimaksud di atas berupa kode genetik/kodogen yang tidak lain adalah urutan basa N (purin dan pirimidin).  Jadi informasi genetik gen inilah yang secara langsung menentukan macam dan urutan jenis asam-asam amino dari suatu protein/polipeptida. .Mekanisme Sintesa Protein  Peranan DNA tidaklah secara langsung sebagai penentu macam dan urutan jenis asam amino suatu protein/polipeptida.

 Kodon dan antikodon merupakan pasangannya. sedang yang dimiliki RNA-t diberi nama antikodon.Kode Genetik / Kodogen  Kode genetik yang dimiliki RNA-d diberi nama yaitu kodon (dapat diterjemahkan menjadi suatu jeenis asam amino). . dan harus dibaca mulai dari ujung 5’ ke ujung 3’.  Kodon mengikuti sistem triplet yang harus terdiri dari 3 unsur basa N.

Percobaan Nirenberg dan Matthei .

Tahapan Sintesa Protein Transkripsi  Proses pemindahan informasi genetik dari DNA ke RNA-d.  Diawali dengan membuka atau putusnya ikatan hidrogen pita double helix DNA gen di bawah pengaruh enzim RNA-polimerasi.  Pita RNA-d yang telah terbentuk segera meninggalkan inti sel melalui pori membran inti masuk ke ribosom. . Setiap RNA-t mengikat satu asam amino yang telah mengandung ATP. Sedang pita DNA gn yang tidak mencetak disebut pita non templat atau anti sense.  Salah satu pita DNA gen berfungsi sebagai pencetak RNA-d disebut pita templat atau sense.  Pita ARN-d dibentuk sepanjang pita DNA gen pencetak yang urrutan basa N nya komplementer (saling melengkapi) dengan basa N yang ada pada pita cetakan DNA gen.  Terjadi di dalam inti sel.  Sementara itu RNA-t yang ada dalam sitoplasma siap untuk mengikat satu asam amino yang sesuai dengan kodon yang ada pada RNA-d. atau proses pembentukan RNA-d oleh DNA.

. dan terdiri dari 3 langkah sbb:  RNA-t yang telah mengikat asam amino yang sesuai dengan kodon RNA-d masuk dan melekat dalam A-site ribosom yang masih kosong disamping P- site yang telah ditempati. Barulah ribosom besar bergabung dengan ribosom kecil tersebut di atas sehingga letak RNA-t awal tepat berada pada P-site.  Ujung OH rantai polipeptida terlepas dari RNA-t yang menempati P-site dan bergabung dengan ikatan peptida pada asam amino yang dibawa RNA-t yang menempati A-site menjadi peptidil RNA-t baru. Tahapan Sintesa Protein Translasi  Proses penterjemahan informasi genetik yang ada pada RNA-d oleh RNA-t menjadi asam amino yang merupakan bahan penyusun protein. -Tahap awal: ARN-t awal yang membawa asam amino methionin yang memiliki kodon AUG melekat pada ribosom kecil. kemudian mengadakan penenalan kodon pada RNA-d sampai bertemu dengan kodon AUG yang merupakan kodon mulai. -Tahap pembentukan rantai polipeptida/protein: terjadi melalui suatu siklus yang selalu berulang.

Setelah itu ribosom melepaskan ikatannya dengan RNA-d. Dengan selesainya tiga langkah tersebut diatas A-site yang telah kosong akan terisi RNA-t baru kembali. Tahapan Sintesa Protein Translasi  Peptidil RNA-t baru pada A-site dipindahkan ke P-site.dengan cara ribosom atauRNA-d nya bergerak/bergeser sehingga RNA-t yang telah bebas dari asam amino akan keluar dari ribosom menuju sitoplasma. ribosom besar dan kecil tersebar lagi dan selesailah sudah sintesis protein tersebut. -Tahap akhir: terjadi setelah salah satu kodon berhenti mencapai A-site. . maka suatu protein bertindak sebagai faktor pelepas akan melekat pada kodon tanda berhenti. demikian seterusnya sampai kodon RNA-d yang dapat diterjemahkan menjadi asam amino habis. Dengan melekatnya faktor pelepas ini maka ujung OH rantai polipeptida akan terlepas dari RNA-t berarti protein yang terlepas akan masuk ke sitoplasma.

Dengan melekatnya faktor pelepas ini maka ujung OH rantai polipeptida akan terlepas dari RNA-t berarti protein yang terlepas akan masuk ke sitoplasma. ribosom besar dan kecil tersebar lagi dan selesailah sudah sintesis protein tersebut.-Tahap akhir: terjadi setelah salah satu kodon berhenti mencapai A-site. . Setelah itu ribosom melepaskan ikatannya dengan RNA-d. maka suatu protein bertindak sebagai faktor pelepas akan melekat pada kodon tanda berhenti.