You are on page 1of 28

TEKNIK PELEDAKAN

BENCH BLASTING
KELOMPOK 6
- MUHAMMAD IKHSAN N. (D62114015)
- AFIF FAUZAN MUSLIM (D62114016)
- LUKAS JHON SULO P. (D62114311)
- NURKHALIK (D62114314)

PELEDAKAN JENJANG
BENCH BLASTING

▪ TERMINOLOGI PELEDAKAN JENJANG
GEOMETRI PELEDAKAN JENJANG
▪ GEOMETRI PELEDAKAN JENJANG
▪ POWDER FACTOR

TERMINOLOGI PELEDAKAN JENJANG .

KB std = 30. Bahan peledak standar .000 fps. GEOMETRI PELEDAKAN Batuan standar .Berat Jenis (SG) = 1. Apabila peledakan dilakukan pada batuan yang bukan standar dengan menggunakan bahan peledak yang bukan standar.2 × 12000 2 1ൗ 160 3 𝐴𝐹2 = 𝜌𝐵𝐴𝑇 . maka perlu dilakukan pengaturan kembali harga KB (nisbah burden yang telah dikoreksi) 𝐾𝐵 = 𝐾𝐵𝑆𝑇𝐷 × 𝐴𝐹1 × 𝐴𝐹2 1ൗ 𝜌𝐵𝑃 × 𝑉𝑂𝐷 2 3 𝐴𝐹1 = 1.2 & VOD (Ve) = 12.Bobot Isi 160 lb/ft3 (average rock).

B = Lebar Burden. 𝟏𝟐𝑩 𝑲𝑩 = 𝑫𝒆 KB = Koreksi Burden. Makin besar diameter lubang akan diperoleh laju produksi yang besar pula dengan persyaratan alat bor dan kondisi batuan yang sama. Diameter lubang ledak (De) Pemilihan DIAMETER LUBANG LEDAK DIPENGARUHI OLEH BESARNYA LAJU PRODUKSI YANG DIRENCANAKAN. De = Diameter Lubang .

BURDEN (B) Burden adalah JARAK TEGAK LURUS antara lubang tembak DENGAN BIDANG BEBAS yang panjangnya tergantung pada karakteristik batuan dan MASSA BATUAN. DAN JENIS BAHAN PELEDAK. . DIAMETER LUBANG.

B’ = Kd x Ksg x B . KOREKSI GEOLOGI KONDISI GEOLOGI di alam menyebabkan BURDEN pada setiap jenis BATUAN TIDAK SAMA. Maka diperlukan koreksi untuk persamaan burden yaitu Kd sebagai KOREKSI TERHADAP DEPOSISI BATUAN & Ksg sebagai KOREKSI TERHADAP STRUKTUR GEOLOGI.

KOREKSI GEOLOGI .

KEDALAMAN LUBANG TEMBAK (H) H > burden untuk menghindari terjadinya overbreak. 1 Buruk Besar Banyak Besar Jangan dilakukan dan rancang ulang 2 Sedang Sedang Sedang Sedang Bila memungkinkan. Kh = H/B Stifness Ledakan Batu Getaran Fragmen-tasi Komentar Ratio udara terbang tanah Banyak muncul back-break di bagian toe. rancang ulang 3 Baik Kecil Sedikit Kecil Kontrol dan fragmentasi baik Sangat Tidak akan menambah keuntung-an bila 4 Memuaskan Sangat kecil Sangat kecil sedikit stiffness ratio di atas 4 .

SUBDRILLING (J) LUBANG TEMBAK yang DIBOR sampai MELEBIHI BATAS LANTAI JENJANG bagian bawah Kj = J/B J = Subdrilling (ft) Pada peledakan lapisan penutup diatas lapisan batubara tidak diperlukan subdrilling. maksudnya untuk menghindari penghancuran batubara akibat peledakan & diharapkan batubara yg tergali akan bersih. . tetapi justru harus diberi jarak antara ujung lubang tembak degan lapisan batubara yg disebut degan standoff.

𝑻 = 𝑲𝑻 × 𝑩 KT = Koreksi Steeming. STEMMING (T) Stemming adalah UKURAN yang terletak pada BAGIAN ATAS DARI LUBANG LEDAK ayang DIISI MATERIAL atau debu pemboran yang dimaksudkan untuk MENGONTROL gas-gas. T = Panjang Stemming . B = Lebar Burden. AIRBLAST dan batuan terbang dari proses PELEDAKAN.

Nisbah spasi tergantung pada waktu penyalaan peledakan & PERBANDINGAN BURDEN (B) DGN TINGGI JENJANG (L). delay & arah umum struktur batuan. Spasi tergantung pada burden. letak primer. . kedalaman lubang tembak. SPASI (S) KS = S/B JARAK ANTAR LUBANG TEMBAK DALAM SATU BARIS & DIUKUR SEJAJAR DGN BIDANG BEBAS.

Tahapan Inisiasi & Waktu Tunda POLA PENYALAAN adalah suatu URUTAN WAKTU PELEDAKAN antara lubang bor DALAM SATU BARIS dan antara baris yang satu dengan yg lainnya. B = burden (m). Pola penyalaan BERUNTUN DALAM SATU BARIS Pola penyalaan serentak dalam satu baris tetapi beruntun antara baris satu dengan baris lainnya Tr = TR x B Tr = waktu tunda antar baris (ms) TR = waktu konstanta antar baris. .

Pengaruh Waktu Tunda Terhadap Kondisi Tumpukan .

PENENTUAN JUMLAH LUBANG TEMBAK 𝑉𝑂𝐿𝑈𝑀𝐸 𝐵𝐴𝑇𝑈𝐴𝑁 = 𝐴 × 𝐿 Pj B B = 𝑛𝐵 × 𝑃𝑗 × 𝐿 B B 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐵𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 = 𝑑𝑟 L 𝑊 Pj = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑜𝑤 ×𝐵×𝐿×𝐷𝑟 .

PENENTUAN JUMLAH LUBANG TEMBAK 𝑃𝑗 − 2𝐵 𝑁= + 2 × 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑎𝑟𝑖𝑠 𝑆 Pj1 = (2B) + ((NTIA PROW -1)x s) W1 = A x L x dr = Pj1 x (2 B) x L x dr .

Pemanfaatan PF cenderung mengarah pada nilai ekonomis suatu proses peledakan karena berkaitan dengan harga bahan peledak yang digunakan dan perolehan fragmentasi peledakan yang akan dijual . jadi satuannya biasa kg/m³ atau kg/ton. Powder Factor ▪ Powder factor (PF) menunjukkan jumlah BAHAN PELEDAK (KG) YANG DIPAKAI UNTUK MEMPEROLEH SATU SATUAN VOLUME ATAU BERAT FRAGMENTASI PELEDAKAN.

SPASI (S) DAN TINGGI JENJANG (H) YANG HASILNYA BERUPA BALOK dan BUKAN volume yang telah TERBERAI oleh proses peledakan. Menghitung volume yang akan diledakkan Prinsip volume yang akan diledakkan adalah PERKALIAN BURDEN (B). Volume tersebut dinamakan volume padat (SOLID ATAU INSITU ATAU BANK). yaitu suatu faktor peubah. Konversi dari volume padat ke volume lepas menggunakan faktor berai ATAU SWELL FACTOR. . sedangkan volume yang telah terberai disebut volume lepas (LOOSE).

volume padat dan volume lepas. jadi: . VS dan VL masing-masing adalah faktor berai (dalam %). maka dihitung dengan mengalikan volume dengan densitas batuannya. Vs. VL di mana SF. HUBUNGAN SF. Apabila ditanyakan berat hasil peledakan.

tetapi densitasnya berbeda. Perlu diingat bahwa berat hasil peledakan baik dalam volume padat maupun volume lepas bernilai sama. . 𝑾=𝑽 × 𝝆 di mana ρ adalah densitas batuan. di mana densitas pada kondisi lepas akan lebih kecil dibanding padat.

. yaitu jumlah bahan peledak setiap meter kedalaman kolom lubang ledak. Secara matematis ditulis sebagai: 𝑾𝒉𝒂𝒏𝒅𝒂𝒌 = 𝑷𝑪 × 𝝆𝒅 𝑾𝒕𝒐𝒕 𝒉𝒂𝒏𝒅𝒂𝒌 = 𝒏 × 𝑷𝑪 × 𝝆𝒅 di mana n adalah jumlah seluruh lubang ledak. Densitas Pengisian Densitas pengisian (loading density). Densitas pengisian digunakan untuk menghitung jumlah bahan peledak yang diperlukan setiap kali peledakan.

Karena volume peledakan dapat pula dikonversi dengan berat. Menghitung Powder Factor Powder factor (PF) didefinisikan sebagai perbandingan jumlah bahan peledak yang dipakai dengan volume peledakan. maka pernyataan PF bisa pula menjadi jumlah bahan peledak yang digunakan dibagi berat peledakan atau kg/ton. jadi: 𝑾𝒉𝒂𝒏𝒅𝒂𝒌 PF= 𝑩×𝑺×𝑯 . Volume peledakan merupakan perkalian dari B x S x H. jadi satuannya kg/m³.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENETAPAN NILAI PF Faktor Teknis Faktor K3 Faktor Lingkungan .

EFEK PELEDAKAN ▪ GETARAN TANAH (GROUND VIBRATION) ▪ SUARA LEDAKAN (AIR BLAST) ▪ BATU TERBANG (FLYING ROCK) .

Dilaksanakan pada malam hari vi. Penyiraman air (sprinkling water) terhadap debu-debu hasil peledakan ii. Jarak aman pada suatu peledakan (safe blasting parameter) v. Clearing daerah disekitar lokasi peledakan iv. . iii.Penanganan Dampak Ledakan ▪ Penanganan dampak ledakan dapat berupa: i. Pemakaian alat-alat pencegahan standar. Melakukan risk assessment terlebih sebagai SOP awal.

AIR BLAST. DAN FAKTOR LAIN. ▪ UNTUK SETIAP PELEDAKAN JENJANG MEMILIKI TINGKATAN PERBANDINGAN POWDER FACTOR. STRUKTUR. & .KESIMPULAN ▪ PELEDAKAN JENJANG ADALAH PELEDAKAN YANG DILAKUKAN PADA TAMBANG TERBUKA YANG MEMILIKI GEOMETRI TERTENTU ▪ GEOMETRI PELEDAKAN DIPENGARUHI OLEH JENIS BATUAN. ▪ PELEDAKAN MEMBERIKAN DAMPAK BAHAYA BERUPA GROUND VIBRATION.

TERIMAKASIH .

s. Bandung: Institut Teknologi Bandung .REFERENSI ▪ Kramadibrata. Diktat Teknik Peledakan.. 2007.