You are on page 1of 16

LAPORAN KASUS BEDAH UMUM

SEORANG LAKI-LAKI 20 TAHUN
DENGAN PERITONITIS GENERALISATA E.C
APPENDISITIS PERFORASI

Pembimbing :
dr. Zinal Arifin R, Sp.B

Identitas Pasien IDENTITAS PENDERITA Nama : Tn. RA Umur : 20 tahun Agama : Islam Pekerjaan : Pelajar Alamat : Rowokembu. Pekalongan No. CM : 411462 Tanggal Masuk RS : 3 Maret 2016 .

Daftar Masalah No Masalah aktif Tanggal No Masalah Tanggal pasif 1 Nyeri seluruh 3/03/2016 bagian perut 2 Demam 3/03/2016 3 Mual 3/03/2016 4 Muntah 3/03/2016 .

kentut (+). Untuk penanganan lebih lanjut pasien di rujuk ke RSUD Kraton. diperingan dengan istirahat. demam (-). dalam perjalanan pasien mual (+) dan muntah (+). Nyeri menyebabkan pasien tidak bisa beraktivitas lagi serta nafsu makan berkurang. Kemudian pasien dibawa ke RSUD Bendan. Anamnesis Keluhan Utama : Nyeri seluruh bagian perut Riwayat Penyakit Sekarang ± 1 hari SMRS pasien mengeluh nyeri perut pada pusar. BAB dan BAK normal. . Pasien kemudian diperiksa dan dikatakan menderita usus buntu. nyeri dirasakan terus menerus dan kemudian berpindah pada sisi perut kanan bawah. Pada saat dilakukan pemeriksaan pasien merasakan demam (+) dan nyeri pada seluruh bagian perut yang semakin berat.

Anamnesis Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat penyakit seperti ini sebelumnya disangkal  Riwayat sakit maag disangkal  Riwayat penyakit batu kandung kemih disangkal  Riwayat penyakit ginjal disangkal  Riwayat hipertensi disangkal  Riwayat kencing manis disangkal .

bapak dan ibu bekerja sebagai pekerja swasta. Kesan : sosial ekonomi cukup . Pembayaran menggunakan BPJS non PBI. Anamnesis Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada riwayat keluarga yang sakit seperti ini Riwayat Sosial Ekonomi Pasien seorang pelajar.

Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : tampak kesakitan Kesadararan : Composmentis.5˚C axiller Vas :6 . GCS : E4V5M6 = 15 Tanda Vital RR : 20 x/menit N : 88 x/menit. isi dan tegangan cukup TD : 110 / 70 mmHg T : 38.

Pemeriksaan Fisik Kepala : Mesosefal. rhinorhea (-) Mulut : sianosis (-) . sklera ikterik (-) pupil isokor Ø 3mm/3mm Telinga : discharge (-/-).pembesaran nnll (-) . mukosa kering (-) Tenggorokan : Faring hiperemis (-) Leher : deviasi trakea (-). otorhea (-) Hidung : nafas cuping (-/-). turgor dahi cukup Mata : konjunctiva palpebra pucat (-). discharge (-/-). septum deviasi (-).

gallop (-) . tidak ada suara tambahan Jantung Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V 2 cm lateral linea midclavicularis sinistra. pulsasi epigastrial (-). pulsasi parasternal (-). bising (-). Pemeriksaan Fisik Paru Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis. thrill (-) Perkusi : Batas atas SIC II linea parasternal sinistra Batas kanan linea paraternal dextra Batas kiri sesuai ictus cordis Pinggang jantung cekung Auskultasi : BJ I-II murni reguler. sternal lift (-). Palpasi : Stem fremitus kanan = kiri Perkusi : Sonor seluruh lapangan paru kanan kiri Auskultasi : Suara dasar vesikuler.

defans muskuler (+). venektasi (-) Auskultasi : Bising usus (+) menurun Perkusi : dinding abdomen kesan spastik. hepar dan lien sulit dinilai Palpasi : hypertympani. Pemeriksaan Fisik Abdomen : Inspeksi : cembung. nyeri ketok (-) . pekak hepar (-). area traube pekak. pekak sisi (+) normal. nyeri tekan (+) pada seluruh are perut. jejas (-). pekak alih (-).

massa (-). lender (-) . mukosa licin (-). nyeri tekan (+) seluruh arah. obturator sign (-) Rectal Toucher : Inspeksi : Hiperemis (-). prostat tidak membesar dan sarung tangan feces (+). psoas sign (+). perdarahan (-). Pemeriksaan Fisik Status Lokalis : Rovsing sign (+). fistula (-). hemoroid (-). ampula recti tidak kolaps. darah (-). skin tag (-) Palpasi : TSA menurun.

-/- Cap. Pemeriksaan Fisik Extremitas : superior inferior Sianosis -/. -/- Akral dingin -/.refill < 2’’ / < 2’’ < 2’’ / < 2’’ . -/- Edema -/.

DIAGNOSIS Peritonitis Generalisata e.c Appendisitis Perforasi .

Foto BNO 2 posisi. dan Foto Thoraks AP IpRx : Infus RL 20 tpm O2 nasal kanul 3 lpm Pasang kateter urin Ceftriaxone 2 gr/ 24 jam (IV) Metronidazole 500 mg / 8 jam (IV) Ketorolac 30 mg / 8 jam (IV) Ranitidin 30 mg / 8 jam (IV . elektrolit. PTT dan PTTK. ureum. INITIAL PLAN IpDx :S :- O : cek lab darah rutin. kreatinin. EKG.

TV.  Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa pasien memerlukan program operasi pengangkatan usus buntu segera.  Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa pasien harus dirujuk kepada dokter spesial bedah. INITIAL PLAN IpMx : KU. . keluhan nyeri perut IpEx :  Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa kemungkinan pasien mengalami peradangan usus buntu yang pecah sehingga membuat pasien merasakan sakit perut yang menyeluruh.

TERIMA KASIH .