You are on page 1of 15

FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK

KELOMPOK 1 :

Ramly R. Paremadjangga 1609010002
Katarina Oa Jebe 1609010008
Imanuel J. Boritnaban 1609010015
Diana Rambu N. A. Awa 1609010037
Agatha Sada Ua 1609010043

Ilmu tentang obat-obatan atau mempelajari efek dari zat-zat asing (eksogen) dan zat-zat endogen terhadap suatu organisme. Farmakologi dibagi menjadi 2 divisi yaitu :  Farmakokinetik  Farmakodinamik .

Farmakokinetik menjelaskan tentang apa yang Terjadi dengan suatu zat di dalam organisme. Farmakokinetik mencakup 4 proses yakni : Absorpsi (A) Metabolisme (M) Distribusi (D) Ekskresi (E) . FARMAKOKINETIK Berasal dari bahasa Yunani “Farmako” yang artinya obat dan “kinesis” yang artinya perjalanan.

fagositosis. Absorpsi Proses masuknya obat dari tempat pemberian ke dalam darah. dan persopsi - . Obat diabsorpsi melalui beberapa metode :  Difusi atau pasif murni  Difusi terfasilitasi  Transport aktif  Pinositosis.

aliran darah. sistemik ke jaringan dan cairan tubuh. Proses obat dihantarkan Distribusi dipengaruhi oleh sifat kelarutan bahan dari sirkulasi obat. ginjal. DISTRIBUSI . METABOLISME  Disebut biotranformasi  Proses tubuh merubah komposisi obat sehingga menjadi lebih larut air dan dapat dibuang keluar tubuh. plasma dan mukosa internal. .  Terjadi di hati. saluran pencernaan. sifat fisikokimianya.

EKSKRESI  Proses pembuangan obat dari tubuh  Bergantung pada sifat fisikokimia (bobot molekul. harga. empedu. senyawa hasil ekskresi ginjal (urine). dan usus (feses) atau paru-paru. tekanan uap). pKa. . kelarutan.

efek obat terhadap fungsi berbagai organ dan pengaruh obat terhadap reaksi biokimia dan reaksi organ.  Farmakodinamik obat meliputi : 1. Biovailabilitas 7. Kerja obat spesifik dan non spesifik 4. Hubungan antara struktur kimia dan kerja farmakologi 6. FARMAKODINAMIK Berasal dari bahasa Yunani “Farmako” yaitu obat dan “Dinamik” yaitu kemampuan (power). Pengaturan dosis dan hubungan dosis atau konsentrasi dengan aktiviitas 5. Efek samping . Interaksi obat reseptor 3. Mekanisme kerja obat 2. Farmakodinamik : ilmu yang mempelajari cara kerja obat.

MEKANISME KERJA OBAT Obat yang efeknya menyerupai senyawa endogen disebut agonis  Obat yang tidak mempunyai aktifitas intrinsic sehingga menimbulkan efek dengan menghambat kerja suatu agonis disebut antagonis Interaksi obat dengan reseptornya dapat menimbulkan perubahan biokimiawi yang menimbulkan respon khas dari obat tersebut .

asam nukleat. atau tempat lainnya yang sering disebut reseptor. van der walls. ikatan hidrofob. INTERAKSI OBAT-RESEPTOR Terjadi ketika obat berinteraksi dengan bagian dari sel.  Reseptor dapat berupa protein. dipole- dipol. dan transfer muatan. . karbohidrat dan lemak. Tipe ikatan kimia yang terlibat dalam interaksi obat reseptor antara lain : ikatan-iaktan kovalen. ribosom. ion (elektostatik). ion-dipol. hydrogen. enzim. ion-ion yang saling memperkuat (reinforce ion).

Kerjanya hampir tidak berubah hamper pada modifikasi struktur. obat non spesisik  Obat yang bekerja secara langsung dan tidak tergantung struktur kimia. Menimbulkan efek yang mirip walaupun strukturnya berbeda. KERJA OBAT SPESIFIK DAN NON SPESIFIK a. dan antijamur. . Cth : golongan anastetetika umum. bakterisida tertentu.  Ciri-ciri obat yang berstruktur nonspesifik adalah : Obat tidak bereaksi dengan reseptor spesifik  Kerja biologisnya berlangsung dengan aktifitas termodinamika Bekerja dengan dosis yang relatif besar. hipnotika tertentu. antiseptik.

 Efektif pada kadar rendah Melibatkan kesetimbangan kadar obat dalam biofasa dan fase eksternal  Pada keadaan kesetimbangannya aktivitas biologisnya maksimal  Bekerja terhadap enzim antagonis dengan cara pengaktifan. penghambatan. b. Karakteristik obat berstruktur spesifik antara lain. Melibatkan ikatan-ikatan kimia yang lebih kuat dibandingkan pada senyawa yang berstruktur non-spesifik . Kerja obat spesifik Obat-obat yang memberikan aktifitas biologis akibat adanya ikatan obat dengan reseptor atau akseptor spesifik. atau pengaktifan kembali enzim-enzim tubuh.

daerah dosis lebih besar begitupun sebaliknya . Hubungan dosis atau konsentrasi dengan aktivitas .Hubungan dosis-aktivitas pada kelompok . Pada kemiringan yang lebih kecil.PENGATURAN DOSIS DAN HUBUNGAN DOSIS ATAU KONSENTRASI DENGAN AKTIVITAS Pengaturan dosis pemberian dosis yang cukup sehingga menimbulkan efek yang diinginkan tanpa ada dosis berlebihan yang dapat menimbulkan efek samping toksik.Hubungan dosis-aktivitas pada individu : Dosis ambang : dosis terkecil yang dapat menimbulkan efek tidak terlihat Efek maksimum yang dapat dicapai Dosis minimum yang dibutuhkan untuk mencapai efek maksimum Kemiringan kurva : ukuran untuk daerah dosis antara timbulnya efek dan efek maksimum.

HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR KERJA DAN FARMAKOLOGI Hubungan antara struktur kimia dan kerja farmakologi terdiri dari : Hubungan struktur – aktivitas secara kualitatif : menentukan struktur pokok untuk aktivitas obat berdasarkan struktur senyawa-senyawa kimia. Hubungan struktur-aktivitas kuantitatif : untuk memperoleh persamaan rumus antara kekuatan suatu kerja dan besarnya parameter senyawa. Khasiat suatu obat bergantung pada: Koefisien distribusinya  Parameter-parameter elektroniknya Sifat-sifat stereokimianya .

Biovailabilitas obat-obat yang diberikan secara oral mungkin kurang dari 100%.  Tergantung oleh : Tingkat absorpsi  Eliminasi first-pass  Kecepatan absorpsi . BIOVAILABILITAS Fraksi obat yang tidak berubah dan mencapai sirkulasi sistematik setelah diberikan melalui cara pemberian apapun.

Reaksi ini menyebabkan perubahan struktur membran sel. garam nikel. Reaksi sitotoksik : antibodi Ig G dan Ig M bertanggung jawab. Reaksi penolakan terhadap transplantasi .  Reaksi hipersensitivitas jenis segera : reaksi anafilaktik : antibodi IgE bertanggung jawab. Reaksi ini menyebabkan kerusakan sel-sel darah  Reaksi pseudo alergi : Disebabkan oleh antigen-antibodi  Reaksi Hipersensitivitas jenis lambat : Reaksi kulit : reaksi tuberkulin setelah penyuntikan antigen protein kuman TBC Alergi kontak kulit : kontak berulang dengan kromat. zat warna. EFEK SAMPING OBAT Efek Samping Toksik :bergantung pada dosis dan spesifik obat  Reaksi alergi : keadaan reaksi organisme yang berubah terhadap senyawa tertentu (alergen).