You are on page 1of 13

Teknologi Reproduksi Berbantu

.Tujuan • Teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART) adalah teknologi yang membantu sistem reproduksi manusia yang seharusnya terjadi secara natural.

Klasifikasi • Intra-Corporeal • Extra-Corporeal .

. Inkomptabilitas rhesus. • AID = heterologous artificial insemination atau pembuahan heterolog dengan menggunakan benih bukan suami sendiri. Inseminasi buatan terbagi atas dua • AIH = homologous artificial insemination atau pembuahan homolog dengan menggunakan benih dari suami sendiri.Intra-Corporeal • Inseminasi (IUI = Intra Uterine Insemination) • Inseminasi buatan maksudnya adalah dengan memasukkan cairan semen ke dalam rahim wanita untuk menghasilkan kehamilan. AID dipraktekkan dengan alasan: Suami mandul. Sejauh ini tidak ada risiko bagi wanita ataupun terdapat cacat pada bayi. Oligospermia. Mencegah kemungkinan penyakit turunan.

sperma dan telur akan dicampur dan kemudian disuntik ke dalam saluran indung telur (tuba falopii). Dalam proses GIFT. dan pembuahan berlangsung di dalam tuba bukan di laboratorium. . tapi gamet (telur dan sperma) yang ditransfer ke saluran tuba bukan ke dalam rahimn.Gamete Intra Fallopian Transfer (GIFT) • Gamet intrafallopian transfer (GIFT) mirip dengan IVF.

Extra-Corporeal • Zygote Intra Fallopian Transfer (ZIFT) fertilisasi yang terjadi di laboratorium bukan di tuba fallopi. di mana mereka dapat berimplantasi di lapisan rahim dan berkembang. Satu atau lebih embrio dapat ditransfer ke dalam rahim wanita. tetapi sama bahwa sel telur yang dibuahi ditransfer ke dalam tuba bukan rahim. . • In Vitro Fertilization (IVF) IVF adalah metode reproduksi dimana sperma pria dan telur wanita digabungkan di luar tubuh yaitu dalam media di laboratorium. Prosedur ini juga memerlukan laparoskopi.

riwayat gagal fertilisasi dalam siklus IVF sebelumnya).• Assisted fertilization : Intra CytoplasmicSperm Injection (ICSI) Dimana sperma langsung disuntikkan ke dalam setiap telur yang matang. . Di Amerika Serikat. ICSI biasanya dilakukan ketika ada kemungkinan fertilisasi berkurang (misalnya kualitas semen yang jelek. ICSI dilakukan di sekitar 60% dari siklus ART.

HIV. 2. • Hepatitis B. • Pemeriksaan hormon: FSH. testosteron. Hepatitis C. Hepatitis C. • Antibodi antisperma. • Pemeriksaan hormon: FSH. estradiol. . Laki-laki: • Analisis sperma. • Uji Lab : TORCH. LH. HIV. Wanita: • Histeroskopi. • Tuberkulosis Pelvis. prolaktin. prolaktin. Hepatitis B. Klamidia.Prosedur Pelaksanaan 1.

• Infertilitas disebabkan oleh faktor tuba yang tidak dapat dikoreksi atau setelah dilakukan operasi rekonstruksi dalam waktu 1 tahun tidak terjadi kehamilan. • Kegagalan fungsi ovarium karena proses kanker dimana sebelumnya sel telur atau embrio telah dibekukan. . • Infertilitas disebabkan oleh endometriosis yang tidak dapat dikoreksi atau setelah dikoreksi dengan tindakan operasi dilanjutkan inseminasi intra uterine tetapi tidak terjadi kehamilan.• Sebelum mengikuti program teknologi reproduksi berbantu pasangan suami-istri harus memenuhi kriteria/indikasi yaitu: • Infertilitas disebabkan oleh faktor pria yang tidak dapat dikoreksi dengan tindakan operatif/medikamentosa atau tidak dapat diatasi dengan tindakan inseminasi intra uterine. • Infertilitas yang tidak terjelaskan dalam waktu 3 tahun dan tindakan medikamentosa maupun inseminasi intra uterine tidak menghasilkan kehamilan. • Adanya penyakit yang diturunkan secara genetik (single gene disease).

• Biopsi dilakukan dengan melubangi selaput sel lalu satu sel di ambil untuk di lakukan diagnosis. pada hari ketiga.Preimplatation Genetic Diagnosis (PGD) • PGD dilakukan untuk menyaring penyakit bawaan atau genetik. biopsi dilakukan pada embrio yang mempunyai 8 sel. terutama mereka yang pembawa penyakit genetik. . satu atau dua sel dikeluarkan dari perkembangan embrio dan diuji untuk penyakit genetik tertentu. Dalam PGD. dengan cara • Setelah IVF. • Embrio yang tidak memiliki gen yang terkait dengan penyakit yang dipilih untuk transfer ke rahim. • Blastomere (sel tunggal) dikeluarkan untuk pemeriksaan (diagnosis) molekul.

. • Setelah dipastikan embrio yang diperiksa bebas penyakit genetik..Cont. embrio tersebut akan dipindahkan ke dalam rahim. • Embrio dikultur dan dibiarkan terus membelah dan membesar (tidak ada masalah mengeluarkan satu sel pada embrio tersebut). .

karena tidak memerlukan stimulasi ovarium atau pengambilan telur kembali. • •i . • Cryopreserved membuat siklus ART selanjutnya menjadi lebih sederhana.Cryopreservation • Embrio ekstra yang tersisa setelah transfer embrio dapat dilakukan cryopreserved (dibekukan) untuk dilakukan transfer embrio kembali bila ingin mempunyai anak lagi atau terdapat kegagalan dalam implantasi dalam uterus. dan kurang invasif dibandingkan siklus IVF awal. lebih murah.

. Risiko • OHSS (ovarian hyperstimulation syndrome) • Kehamilan ganda • Risiko kehamilan ektopik • Masalah Keuangan • Ketegangan psikolog ..Cont.