You are on page 1of 52

Pembimbing

:
Dr. Wiharto, Sp.KJ

Heidi Dewi Mutia
G4A016012

Menurut PPDGJ III, gangguan napza terdiri atas 2 bentuk, yaitu:
•Penyalahgunaan, yang mempunyai harmful effect thdp
kehidupan org, timbul problem kerja, mengganggu hub dgn org
lain dan aspek legal
•Adiksi atau ketergantungan, yaitu yg mengalami toleransi, putus
obat, dan tidak mampu menghentikan penggunaan cenderung
menaikkan dosis (tolerance, craving, withdrawal)

Coba-
coba Reguler Tergantung

Bersenang-senang Berbahaya/
Hazardous
Tak pernah
pakai/ Abstinen Kebiasaan

• Sumber: Burrows D, Bijl M, Trautmann F and Sarankov Y. 1999
• Training Manual on HIV/AIDS prevention among injecting drug users in the Russian Federation. Medecins Sans Frontieres – Holland, Russian Federation. Moscow

Klasifikasi berdasarkan cara kerjanya :

F 10 Gangguan Mental dan Perilaku Akibat Penggunaan Alkohol F 11. Gangguan Mental & Perilaku Akibat F 19 Penggunaan tembakau/Pelarut yang Mudah menguap/Zat Multiple & Zat Psikoaktif Lainnya . F 15. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat F 16 Penggunaan Sedativa atau Hipnotika/Stimulansia lain/Halusinogenika F 17. Gangguan Mental & Perilaku Akibat F 14 Penggunaan Opioida/Kanabinoida/Kokain F 1. F 18. F 12.

afek atau perilaku. KEC individu dg kondisi organik tertentu yg mendasarinya krn dalam dosis kecil dapat menyebabkan efek intoksikasi berat yg tidak proporsional. . atau fungsi dan respons psikofisiologis lainnya. persepsi.F1x. •Intensitas intoksikasi berkurang dan menghilang bila tidak terjadi penggunaan zat lagi.0 Intoksikasi Akut PEDOMAN DIAGNOSIS •Intoksikasi akut sering dikaitkan dg: tingkat dosis zat yg digunakan (dose- dependent). fungsi kognitif. •Disinhibisi yang ada hubungannya dengan konteks sosial perlu dipertimbangkan •Fenomena peralihansehingga terjadi gangguan kesadaran.

04 Dengan distorsi persepsi  F1x.05 Dengan koma  F1x.07 Intoksikasi patologis • hanya pada penggunaan alkohol • onset secara tiba-tiba dg agresi dan sering berupa perilaku tindak kekerasan yg tidak khas bagi individu tersebut saat ia bebas alkohol • biasanya timbul segera setelah minum sejumlah alkohol yg pada kebanyakan orang tidak akan menimbulkan intoksikasi .01 Dengan trauma atau cedera tubuh lainnya  F1x.06 Dengan konvulsi  F1x.00 Tanpa komplikasi  F1x.03 Dengan delirium  F1x.02 Dengan komplikasi medis lainnya  F1x. F1x.

1 Penggunaan Yang Merugikan PENEGAKAN DIAGNOSIS : Adanya pola penggunaan zat psikoaktif yang merusak kesehatan.F1x.2).5) atau bentuk spesifik lain . gangguan psikotik (F1x. contoh hepatitis akibat penggunaan jarum suntik Harus ada cedera nyata pada kesehatan jiwa atau fisik (episode depresi sekunder ec konsumsi alkohol) Pola penggunaan yg merugikan sering dikecam oleh pihak lain Tidak ada sindrom ketergantungan (F1x.

F1x. dan perilaku PENEGAKAN DIAGNOSIS : Diagnosis ketergantungan yg pasti ditegakkan jika ditemukan 3 atau lebih gejala dibawah ini dialami alam masa 1 tahun sebelumnya: Adanya dorongan yang memaksa (kompulsi) untuk menggunakan zat psikoaktif Kesulitan dalam mengendalikan perilaku menggunakan zat Keadaan putus zat secara fisiologis (lihat F1x.4) .2 Sindrom ketergantungan Terjadi gangguang fusiologis.3 atau F1x. kognitif.

Menggunakan zat meskipun ia menyadari adanya akibat yang merugikan kesehatannya .Terbukti adanya toleransi Secara progresif mengabaikan menikmati kesenangan atau minat lain disebabkan penggunaan zat psikoaktif.

26 Penggunaan episodik .20 Kini Abstinen F1x. tetapi sedang dalam terapi obat aversif atau penyekat F1x.25 Penggunaan berkelanjutan F1x.23 Kini abstinen.22 Kini dalam pengawasan klinis dengan terapi pemeliharaan atau dengan pengobatan zat pengganti F1x. tetapi dalam suatu lingkungan yang terlindung F1x.21 Kini Abstinen.Diagnosis sindrom ketergantungan dapat ditentukan lebih lanjut dg kode lima karakter berikut: F1x.24 Kini sedang menggunakan zat (ketergantungan aktif) F1x.

Gangguan psikologis (anxietas.31 Dengan Konvulsi .30 Tanpa Komplikasi F1x. depresi. dan gangguan hidup) merupakan gambaran umum dari keadaan putus zat ini.3 Keadaan Putus Zat Terjadi setelah penggunaan jangka lama atau dosis yang besar PEDOMAN DIAGNOSIS Keadaan putus zat merupakan salah satu indikator sindrom ketergantungan Gejala fisik bervariasi sesuai zat yang digunakan. •Klasifikasi F1x.F1x.

gemetar dan ketakutan. Gx : gaduh gelisah toksik berlangsung singkat disertai ggg somatik Gejala prodromal : insomia.4 Keadaan Putus Zat dengan Delirium PEDOMAN DIAGNOSIS Suatu keadaan putus zat disertai komplikasi delirium Delirium Tremens (akibat putus alkohol secara absolut atau telah menggunakan alkohol dalam waktu lama).F1x. . Onset dapat didahului kejang setelah putus zat.

Trias yang klasik dari gejalanya adalah : 1. agitasi.Tremor berat Dapat disertai waham.Halusinasi & ilusi yang mengenai satu panca indera 3.30 Tanpa Komplikasi F1x.31 Dengan Konvulsi . insomia atau siklus tidur yang terbalik.Kesadaran berkabut dan kebingungan 2. dan aktivitas otonomik yang berlebihan •Klasifikasi F1x.

F1x. bukan karena putus obat gejala bervariasi. kanabis dosis tinggi) . dipengaruhi jenis zat dan kepribadian pengguna zat.meskalin.5 Gangguan Psikotik PEDOMAN DIAGNOSIS Gangguan psikotik yang terjadi selama atau segera setelah penggunaan zat psikoaktif. Diagnosis gangguan psikotik jangan hanya ditegakkan berdasarkan distorsi persepsi atau pengalaman halusinasi bila zat yang digunakan adalah halusigenika primer (Lisergide.

50 Lir-skizofrenia F1x.54 Predominan gejala depresi F1x.56 Campuran .Klasifikasi F1x.52 Predominan halusinasi (termasuk halusinasi alkoholik) F1x.55 Predominan gejala manik F1x.53 Predominan polimorfik F1x.51 Predominan waham F1x.

tidak ada gangguan kesadaran.F1x.6 Sindrom Amnesik PEDOMAN DIAGNOSIS Memenuhi kriteria umum sindrom amnesik organik (F04) Gangguan daya ingat jangka pendek yang menonjol. gangguan sensasi waktu Tidak ada gangguan daya ingat segera. dan tidak ada gangguan kognitif secara umum Adanya riwayat atau bukti yang objektif dari penggunaan alkohol atau zat yang kronis (terutama dengan dosis tinggi) .

kepribadian. atau perilaku yang disebabkan oleh alkohol atau zat psikoaktif yang berlangsung melampaui jangka waktu khasiat psikoaktifnya •Harus dibedakan dari kondisi yang berhubungan dengan putus zat . afek.F1x.7 Gangguan Psikotik Residual atau Onset Lambat PEDOMAN DIAGNOSIS •Onset harus secara langsung berkaitan dengan penggunaan alkohol atau zat psikoaktif •Gangguan fungsi kognitif.

73 Demensia  penuhi kriteria F00-F09 • F1x.74 Hendaya kognitif menetap lainnya  tidak penuhi kriteria F1x.6 atau F1x.75 Gangguan psikotik onset lambat .71 Gangguan kepribadian atau perilaku  penuhi kriteria F07 • F1x.70 Kilas balik (flashback) • F1x.3 • F1x.73 • F1x.72 Gangguan afektif residual  penuhi kriteria F06.• F1x.

9 Gangguan Mental dan Perilaku YTT .8 Gangguan Mental dan Perilaku Lainnya Gangguan akibat zat psikoaktif namun tidak termaksud dalam salah satu kriteria diatas F1x.F1x.

and Substance Involvement Screening Test) • CAGE (Cut down. Eye opener) • TWEAK (Tolerance. Smoking. Trouble) • ASI (Addiction Severity Index) .Instrumen Skrining dan Asesmens • ASSIST (Alcohol. Eye opener. Annoyed. Alone. Worried. Cut down) • DAST (Drug Abuse Screening Test ) • CRAFFT (Car driven. Guilty. Forget. Relax. America. Family and Friends.

atau Puskesmas Wawancara (WHO) -Sudah divalidasi dalam ketergantungan penggunaan NAPZA (termasuk berbagai budaya dan bahasa NAPZA suntik) termasuk di Indonesia CAGE Dewasa dan remaja >16 tahun 4 -Tingkat bahaya minum alkohol Puskesmas Wawancara dan -Menanyakan kebutuhan untuk berhenti minum mengisi sendiri alkohol. (WHO) -sudah divalidasi oleh ketergantungan alkohol. instrumen CAGE. Berbagai tatanan Wawancara perilaku berisiko dan konsekuensi penggunaan . Dapat digunakan sebagai -AUDIT C wawancara dan berbagai bangsa dan budaya pra skrining untuk identifikasi skrining penuh dan .Skrining Target Jumlah Asesmen Tatanan T Populasi items (paling sering) ASSIST -Orang dewasa 8 Tingkat bahaya penggunaan. Berdasar Puskesmas. ketergantungan alkohol serta masalah yang ditimbulkan AUDIT -Dewasa dan dewasa muda 10 Identifikasi masalah penggunaan dan -Berbagai tatanan Mengisi sendiri. komputerisasi toleransinya. Organisasi wanita wawancara dan -Menanyakan ttg banyaknya minum alkohol dan dan lain-lain. NAPZA pada tahun sebelumnya wawancara CRAFFT Dewasa muda 6 Untuk identifikasi penggunaan alkohol dan NAPZA. dampak buruk. (3 pertanyaan) DAST-10 Dewasa 10 Untuk mengidentifikasi masalah penggunaan Berbagai tatanan Mengisi sendiri. tanda dan gejala ketergantungan serta masalah yang timbul terkait dengan minum alkohol TWEAK Wanita Hamil 5 -Risiko minum alkohol saat hamil.Puskesmas komputerisasi intervensi singkat. Mengisi sendiri.

Mulai menimbulkan masalah fisik seperti gejala putus zat • Level 4 : Ketergantungan zat/Adiksi Masalah yang akibat penggunaan zat sangat kompleks meliputi aspek .Hasil Penilaian ASI • Level 0 : Abstinensia • Level 1 : Penggunaan sosial. psikologis dan sosial individu . Penggunaan yang sesekali/sosial. keuangan dan personal • Level 3 : Masalah penggunaan berat/ketergantungan awal. masalah belum ada • Level 2 : Penggunaan sosial/masalah awal ketergantungan Napza. Mulai menimbulkan masalah sosial. medis.

.

Isi pikiran (waham). cedera. atau rudapaksa otak • Sindrom yang menonjol : 1. sensorium. gembira).PENDAHULUAN • Gangguan jiwa akibat disfungsi/patologis otak karena penyakit. cemas.Ggg pada daya persepsi  halusinasi. Kepribadian • Onset biasanya dimulai saat dewasa-usia lanjut . mengingat. Suasana perasaan dan emosi (depresi.Gangguan fungsi kognitif (daya belajar. kesadaran dan perhatian) 2. konsentrasi.

perilaku sosial. sifatnya kronik atau progresif. kemampuan belajar. pikir. berhitung. dan daya kemampuan menilai. pemahaman). atau motivasi. berbahasa. orientasi.Demensia Demensia : sindrom akibat penyakit otak. termasuk daya (ingat. gangguan fungsi luhur. Hendaya fungsi kognitif kadang diawali oleh deteriorasi dalam pengendalian emosi. Alzheimer beronset masa senil  terjadi pada usia lanjut (angka kejadian lebih tinggi) . Alzheimer beronest prasenil  sebelum usia 65-70 tahun.

makan. BAK dan BAB) Tidak ada gg kesadaran atau clear consciousness Gejala sudah 6 bulan atau lebih . rawat diri. berpakaian.PEDOMAN DIAGNOSITIK Penurunan daya ingat dan pikir yang menganggu personal activiy of daily living (mandi.

(2 atau 3 tahun atau lebih) • irreversibel . • Biasanya onset dan progresifitas lambat namun pasti pasti dalam beberapa tahun.F00 Demensia pada Penyakit Alzheimer • Alzheimer : penyakit degeneratif otak primer e/ tak diketahui dengan gambaran neuropatologis dan neurokimiawi yang khas.

. yang menyatakan bahwa kondisi mental itu dapat disebabkan oleh penyakit otak atau sistemik lain yang dapat menimbulkan demensia (mis: hipotiroid. def. • Tidak adanya bukti klinis atau temuan dari penyelidikan khusus. hiperkalsemia. Niasin. hilangnya hendaya sensoris.Pedoman Diagnosis • Terdapat gejala demensia • Onset bertahap dengan deteriorasi lambat. vit B12. defek lapang pandang mata. atau hematoma subdural) • Tidak adanya serangan apoplektik mendadak. dan inkoordinasi. hidrosefalus bertekanan normal. neurosifilis. atau gejala neurologis kerusakan otak fokal  hemiparesis. de.

agrafia.0 Demensia pada Penyakit Alzheimer Onset Penyakit Alzheimer Onset Dini Lambat • Onset usia <65 tahun • Onset klinis pada usia >65 tahun.0 Demensia pada Penyakit Alzheimer Tipe tak Khas atau Perkembangan gejala cepat dan campuran progresif Biasanya ada riwayat keluarga (bukan F 00. ggg fungsi kortikal >70 tahun luhur nyata. >>> usia • Deteriorasi cepat. aleksia.0 Demensia pada F 00.0 Demensia pada Penyakit kriteria diagnosis) Alzheimer Ytt . • Deteriorasi lamban apraksi terjadi pada perjalanan awal • Pedoman Dianosis : Onset dimulai sebelum usia 65 tahun F 00. F 00. Afasia.

F01 Demensia Vaskular • Beda alzheimer karena gambaran klinis dan onsetnya • Demenensia arteriosklerosis termaksud multiinfark. c/ TIA. terjadi akibat kerusakan vaskular otak. • Adanya riwayat iskemik dan infark  gangguan serebrovaskular. Stroke • Usia lanjut dan mendadak • Hendaya daya ingat dan pikir nyata . Hipertensif.

Kemunduran dan gejala neurologis  dx dengan CT-Scan atau pemeriksaan neuropatologis Gambaran penyerta : HT. delirium yang sering disebabkan oleh proses infark lebih lanjut. tangis dan tawa yang meledak. . hendaya intelek. Insight dan daya nilai (judgement) secara relatif tetap baik.Pendoman Diagnosis Adanya tanda khas demensia vaskular Adanya hendaya fungsi kognitif yang tidak merata  hilangnya daya ingat. dan tanda neurologis fokal. labilitas emosional dengan afek depresif sementara.

1 Demensia Multi-infark Onset lebih lambat setelah serangkian episode iskemik minor yang menyebabkan akumulasi F01.2 Demensia Vaskular subkortikal Fokus kerusakan di subtansia alba F01.9 Demensia vaskular YTT .F01.0 Demensia vaskular onset akut Cepat setelah serangkaian kejadian iskemik terjadi F01.8 Demensia Vaskular Lainnya F01.3 Demensia vaskular campuran kortikal dan subkortikal F01.

F02 Demensia pada penyakit lain YDK Onset pada setiap saat hidup seseorang. jarang pada usia lanjut. Pedoman diagnosis Adanya demenensia seperti gambaran gejala diatas Adanya gambaran khas dari salah satu sindrom pada demenensia penyakit lain ydk .

1 Demensia pada penyakit PICK • Usia pertengahan (50-60 tahun). dan perilaku sosial yang kasar.F02. daaya ingat dan bahasa. disinhibisi. atrofi frontalis dan temporal • Kemerosotan watak dikuti hendaya fungsi intelek. dan apatis atau geliah Umumnya gangguan perilaku mendahului gangguan daya ingat . emosi tumpul. euforia kadang fenomena ekstraparamidal Pedoman Diaganosis Ada gejala demensia yang progresif Gambaran neuropatologis : atrofi selektif dari lobus frontalis yang menonjol dengan euforia. Terdapat afasi.

1 Demensia pada penyakit CREUTZFELDT-JAKOB Pedoman Diagnosis •Progressif •Subakut 1-2 tahun dapat berakhir kematian •Trias yang mengarah ke penyakit ini: Demensia yang progresif merusak Penyakit piramidal dan ekstra piramidal dengan mioklonus EEG yang khas ( trifasik ) .F02.

2 Demensia pada penyakit Huntington • Pedoman diagnostik Kaitan antara gangguan gerakan koreiform. cara berjalan yang merupakan gangguan dini dari penyakit ini Demensia ditandai dengan gangguan fungsi lobus frontalis pada tahap dini. tangan dan bahu.F02. dengan masih terpeliharanya daya ingat secara relatif hingga saat selanjutnya . terutama pada wajah. demensia dan riwayat keluarga dengan penyakit huntington Gerakan koreiform yang involunter.

8 Demensia pada penyakit lain YDT YDK • F03 Demensia YTT oKriteria umum demenensia terpenuhi tetapi tidak mungkin diidentifikasikan pada salah satu tipe tertentu .3 Demensia pada penyakit PARKINSON • F02.4 Demensia pada penyakit HIV • F02.• F02.

F04 Sindrom Amnestik organik. amnesia ante dan retrograde Riwayat atau bukti nyata adanya cidera atau penyakit pada otak Tidak berkurangnya daya ingat segera . Bukan Akibat alkohol dan zat psikoaktif lainnya • gangguan daya ingat menonjol • Fungdi persepsi dan kognisi lain termasuk intelek biasanya baik • Pedoman Diagnosis Adanya hendaya daya ingat jangka pendek.

euforia • Onset cepat. ilusi dan halusinasi • Gangguan psikomotor  hipo atau hiperaktivitas • Gangguan siklus tidur-bangun  insomnia. Bukan Akibat alkohol dan Psikoaktif lainnya • Ganguan kesadaran dan perhatian  kesadaran berkabut sd koma • Gangguan kognitif secara umum  distorsi persepsi. anxietas. perjalanan penyakit hilang timbul berlangsung kurang dari 6 bulan .F05. lekas marah. siklus terbalik • Gangguan emosional  depresi. Delirium.

disfungsi endokrin.9 Delirium YTT . racun ( CO2. ginjal.1 Delirium. paru. gangguan keseimbangan elektrolit.Etiologi : • Intra kranial : epilepsi. cedera otak. zat kimia). neoplasma. infeksisistematik. penyakit hati.0 Delirium. defisiensi vitamin. tak bertumpang tinding dngan demensia • F05. gangguan vaskuler • Ekstra kranial : obat. kardiovaskuler. keadaan paska operasi. trauma kepala / tubuh • F05. bertumpang tinding dngan demensia • F05.8 Delirium Lainnya • F05. infeksi.

F06 Gangguan Mental Lainnya Akibat Kerusakan dan Difungsi Otak dan Penyakit Fisik • Adanya penyakit. kerusakan atau disfungsi otak atau penyakit fisik sistemik yang diketahui berhubungan dengan salah satu sindrom • Kesembuhan dari gangguan jiwa setelah dihilangkan penyebab • Tidak ada bukti yang mengarah pada penyebab alternatif dari sindroma mental ini (riwayat keluarga) .

F06.0 Halusinasi Organik Pedoman Diagnosis F06 Ada halusinasi yang menetap atau berulang Kesadaran yang jernih Tidak ada penurunan fungsi intelek yang bermakna Tidak ada gangguan afektif yang menonjol Tidak jelas adanya waham .

dan sikap yang kaku total atau parsial ) Gaduh gelisah ( hipermotilitas yang nyata dengan atau tanpa kecenderungan untuk menyerang ) Keduanya ( silih beganti.F06.1 Gangguan Katatonik Organik • Pedoman Diagnosis F06 Disertai salah satu keadaan di bawah ini : Stupor ( berkurangnya atau hilangnya sama sekali gerakan spontan dengan mutisme. secara cepat dan tak terduga dari hipo ke hiperaktivitas) . negativisme.

gangguan proses pikir. ) Halusinasi.2 Gangguan Waham Organik ( Lir. katatonik Kesadaran dan daya ingatnya harus tidak terganggu .F06. tubuh yang berubah. cemburu dll.Skizofrenia ) • Pedoman Diagnosis : Kriteria umum untuk menduga suatu penyebab organik seperti dicantumkan sebelumnya Disertai: Waham yang menetap / berulang ( waham kejar.

F06.3 Gangguan Afektif organik • F06 • Disertai kondisi yang sesuai dengan salah satu F30-F33 .

9 Gangguan Mental Lain YTT Akibat kerusakan disfungsi otak dan penyakit fisik . F06.4 Gangguan Cemas Organik  F06.7 Gangguan Kognitif ringan  F06.6 Gangguan Astenik Organik  F06.5 Gangguan Disosiatif Organik  F06.8 Gangguan Mental Lain YDT Akibat kerusakan disfungsi otak dan penyakit fisik  F06.

dan kegembiraan yang tidak beralasan Pengungkapan kebutuhan dan kebutuhan tidak mempertimbangkan konsekuensi Gangguan kognitif. proses pikir  bentuk curiga dan paranoid Kecepatan dan arus bicara berubah dengan nyata  sirkumstantiality. Gangguan Kepribadian dan perilaku akibat penyakit. gambaran berikut : Menurunnya kemampuan dengan pola yang teratur Perilaku emosianla berubah labilitas. bicara byk Perilaku seksual yang berubah . atau disfungsi otak Disertai 2 atau lebih. dangkal. kerusakan.F07. kerusakan dan disfungsi otak • Penegakan Diagnostik Ada riwayat dan bukti yang jelas dari penyakit.

1 Sindrom pasca ensefalitik  F07.2 Sindrm pascakntusio  F07.9 Gangguan kepribadian dan perilaku organik YTT akibat penyakit.8 Gangguan kepribadiandan perilaku organik lain akibat penyakit. dan disfungsi otak  F07. kerusakan.1 Gangguan kepribadian organik  F07. kerusakan. dan disfungsi otak . F07.

F09 Gangguan mental organik atau simtomatik YTT • Termaksud : psikosis organik ytt. psikosis simptomatik ytt .

TERIMAKASIH .