You are on page 1of 27

BENJOLAN PADA LEHER

Mohamad Pujiyantoro
102014115

SKENARIO 1
Seorang laki-laki berusia 65 tahun, datang ke
puskesmas dengan keluhan terdapat benjolan
dileher bagian depan.

datang ke Differen Penatal tial aksanaa puskesmas dengan Diagnos n keluhan terdapat is benjolan dileher bagian depan. Patofisi Etiologi ologi Gejala Klinik .MINND MAP Anamne sis Pemerik saan Epidemi ologi Fisik & Penunja Seorang laki-laki ng berusia 65 tahun.

ANAMNESIS  Identitas  Keluhan utama (waktu dan berapa lama)  Riwayat penyakit sekarang  Riwayat penyakit dahulu  Riwayat penyakit keluarga  Riwayat sosial .

PEMERIKSAAN FISIK  Inspeksi: Melaporkan adanya pembesaran difus/nodul  Palpasi: palpasi anterior approarch  palpasi posterior approarch  pengukuran lingkar leher  pengukuran dimensi benjolan  Auskultasi: Melaporkan adanya bunyi bruit/tidak.  Pemeriksaan Oftalmopati .

8°C Benjolan pada leher d=10cm Konsistensi keras.190 µg/dL  TSH serum: 0.5 – 4 µg/dL TD : 120/80 mmHg DN : 82x/menit FN : 26x/menit S : 36.9 – 12. T4 serum.0 µg/dL  T3 serum : 115 .  Nilai normal :  T4 serum : 4.PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Pemeriksaan laboratorium  Pemeriksaan kadar TSH. dan susah digerakkan . T3 serum.

. Biopsi aspirasi jarum halus tidak nyeri. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pencitraan  Foto rotgen leher  USG  CT Scan  MRI Biopsi Aspirasi Jarum Halus Dilakukan khusus pada keadaan yang mencurigakan suatu keganasan. hampir tidak menyababkan bahaya penyebaran sel-sel ganas.

. struma diffusa non toksik. Struma nodusa non toksis. ada beberapa kemungkinan yang dialami pasien diantaranya.DIFFERENTIAL DIAGNOSIS Dari keluhan yang didapat pasien.struma multi nodusa non toksik dan ca tiroid.

Struma nodusa Struma diffusa . Struma disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid.

Secara klinis struma di bedakan :  Struma toksik  Struma non toksik .

Pembesaran kelenjar Teraba lunak atau bertumbuh pelan. tiroid yang secara kenyal seperti busa dan kadang-kadang klinik teraba lebih dari batas tidak jelas bertahun-tahun satu nodul tanpa disertai tanda-tanda hipertiroidisme Konsistensi kenyal Perkembangan lanjut sampai keras dan dari uni nodusa non Berbatasa jelas toksik (pada usia dewasa). bertumbuh lambat .Struma nodusa non Struma multi struma diffusa non toxic nodusa non toxic toxic Nodul yang soliter.

sulfonylurea dan litium). penderita penyakit struma sering terdapat di daerah yang kondisi air minum dan tanahnya kurang mengandung iodium.  Penghambatan sintesa hormon oleh obat-obatan (misalnya : thiocarbamide. kacang kedelai). lobak. misalnya daerah pegunungan. .  Kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa hormon tyroid.  Penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia (seperti substansi dalam kol.ETIOLOGI  Defisiensi iodium  Pada umumnya.

EPIDEMIOLOGI •Prevalensi nodul tiroid antara 5% sampai 50% bargantung pada populasi tertentu dan sensitivitas dari teknik deteksi: prevalensi nodul tiroid meningkat sesuai dengan umur. . keterpajanan terhadap defisiensi iodium.

besar TSH oleh hipofisis Kapasitas anterior Tiroid untuk Otomatis T4 & sekresi T3 juga ikut tiroksin terhambat terganggu . patofisologi Hipertrofi Kekurang folikel- folikel an Iodium tiroid TSH Menghambat meningkat Produksi dan hormon tiroid hiperplasia Folikel membesar Menghambat dan pembentukan bertambah kel.

• Kelainan fisik (asimetris leher) . mengi (karena kompresi batang tenggorokan).GEJALA KLINIS • Pembengkakan • Perasaan sesak di daerah tenggorokan. • Suara serak. • Kesulitan bernapas (sesak napas). batuk. • Kesulitan menelan (karena kompresi dari esofagus).

metimasol atau karbimasol .PENATALAKSANAN  Pembedahan  Angkat sebagian besar kelenjar tiroid  Rawat 3 hari  Tiroksin diberikan  Terapi iodium radioaktif(I-131)  Radiasi pada kelenjar tiroid  Untuk pasien yang menolak bedah  terapi supresi hormonal  Untuk mengecilkan struma  Contoh: propiltiourasil (PTU).

KOMPLIKASI  Umunya tidak ada komplikasi. tetapi bisa timbul jika ada infeksi atau dilakukan pembedahan. seperti:  Pendarahan  Trauma nervus recurrens > suara menjadi serak .

dalam hal pola makan dan memasyarakatkan pemakaian garam beriodium.PENCEGAHAN  Pencegahan dengan pemberian kapsul minyak beriodium terutama bagi penduduk di daerah endemik sedang dan berat.  Edukasi Program ini bertujuan merubah prilaku masyarakat. .

Pasien mengeluh nyeri saat menelan dan kulit di atasnya berwarna merah . benjolan akan terasa nyeri.  Tidak menimbulkan rasa tertekan di tempat timbulnya kista  Konsistensi massa teraba kistik. CA TIROID Ca tiroid adalah suatu kantung berisi cairan yang berkembang di kelenjar tiroid. berbatas tegas. warna sama dengan kulit sekitarnya dan bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah • Bila terinfeksi. mudah digerakkan. tidak nyeri. bulat.

KLASIFIKASI CA TIROID Karsinoma papiler Karsinoma Karsinoma Karsinoma folikuler meduller anaplastik 20-40 thn 40-50 tahun 40 thn. bisa Rata-rata 65 thn ditemukan pada usia muda/anak Terekspose radiasi Kurang iodin sel C/Parafolikuler -Pembesaran gondok kel.sering menyebar dengan cepat Pertumbuhan ca Metastase paru & Mestastasis cepat Mestastasis lambat tulang ke paru dan tulang Hepatik prognosis baik Prognosis Diagnosis dini prognosis buruk tergantung ukuran menentukan tumor < 1 cm prognosis prognosisnya baik .tiroid yg sdh mengandung ada dlm wkt lama amiloid .

.5% dari semua kanker  anaplastik : dri perubahan kanker  Di indonesia kesulitan data registerasi tiroid berdiferensia baik (papiler dan patologi menempati urutan ke 9 (4%) folikuler). dengan kemungkinan jenis dari 10 keganasan tersering folikuler dua kali lebih besar. EPIDEMIOLOGI DAN ETIOLOGI  Relatif jarang  Etiologi dari penyakit ini belum pasti  Urutan petama keganasan kelenjar  papiler dan folikuler : radiasi dan goiter endokrin endemis  Di Amerika Serikat. membentuk  meduler : factor genetic sekitar 1.

PATOFISIOLOGI .

terapi supresi dgn L-tiroksin utk menekan produksi TSH .pasien sdh menjalani tiroidektomi total dgn maksud mematikan sisa sel kanker post operasi .untuk deteksi kekambuhan atau penyebaran kanker Th/ supresi L-tiroksin .PENATALAKSANAAN Tirodektomi total .beberapa dekade sebelum dikatakan sembuh total.metastasis KGB  radical neck dissection Th/ ablasi iodium radioaktif . .prosedur awal Ca tiroid .

Metastasis 2. yang berakibat suara menjadi parau atau hilang sama sekali  Perdarahan  Masalah terbukanya vena besar dan menyebabkan embolisme udara  Sepsis yang meluas ke mediastinum .KOMPLIKASI 1. Pasca bedah  Trauma pada nervus laryngeus recurrens menimbulkan paralisis sebagian atau total larynx.  Gangguan pita suara karena terpotongnya saraf.

sebaiknya struma diperiksa oleh seorang dokter dengan dilakukan wawancara menyeluruh. . pemeriksaan fisik dan penunjang yang dibutuhkan. Untuk memastikan prognosis. struma yang disebabkan kekurangan iodin tentunya akan memiliki prognosis lebih baik daripada yang disebabkan kanker.PROGNOSIS Prognosis struma dapat berbeda-beda. Contohnya. tergantung dari penyebabnya.

dan pasien juga tinggal didaerah yang memiliki kekurangan kandungan yodium.  Prognosis baik apabila kelianan pada pasien berupa benjolan pada leher dapat di diagnosis dan dilakukan penanganan yang tepat. .PENUTUP  Dari pembahasan tadi pasien diduga menderita struma nodusa non toksik karena di dapatkan benjolan berdiameter 10 cm dan tidak didapatkan gejala hipertiroidisme.