You are on page 1of 23

INFEKSI SSP

Dr. Theresia Walelang - R, Sp.S (K)

Bagian / SMF Saraf
FK UNSRAT/ RSUP Prof. Dr. Kandou
MANADO

Infeksi SSP
Meningitis  Infeksi selaput otak
– Pachymeningitis  dura mater
– Leptomeningitis  pia dan arachnoid

ETIOLOGY
Infeksi ke leptomeningen dpt melalui:
- Fraktura tengkorak
- Luka tembus tengkorak
- Mastoiditis
- Tromboflebitis  inf. dari daerah kepala / muka
- L.P
- Tuberculoma otak
- Melalui aliran darah (bakteriaemi)
- Komplikasi encephalitis, myelitis.

Tuberculosa Virus Meningitis Serosa .KUMAN ORGANISME PENYEBAB MENINGITIS Neisseria Meningitides Meningococen meningitis Diplococcus Pneumonia Haemophilus Influenzae Listeria Monocytogenus Pyogenic meningitis Streptococcus Staphylococcus Escherichia Coli Myco.

Salmonella Typhosa .KUMAN ORGANISME PENYEBAB MENINGITIS Organisme lain : .Leptospira .Jamur  dapat juga terjadi infeksi campuran .

VIII . hanya sulcus2 saja atau lokal .Endarteritis  infark cerebri . TBC) yi. Pada m. Ruang antara pia dan arachnoid berisi pus yg dpt meliputi seluruh cortex cerebri. . Pada leptomening.N III. tampak infiltrasi inflamasi perivaskuler . IV. VII.MENINGITIS PURULENTA  PATOLOGI . Meningitis dpt menjalar  NII  optic neuritis. N. Komplikasi yg sering (terutama pd M.itis basal / kronik tampak penebalan pia- arachnoid disertai perlengketan dimana hydrocephalus interna terjadi . VI. cranial yg sering terganggu yi: .

akhir  Muntah2  Kejang2 pd anak. panas.kaku kuduk . hyperpyrexia.l : .  Photofobia. jarang pd dewasa  Tanda2 rgsn meningeal a. pernapasan irregular.MENINGITIS PURULENTA  Gejala-gejala:  tiba2 sakit kepala. .opistotonus  kepala retraksi .Kernig / Brudzinski (+)  Kesadaran  mula2 delier -- koma. terutama pd stad.

LIQUOR Tek  Warna tergantung jmlh leucosit  bervariasi dri keruh  purulenta. strabismus (otot2 bola mata lumpuh terutama m. reflex chy  pd stad.rectus lateral 1 atau bilateral  Reflex tendon  / (-)  Anggota gerak  dpt lumpuh. Sel PMN > beribu-ribu / mm3 Jumlah protein . lanjut  midriasis dgn reflex chy (-)  Ptosis. Pupil anisocor. .

Chlorida  Glucosa  Pem. infeksi akut Meningisme Abses intracranial Sub. itis causa lain . Mikroorganisme -> kultur & sensitivity test DD  dengan peny. Arachnoid hemorrhage M.

PENGOBATAN  Tergantung kuman dan sensitivity test dapat diberikan : – Ampicillin – Chloramphenicol – Gentamicin – Corticosteroid. dll .

PROGNOSiS  Tergantung dari macam organisme sebagai causa dan jumlah organisme  Sumber infeksi  Pengobatan/antibiotik yg efektif dan lamanya dimulai pengobatan. .

Mesenterik . .kel. Pada anak : terutama usia 2-5 tahun dan dikatakan ± 50% dpt ditemukan ada infeksi TBC ditempat lain. MENINGITIS TBC Causa : basil TBC Melalui : ● aliran darah dri infeksi TBC di .lain tempat ● Fokus di otak Umur : semua umur.mediastinum .paru .tulang/sendi .

Arteritis  infark cerebri.PATOLOGI Eksudat gelatinous pd basis otak & ke lateral sulci. . Dapat terjadi Hydrocephalus.

GEJALA Biasanya tdk akut. Mulai dgn anorexia  BB  terutama pd anak2. Kesadaran . bila ada. nadi yg mulanya cepat  pelan & irregular. tdk begitu  Sakit kepala. Prodormal ini berlgs 2-3 mgg disusul gejala2 rangsangan meningeal. itis Gej. Febris : mula2 tdk ada. psychosis mendahului m. Pd Dewasa  perubahan mental. konfuse. delier .

Gejala2 rangsangan meningeal lbh ringan dp m. purulenta. Meningeal Cry pada anak Choroidal tubercle ± 25 % Pupil mula2 miosis  midriasis + refleks cahaya (-) Strabismus / diplopia Lesi N.VIII 1 atau kedua sisi Dysphagia Tremor kasar pd gerakan voluntar hemiparese .

Protein  Chlorida  Glucosa  < 50 mg% Kultur. Sel  ±100/mm3 mononuclear atau campuran dgn PMN.LIQUOR Tek  Warna jernihdidiamkan  spt sarang laba2. .

Pengobatan Streptomycin 1 g/hari  dewasa dihentikan bila ada ggn N.anti konvulsan .intake cairan .Fisioterapi .hindari dekubitus .VIII Isoniazid Ethambuthol Rifampisin Steroid  utk mengurangi oedem & perlengketan Perawatan penting: .

TUBERCULOMA Gejala2 menyerupai S.L Biasa dijumpai terletak di subtentorial Multiple  kebanyakan Diagnostik dgn arteriografi/CT-scan PROGNOSA : .Tergantung dri cepatnya penderita diobati dan kalau sdh dlm keadaan koma baru diobati  prognosa jelek .O.

mortalitas 10% . tapi relaps lagi & cepat memburuk   Yang sembuh: Ada yang membaik sejak permulaan Keadaan menetap dgn sequelae berat Pada penelitian mengatakan : . Perjalanan penyakit Tdk ada respon dgn pengobatan  .70% dri yg hidup bebas sequelae .cepat memburuk   . shg diduga akan sembuh.memburuk scr slow progresif   Mula2 menunjukn sedikit perbaikan kemudian cepat memburuk dan   Perbaikan cukup lama.

Beberapa stadium m.konfuse dgn/tanpa kelainan fokal neurologik Stadium III: .Stuper/delier dgn/tanpa kelainan fokal neurologik .kelainan fokal neurologi (-) Stadium II: . TBC Stadium I: .tanda2 rangsangan meningeal (+) .sadar .

otak Penyebab a.Toksoplasma . Treponema Pallida Cacing : . Escherilia coli .Malaria .l: Bakteri : . Staphylococus . Cystecercosis Protozoa : . Mycobacterium TBC . ENCEPHALITIS  Radang jar. Streptococus . Meningococus .Amuba . Salmonella typhosa .

Cytomegalo Virus .Mycosis Virus : . Echo . Psittacosis . Herpes Zooster .Jacob Creutzfeldt .Chronic progressive pan Encephalitis . Morbilli . B .Kuru . Coxsachie A. Poliomyelitis . Influenza. Rabies . dll Slow viral : . Herpes Simplex . Parotitis .

kejang Kesadaran  Gejala2 fokal kerusakan jar.Gejala Panas. otak Lumbal Pungsi : Sel sedikit  Protein  Chlorida (normal) Glukosa (normal) .