You are on page 1of 68

Yoshua – 11 2014 279

Pembimbing: dr. Opy Dyah, SpA

• Nama: By. Ny. S

Identitas • Jenis kelamin: Laki-laki
• Tempat lahir: Jakarta

Bayi • Tanggal lahir: 10 September 2015
• Alamat: Sunter Jaya No. 14 C RT 015 / RW
006, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Identitas • Nama Ayah: Tn. W
• Nama Ibu: Ny. S

Orang • Usia Ayah: 32 tahun
• Usia Ibu: 30 tahun

Tua • Alamat: Sunter Jaya No. 14 C RT 015 / RW
006, Tanjung Priok, Jakarta Utara

Family Tree

20 • Ruang Perinatologi RSUD Tarakan • Keluhan utama: tidak bisa buang air karena tidak punya lubang anus . Anamnesis • Alloanamnesis dengan ibu pasien • Tanggal 20 September 2015 pukul 15.

Riwayat Penyakit Sekarang 10/9/15 Lahir spontan di 12/9/15 puskemas Operasi laparotomi kecamatan sigmoidektomi dan Kemayoran. dirawat di ruang Perinatologi . anus (-) colostomy 10/9/15 Dirujuk ke RSUD Tarakan.

Riwayat Penyakit Sekarang 12/9/15 – 20/9/15 Dirawat di NICU post laparotomi 20/9/15 atas indikasi gagal Dipindahkan ke napas ruang Perinatologi 18/9/15 Keadaan bayi mengalami perbaikan .

38 • Tidak ada lubang anus Apgar Score • 9 / 10 • BBL 2800 gram • PB 47 cm Ukuran • LK 32 cm • LD 31 cm • LP 31 cm • LLA 11 cm .Riwayat Persalinan • Usia Kehamilan 37-38 minggu G3 P2 A0 • Lahir spontan 10 September 2015 Pukul 08.

Riwayat Kehamilan Perawatan antenatal di puskesmas kecamatan Kemayoran Tidak terdapat keluhan selama masa kehamilan .

Riwayat Pertumbuhan & Perkembangan • Belum dapat dinilai .

Riwayat Imunisasi • Belum dilakukan .

Riwayat Penyakit Keluarga • Anggota keluarga dalam keadaan sehat .

00) • Keadaan umum : Tampak cukup aktif. bernapas spontan • Kesadaran : Compos mentis • Nadi : 148x / menit • Suhu : 37oC • Pernapasan : 50x / menit • Berat badan lahir : 2800 gram • Berat badan sekarang: 2890 gram . Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Umum (20 September 2015 pkl 15. menangis cukup kuat.

sekret -/- • Telinga : Normotia. Pemeriksaan Fisik • Kepala : Normosefali. sekret -/- • Hidung : Napas cuping hidung (-) • Leher : Retraksi suprasternal (-) • Mulut : Mukosa mulut lembab. sianosis (-) . sklera ikterik -/-. rambut hitam • Mata : Konjungtiva anemis -/-. ubun-ubun besar datar.

Paru . Pemeriksaan Fisik Paru .

murmur (-) . gallop (-). Pemeriksaan Fisik Jantung • Inspeksi : Pulsasi iktus cordis tidak terlihat • Palpasi : Teraba iktus cordis pada sela iga V linea midclavicula kiri • Perkusi : Sulit dinilai • Auskultasi: BJ I-II murni regular.

terdapat stoma bag • Auskultasi : Bising usus (+) normal • Perkusi : Timpani • Palpasi Dinding Perut : Supel Turgor Kulit : Normal Hati : Tidak teraba Limpa : Tidak teraba Ginjal : Tidak teraba . Pemeriksaan Fisik Abdomen • Inspeksi : Datar. retraksi epigastrium (-).

.

.

Pemeriksaan Fisik Ekstremitas • Inspeksi: Sianosis (-). CRT < 3 detik Genital • Inspeksi: Skrotum (+). ikterik (-) • Palpasi : Akral hangat. Lubang anus (-) .

Pemeriksaan Fisik .

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium tanggal 10 September 2015 .

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium tanggal 18 September 2015 .

Pemeriksaan Penunjang .

Pemeriksaan Penunjang .

Pemeriksaan Penunjang .

Pemeriksaan Penunjang X-Foto Cross Table Lateral tanggal 11 September 2015 .

APGAR score 9/10.38. . Ringkasan Bayi lahir secara spontan dari ibu G3 P2 A0 dengan usia kehamilan 37-38 minggu di puskesmas kecamatan Kemayoran pada tanggal 10 September 2015 pukul 08. Bayi tidak memiliki anus.

. kemudian menjalani operasi laparotomi sigmoidektomi dan colostomy serta pemasangan kateter vena sentral pada tanggal 12 September 2015. Bayi dirawat di ruang NICU post laparotomi hingga tanggal 20 September 2015 kemudian dipindahkan ke ruang Perinatologi RSUD Tarakan. Ringkasan Bayi dirawat di ruang Perinatologi RSUD Tarakan sejak tanggal 10 September 2015.

Ringkasan Pemeriksaan Fisik • Tanda-tanda vital • Nadi : 148x / menit • Pernapasan : 50x / menit • Suhu : 37oC • Inspeksi genital: Tidak terdapat lobang anus .

Diagnosis Kerja • Neonatus Cukup Bulan Sesuai Masa Kehamilan • Post Laparotomi ec Atresia Ani • Sepsis Neonatorum Awitan Dini .

Penatalaksanaan Medikamentosa • Injeksi Metronidazole 2 x 30mg • Infus Paracetamol drip 4 x 30mg • Injeksi Imipenem 2 x 70 mg • Injeksi Amikasin 2 x 20 mg • Injeksi Rantin 2 x 3 mg • Injeksi Alinamin 2 x 1/3 amp .

8 cc/jam • Lipid 10 1. Penatalaksanaan Medikamentosa • Kebutuhan cairan 150cc • NS paket 90 10.1 cc/jam .5 cc/jam • Aminosteril 50 5.

Penatalaksanaan Non Medikamentosa • HFN FiO2 21% Flow 3L/menit • Susu formula 8 x 3cc .

Follow Up .

retraksi epigastrium (-) Ekstremitas: akral hangat. edema -/-. gallop (-) Pulmo: SN bronkovesikuler. retraksi sela iga (-) Cor: BJ I/II regular. bergerak aktif. ronkhi (-).. murmur (-). BAK (+) O BB: 2830 gram KU: tampak aktif N: 142x / menit RR: 48x / menit Suhu: 36oC Kepala: normocephalus Mata: CA -/. pupil isokor Telinga: sekret -/- Hidung: NCH (-) Mulut: bibir lembab. produk stoma (+ ) 5 cc warna kuning kehijauan. sianosis (-) Leher: retraksi suprasternal (-) Dada: simetris. wheezing (-) Abdomen: supel. CRT < 3 detik .Tanggal 21 September 2015 S Menangis kuat. BU (+). SI -/-.

SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Paracetamol drip 4 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  Rantin 2 x 3 mg  Kebutuhan cairan 150 cc  NS paket 95 10.5 cc/jam  Aminosteril 50 5.A NCB SMK.8 cc/jam  Lipid 5 1. Atresia ani.1 cc/jam  ASI/SF 3cc/OGT .

Tanggal 22 September 2015 S Menangis kuat. BAK (+) O BB: 2940 gram KU: tampak aktif N: 147x / menit RR: 40x / menit Suhu: 37. produk stoma (+). bergerak aktif.1oC Pemeriksaan Fisik: sqa Laboratorium: GDS 115 mg/dL .

Atresia ani.2 cc/jam  ASI/SF 4x15 cc + 4x20 cc  Aff O2 . SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  Rantin 2 x 3 mg  Kebutuhan cairan 150 cc  NS paket 60 7 cc/jam  Aminosteril 36 4.A NCB SMK.

produk stoma (+). bergerak aktif. BAK (+) O BB: 2950 gram KU: tampak aktif N: 143x / menit RR: 48x / menit Suhu: 36.8oC Pemeriksaan Fisik: sqa .Tanggal 23 September 2015 S Menangis kuat.

8 cc/jam  ASI/SF 4x25 cc + 4x30 cc .3 cc/jam  Aminosteril 16 1. Atresia ani. SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  Kebutuhan cairan 150 cc  NS paket 54 6.A NCB SMK.

4 mEq/L Cl 104 mEq/L Albumin 3. bergerak aktif.6oC Pemeriksaan Fisik: sqa Laboratorium: GDS 65 mg/dL Na 140 mEq/L K 4. BAK (+) O BB: 2900 gram KU: tampak aktif N: 148x / menit RR: 50x / menit Suhu: 36.34 g/dL . produk stoma (+) 5cc warna kuning kehijauan.Tanggal 24 September 2015 S Menangis kuat.

A NCB SMK. SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  ASI/SF 8x35cc oral  Aff OGT  Aff Infus  Turun Box . Atresia ani.

Tanggal 25 September 2015 S Menangis kuat. BAK (+) O BB: 2940 gram KU: tampak cukup aktif N: 150x / menit RR: 44x / menit Suhu: 36. produk stoma (+) 7cc warna kuning kehijauan. bergerak cukup aktif.9oC Pemeriksaan Fisik: sqa Laboratorium: GDS 72 mg/dL .

SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  ASI/SF 8x45cc/oral . Atresia ani.A NCB SMK.

BAK (+) O BB: 2710 gram KU: tampak aktif N: 140x / menit RR: 41x / menit Suhu: 37oC Pemeriksaan Fisik: sqa Laboratorium: GDS 89 mg/dL.500 .4 Hb 8.8 g/dL Ht 26. CRP kuantitatif 6. produk stoma (+) 40cc warna kuning kehitaman.699 Trombosit 138.Tanggal 26 September 2015 S Menangis kuat. bergerak aktif.73juta Leukosit 8.2% Eritrosit 2.

SNAD P  Metronidazole 2 x 30mg  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  ASI/SF 45cc/oral . Atresia ani.A NCB SMK.

BAK (+) O BB: 2620 gram KU: tampak aktif N: 142x / menit RR: 35x / menit Suhu: 36. produk stoma (+) 35cc warna kuning kehijauan. bergerak aktif.Tanggal 27 September 2015 S Menangis kuat.8oC Pemeriksaan Fisik: sqa .

SNAD P  Imipenem 3 x 70 mg  Cinam 2 x 150 mg  ASI/SF 45cc/oral  Transfusi PRC 10cc/kgBB --> 30cc  Transfusi TC 10cc/kgBB --> 30cc . Atresia ani.A NCB SMK.

8oC Laboratorium: GDS 54 mg/dL . BAK (+) O BB: 2700 gram KU: tampak aktif N: 146x / menit RR: 50x / menit Suhu: 36.Tanggal 28 September 2015 S Menangis kuat. produk stoma (+) 15cc warna kehijauan. bergerak aktif.

Atresia ani. SNAD P  ASI/SF 8x50 cc/oral .A NCB SMK.

bergerak aktif.Tanggal 29 September 2015 S Menangis kuat. BAK (+) O BB: 2700 gram KU: tampak aktif N: 146x / menit RR: 46x / menit Pemeriksaan Fisik: sqa Laboratorium: GDS 54 mg/dL . produk stoma (+) 20cc warna kuning kehijauan.

SNAD P  ASI/SF 8x50 cc/oral  Vaksin Hepatitis B  Pasien boleh pulang .A NCB SMK. Atresia ani.

• Malformasi anorektal terjadi pada 1 bayi per 5000 kelahiran hidup. Banyak anak dengan malformasi anorektal mengalami imperforasi anus (atresia ani). . Analisis Kasus • Malformasi anorektal memiliki spektrum yang luas pada defek perkembangan dari bagian terbawah saluran pencernaan dan urogenital.

Analisis Kasus
• Imperforasi anus (atresia ani) merupakan
salah satu bentuk malformasi anorektal.
Penyebab atresia ani belum diketahui. Faktor
genetik pada kelainan ini sangat kompleks
karena kelainan anatominya juga sangat
bervariasi. Hanya pada 8% pasien, faktor
genetik berperan langsung terhadap atresia
ani.

Analisis Kasus
Alberto Pena membagi atresia ani menjadi 2
jenis berdasarkan hasil pemeriksaan X-foto
cross table lateral. Jarak dari gambaran udara
rectum diukur menuju kulit perineum.
• 1. Lesi letak tinggi: Jarak dari gambaran udara
rectum menuju kulit perineum lebih dari 1 cm.
• 2. Lesi letak rendah: Jarak dari gambaran
udara rectum menuju kulit perineum kurang
dari 1cm.

Analisis Kasus
• Pada kasus ini, pemeriksaan fisik inspeksi
genital menunjukkan bahwa bayi tidak
memiliki anus, sesuai dengan tampilan klinis
dari atresia ani. Atresia ani pada kasus ini
termasuk atresia ani dengan lesi letak tinggi
berdasarkan klasifikasi Pena karena pada X-
foto cross table lateral terdapat jarak lebih
dari 1 cm antara ujung rectum dan kulit
perineum.

Analisis Kasus .

Analisis Kasus .

Analisis Kasus Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital ditemukan: • Nadi : 148x / menit • Pernapasan : 50x / menit • Suhu : 37oC • Inspeksi genital : Tidak terdapat lobang anus .

Saat dirawat di Perina. Melalui analisa dengan skor Downe. Analisis Kasus • Tanda-tanda respiratory distress pada bayi ini sudah tidak ditemukan saat berada di ruang Perinatologi. . terpasang HFN FiO2 21% Flow 3L/menit selama 2 hari perawatan kemudian dilepas. sehingga bisa disimpulkan bahwa bayi ini sudah tidak mengalami respiratory distress. didapatkan skor 0 dengan interpretasi tidak ada gawat napas.

Analisis Kasus .

Analisis Kasus • Sepsis pada neonatus adalah infeksi aliran darah yang bersifat invasif dan ditandai dengan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah. atau air kemih. cairan sumsum tulang. .

. Analisis Kasus • Sepsis neonatorum biasanya dibagi dalam dua kelompok yaitu sepsis awitan dini dan awitan lambat. Pada awitan dini. kelainan ditemukan pada hari-hari pertama kehidupan (umur di bawah 3 hari) sedangkan lebih dari 3 hari termasuk dalam sepsis neonatorum awitan lambat.

Analisis Kasus 1. Faktor ibu • Persalinan dan kelahiran kurang bulan • Ketuban pecah lebih dari 18-24 jam • Chorioamnionitis • Persalinan dengan tindakan • Demam pada ibu (>38.4oC) • Infeksi saluran kencing pada ibu • Faktor sosial ekonomi dan gizi ibu .

Faktor bayi • Asfiksia perinatal • Berat badan bayi lahir rendah • Bayi kurang bulan • Prosedur invasif • Kelainan bawaan . Analisis Kasus 2.

• Penyebab pertama adalah adanya distensi feses dan mekonium akibat atresia ani. . yang mungkin disebabkan karena 2 hal. • Penyebab kedua adalah sebagai komplikasi post laparotomi sigmoidektomi karena perawatan luka stoma yang kurang baik. Analisis Kasus • Bayi juga mengalami sepsis neonatorum awitan dini. • Hal ini sesuai dengan faktor pada bayi yaitu dilakukannya prosedur invasif (colostomy) dan kelainan bawaan (atresia ani).

Imipenem 3 x 70 mg. Cinam 2 x 150 mg.8 cc/jam. Total parenteral nutrition juga diberikan kepada bayi ini mencakup NS paket 10. Aminosteril 5. dan Paracetamol drip 4 x 30mg untuk mengatasi sepsis. . Analisis Kasus Bayi ini mendapatkan terapi antibiotik Metronidazole 2 x 30mg. Lipid 1.1 cc/jam. TPN diberikan hingga bayi mampu minum ASI atau susu formula secara oral.5 cc/jam.

TERIMA KASIH .