You are on page 1of 10

ANALISIS DUGAAN KARTEL DAN PRICE FIXING

OLEH PT INDOSAT OOREDOO DAN PT XL AXIATA

Maurent Naulina
Fakultas Hukum, Universitas Airlangga

Latar Belakang Laporan Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia (FMPTI) terhadap PT One Indonesia Synergy .

salah satunya dalam hal spektrum.PT One Indonesia Synergy • PT One Indonesia Synergy merupakan joint venture antara XL Axiata dan Indosat Ooredoo. • Alasan melakukan kerjasama adalah karena XL dan Ooredoo memiliki skala usaha yang berdekatan dan sinergi keduanya cukup besar. • Pembentukan PT One Indonesia Synergy untuk memberikan konsultasi kepada operator saja dan hanya terkait kerja sama yang mengarah ke jaringan. .

kemudian dilanjutkan XL Axiata yang mengeluarkan program serupa Rp 59 per menit. .Price Fixing Panggilan Off-Net Program telepon Indosat Rp 1 per detik (Rp 60 per menit) untuk panggilan off-net pada pertengahan 2016 lalu. Oktober lalu.

Bagaimana proses pembuktian price fixing oleh pihak KPPU terhadap laporan FMPTI? . Rumusan Masalah 1. Apa latar belakang KPPU mengeluarkan dugaan kartel dan price fixing oleh PT Indosat Ooredoo dengan PT XL Axiata? 2.

Hipotesa Kartel Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan para pesaingnya untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa. yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. (Pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999) .

Elastisitas dan Perubahan 9. Tingkat Konsentrasi dan Jumlah Perusahaan 2. Peraturan Harga dan Kontrak . Kontak Multi Pasar Faktor 5. Persediaan dan Kapasitas Produk Struktural 6. Ukuran Perusahaan 3. Kekuatan Tawar Pembeli Faktor 1. Indikasi Kartel 1. Kemudahan Masuk Pasar 8. Transparansi dan Pertukaran Informasi Perilaku 2. Karakter Permintaan : Keteraturan. Keterkaitan Kepemilikan 7. Homogenitas Produk 4.

Penetapan Harga (Price Fixing) Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama (Pasal 5 UU Nomor 5 Tahun 1999) .

Peraturan Komisi Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pedoman Pasal 5 .

Perjanjian . Pembuktian price fixing berdasarkan Peraturan Komisi Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pedoman Pasal 5 (Penetapan Harga) melalui dua tahap yaitu : 1. Kesimpulan 1. Dalam menciptakan dugaan kartel dan price fixing. KPPU berpedoman pada ketentuan-ketentuan indikasi sebagaimana yang diatur di dalam Peraturan Komisi Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pasal 11 (Kartel) 2. Penentuan pasar bersangkutan 2.