You are on page 1of 9

Carburizing

Carburizing adalah proses memanaskan bahan sampai diatas suhu
kritis yaitu 900°C – 950°C dalam lingkungan yang menyerahkan karbon lalu
dibiarkan beberapa lamanya pada suhu tersebut dan kemudian didinginkan
(Beumer, 1980). Carburizing atau pengarbonan bertujuan memberikan
kandungan karbon yang lebih banyak pada bagian permukaan dibanding
dengan bagian inti benda kerja, sehingga kekerasan permukaan lebih
meningkat. Proses carburizing dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu
temperatur, waktu atau lamanya perlakuan serta media karbon yang
digunakan (Amanto, 1999:86). Carburizing (pengarbonan) umumnya
diterapkan pada jenis baja yang tidak mudah dikeraskan atau baja yang
mengandung karbon (C) kurang dari 0,3% dengan demikian agar baja
tersebut dapat dikeraskan permukaannya.

Proses ini dilakukan pada tabung kimia. . atau tungku pemanas dengan pendorong kontinu. Suhu gas untuk karburasi sekitar 870-950° C. Gas tersebut dihasilkan dari cairan (metanol.Gas Carburizing Metode ini adalah karburasi yang paling sering digunakan. pendingin tertutup. isopropanol) atau gas hidrokarbon (propana dan metana).

Senyawa propana atau metana akan terpecah oleh udara pada tabung kimia pada generator endogas untuk membentuk gas penghubung.Generator gas endotermik digunakan untuk menghasilkan gas endotermik. .

5% pemanasan. Gas ini juga • Karbon dioksida 0.3% mencegah oksidasi baja selama • Metana 0. • Uap air 0. Keadaan ini • Karbon monoksida 20% akan mencegah infiltrasi udara dari atmosfer.Komposisi Gas Penghubung Adalah: • Nitrogen 40% Tungku pemanas dipenuhi oleh gas tersebut sampai bertahan • Hidrogen 40% pada tekanan positif.8% • Oksigen sisanya .

reaksi yang berlangsung adalah: • (i) C3H8 → 2CH4 + C (pemecahan hidrokarbon) • (ii) CH4 + Fe → Fe(c) +2H2 • (iii) CH4 + CO2 → 2CO +2H2 • (iv) 2CO + Fe Fe(c) + CO2 Karburasi terjadi sebagian besar meliputi konversi CO menjadi CO2 pada reaksi (iv) .Selama karburasi gas.

Pelaksanaan karbonasi yang memerluakan waktu lama akan menyebabkan terjadi pertumbuahan butir-butir baru. peralatan dimasukkan ke dalam dapur pemanas yang dipanaskan dengan gas karbon yang sesuai. . Gas digunakan sebagai bahan perantara yang sesuai untuk karburasi yang dilakukan terus menerus. Selama karburasi. Kandungan karbon di dalam lapisan komponen dapat dikontrol dengan mengatur komposisi gas untuk karbonasi. kecuali kalau baja disepuh dengan perantaraan nikel. Hal itu akan menghasilkan suatu lapisan yang tebalnya sekitar 1 mm dan memerlukan waktu sekitar 4 jam.

Secara berangsur-angsur butiran akan berpindah dari lapisan luar ke arah inti sekitar 0.H Amstead (1979: 153) mengatakan bahwa “proses karburisasi media gas digunakan untuk memperoleh lapisan tipis antara 0.15% karbon. Peralatan yang dikarbonasi dengan perantaraan perlakuan panas dan menghasilkan butiran-butiran adalah suatu baja yang akan mempunyai lapisan sekitar 0. Suhu perlakuan panas untuk inti akan lebih tinggi daripada suhu untuk lapisan.75 mm” .5 mm.83% karbon dan intinya sekitar 0.1 – 0. Menurut B.

Karburising dalam media gas lebih menguntungkan dibanding dengan karburising jenis lain karena permukaan benda kerja tetap bersih. hasil lebih banyak dan kandungan karbon pada lapisan permukaan dalam dikontrol lebih teliti. .