You are on page 1of 12

Hiperemesis Gravidarum

Elsa Budi Sihsilya. R, S.ST., M. Kes

DEFINISI .

PATOFISIOLOGI .

Cad lemak dan karbo habis .

 Penurunan kadar thyrotropin-stimulating hormone (TSH) pada awal kehamilan juga berhubungan dengan hiperemesis gravidarum meskipun mekanismenya belum jelas  Faktor psikologi .ETIOLOGI  peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (Hcg)  Progesteron juga diduga menyebabkan mual dan muntah dengan cara menghambat motilitas lambung dan irama kontraksi otot-otot polos lambung.

stress .FAKTOR PREDISPOSISI  mola hidatidosa. dan kehamilan ganda hormon khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan  Respon tubuh ibu thd janin  Faktor psikologis  kesiapan ibu. keretakan RT.

DIAGNOSIS  Anamnesis  Pemeriksaan Fisik: KU. TTV. tes fungsi hati dan ginjal . tanda2 dehidrasi. urinalisis. USG (pemeriksaan penunjang dasar). elektrolit. UK  Pemeriksaan Penunjang: darah lengkap. gula darah.

sistolik kurang dari 80 penurunan turgor kulit dan mmHg penurunan jumlah urin . kadang berhenti. nistagmus.GRADE HIPEREMESIS GRAVIDARUM: GRADE I GRADE II GRADE III Mual muntah. bilirubin dan protein mata cekung. tetapi kesadaran ikterus. lidah kering. dan ditemukan pasien menurun (delirium aseton serta bilirubin sampai koma dalam urin Nyeri epigastrum Apatis ikterus. berkurang atau bahkan Penurunan BB pucat. lidah kotor. Frekuensi nadi meningkat Frekuensi nadi berada pada gangguan jantung dan sampai 100 kali per menit rentang 100-140 kali/menit dalam urin ditemukan dan TD sistolik menurun. penurunan memuntahkan semua yang Ditandai muntah yang nafsu makan dimakan dan diminum. sianosis.

pedas. kacang-kacangan. kacang panjang. tetapi sering)  Isolasi  ruangan bersih.TATA LAKSANA AWAL:  Istirahat manajemen stress  menghindari makanan yang merangsang (berlemak. Fe)  Perubahan pola diet yang sederhana (porsi kecil. segar. produk susu. cerah  Jenis makanan yang direkomendasikan : makanan ringan.  Minuman elektrolit dan suplemen nutrisi peroral  Perhatikan oral hygiene . dan biskuit kering.

TATA LAKSANA FARMAKOLOGIS (II&III):  obat-obatan diberikan setelah rehidrasi dan kondisi hemodinamik stabil  Antasida jika ada keluhan gastritis dan kontrol asam lambung  Pemberian obat secara intravena dipertimbangkan jika toleransi oral pasien buruk.5 mg doxylamine per oral setiap 8 jam sebagai farmakoterapi lini pertama yang aman dan efektif  piridoksin dan doxylamine terbukti menurunkan 70% mual dan muntah dalam kehamilan  Jika dirawat di RS. berikan rehidrasi parenteral glukosa 5% dalam NaCl sebanyak 2-3 liter/24 jam  Cek cairan yang masuk dan keluar .  American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan 10 mg piridoksin ditambah 12.

.

Terimakasih .