You are on page 1of 71

ISPA

KELOMPOK 3
FARMASI A
Maghfira Varra R I (201510410311004)
Budi Prasetyo M (201510410311021)
Narulita Dwi P (201510410311033)
Nur Indah Hidayati (201510410311042)
Juniarti (201510410311043)
Yusma Indayana (201510410311046)
Septiani Tri A (201510410311047)

DEFINISI ISPA

ISPA adalah infeksi saluran pernafasan yang
dapat berlangsung sampai 14 hari, dimana
secara klinis suatu tanda dan gejala akut
akibat infeksi yang terjadi di setiap bagian
saluran pernafasan atau struktur yang
berhubungan dengan saluran pernafasan
yang berlangsung tidak lebih dari 14 hari.
(DepKes RI : 1998)
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)
merupakan singkatan dari infeksi
saluran pernapasan akut yang
diadopsidari acute respiratory infection
(ARI). Istilah ini mulai diperkenalkan
tahun 1984 dalam lokakarya nasional
ISPA di Cipanas (Depkes RI, 1998)

Disebabkan oleh virus dan Virus penyebab ISPA antara lain
mikroplasma. Etiologi ISPA terdiri golongan miksovirus (termasuk di
dari 300 lebih jenis bakteri, dalamnya virus para-influensa,
virus,dan jamur. Bakteri penyebab virus influensa, dan virus campak),
ISPA misalnya: Streptokokus danadenovirus. Virus para-influensa
Hemolitikus, Stafilokokus, merupakan penyebab terbesar dari
Pneumokokus, Hemofilus Influenza, sindroma batuk rejan, bronkiolitis dan
Bordetella Pertusis, dan penyakit demam saluran nafas bagian
Korinebakterium Diffteria atas

Etiologi

dimulai dari munculnya gejala penyakit. Tahap lanjut penyakit. sempurna. . sebelumnya memang sudah rendah.Patofisiologi Dibagi menjadi 4 tahap. menjadi kronis dan keadaan gizi dan daya tahan dapat meninggal akibat pneumonia. sembuh dengan Tubuh menjadi lemah apalagi bila ateletaksis. virus merusak menjadi empat. dibagi Tahap inkubasi. yaitu dapat sembuh lapisan epitel dan lapisan mukosa. Tahap dini penyakit. penyebab telah ada tetapi penderita belum menunjukkan reaksi apa-apa. yaitu: Tahap prepatogenesis. Timbul gejala demam dan batuk.

inkubasi yang misalnya pajanan terhadap hewan yang mengalami gejala flu diketahui atau burung yang diduga) yang meliputi: Baru kontak dengan pasien lain yang terinfeksi IsPa yang dapat menimbulkan kekhawatiran. .Tanda-tanda epidemiologi Baru melakukan perjalanan ke suatu daerah di mana Riwayat terdapat pasien yang diketahui menderita IsPa yang kesehatan dapat menimbulkan kekhawatiran terbaru pasien (dalam masa Baru mengalami pajanan kerja.

dan belum dengan riwayat pajanan yang jelas penyebabnya seperti mirip dengan IsPa yang dapat demam yang lebih dari 38°C menimbulkan kekhawatiran disertai batuk dan sesak yang disebutkan di atas dalam napas masa inkubasi yang diketahui atau suspek Pasien yang mengalami. 2008) .Tanda-tanda klinis penyakit parah lainnya yang tidak jelas penyebabnya penyakit pernapasan disertai seperti ensefalopati atau diare demam tinggi. atau yang meninggal akibat (WHO. akut.

ISPA sedang. ISPA berat. Gejala ISPA Menurut derajat keparahannya. ISPA ringan bukan pneumonia b. ISPA dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu (Suyudi. pneumonia berat . 2002) : a. pneumonia c.

Kesadaran menurun •9. ISPA •3.Umur <1 tahun : 50 kali per menit atau lebih 3. •5. Pernapasan cepat (. Sakit atau keluar cairan dari telinga gejala: •6. Wheezing (mengi) yaitu napas dengan gejala. Stridor yaitu suara napas seperti mengorok . Sakit atau keluar cairan dari telinga Tingkat Pembagian tingkat •6. •. Bercak kemerahan (campak) •7. Batuk ditandai •2. ISPA ringan. Wheezing (mengi) yaitu napas ditandai bersuara dengan gejala. ISPA berat.Umur <1 sedang. Bibir/kulit pucat kebiruan •10.bersuara gejala: •5. 2002). Penarikan dinding dada •8. Pilek dengan atau tanpa demam 2. Pernapasan cepat berikut: •. Batuk (WHO. Pilek dengan atau tanpa dengan demam gejala-gejala: •1. Pilek dengan atau tanpa demam pembagiannya sebagai •3. Adapun •2. Batuk •2. tahun : 50 kali per menit atau lebih- Umur 1-5 tahun : 40 kali per menit) ditandai •4.Umur 1-5 tahun : 40 kali per menit •4. •1. 1. Bercak kemerahan (campak) Keparahan ISPA keparahan ISPA didasarkan atas gejala- gejala klinis yang timbul •1.

ISPA ATAS SINUSITIS FARINGITIS OTITIS MEDIA OTITIS EKSTERNA INFLUENZA .

terlepas dari penyebabnya.SINUSITIS Sinusitis berarti radang mukosa sinus paranasal. beberapa orang lebih menyukai istilah thinosinusitis yang lebih luas. Karena sinusitis selalu disertai dengan pembengkakan mukosa hidung bersebelahan. Sebagian besar kasus sinusitis melibatkan lebih dari satu sinus paranasal. paling sering sinus maksila dan ethmoid .

PMNs melakukan diberikan dalam waktu 10 hari tanpa fagositosis dan membunuh bakteri. Bakteri penyebab Pengobatan Perkembangan sekresi purulen 1. Simtomatik indikasinya adalah sistem pertahanan tubuh telah dimobilisasi. nanah adalah mucopuruent biasa terjadi pada sinusitis mukopati akut.. Pada orang topikal atau oral (untuk mengurangi lendir) yang imunokompeten. Plasebo berhasil terkandung. infeksi biasanya 3. seperti 2. terhitung untuk resolusi spontan sinusitis bakteri akut pada sebagian 4.Lanjutan. Amoxicillin . Pada bantuan antibiotik fase ini. Penisiline besar pasien yang melakukan perawatan primer. Obat dekongestan alfa-adrenergik secara yang terlihat pada praktik umum. 5.

Radang ini disebabkan oleh beberapa virus atau bakteri yang daya tahannya lemah. Berikut beberapa diagnosis yang disebabkan oleh bakteri maupun virus .FARINGITIS Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorokan atau hulu kerongkongan (pharynx) yang biasanya disebut dengan radang tenggorokan.

Epstein-Barr Virus DISEBABKAN OLEH BAKTERI • Grup A Beta-Hemolytic (Streptococcus pygenes) • Grup C Beta-Hemolytic Streptococcus (Nonstreptococcal Bacterial Pharyngitis) . “MIKROBIOLOGI” DISEBABKAN OLEH VIRUS • Rhinovirus. Influenza. Adenovirus. Enterovirus. Respiratory syncytial virus.Lanjutan..

“PENGOBATAN” ■ Symtomatic care ■ Antibiotic Treatment for GABHS ■ Treatment of Non-EBV Viral Infections ■ Treatment of Mononucleosis ■ Tonsillectomy for Pharyngitis .

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN BAWAH BRONKHITIS PNEUMONIA BRONKIOLITIS .

PERTUSIS EPIGLOTHITIS CROUP .

sehingga terjadi bronchiolitis. sehingga sulit bagi udara untuk mengalir bebas melalui paru-paru. Hasilnya adalah kumpulan lendir di saluran napas tersebut. Virus memasuki sistem pernapasan dan membuat jalan ke bronkiolus dan menyebabkan saluran udara tersebut menjadi bengkak dan meradang. Bronkiolitis Infeksi saluran napas yang menyebabkan terjadinya radang dan penyumbatan di dalam bronkiolus atau saluran pernapasan kecil di dalam paru-paru. Kondisi ini umumnya dialami oleh bayi sampai anak-anak usia dua tahun ke bawah. Virus yang paling sering menyebabkan kondisi ini (terutama pada anak-anak yang masih berusia kurang dari dua tahun) adalah respiratory syncytial virus (RSV) .

– Tinggal di lingkungan padat. di antaranya: – Memiliki kekebalan tubuh yang rendah. – Memiliki penyakit paru-paru atau jantung . – Berusia kurang dari tiga bulan. – Lahir prematur. Anak yang disusui ASI memiliki imunitas tubuh yang lebih baik dibanding dengan yang tidak. – Tidak pernah mendapat ASI.Kondisi yang bisa meningkatkan risiko seorang anak terkena bronkiolitis. – Sering melakukan kontak dengan anak-anak lain. – Sering terpapar asap rokok.

Tanda dan gejala tersebut mungkin termasuk: • Hidung tersumbat •Demam •Pilek .

Pertusis Sangat menular melalui mulut dan hidung Disebabkan Bakteri Bordetella pertusis kuman yang kontak dengan Menghirup menyebar di udara orang yang udara dan masuk ke terinfeksi paru-paru. Terinfeksi/ tertular .

Mata merah dan berair Hidung beringus Tanda dan gejala Batuk. Demam .

menyebabkan beberapa organ dapat keluar dari kantong pembungkusnya Jalan napas terganggu. Komplikasi . otak kekurangan oksigen menyebabkan kejang. Pneumonia pada paru Tekanan di dalam rongga perut meningkat.

EPIGLOTITIS (pembekakan & peradangan pada epiglotis) BAKTERI PEMICU: Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib) .

■ Sakit dan sulit menelan. Karena pada posisi ini. GEJALA EPIGLOTITIS ■ Demam. ■ Kesulitan bernapas. ■ Suara napas yang nyaring. penderita lebih mudah untuk bernapas. ■ Sakit tenggorokan yang parah. ■ Suara serak . ■ Lebih suka duduk tegak dengan tubuh condong ke depan.

Nafas cepat 5. GEJALA 1. “CROUP” PENGERTIAN Infeksi pernapasan terutama terjadi pada anak- anak. dan menyebabkan batuk yang parah. Pilek & demam 3. Suara serak 4. Sakit tenggorokan 2. Batuk . Penyakit ini membuat laring (kotak suara) dan trakea (batang tenggorokan) sebaai saluran pernapasan ke paru-paru mengalami iritasi dan bengkak.

Penatalaksanaan 1. imunisasi. Terapi non farmakologi . Upaya pencegahan •Menjaga gizi tubuh. mencegah anak berhubungan dg penderita ispa 2. kebersihan diri & lingkungan anak.

Terapi Non Farmakologi Meningkatkan istirahat Meningkatkan makanan Bila demam beri kompres minimal 8 jam perhari bergizi dan banyak minum Bila badan seseorang Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang demam gunakan pakaian hidung dengan sapu tangan yang bersih yang cukup tipis tidak terlalu ketat. Bila terserang pada anak tetap berikan makanan dan ASI bila masih dalam waktu ASI eksklusif .

Otitis media mungkin atau tidak disertai dengan efusi. . yang merupakan kumpulan cairan di telinga tengah yang sekunder akibat penyumbatan tabung eustachius. Otitis Media Didefinisikan sebagai radang mukosa di telinga bagian tengah. Peradangan akut yang disertai infeksi di telingah bagian tengah disebut otitis media akut . kondisinya disebut otitis media dengan efusi atau otitis media sekretori. Saat terjadi efusi.

EPIDEMIOLOGI Otitis media adalah masalah musiman. lebih banyak kasus otitis media terjadi di musim dingin dan musim semi dibandingkan pada waktu lain dalam setahun. Faktor resiko otitis media : umur kurang dari 2 tahun status musim dingin dan sosial musim semi ekonomi pemberian perokok pria susu pasif formula .

Komplikasi Otitis Media meliputi Mastoiditis Meningitis Paralisis syaraf ke 7 Abses otak Thrombosis sinus lateral Labyrinthitis . PATOFISIOLOGI Tiga bakteri penyebab sebagian besar kasus otitis media. Agen ini menyebabkan 25 dan 15 persen kasus otitis media. Dua bakteri lain yang responsif terhadap sejumlah besar kasus otitis media adalah Haemophilus influenzae dan Moraxella catarrhalis. Streptococcus pneumoniae adalah penyebab utama otitis media akut di negara-negara bersatu.

Ini termasuk mendidik orang tua dan yang lainnya untuk menghentikan merokok dan memberitau semua ibu agar memberi asi paling tidak sampai 6 bulan. . PENCEGAHAN Mengurangi faktor lingkungan yang menyebabkan perkembangannya.

anak-anak usia sekolah dan orang dewasa muda memiliki tingkat penyakit tertinggi. Epidemiologi Influenza menyebabkan epidemi selama bulan-bulan musim dingin.sakit kepala. radang tenggorokan. batuk. dengan gejala yang meliputi demam. Influenza Infeksi virus akut pada saluran pernapasan. rinitis dan gejala flu biasa lainnya. influenza juga bisa menyebabkan pandemi dimana tingkat penyakit dan kematian bisa meningkat drastis .

Tanda dan Gejala Anak-anak : otitis media. Patofisiologi Periode inkubasi influenza adalah 1 sampai 4 hari . terjadi karena penyakit manusia.nyeri pada bagian abdomen Dewasa : insomnia. Orang dapat terinfeksi bahkan dari hari sebelum gejala muncul. Ada 2 tipe virus influenza yaitu : virus influenza tipe A dan B . Virus tipe B merupakan penyebab meningkatnya influenza pada manusiaVirus influenza menyerang sel epitel pada jalur respirasi menghasilkan gejala mendadak. suara serak. nyeri dada .konjungtivitas. Tipe A secara historis menjadi penyebab utama influenza. pusing. kejang Anak-anak dan dewasa : faringitis.

Golongan DEKONGESTAN ■ Adalah agen simpatomimetik yang bertindak pada reseptor dalam mukosa nasal yang menyebabkan pembuluh darah mengecil dan mengurangipembengkakan mukosa pada hidung menyebabkan leganya pernafasan. .

PEMBAGIAN DECONGESTAN sistemik topikal Efektifitas tidak secepat Digunakan pada rinitis topikal tetapi tidak mengiritasi akut(radang selaput lendir hidung hidung. Rute pemberian: •Topikal(balsam) Rute pemberian: Oral •Inhaler •Tetes hidung •Semprot hidung Contoh obat: Contoh obat: •Efedrin •Fenilpropanolamin •Fenilefrin •pseudoefedrin •Oxymetazolin •Xylometazolin .

diulang q 5 sampai 10 menit. diabetes mellitus. jika perlu. kegugupan GI: Mual.5 .5 sampai 0. EFEDRIN Indikasi Mengurangi sesak napas. insomnia. atau 5 sampai 25 mg diberikan perlahan IV. tidak melebihi 150 mg dalam 24 jam. pasien yang diberi anestesi Fenilpropanolamin indikasi dengan siklopropana atau halotan.75 mg / kg atau 16. Glaukoma sudut-penutupan. RESPIRATORY: Napas tersengal.7 sampai 25 mg / m2 q 4 sampai 6 jam.25 mg q 4 jam. kasus dimana obat vasopresor dikontraindikasikan (misalnya tirotoksikosis. Samping muntah. DECONGESTAN SISTEMIK Dosis • > 12 Tahun : PO 12. sesak dada. • Dewasa : SC / IM / IV 25 sampai 50 mg SC atau IM. anoreksia. • Anak-anak : SC / IM 0. Meringankan nafas untuk pasien asma dengan mengurangi kejang otot bronkial. berkeringat. mulut kering. hipertensi pada kehamilan) Interaksi MAOIs: Meningkatkan respon pressor dari vasopressor secara signifikan. LAIN: pucat. . dan mengi disebabkan oleh asma bronkial. Krisis hipertensi dan perdarahan intrakranial adalah Pseudoefedrin mungkin Asam urin: Dapat meningkatkan eliminasi efedrin. Efek SSP: sakit kepala. Kontra.

Samping insomnia. Kontra. .Dosis •Oral Spray : 25 mg (4 semprotan) 4 jam sebelum makan (maksimal 75 mg / hari). takikardia. hipertensi.25 mg q 4 jam. Indomethacin: Dapat menyebabkan episode hipertensi berat. selama atau dalam 14 hari setelah penggunaan inhibitor MAO. Indikasi Indikasi Jangka pendek (8 sampai 12 minggu) ditambahkan ke rencana diet untuk mengurangi berat badan. diabetes. Interaksi Guanethidine: Dapat menurunkan efek hipotensi. Methyldopa: Dapat menyebabkan hipertensi. hipertiroidisme.5 mg q 4 jam (maksimal 75 mg / hari). GI: Mulut kering. SSP: gelisah. perilaku aneh EUL: Kekeringan hidung. penyakit ginjal. mual. depresi. glaukoma. *Anak-anak (2-6 tahun): PO 6. Hipersensitivitas terhadap amin simpatomimetik. pusing. aritmia. *Anak-anak (6-12 tahun) : PO 12. menghilangkan Efedrin kemacetan hidung Penggunaan tanpa label: Pengobatan inkontinensia stres pada wanita. Efek CV: Palpitasi. •Dekongestan Hidung : *Dewasa : PO 25 mg q 4 jam (maksimal 150 mg / hari) atau PO 75 mg (kapsul pelepasan yang bertahan) q 12 jam. furazolidon: Dapat menyebabkan krisis hipertensi dan perdarahan intrakranial. sakit kepala. penyakit indikasi FENILPROPANOLAMIN kardiovaskular. GU: Disuria. getaran. Pseudoefedrin Penghambat MAO.

GI: Anoreksia. methyldopa: Peningkatan BP. GU: Kesulitan buang air kecil. Anak 3 -12 bulan: PO 3 tetes / kg q 4 . Tidak melebihi 4 dosis / hari. penyakit arteri koroner. mual. insomnia. Terapi inhibitor MAO. Efek CV: aritmia.Dosis • Pseudoephedrin Sulfate : Dewasa dan Anak-anak > 12 tahun : PO 120 mg pelepasan yang berkelanjutan q 12 jam. Tidak melebihi 60 mg / hari * Anak1-2 tahun : PO 7 tetes (0. . depresi. Asam kencing (misalnya amonium klorida): Peningkatan eliminasi PSEUDOEFEDRIN pseudoephedrine.2 ml) / kg q 4 . Hipersensitivitas terhadap amin simpatomimetik.6 jam. Tidak melebihi 4 dosis / hari. muntah. takikardia. hipertensi indikasi berat. pusing. ibu Fenilpropanolamin menyusui Interaksi Furazolidone. • Pseudoephedrine HCL : * Dewasa : PO 60 mg q 4 . Alkalinizers kencing (misalnya natrium bikarbonat): Penurunan eliminasi pseudoephedrine. kegelisahan. Efedrin Indikasi Relief kongesti tabung hidung atau eustachius Kontra. Tidak melebihi 240 mg / hari.5 thn : PO 15 mg 4 sampai 6 jam. dapat menyebabkan krisis hipertensi. hipertensi transien SSP: Samping Nervousness. Penghambat MAO: Sakit kepala parah. getaran. guanethidine. sifat dpt dirangsang.6 jam. DERM: Pucat. bradikardia. Tidak melebihi 120 mg / hari * Anak 2. hipertensi dan hiperpireksia. * Anak 6-12 thn : PO 30 mg q 4 .6 jam atau 120 mg pelepasan yang berkelanjutan q 12 jam.6 jam. mulut kering.

25%. . getaran.. angina. furazolidon: Dapat meningkatkan respons tekanan secara signifikan sehingga terjadi krisis hipertensi dan perdarahan intrakranial. •Anak 6-12 tahun : Intranasal 2 sampai 3 semprotan larutan 0. Efek CV: Reflex bradycardia. Indikasi Pengobatan kegagalan vaskular pada keadaan shock. hipotensi. 0. •Anak 6 bulan – 6 tahun : Intranasal 1 sampai 2 gtt larutan 0.5% atau 1% q 4 jam.25% pada setiap lubang hidung q 3 sampai 4 jam. Hipertensi berat. Penghambat MAO. pemeliharaan tingkat BP yang memadai selama anestesi spinal dan inhalasi. aritmia SSP: sakit k Samping kepala. mengakibatkan hipertensi berat. sifat dpt dirangsang. DECONGESTAN TOPIKAL Dosis • Dewasa dan anak > 12 tahun : Intranasal 1 sampai 2 semprotan atau 3 gtt larutan 0. indikasi Larutan oftalmik 10% dikontraindikasikan pada bayi dan pasien dengan aneurisma Interaksi Beta-blocker: Turunkan efek phenylephrine. FENILEFERIN Kontra.16% pada setiap lubang hidung q 3 jam. pheochromocytoma. hipertensi. takikardia ventrikel. kegelisahan. shocklike. bantuan sementara dari kongesti hidung dan iritasi mata ringan.

bersin. gatal pada mata. .Golongan ANTIHISTAMIN PENGERTIAN Antihistamin adalah obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan kerja histamin dalam tubuh melalui mekanisme penghambatan bersaing pada sisi reseptor H1. dan H3. misalnya radang selaput lendir hidung. H2. yang Generasi 2 mencegah ikatan dari kerja histamin. pruritik dan dermatitis. hidung dan tenggorokan serta gejala alergi pada kulit. Antagonis H1 dapat digunakan untuk pengobatan gejala-gejala akibat reaksi alergi karena musim atau cuaca. OBAT MEKANISME KERJA Antihistamin Generasi 1 Antihistamin atau antagonis reseptor histamin H1 berikatan Antihistamin dengan reseptor H1 tanpa mengaktivasi reseptor. seperti urtikaria.

serta menimbulkan mulut tidak bereaksi sinergis kering. menyebabkan sedasi dan merangsang SSP merangsang SSP.GENERASI 1 GENERASI 2 Efek samping yaitu sedasi Tidak atau kurang yang dipengaruhi dosis. dengan alkohol dan obat- obat yang menekan SSP Chlorpheniramine Cetirizine Diphenhydramine Hydroxyzine Loratadine .

stenosingulkus peptikum. 12 mg setiap hari Indikasi Kelegaan sementara bersin. Terapi MAO. kering mulut. glaukoma sudut indikasi sempit. gatal. Hipersensitifitas terhadap antihistamin. Interaksi Hati antihistamin sedatif penurunan harus dihindari resiko penyakit hati yang parah meningkat dari koma. hipertrofiprostat. dan Samping antimuskarinik efek seperti retensi urin. gangguan psikomotor. max. Hydroxizin Efek Mengantuk . Kontra. eranganasma. dan gangguan gastro-intestinal. penglihatan kabur. obstruksi Diphenhydramine piloroduodenal. Antihistamin GENERASI 1 Dosis Anak : 1-2 tahun: 1 mg dua kali sehari 2-6 tahun : 1 mg setiap 4-6 jam. sakit kepala. gunakan pada bayi baru lahir atau prematur dan pada ibu menyusui. hidung gatal atau tenggorokan. dan pilek yang disebabkan oleh alergi hayati CTM (alergi) rhinitis atau alergi pernafasan lainnya. obstruksi leher kandung kemih. mata berair. . max 6 mg sehari 6-12 tahun : 2 mg setiap 4-6 jam.

EENT: Kekenyalan hidung. gunakan pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur dan pada wanita menyusui Interaksi •Alkohol. diare. serangan asma. 75 mg / 24 jam). 150 mg / 24 jam). obstruksi leher kandung kemih. mulut kering. sedasi. GI: kesusahan epigastrik.Dosis Dewasa: PO 25 mg q 4 jam (maks. Terapi MAOI. pusing. Anak-anak (6 sampai 12 tahun): PO 12. sakit tenggorokan. 25 mg / 24 jam) Indikasi Hilangnya gejala rhinitis alergi musiman. muntah. kontrol batuk dari pilek atau alergi (formulasi sirup) Kontra. pelepasan sementara pilek dan bersin yang disebabkan oleh flu biasa. hidung dan tenggorokan.5 mg q 4 jam (maks.25 mg q 4 jam (maks. Anak-anak (2 sampai 6 tahun): PO 6. Samping koordinasi yang terganggu. riwayat apnea tidur. Hipersensitivitas terhadap antihistamin. pingsan. vasomotor dan konjungtivitis alergi. stenosing tukak peptik. obstruksi Diphenhydramine pyloroduodenal. depresan SSP: Dapat menyebabkan aditif SSP depresi •MAOIs: Dapat meningkatkan efek antikolinergik. glaukoma sudut indikasi sempit. sembelit. Perubahan kebiasaan buang air besar. mual. . Hydroxizin Efek SSP: Mengantuk (sering sementara). pengobatan urtikaria dan CTM angioedema. hipertrofi prostat simtomatik.

CTM *Anak kurang dari 6 thn: PO 50 mg / hari dalam dosis terbagi. Samping Aktivitas motor tidak disengaja. Pertimbangan standar indikasi Interaksi Depresan alkohol dan SSP: Efek depresan SSP dapat meningkat Hydroxizin Efek KARDIOVASKULAR: Dada sesak. termasuk tremor dan kejang.100 mg / hari dalam dosis terbagi. SSP: Kantuk yang mengantuk. RESPIRATORY: Reaksi hipersensitivitas (misalnya mengi. Diphenhydramine Kontra. *Anak kurang dari 6 thn: PO 50 mg / hari dalam dosis terbagi. sesak napas) . Indikasi menghilangkan kecemasan dan ketegangan yang berhubungan dengan psikoneurosis. GI: Mulut kering. pengelolaan pruritus yang disebabkan oleh kondisi alergi.Dosis Anxiety : *Dewasa: PO / IM 50 sampai 100 mg qid. *Anak di atas 6 thn: PO 50 . sedatif sebelum dan sesudah anestesi umum (PO saja). *Anak di atas 6 thn: PO 50 . Pruritus : *Dewasa: PO / IM 25 mg tid ke qid.100 mg / hari dalam dosis terbagi.

diare. Antihistamin GENERASI 2 Dosis Dewasa dan Anak-anak (3-6 tahun) : PO 5 atau 10 mg setiap hari Indikasi Gejala gejala akut (nasal dan nonnasal) terkait dengan rinitis alergi musiman dan abadi. perut kembung. air liur. sinkop . CV: Palpitasi. Infeksi saluran kemih. takikardia. sembelit. gagal jantung. sakit perut. mual. disuria. Samping anoreksia. dispepsia. pengobatan CETIRIZINE manifestasi kulit yang tidak rumit dari urtikaria idiopatik kronis. muntah. Kontra. poliuria. nafsu makan meningkat. sistitis. hipertensi. hematuria. Pertimbangan standar indikasi Loratadine Interaksi Tidak terdokumentasikan dengan baik Efek GI: Mulut kering. GU: Retensi urin.

Indikasi Gejala kelegaan (nasal dan nonnasal) gejala yang berhubungan dengan rhinitis alergi musiman. epistaksis. radang tenggorokan . faringitis. Cetirizine Kontra. LORATADINE •Makanan: Dapat meningkatkan penyerapan loratadin. bronkitis. bronkospasme. batuk. Anak-anak 2-5 thn: PO 5 mg sekali sehari. hemoptisis. bersin. pengobatan urtikaria idiopatik kronis. radang dlm selaput lendir. depresan SSP: Efek depresan SSP tambahan. dyspnea. • Inhibitor MAO: Penggunaan bersamaan dapat memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik loratadin dan dapat menyebabkan episode hipotensi Efek Kekeringan hidung. rhinitis. gunakan pada indikasi wanita menyusui Interaksi •Alkohol. Hipersensitivitas terhadap antihistamin. hidung Samping tersumbat.Dosis Dewasa dan Anak-anak 3-6 tahun : PO 10 mg sekali sehari.

Obat antitusif berfungsi menghambat atau menekan batuk dengan menekan pusat batuk serta meningkatkan ambang rangsang sehingga akan mengurangi iritasi. Kodein Fosfat Dekstrometorfan Golongan Antitusif .

(A to Z Drug Fact) ■ Dosis : DEWASA PO 10-20 mg q 4-6 jam (maksimal 120 mg / hari).) ■ Perhatian : toleransi dan ketergantungan dapat terjadi dengan penggunaan yang lama (BNF 57 : 51. ANAK (6-12 YR): PO 5-10 mg 4-6 jam (maksimum 60 mg / hari). ANAK (2-6 YR): PO 2. diare karena racun (A to Z Drug Fact) ■ Interaksi : Depresan SSP. asma akut. (A to Z Drug Fact) .) ■ Kontraindikasi : hipersensitifitas terhadap opium.Kodein Fosfat ■ Indikasi : batuk kering atau batuk dengan nyeri (BNF 57 : 51. obat penenang dan alkohol): Menyebabkan aditif SSP depresi.5-5 mg q 4-6 jam (maksimal 30 mg / hari). (misalnya obat penenang. gangguan pada saluran pernafasan.

Dekstrometorfan

■ Indikasi : batuk kering tidak produktif
■ Peringatan : kehamilan dan menyusui, data keamanan pada anak kurang lengkap
■ Kontraindikasi : asma, batuk produktif, gangguan fungsi hati, sensitive terhadap
dekstrometorfan
■ Efek samping : psikosis (hiperaktif dan halusinasi) pada dosis besar, depresi
pernafasan pada dosis besar
■ Dosis : 10-20 mg tiap 4 jam atau 30mg tiap 6-8 jam maksimal 120mg/hari, anak :
1 mg/kg bb/hari dalam 3-4 dosis terbagi

Obat golongan ini berkhasiat melarutkan dan mengencerkan dahak yg kental sehingga
lebih mudah dikeluarkan melalui batuk dan sering digunakan pada penderita
Bronkhitis.

Bromheksin Asetilcystein

Golongan
Ambroxol
Mukolitik

Bromheksin (Martindale 36 : 1552)

■ Efek samping : Efek samping yang dilaporkan lainnya termasuk sakit kepala, pusing,
berkeringat, dan ruam kulit. Menghirup bromheksin kadang memproduksi batuk
atau bronkospasme di Indonesia subyek yang rentan
■ Dosis : Bromheksin biasanya diberikan secara oral dalam dosis 8 sampai 16 mg
hidroklorida tiga kali sehari.

5mg . misalnya pada ekserbasi dan bronchitis kronis dan asma bronchitis ■ Kontraindikasi : hipersensitif terhadap ambroxol ■ Dosis : dewasa dan anak diatas 12 th sehari 3 x 1 tablet.Ambroxol (iso 49 : 476) ■ Indikasi : penyakit saluran nafas akut dan kronik yang disertai sekresi bronchial yang abnormal. anak <2th sehari 2x7. anak 2-5 th sehari 3 x 7.5 mg. anak 6-12 th sehari 3x ½ tablet.

Anak 6-14 th sehari 2x1 kapsul .Asetilcystein (iso 49 : 475) ■ Indikasi : mukolitik pada bronkial akut dan kronik dan paru paru dengan mucus yang tebal. ■ Dosis : dewasa dan anak > 14 th sehari 2-3 x 1 kapsul.

Glyceril Golongan Ammonium guaiakolat Ekspektoran chloride .Obat ini digunakan untuk meningkatkan sekresi mukus di saluran napas sehingga bermanfaat untuk mengurangi iritasi dan batuknya akan berkurang dengan sendirinya.

Efek ini kemungkinan disebabkan oleh ekskresi amfetamin yang meningkat dalam urin. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi (DIH) ■ Peringatan : Pediatri: Keselamatan dan kemanjuran belum dilakukan pada anak-anak. Dosis besar amonium klorida dapat menyebabkan asidosis yang dalam dan Hipokalemia yang harus ditangani secara simtomatik. Risiko C: Terapi monitor Diuretik hemat potasium: Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik Amonium Klorida. Pertimbangan Geriatrik Utama Tidak ada data spesifik yang tersedia untuk lansia. Intravena amonium klorida dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi pada lokasi dari injeksi (Martindale 36 : 1551) ■ Interaksi : Amfetamin: Amonium Klorida dapat menurunkan konsentrasi serum amfetamin. Faktor Risiko Kehamilan C. (DIH) . Pertimbangan Kehamilan Penelitian awal belum dilakukan. monitor erat dengan penyakit hepar untuk tanda-tanda toksisitas. Risiko C: Terapi monitor Analgesik (Opioid): Amonium Klorida dapat meningkatkan ekskresi Analgesik (Opioid).Ammonium chloride ■ Kontraindikasi : pasien dengan hati atau gangguan ginjal (Martindale 36 : 1551) ■ Efek samping : mengiritasi mukosa lambung dan bisa menghasilkan mual dan muntah terutama pada dosis besar. Secara spesifik risiko asidosis sistemik.

300 mg / hari). terutama batuk kering dan tidak produktif yang cenderung melukai selaput lendir saluran udara. ■ Indikasi Obat batuk sementara yang terkait dengan infeksi saluran pernapasan dan kondisi terkait seperti sinusitis. Anak-anak (6 bulan sampai di bawah 2 tahun): PO Individualisasi dosis. 2. Khasiat tidak terdokumentasi dengan baik.Glyceril Guaiakolat (A to Z Drug Fact) ■ Tindakan Dapat meningkatkan output cairan saluran pernafasan dengan mengurangi perekat dan tegangan permukaan. faringitis. sehingga memudahkan pengangkatan lendir kental dan membuat batuk tidak produktif lebih produktif dan jarang terjadi. Anak-anak (6 sampai 12 tahun): PO 100 sampai 200 mg q4 jam (maks. ■ Interaksi :Tidak ada yang terdokumentasi dengan baik. 1. ■ Rute / Dosis : Pelepasan Langsung Orang Dewasa dan Anak-anak (minimal 12 tahun): PO 200 sampai 400 mg q 4 jam (maks.2 g / hari). 25 sampai 50 mg q 4 jam (maks. ■ Kontraindikasi Pertimbangan standar. Anak-anak (2 sampai 6 tahun): PO 50 sampai 100 mg q 4 jam (maks. . efektif untuk batuk produktif maupun nonproduktif.4 g / hari). bronkitis. 600 mg / hari). dan asma saat kondisi ini dipersulit oleh lendir ulet atau sumbat lendir dan kemacetan.

R/ Cefat 500 mg No X s2ddI R/ Codein 1 tab Dextro Hbr 15 mg 1/2 tab Guaifenesin 1 tab mf pulv da in caps dtd No X Pro : Ananta Alamat : Jl. Ikan arwana 100 .

Analisis JURNAL .

Harus dihabiskan) Racikan ( 3 kali sehari. MENERIMA & MENGINTERPRETASIKAN RESEP ■ Tanggal penulisan resep / copy resep : 4 maret 2018 ■ Sediaan yang diminta : kapsul ■ Data penulisan resep / copy resep : ■ Aturan pakai : non racikan cefat 500 mg ( 2 kali sehari setelah makan. Bila perlu ) ■ Tanda tangan penulis resep / copy resep : ada ■ Catatan lain :- . Setelah makan.1.

2. sesuai . ANALISIS ASPEK LEGAL Validitas Prescriber ■ Nama Dokter : dr. Wenny Agustin ■ Alamat Praktek ■ SIP ■ Telp ■ Paraf Dokter : ada ■ Tanggal Penulisan Resep : 4 maret 2018 ■ Kesesuaian Spesialisasi .

2. Ikan arwana 100 ■ Telp: 085 6565778 . ANALISIS ASPEK LEGAL Validitas Pasien ■ Nama Pasien : Ananta ■ Umur/Berat Badan . - ■ Alamat : jl.

Nama Obat : Cefat Aspek Informasi Obat Pustaka Komposisi Indikasi Dosis Kontraindikasi Efek samping Perhatian .

Nama Obat : Aspek Informasi obat Pustaka Komposisi Indikasi Dosis Kontraindikasi Efek samping Perhatian .

Nama Obat : Aspek Informasi obat Pustaka Komposisi Indikasi Dosis Kontraindikasi Efek samping Perhatian .

Analisa Kesesuaian Dosis NamaObat Dosis dalam Resep Dosis Literatur Kesesuaian .

3. Memberi senyum & salam pada pasien 2. mempersilahkan duduk dengan baik dan sopan 6. Jika pasien menyetujui. 5. Mengenalkan diri sebagai penanggung jawab di Apotek. Meminta waktu ibu/bapak ±5 menit untuk informasi mengenai R/ yang nantinya akan diambil dalam bentuk obat.ASSESSMENT 1. “Saya terima R/ ya ibu/bapak”. Apakah ada yang bisa saya bantu? 4. Menanyakan apakah nama pasien yang tertera pada r/ sama dengan pasien yang datang mengambil obat pada Apotek .

tindakan apa yang sudah dilakukan? 9. Bagaimana infomasi yang diberikan pada pasien.7.keluhan apa yang dirasakan? . Menanyakan kapan pasien mendatangi dokter sehingga mendapatkan r/ 8.berapa kali keluhan muncul dalam sehari? . Mengenai keluhan pasien. Dan menanyakan apakah dokter yang terkait mendiagnosis penyakit pasien memberi harapan atau tidak . Menanyakan penyebab: .terjadi selama beberapa hari? .

13. Dan menanyakan seberapa sering pasien mengonsumsi obat lain tersebut 12.telf pasien guna sebagai: pelengkap administrasi r/ yang akan diambil.10. Apoteker meminta alamat & no. dan meminta pasien menunggu untuk informasi obat . 11. Untuk mengakhiri. riwayat sebelum keluhan & penyakit lain sebelum keluhan. Obat yang dipakai sampai saat ini. Menanyakan life style pasien dengan sopan yang kemudian dikaitkan dengan alergi. Mengucapkan terimakasih.

DPRs yang Ditemukan NO DPR’s yang ditemukan Penyelesaian .

Pengambilan Obat Nama Obat Kekuatan Bentuk Perhitungan Jumlah Kadarluasa sediaan Cefat 500 mg 500 mg kapsul 10 September kapsul 2020 Codein Dextro Hbr Guaifenesin .

Cara Peracikan .