You are on page 1of 11

Kelompok 5

Ayal  Ratih Anjani  Sarliance Lette  Jefryson U.Mawo  Aditya J.Elvon  Viany Y.Edo  Jordy M.I. Tuto .Anggota  Petronela R.Kapitan  Anggita Damayanti  Reynaldy Pamungkas  Yolanda Y.

Definisi suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal- balik atas masalah yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten. rasional dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. terjangkau. .

Tujuan Meningkatkan kemampuan puskesmas dan peningkatannya dalam rangka menangani rujukan kasus “resiko tinggi” dan gawat darurat yang terkait dengan kematian ibu maternal dan bayi Menyeragamkan dan menyederhanakan prosedur rujukan di wilayah kerja unit kesehatan . .

kegawatdaruratan Sifat berencana .

INDIKASI Rujukan dilakukan apabila tenaga dan perlengkapan di suatu fasilitas kesehatan tidak mampu menangani komplikasi yang mungkin terjadi. .

Kontra indikasi Kondisi ibu dan janin tidak stabil dan terancam terus memburuk Persalinan sudah akan terjadi Tidak ada tenaga kesehatan terampil yang dapat menemani Kondisi cuaca atau modalitas transportasi membahayakan .

Tindak lanjut penderita • K (Kendaraan) • U (Uang) . Persiapan penderita (BAKSOKU) • O (obat) 6. Pengiriman penderita 7. Kirim informasi pd tempat • S (Surat ) rujukan yg dituju 5. Beri informasi pd penderita & • K (Keluarga) keluarga 4. Tentukan kegawatdaruratan • B (Bidan) penderita • A (Alat) 2. Tentukan tempat rujukan 3.Langkah-langkah Rujukan 1.

Bentuk pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan Pelayanan tersier kesehatan sekunder Pelayanan kesehatan primer .