You are on page 1of 31

SKENARIO 3

“Bercak Merah & Gatal Di Selangkangan”

Kelompok B-8

Ketua : Muhammad Dayu Wardana (1102014166)
Sekretaris : Reinandhyla Anggi M (1102015194)
Anggota :Mauludya Ravidian W (1102015128)
Meutia Liska Urfa (1102015133)
Nahdira (1102015155)
Narumi Anastasya K (1102015159)
Rizka Fadhila Azmi (1102015201)
Siti Mutia (1102015227)
Tesce Yuliaski Nandra (1102015237)
Thalia Shifa Susanto (1102015238)

Skenario 3

Bercak Merah dan Gatal Di Selangkangan

Seorang wanita berusia 28 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan bercak merah dan gatal terutama
bila berkeringat di selangkangan sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan beruntus dan kulit
yang menebal berwarna gelap . Kelainan ini hilang timbul selama 6 bulan, hilang apabila diobati dan
timbul saat menstruasi atau menggunakan celana berlapis. Riwayat keputihan disangkal. Kelainan ini
dirasakan setelah berat badan penderita bertambah.
Pada pemeriksaan generalis : dalam batas normal
Pada pemeriksaan dermatologis : Regioner, bilateral pada ke-2 sisi medial paha atas tampak lesi multiple
, berbatas tegas, bentuk beraturan, ukuran bervariasi dari diameter 0,03cm sp 0,1 cm, kering, permukaan
halus dengan efloresensi berupa plak eritem, sebagian likhenifikasi yg hiperpigmentasi, pada bagian
tengah tampak central healing dengan ditutupi skuama halus .
Setelah mendapatkan terapi, penderita diminta untuk kontrol rutin dan menjaga serta memelihara
kesehatan kulit sesuai tuntunan ajaran Islam.

Central healing : wujud kelainan kulit. seolah sudah sembuh. Likhenifikasi : daerah penebalan kulit sehingga terlihat seperti realif atau bergaris-garis 3. Hiperpigmentasi : penimbunan pigmen berlebihan sehingga tampak lebih hitam daripada sekitarnya . Skuama : pengelupasan lapisan tanduk dari permukaan kulit 4. Plak : peninggian diatas permukaan kulit 5. Beruntus : kulit yang berisi cairan bernanah atau bening 8. 7. dimana pada satu lesi bagian tengah tampak bersih. Eritem : kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh darah yang fleksible 6.Kata-kata Sulit 1. sedangkan bagian tepinya terlihat eritem. Efloresensi : gambaran kelainan kulit dan selaput lendir yang dapat dilihat dengan mata objektif 2.

Mengapa gejala mulai muncul saat berat badan pasien bertambah ? Karena lipatan lemak pasien bertambah dan meningkatnya gesekan antara paha bagian dalam kanan dan kiri yang memicu terjadinya gejala. Bagaimana cara menjaga kebersihan kulit secara Islam ? Dengan cara berwudhu. Apakah diagnosis sementara pasien ini ? Tinea cruris 7.Pertanyaan dan Jawaban 1. 2. Mengapa setelah diobati timbul kembali? Karena pengobatan yang tidak tuntas atau adekuat dan adanya faktor resiko pemicu. Apa hubungan antara timbulnya gejala dengan menstruasi? Menstruasi adalah salah satu faktor resiko penyebab yg menimbulkan gatal pada selangkangan. Apa etiologi penyebab gejala ini? Jamur 8. istinja’. dan memicu jamur untuk tumbuh 4. mandi. 6. 5. tidak memakai pakaian yg ketat . 3. Mengapa keluhan gatal timbul bercak ditemukan saat pasien sedang berkeringat ? Karena keringat menyebabkan kelembaban pada daerah genitalia wanita dan meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme sehingga memicu respon inflamasi. Mengapa kejadian ini terjadi bilateral ? Meningkatnya gesekan antara paha bagian dalam kanan dan kiri yang memicu terjadinya gejala.

11. sedangkan eritem terjadi pada dermis hingga ke epidermis. kelembaban. Bagaimana tatalaksana dari penyakit ini ? Pemberian antijamur topikal (salep) dan antijamur oral untuk penyakit sistemik. kebersihan genital. Pada lapisan kulit manakah kelainan ini muncul ? Hiperpigmentasi terjadi pada lapisan stratum basalis di dermis. 13. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis ? Kerokan kulit untuk kultur. kebersihan tangan dan pakaian. jenis kelamin. Apa saja faktor resiko pada skenario ini ? Obesitas. 12. ekskresi. persepsi .9. faktor lingkungan (kepadatan penduduk). pakaian ketat. Apa saja fungsi kulit ? Proteksi. menstruasi. 10. dan penyakit sistemik. Diberikan antihistamin dan antibiotik.

dan menimbulkan respon inflamasi berupa gatal dan kemerahan.dan mandi. pakaian ketat. . Hipotesis Faktor resiko seperti obesitas. kebersihan genital. istinja’. Untuk menegakkan diagnosis dilakukan pemeriksaan tambahan berupa kerokan kulit untuk kultur dan diberikan terapi antijamur topikal (salep). dan penyakit sistemik dapat meningkatan pertumbuhan jamur sehingga terjadi infeksi. serta antihistamin dan antibiotik untuk mengurangi gejala. kebersihan tangan dan pakaian. menstruasi. kelembaban. jenis kelamin. antijamur oral untuk penyakit sistemik. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis Tinea Cruris. Agama Islam mengajarkan untuk menjaga kebersihan dan merawat kulit dengan cara berwudhu. Terjadi hiperpigmentasi pada lapisan stratum basalis di dermis dan eritem pada dermis hingga ke epidermis. faktor lingkungan (kepadatan penduduk). fungsi fisiologi kulit terganggu.

O 3.8 Komplikasi L. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Kulit LI 3.O 3.9 Pencegahan L.O 3. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Kulit LI 2.O 3.O 3.7 Penatalaksanaan L.O 3.5 Manifestasi L.O 3.2 Etiologi L.O 3.1 Definisi L.3 Klasifikasi L.4 Patofisiologi L.O 3.10 Prognosis LO 4 Memahami dan Menjelaskan Cara Memelihara Kesehatan Kulit Sesuai Anjuran Agama Islam .Sasaran Belajar LI 1. Memahami dan Menjelaskan Dermatofitosis L.6 Diagnosis dan Diagnosis Banding L.O 3.

3 m2 pada orang dewasa.2. dan kelenjar keringat.LI 1. Turunan epidermis meliputi rambut. kelenjar sebasea. Kulit terdiri atas lapisan epidermis yang berasal dari ektoderm permukaan dan lapisan dermis yang berasal dari mesoderm. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Kulit Kulit adalah organ tunggal terberat di tubuh dengan berat sekitar 15% dari berat badan total dengan luas permukaan sekitar 1. Berdasarkan ketebalan epidermis kulit dapat dibedakan menjadi kulit tebal dan kulit tipis. kuku.2 . .

Lapisan Epidermis Kulit .EPIDERMIS Epidermis terdiri dari 5 lapisan dan tidak mempunyai pemubuluh darah maupun limpa sehingga semua nutrisi dan oksigen di dapat dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membran basal untuk mencapai epidermis.

Rongga-rongga diantara berkas serat terisi jaringan lemak. lapisan ini disebut stratum papilare. tebal dan dalam. . Dermis bagian permukaan yang membentuk papila atau tonjolan ke epidermis. dan kelenjar sebasea serta folikel rambut. Terdiri dari jaringan penyambung dengan beberapa lapisan serat kolagen dan serat elatis. Epidermis dilekatkan pada dermis melalui lamina basal dan ikatan ini diperkuat oleh adanya tonjolan-tonjolan dermis ke epidermis yang disebut papila. Terdiri atas berkas-berkas kolagen kasar tersusun rapat. Lapisan dermis dibawah strtum papilare disebut stratum retikulare. Stratum pailare tersusun lebih longgar ditandai oleh banyak papila dermis yang berjumlah 50-250 per mm2. kelenjar keringat. Lapisan ini lebih padat.DERMIS Dermis berasal dari lapisan mesoderm embrional.

Pleksus profunda . Vaskularisasi Dikulit diatur oleh 2 pleksus: 1. pembuluh darah dan getah bening. Sel lemak Sel lemak dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Disebut juga panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan makanan Berfungsi juga sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang.JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. 1. Pleksus superfisialis 2. Sebagai bantalan terhadap trauma. Pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi. perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas. Tempat penumpukan energi 2. Sebagai mobilitas kulit.

maupun benda padat. Gangguan sinar UV diatasi oleh sel melanin yang menyerap sebagian sinar tersebut. gangguan kimiawi. kelembaban. Kemampuan absorpsi tersebut dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit. tetapi cairan yang mudah menguap lebih mungkin diserap kulit. larutan. Gangguan fisik dan mekanik ditanggulangi dengan adanya bantalan lemak subkutis.5. Permeabilitas kulit terhadap gas CO2 atau O2 mengungkapkan kemungkinan kulit mempunyai peran dalam fungsi respirasi. tebalnya lapisan kilit. 2. Proteksi Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis.LI 2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Kulit Kulit berfungsi untuk : 1. metabolisme dan jenis vehikulum. . Lemak permukaan kulit juga berperan dalam mengatasi banyak mikroba yang ingin masuk ke dalam kulit. begitu pula zat yang larut dalam minyak. serta gangguan infeksi luar terutama kuman/bakteri maupun jamur. Absorpsi Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air. dan serabut penunjang yang berfungsi sebagai pelindung bagian luar tubuh.0 – 6. Gangguan kimiawi ditanggulangi dengan adanya lemak permukaan kulit yang berasal dari kelenjar palit kulit yang mempunyai pH 5. hidrasi. gangguan bersifat panas.

Rangsang tekan : badan Paccini di epidermis. Pembentukan Pigmen Perbandingan jumlah sel basal : melanosit adalah 10 : 1. 5. Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya butiran pigmen menentukan warna kulit ras maupun individu. Pigmen disebar ke epidermis melalui tangan-tangan dendrite. Pengaturan Suhu Tubuh Termoregulasi kulit dilakukan dengan mengeluarkan keringat dan mengerutkan pembuluh darah kulit. reduksi Hb. Warna kulit juga dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit. 6. . oksi Hb dan karoten. Persepsi Rangsang panas : badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis. Rangsang dingin : badan-badan Krause yang terletak di dermis. Pajanan sinar matahari mempengaruhi produksi melanosom. Rangsang rabaan : badan taktil Meissner di papilla dermis dan badan Merkel Ranvier di epidermis. sedangkan pada dermis melalui sel melanofag.4.

makin ke atas makin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Keratinisasi Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan. Pembentukan Vitamin D Dimungkinkan dengan mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. . sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum. Makin lama inti menghilangdan keratinosit ini menjadi sel tanduk yang amorf. berminyak. ketegangan dengan otot kulit dan kelenjar keringat. Fungsi Ekspresi Emosi Hasil gabungan fungsi yang telah disebut di atas menyebabkan kulit mampu berfungsi sebagai alat untuk menentukan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia. Kegembiraan dapat dinyatakan oleh otot kulit muka yang relaksasi dan tersenyum. ketakutan oleh kontraksi pembuluh darah kapiler kulit sehingga kulit menjadi pucat dan rasa erotik oleh kelenjar minyak dan pembuluh darah kulit yang melebar sehingga kulit tampak semakin merah. Proses ini berlangsung normal selama kira-kira 14-21 hari dan member perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik. kesedihan diutarakan oleh kelenjar air mata yang meneteskan air matanya. 8. dan menyebarkan bau khas.7.Semua fungsi kulit pada manusia berguna untuk mempertahankan kehidupannya sama seperti organ tubuh lain. 9.

steroid. sosial ekonomi yang rendah. lingkungan yang padat. adanya sumber penularan disekitarnya. Memahami dan Menjelaskan Dermatofitosis L.LI 3.2 Etiologi Menurut Petrus 2005 & Utama 2004 faktor yang mempengaruhi adalah udara yang lembab. dengan menyerang jaringan berkeratin.O 3.O 3. rambut. 2008). seperti stratum korneum pada epidermis. dan kuku (Verma. sitostatika yang tidak terkendali. obesitas. penyakit sistemik. .1 Definisi Dermatofitosis adalah infeksi jamur superfisial disebabkan oleh dermatofita yang memiliki kemampuan untuk melekat pada keratin dan menggunakannya sebagai sumber nutrisi. penggunaan obat antibiotik. L.

Geophilic dermatophyta addalah jamur tanah yang ditransmisikan kepada manusia melalui paparan langsung ke tanah atau ke hewan yag berdebu.3 Epidemiologi DERMATOFITOSIS Dermatofita adalah tergolong jamur contagious. . membuat infeksi berulang menjadi sering. Dermatofita yang menginfeksi manusia diklasifikasikan berdasarkan habitat mereka antara lain sebagai berikut : Antrophophilic dermatophyta sering dikaitkan dengan manusia dan ditransmisikan baik melalui kontak langsung atau melalui muntahan yang terkontaminasi Zoophilic dermatophyta sering dikaitkan dengan hewan-hewan. merupakan serpihan dari orang yang terinfeksi.LO 3. jamur ini ditransmisikan kepada manusia baik melalui kontak langsung dengan hewan tersebut misalnya hewan peliharaan dan melalui produksi hewan tersebut seperti wool. Berspora dan memiliki hifa sepanjang sel kulit dan rambut yang mati. Infeksi sub-kutaneus yang jarang yang disebabkan jamur ini dapat terjadi pada pasien AIDS.

• Selain 6 bentuk tinea di atas masih dikenal istilah yang mempunyai arti khusus. arkuata yang merupakan penamaan deskriptif dari morfologinya.O 3. 4. 4. Tinea incognito: dermatofitosis dengan bentuk klinis tidak khas oleh karena telah diobati dengan steroid topical kuat. dermatofita pada daerah genitokrural. . bokong. Tinea favosa atau favus: dermatofitosis yang terutama disebabkan oleh tricophyton schoenleini: secara klinis antara lain berbentuk skutula dan berbau seperti tikus (mousy odor). 5. tinea pada kuku kaki dan tangan. 6.L. Tinea pedis et manum. yaitu: 1. Tinea facialis. 2. sekitar anus. Tinea kapitis. Tinea unguium. dermatofitosis pada bagian lain yang tidak termasuk 5 bentuk tinea diatas.4 Klasifikasi  Klasifikasi yang paling sering dipakai oleh para spesialis kulit adalah berdasarkan lokasi: 1. Tinea kruris. 3. Tinea sirsinata. dermatofitosis pada kaki dan tangan. 3. Tinea barbe. dermatofitosis pada dagu dan jengggot. tinea pada kulit dan rambut kepala 2. tinea yang meliputi bagian wajah Tinea korporis. Tinea imbrikata: dermatofitosis dengan susunan skuama yang kosentris dan disebabkan oleh tricophyton concentricum. dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah.

Apabila jamur hewan menimbulkan lesi kulit pada manusia. Penyebab Tinea kruris sendiri sering kali oleh Epidermophyton floc cosum. Tri chophyton. . dan Epidermophyton.L. taksonomis. Penularan biasanya terjadi karena adanya kontak d engan debris keratin yang mengandung hifa jamur. Selain sifat keratofilik masih banyak sifat yang sama di antara d ermatofita. Derrmatofita termasuk kelas Fungi imperfecti. misalnya sifat faali. yaitu Microsporum. Trichophyton mentagrophytes. da n yang lainnya terutama menyerang hewan (zoofilik) walau kadang-kadang bias menyerang manusia. yang terbagi dalam tiga genus. kebutuhan zat makanan untuk pertumbuhanny a. Jamur ini mudah hidup pada medium dengan variasi pH yang luas. namun dapat pula oleh Trichophyton rubrum. dan Trich ophyton verrucosum. Dermatofita adala golongan jamur y ang menyebabkan dermatofitosis. Pada keadaan tertentu sifat jamur dapat berubah menjadi patogen dan menyebabkan penyakit bahkan ada yang berakhir fatal.5 Patofisiologi Tinea kruris disebabkan oleh infeksi jamur golongan dermatofita. Beberapa jamur hanya menyerang manusia (antropofilik). dan penyebab penyakit. Golongan jamur ini mempunyai sifat mencernakan keratin. antigenik.O 3. keberadaan jamur tersebut sering menyeb abkan terjadinya suatu reaksi inflamasi yang hebat. Jamur i ni dapat hidup sebagai saprofit tanpa menyebabkan suatu kelainan apapun di dalam berbagai organ ma nusia atau hewan. Golongan jamur ini dapat mencerna keratin kulit oleh karena mempunyai daya tarik kepada keratin (k eratinofilik) sehingga infeksi jamur ini dapat menyerang lapisan-lapisan kulit mulai dari stratum korne um sampai dengan stratum basalis.

derivat azol dan naftifin HCL. Diagnosis berdasar gambaran klinis yang khas dan ditemukan elemen jamur pada pemeriksaan kerokan kulit dengan mikroskopis langsung memakai larutan KOH 10-20%. gatal lama kelamaan meluas sehingga dapat meliputi scrotum.O 3. haloprogin. tolsiklat. siklopiroksolamin. . obat topikal salp whitefield. genitalia dan sekitar anus. Gambaran klinik lesi simetris dilipat paha kanan dan kiri mula-mula lesi berupa bercak eritematosa. ketokonazol. pubis ditutupi skuama. kadang-kadang disebabkan oleh T.L. yang dapat meluas kebokong dan perut bagian bawah. kadang-kadang disertai banyak vesikel kecil-kecil. rubrum. Penyebab E. Pengobatan sistemik griseofulvin 500 mg sehari selama 3-4 minggu.6 Manifestasi Klinis Tinea Kruris Merupakan penyakit jamur dermatifita didaerah lipat paha. floccosum.

7 Diagnosis dan Diagnosis Banding Pemeriksaan mikologik dapat membantu dalam menegakan diagnosis. bertukar pakaian dengan orang lain. memakai pakaian ketat. Pemeriksaan dalam menentukan diagnosis infeksi dermatofitosis terdiri dari pemeriksaan langsung sediaan basah dan biakan. Pasien berada pada tempat yang beriklim agak lembab. Rasa gatal akan semakin meningkat jika banyak berkeringat. tentara. atlit olahraga dan individu yang beresiko terkena dermatophytosis.L. intergluteal sampai ke gluteus. Penyakit ini dapat menyerang pada tahanan penjara. Riwayat pasien sebelumnya adalah pernah memiliki keluhan yang sama.O 3. Anamnesis Keluhan penderita adalah rasa gatal dan kemerahan di regio inguinalis dan dapat meluas ke sekitar anus. Dapat pula meluas ke supra pubis dan abdomen bagian bawah. . aktif berolahraga. menderita diabetes mellitus.

berbatas tegas dengan tepi lebih aktif terdiri dari papula atau pustula. shg. Cara: kulit atau rambut yg akan diperiksa harus bersih. . pemeriksaan dilakukan di kamar gelap. Makula eritematosa. lampu Wood diletakkan dg jarak 10-15 cm dari permukaan kulit. Jika kronis atau menahun maka efloresensi yang tampak hanya makula hiperpigmentasi dengan skuama diatasnya dan disertai likenifikasi. Kalau sinar tsb. mengenai kulit yang mengandung jamur / miselium maka kulit tersebut akan timbul fluoresensi. Garukan kronis dapat menimbulkan gambaran likenifikasi. Suatu lampu UV (3500 Ao) yang dilengkapi dengan filter khusus terbuat dari nickel oxyde & silica.Pemeriksaan Fisik dan Lab. Lampu Wood (Wood’s Lamp) 1. sinar yang keluar hanya mempunyai gelombang 320-400 nm 2. Efloresensi terdiri atas bermacam-macam bentuk yang primer dan sekunder.

Biakan diperlukan untuk identifikasi > akurat 2. (-) berarti tidak menderita atau baru saja terkena infeksi 2.Kultur / Biakan 1. Spesifisitas mencapai 98%. Tanda (+) : ada urtika pada tempat suntikan . Dengan biopsi  histopatologi 1. (+) berarti menderita penyakit atau baru saja sembuh 3. Kemudian koloni diambil sedikit dilihat dengan mikroskop untuk mencari makrospora. 3. Dilakukan untuk penyakit jamur yang mengenai kulit & jaringan di bawah kulit. kalau (+) akan ada koloni dengan bentuk & warna yang berbeda tergantung dermatofitanya. kromomikosis & fimomikosis subkutis 2. kemudian dikirim ke PA 3. seperti misetoma. Skuama. kuku & rambut yang telah dipotong kecil. Kulit berpenyakit dibiopsi. 4. Dengan pulasan hematoksilin eosin dapat dilihat adanya spora atau miselium dalam stratum korneum Dengan tes kulit Bahannya untuk test : Trichophytin (disuntikkan secara intra kutan) Hasil : 1. diletakkan media dengan alat (ose) kemudian tempatkan dalam ruang dengan suhu kamar (udara kamar).

konfirmasi diagnosis mikologi hendaknya diperoleh sebelum terapi sistemik antijamur dimulai. walaupun pengobatan topikal pada kulit kepala dan kuku sering tidak efektif dan biasanya membutuhkan terapi sistemik untuk sembuh.O 3. . Infeksi dermatofitosis yang kronik atau luas.L.8 Penatalaksanaan Pengobatan dermatofitosis sering tergantung pada klinis. Idealnya.rubrum termasuk tapak kaki dan dorsum kaki biasanya juga membutuhkan terapi sistemik. tinea dengan implamasi akut dan tipe "moccasin" atau tipe kering jenis t. Sebagai contoh lesi tunggal pada kulit dapat diterapi secara adekuat dengan antijamur topikal. Fluconazole 150-300 mg/hr selama 4 mgg. Pengobatan oral. yang dipilih untuk dermatofitosis adalah: Tinea cruris Griseofulvin 500 Terbinafine 250 mg/hr selama 2-4 mgg mg/hr sampai Itraconazole 100 sembuh (4-6 minggu) mg/hr selama 15 hr atau 200 mg/hr selama 1 mgg.

Pertama kali diteliti digunakan sebagai anti jamur pada tumbuhan dan kemudian diperkenalkan untuk pengobatan infeksi dermatofita pada hewan. rambut dan kuku. Lapisan keratin yang terinfeksi. Ketika diabsorpsi. Griseofulvin mempunyai waktu paruh di dalam plasma lebih kurang 1 hari. griseofulvin pertama kali akan berikatan dengan serum albumin dan distribusi di jaringan di ditentukan dengan plasma free concentration. Griseofulvin sangat sedikit diabsorpsi dalam keadaan perut kosong. Selanjutnya menyebar melalui cairan transepidermal dan keringat dan akan dideposit di sel prekusor keratin kulit (stratum korneum) dan terjadi ikatan yang kuat dan menetap. Mekanisme kerja
 Griseofulvin merupakan obat anti jamur yang bersifat fungistatik. . Pada tahun 1959. obat-obat tersebut yaitu : 1.8 jam.5 . GRISEOFULVIN 
Griseofulvin merupakan antibiotik antijamur yang berasal dari spesies Penicilium mold. Pemberian griseofulvin secara oral akan mencapai stratum korneum setelah 4 . berikatan dengan protein mikrotubular dan menghambat mitosis sel jamur. akan menghasilkan konsentrasi puncak plasma sebanyak 1 mikrogram / ml dalam waktu 4 jam dan level dalam darah bervariasi. diketahui griseofulvin ternyata efektif untuk pengobatan infeksi jamur superfisial pada manusia. Mengkonsumsi griseofulvin bersama dengan makanan berkadar lemak tinggi. Farmakokinetik Pemberian griseofulvin secara oral dengan dosis 0. Microsporum spesies dan Trichophyton spesies. Aktifitas spektrum
 Griseofulvin mempunyai aktifitas spektrum yang terbatas hanya untuk spesies Epidermophyton floccosum. akan digantikan dengan lapisan keratin baru yang lebih resisten terhadap serangan jamur. dapat meningkatkan absorpsi mengakibatkan level griseofulvin dalam serum akan lebih tinggi. yang merupakan penyebab infeksi jamur pada kulit. dan ± 50 % dari dosis oral dapat di deteksi di dalam urin dalam waktu 5 hari dan kebanyakan dalam bentuk metabolit.1 gr.OBAT ANTI JAMUR SISTEMIK Pemberian obat anti jamur sistemik digunakan untuk pengobatan infeksi jamur superfisial dan sistemik (deep mikosis). Griseofulvin merupakan obat anti jamur yang pertama diberikan secara oral untuk pengobatan dermatofitosis.

C-14-α-demethylase yang bertanggungjawab merubah lanosterol menjadi ergosterol. sebum. kelenjar keringat eccrine. Ketokonazol mempunyai daya larut yang optimal pada pH dibawah 3 dan akan lebih mudah diabsorbsi. saliva.2. Ketokonazol merupakan antijamur golongan imidazol yang pertama diberikan secara oral. Coccidiodes immitis.4 minggu. Ketokonazol mempunyai ikatan yang kuat dengan keratin dan mencapai keratin dalam waktu 2 jam melalui kelenjar keringat eccrine. cairan pada sendi dan serebrospinal fluid (CSF). Ketokonazol mempunyai distribusi yang luas melalui urin. Mekanisme kerja Ketokonazol bekerja menghambat biosintesis ergosterol yang merupakan sterol utama untuk mempertahankan integritas membran sel jamur. Candida spesies. Malassezia furfur. Namun. KETOKONAZOL Ketokonazol diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1977 dan di Amerika Serikat pada tahun 1981. Histoplasma capsulatum. Aktifitas spektrum Ketokonazol mempunyai spekrum yang luas dan efektif terhadap Blastomyces dermatitidis. Konsentrasi ketokonazol masih tetap dijumpai. sekurangnya 10 hari setelah obat dihentikan. .97% di dalam darah. Paracoccidiodes brasiliensis. serebrum. mempunyai bioavailabilitas yang luas antara 37% . Puncak waktu paruh yaitu 2 jam dan berlanjut 7-10 jam. Ketokonazol dimetabolisme di hati dan diubah menjadi metabolit yang tidak aktif dan diekskresi bersama empedu ke dalam saluran pencernaan. Farmakokinetik Ketokonazol yang diberikan secara oral. ketokonazol 99% berikatan dengan plasma protein sehingga level pda CSF rendah. Ketokonazol juga efektif terhadap dermatofit tetapi tidak efektif terhadap Aspergillus spesies dan Zygomycetes. Penghantaran akan menjadi lebih lambat ketika mencapai lapisan basal epidermis dalam waktu 3 . Bekerja dengan cara menginhibisi enzim sitokrom P-450. hal ini akan mengakibatkan dinding sel jamur menjadi permiabel dan terjadi penghancuran jamur.

Aktifitas spectrum Terbinafin merupakan anti jamur yang berspektrum luas. dengan cara menghambat kerja squalene epoxidase (merupakan suatu enzim yang berfungsi sebagai katalis untuk mengubah squalene menjadi squalene- 2.1 jam . setelah 4 minggu pengobatan dengan dosis 250 mg /hari terminal waktu paruh rata-rata yaitu 22 hari di dalam plasma. Terbinafin di metabolisme di hepar dan metabolit yang tidak aktif akan di ekskresi melalui urin sebanyak 70% dan melalui feces sebanyak 20%.5 mg/L setelah pemberian 2 jam dengan 250 mg dosis tunggal. Di dalam dermis.3 epoxide). Konsentrasi plasma terbinafin terbagi dalam tiga fase dimana waktu paruh terbinafin yang terdistribusi di dalam plasma yaitu 1. disebut dengan efek fungistatik dan dengan adanya penumpukan squalene yang banyak di dalam sel jamur dalam bentuk endapan lemak sehingga menimbulkan kerusakan pada membran sel jamur disebut dengan efek fungisidal.epidermis. Terbinafin yang diberikan secara oral akan menetap di dalam kulit dengan konsentrasi di atas MIC untuk dermatofit selama 2-3 minggu setelah obat di hentikan. Efektif terhadap dermatofit yang bersifat fungisidal. Pertama kali ditemukan pada tahun 1983. rambut dan kuku eliminasi waktu paruh rata-rata yaitu 24-28 hari. Farmakokinetik Terbinafin di absorbsi dengan baik jika diberikan dengan cara oral yaitu 70% dan akan tercapai konsentrasi puncak dari serum berkisar 0.
 .epidermis tetapi terbinafin di dalam kelenjar keringat ekrine tidak terdeteksi. Dengan berkurangnya ergosterol yang berfungsi untuk mempertahankan pertumbuhan membran sel jamur sehingga pertumbuhan akan berhenti. jaringan lemak dan kuku. di gunakan di Eropa sejak tahun 1991 dan di Amerika Serikat pada tahun 1996. eliminasi waktu paruh yaitu 16 dan 100 jam setelah pemberian 250 mg dosis tunggal . Terbinafin bersifat lipofilik dan keratofilik. pertama kali melalui sebum kemudian bergabung dengan basal keratinosit dan selanjutnya berdifusi ke dermis. Pemberian bersama makanan tidak mempengaruhi absorbsi obat. terdistribusi secara luas pada pada dermis. Mekanisme Kerja Terbinafin bekerja menghambat sintesis ergosterol (merupakan komponen sterol yang utama pada membran plasma sel jamur).3. Terbinafin dapat mencapai stratum korneum.TERBINAFIN Terbinafin merupakan anti jamur golongan alilamin yang dapat diberikan secara oral.8-1. epidermis. Terbinafin dapat terdeteksi pada bagian distal dari nail plate dalam waktu 1 minggu setelah pengobatan dan level obat yang efektif dicapai setelah 4 minggu pengobatan. Terbinafin tetap akan dijumpai di dalam kuku untuk jangka waktu yang lama setelah pengobatan dihentikan.

atau erupsi anhidrotik pada jari tangan.O 3. Lesi ini bersifat eksudatif dan berbau serta dapat disertai reaksi radang hebat. Komplikasi lainnya yang mungkin terjadi adalah infeksi sekunder oleh kapang saprofit. Reaksi „id‟ (autoeksematisasi) akan terjadi berupa vesikular. Bila sawar stratum stratum korneum rusak oleh karena drmatofita.9 Komplikasi Pada penderita Tinea kruris dapat terjadi komplikasi infeksi sekunder oleh organisme candida atau bakteri. Coryneform aerobik. termasuk Micrococcae (Staph). Sela jari juga dikolonisasi oleh dermatofita dan ragi misalnya Candida. yaitu terjadi inflamasi dan maserasi. Pemberian obat steroid topikal dapat mengakibatkan eksaserbasi jamur sehingga menyebabkan penyakit menyebar. Organisme yang dapat dibiakkan dari sela jari kaki normal adalah sejumlah mikroflora. Pada kasus ini. bakteri akan mempunyai kemampuan berproliferasi. biakan kuman umumnya akan tumbuh Pseudomonas atau Proteus. yang sesungguhnya bukan patogen primer. 1996) . dan sedikit bakteri gram negatif. telapak tangan dan kaki (Fridling.L. Infeksi sela jari oleh bakteri gram negatif adalah komplikasi terberat dari spektrum dermatofitosis kompleks. Gambaran klinis berupa maserasi putih sela jari dengan erosi yang nyeri. ekzematisasi.

basah dan maserasi.L. Pasien dengan hiperhidrosis dianjurkan agar memakai kaos dari bahan katun yang menyerap keringat.10 Prognosis Perkembangan penyakit dermatofitosis dipengaruhi oleh bentuk klinik dan penyebab penyakitnya disamping faktor-faktor yang memperberat atau memperingan penyakit.O 3. umumnya penyakit ini dapat hilang sempurna. Jika faktor-faktor lingkungan ini tidak diobati. Pakaian dan handuk agar sering diganti dan dicuci bersih-bersih dengan air panas. Daerah intertrigo atau daerah antara jari-jari sesudah mandi harus dikeringkan betul dan diberi bedak pengering atau bedak anti jamur. jangan memakai bahan yang terbuat dari wool atau bahan sintetis. . Alas kaki harus pas betul dan tidak terlalu ketat.O 3.11 Pencegahan Perkembangan infeksi jamur diperberat oleh panas. kemungkinan penyembuhan akan lambat. Apabila faktor-faktor yang memperberat penyakit dapat dihilangkan. L.

Anda perlu melindungi kulit dari matahari guna mencegah penuaan pada kulit. dan membuat warna kulit berubah. tekstur kulit. Penjarangan kulit. . penipisan kulit serta penyakit kulit yang berhubungan dengan paparan sinar matahari. Menjaga kulit dari sinar Matahari – Matahari memiliki peran utama dalam merusak kulit. Matahari sangat berpengaruh dalam membuat kulit berkerut.LI 4 Memahami dan Menjelaskan Cara Memelihara Kesehatan Kulit Sesuai Anjuran Agama Islam Menjaga kulit dan menutup aurat berdasarkan ajaran Islam. kering.

Ethel. EGC Sudoyo.com/syiar-islam@yahoogroups. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran Edisi 6.2001.multiply.jakarta:balai pustaka FKUI http://alishlahfise. Setiabudy R.Aru W..com/msg06863. 2003. (2001).html . Richard.S. Jakarta : Media Aesculapius Sherwood.mail-archive.com/journal/item/10 http://www.Ilmu Penyakit Dalam edisi 4 jilid 2. Anatomi dan Fisiologi. Triyanti K. Nafrialdi (2007) Farmakologi dan Terapi edisi 5. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1. Balai Penerbit FKUI Mansjoer A. Jakarta : EGC Snell. 2006.DAFTAR PUSTAKA Gunawan SG. dkk.2006. Jakarta. Jakarta : EGC Sloane.dkk. Lauralee. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2. Jakarta.