You are on page 1of 24

PEWARISAN SIFAT

Kelompok 3 :
1.Assa Luqyana Ayunda Nauval
2.Minhatul Maula
3.Harfin Hafidzah
4.Arnolda Diniarty Karlos
 Gregor Johann Mendel abad ke-19.
Percobaan persilangan pada kacang ercis
(Pisum sativum) →prinsip-prinsip pewarisan
sifat.
 Mendel menyilangkan tanaman kacang
ercis yang tinggi dengan yang pendek.
 Keturunannya memperlihatkan nisbah
(perbandingan) tanaman tinggi terhadap
tanaman pendek sebesar 3:1
• Genotipe adalah bentuk atau susunan gen
(karakter) yang terdapat dalam individu yang
dilambangkan/dikodekan. Contohnya: bunga
merah ditulis M. Genotip denga kata lain sifat yang

GENOTIPE
ditentukan oleh gen.
• Jika pada individu (organisme ) kode hurufnya
double ( ditulis 2X) , Contoh : Aa, aa, AaBB, Aabb.
contoh ini pasti pada individu (fenotif individu),
bukan pada gamet.
• Jika pada gamet kodenya tunggal ditulis sekali
Contoh: A atau a , AB atau aB dst
Fenotipe = Bentuk luar /
karakter yang terlihat pada
suatu individu atau

FENOTIPE
penampakan sifat sebagai
hasil interaksi antara genotip
dengan lingkungannya.
Contoh : pendek, gemuk,
pandai, pemalu.
Alel adalah Gen-gen yang terletak pada
lokus yang sama, memiliki pekerjaan sama,
hampir sama atu berbeda tetapi untuk satu
tugas tertentu. Contoh : gen tinggi badan (Aa)
A: tinggi (dominan); a: pendek (resesif )
A & a adalah Alel
Macam alel :
Homozigot : AA (dominan) atau aa (resesif)
Heterozigot : Aa
Alel Letal

 Alel letal merupakan alel yang dapat


menyebabkan kematian bagi individu yang
memilikinya. Dalam keadaan homozigotik, gen
letal tersebut dapat menyebabkan kematian
individu yang memilikinya

Alel letal dibedakan lagi menjadi alel letal resesif


dan alel letal dominan
HUKUM I
MENDEL Contoh:
Hukum Mendel I
Genotip suatu tanaman
(Hukum Segregasi) Aa, maka gamet yang
menyatakan bahwa di bentuk membawa
pada pembentukan gen A dan gen a.
sel gamet, dua gen Hukum satu Mendel
yang berpasangan
dapat dijelaskan
akan dipisahkan ke
dalam dua sel anak dengan persilangan
secara bebas monohibrid.
Contoh:
HUKUM II
Suatu individu memiliki
MENDEL genotip AaBb maka A dan
Hukum Mendel II a serta B dan b akan
(hukum pengelompokan memisah kemudian
gen secara bebas) kedua pasangan tersebut
menyatakan bahwa jika
akan bergabung secara
dua individu berbeda
satu dengan lain dalam bebas sehingga
dua macam sifat atau kemungkinan gamet yang
lebih, maka penurunan terbentuk akan memiliki
sifat yang satu tidak sifat Ab, Ab, aB, ab
tergantung pada sifat
yang lain.
Hukum II Mendel
dijelaskan dengan
persilangan dihibrid
Persilangan Monohibrid

Jika kamu merawat dua bunga

yang berwarna merah dan warna


putih, lalu kedua bunga itu
mengadakan penyerbukan, maka
menerut Hukum Mendel I Mendel,
biji dari generasi kedua akan
menampakkan dua macam fenotip,
dimana yang berwarna merah akan
lebih banyak dari warna putih
dengan perbadingan 3:1.
Persilangan dihibrid

Persilangan dihibrid adalah perkawinan


yang menghasilkan pewarisan dua
karakter yang berlainan. Misal kamu
punya dua tanaman kacang kapri, yang
satu punya sifat dominan Bulat kuning,
yang lainnya punya sifat resesif keriput
hijau. Keduanya mengadakan
perkawinan. Maka, menurut hukum II
Mendel, generasi kedua dari tanaman
tersebut akan menghasilkan fenotif
dengan perbandingan 9:3:3:1.
Modifikasi Nisbah Mendel
 Modifikasi nisbah 3 : 1
Semi dominansi
→ terjadi apabila suatu gen dominan tidak menutupi
pengaruh alel resesifnya dengan sempurna, sehingga
pada individu heterozigot akan muncul sifat antara
(intermedier).
ex” : Pewarisan warna bunga pada Bunga Pukul Empat
(Mirabilis jalapa)
P: ♀ Merah x Putih ♂
MM mm
Gamet M m

F1 : Merah muda
Mm

Menyerbuk sendiri (Mm x Mm)



F2 : dengan nisbah fenotipe merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1
Kodominansi
→ tidak memunculkan sifat antara pada individu heterozigot,
tetapi menghasilkan sifat yang merupakan hasil ekspresi
masing-masing alel.
ex” : Pada pewarisan golongan darah sistem ABO pada
manusia.

IAIB X IAIB

1 IAIA (Golongan darah A)
2 IAIB (Golongan darah AB)
1 IBIB (Golongan darah B)

Golongan darah A : AB : B = 1 : 2 : 1
Gen Letal
→ Gen yang dapat mengakibatkan kematian pada individu
homozigot (embrio).
Macam-macam gen letal :
Gen letal dominan
Gen letal resesif
ex” : peristiwa letal dominan antara lain dapat dilihat pada
ayam redep (creeper).
Apabila sesama ayam redep (Cpcp) dikawinkan, maka
Cpcp x Cpcp

CpCp, Cpcp, cpCp, cpcp

Letal Redep Normal


Alel Ganda
Alel ganda merupakan fenomena adanya tiga
atau lebih alel dari suatu gen
Alel ganda dapat terjadi akibat mutasi
(perubahan pada struktur molekul DNA yang
sifatnya diwariskan pada keturunannya). Mutasi
akan menghasilkan banyak variasi alel.
Misalnya gen A bermutasi menjadi al, a2 dan a3,
yang memperlihatkan fenotif yang berbeda .
Contoh alel ganda pada hewan mamalia
misalnya pada gen yang mengatur warna
rambut kelinci.
Alel Letal Resesif
Alel letal resesif adalah alel yang dalam
keadaan homozigot resesif dapat
menyebabkan kematian. Pada alel letal
resesif, individu yang memiliki alel dalam
keadaan heterozigot dapat hidup normal
dan tidak memperlihatkan kelainan. Contoh
alel letal resesif adalah Ichtyosis congenita
dan sapi bulldog.
Alel Letal Dominan
Alel letal dominan adalah alel yang dalam
keadaan homozigot dominan dapat
menyebabkan kematian. Berbeda dengan
alel letal resesif, pada alel letal dominan,
individu yang dalam keadaan heterozigot
dapat menyebabkan subletal, atau dapat
hidup sehat hingga dewasa. Contoh kasus
alel letal dominan terdapat ayam creeper,
tikus kuning.
Modifikasi Nisbah 9 : 3 : 3 : 1
→ disebabkan oleh peristiwa yang dinamakan epistasis,
yaitu penutupan ekspresi suatu gen non-alelik.
Epistasis Resesif
suatu gen resesif menutupi ekspresi gen lain yang bukan
alelnya.
ex” : Pewarisan warna bulu mencit (Mus musculus)

P : AACC x aacc
Kelabu Albino

F1 : AaCc
Kelabu
F2 : 9 A-C- Kelabu
3 A-cc Albino
3 aaC- Hitam Kelabu : Hitam : Albino
1 aacc Albino 9 : 3 : 4
Epistasis Dominan
→ penutupan ekspresi gen oleh suatu gen dominan yang
bukan alelnya. Nisbah fenotipe pada generasi F2 adalah
12 : 3 : 1
ex” : Pewarisan warna buah waluh besar (Cucurbita pepo).

P : WWYY x wwyy
Putih Hijau

F1 : WwYy
Putih
F2 : 9 W-Y- Putih
3 W-yy Putih
3 wwY- Kuning Putih : Kuning : Hijau
1 wwyy Hijau 12 : 3 : 1
Epistasis resesif ganda
→ apabila gen resesif dari suatu pasangan gen I, epistasis
terhadap pasangan gen II, sementara gen resesif dari pasangan
gen II ini juga epistasis terhadap pasangan gen I.
Contoh : peristiwa epistasis resesif ganda dapat dikemukakan
pewarisan kandungan HCN pada tanaman Trifolium repens.

P: LLhh x llHH
HCN rendah HCN rendah

F1 : LlHh
HCN tinggi
F2 : 9 L-H- HCN tinggi
3 L-hh HCN rendah
3 llH- HCN rendah HCN tinggi : HCN rendah =
1 llhh HCN rendah 9 : 7
Epitasis dominan ganda
→gen dominan dari pasangan gen I epistasis terhadap
pasangan gen II yang bukan alelnya, sementara gen
dominan dari pasangan gen ini juga epistasis terhadap
pasangan gen I, maka epistasis yang terjadi.
ex” : pada pewarisan bentuk buah capsela

P: CCDD x ccdd
segitiga oval

F1 : CcDd
segitiga
F2 : 9 C-D- segitiga
3 C-dd segitiga
3 ccD- segitiga segitiga : oval
1 ccdd oval 15 : 1
Epistasis dominan-resesif
→ terjadi apabila gen dominan dari pasangan gen I epistasis
terhadap pasangan gen II yang bukan alelnya, sementara gen
resesif dari pasangan gen II ini juga epistasis terhadap
pasangan gen I.
Contoh : pewarisan warna bulu ayam ras.

P: IICC x iicc
putih putih

F1 : IiCc
putih
F2 : 9 I-C- putih
3 I-cc putih
3 iiC- berwarna putih : berwarna
1 iicc putih 13 : 3
Epistasis gen duplikat dengan efek kumulatif
→ epistasis yang muncul akibat adanya duplikat dari
gen sebelumnya dengan adanya efek komulatif
ex” : pada Cucurbita pepo yang memiliki tiga macam
bentuk buah yaitu cakram, bulat, lonjong.

P: BBLL x bbll
cakram lonjong

F1 : BbLl
cakram
F2 : 9 B-L- cakram
3 B-ll bulat
3 bbL- bulat cakram : bulat : lonjong
1 bbll lonjong 9 : 6 : 1
Interaksi gen
→ penyimpangan semu terhadap hukum Mendel yang tidak
melibatkan modifikasi nisbah fenotip, tetapi menimbulkan
fenotip-fenotip yang merupakan hasil kerjasama atau
interaksi dua pasang gen non-alelik
ex” : pewarisan bentuk jengger ayam
P: RRpp x rrPP
mawar kacang

F1 : RrPp
walnut
F2 : 9 R-P- walnut
3 R-pp bulat
3 rrP- kacang walnut : mawar : kacang : tunggal
1 rrpp tunggal 9 : 3 : 3 : 1
TERIMA KASIH