You are on page 1of 15

PUSAT KESEHATAN HAJI

2016

Peningkatan Dan Pengembangan Penyelenggaraan Kesehatan Haji 2016 . Faktor Risiko Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Jemaah Haji 3. Strategi Penyelenggaraan Kesehatan Haji 6. Evaluasi Tahun 2015 a.SISTEMATIKA 1. 4. Prinsip Dasar Penyelenggaraan Kesehatan Haji. Tujuan Penyelenggaraan Kesehatan Haji 5.2019 . Cakupan Hasil Evaluasi Pemeriksaan Awal 3 Bulan Sebelum Operasional Haji (21 Mei 2015) 2. Kondisi Umum Jemaah Haji 1436 H / 2015 M b.

000 30.000 Jenis Pekerjaan Kelompok Pendidikan 60.000 30. KONDISI UMUM JEMAAH HAJI TAHUN 1436 H / 2015 M (1) Sosiodemografi 50.000 0 SD SLTA S1 SLTP SM/D3 S2 S3 Lain- lain Kelompok Umur Jenis Kelamin Pria Wanit 70539 a 45% 85793 54% .000 0 10.000 50.000 15.000 10.000 35.000 20.000 5.000 45.000 40.000 40.000 20.EVALUASI PELAKSANAAN HAJI TAHUN 2015 a.000 25.

thn. 64% 8% 2015 Sumber : siskohatkes . KONDISI UMUM JEMAAH HAJI TAHUN 1436 H / 2015 M (2) Gambaran Morbiditas dan Mortalitas WAFAT BERDASAR KELOMPOK UMUR ≤ 41 thn. Grafik perbandingan Tahun akumulasi wafat di arab Saudi 2013. 25% ≥ 60 41-50 thn. a. 51-60 3% thn.

a.722 .910 30. KONDISI UMUM JEMAAH HAJI TAHUN 1436 H / 2015 M (3) Faktor Risiko Internal JEMAAH HAJI RISIKO TINGGI TOTAL 95.578 penyakit : penyakit : 54.90%) <60 thn + >60 thn + >60 thn : 9.210 (60.

STRATEGI PEMBINAAN ISTITHAAH KESEHATAN CALON JEMAAH HAJI 1. Pemeriksaan kesehatan sebagai penapisan kesehatan jemaah haji. diet. Penilaian hasil pencapaian istithaah . petugas kesehatan. olahraga. pembimbing ibadah. Pelaksanaan intervensi (jemaah haji. organisasi profesi dan akademisi) 4. Penetapan jenis intervensi (berobat. tindakan medis) 3. 2. Evaluasi hasil intervensi 5.

telah diakomodir pada Siskohatkes. PERBAIKAN KINERJA SISTEM INFORMASI KESEHATAN HAJI TAHUN 2016 1. Jemaah Haji melakukan pemeriksaan kesehatan tidak sesuai dengan tempat tinggalnya. SOLUSI : Sejak tahun 2015 telah disiapkan menu Impor data dasar Jemaah di Siskohatkes. Data jemaah haji yang datang melakukan pemeriksaan kesehatan tidak terdaftar dalam Siskohatkes. Tidak adanya data hasil entry pemantauan K3JH. SOLUSI : Jemah Haji dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di luar daerah tempat tinggalnya (telah diakomodir di Siskohatkes sejak tahun 2015). 3. SOLUSI : Mulai awal tahun 2016. SOLUSI : Mulai awal tahun 2016. . Tidak adanya data hasil entry pembinaan kesehatan jemaah haji. telah diakomodir pada Siskohatkes. 2. 4. sehingga seluruh jemaah yang telah memiliki Nomor Porsi akan dapat diimpor.

depkes. CAKUPAN HASIL PEMERIKSAAN AWAL 3 BULAN SEBELUM OPERASIONAL HAJI (Bulan Januari s/d 21 Mei 2015) Target Cakupan 2015 : 60% 60.go.b.id .43% Sumber : siskohatkes.

084 0 15 KALTENG 1.808 293 13 KALBAR 1.529 7 7 DKI 5.304 0 6 DIY 2.575 937 .442 0 29 SULTRA 1.657 0 22 NTT 520 0 23 PAPUA 855 0 24 PAPUA BRT 566 0 25 RIAU 4.126 21 26 SULBAR 1.863 24 28 SULTENG 1.195 51 33 SUMUT 6.897 5 14 KALSEL 3.171 0 27 SULSEL 5.214 79 12 JATIM 27.664 1 32 SUMSEL 5.064 3 19 MALUKU 569 0 20 MALUT 867 0 21 NTB 3.111 0 16 KALTIM 2.155 305 10 JAMBI 2.252 9 2 BABEL 750 0 3 BALI 513 0 4 BANTEN 6.309 4 17 KEPRI 812 2 18 LAMPUNG 5.648 90 T OT AL 158.363 1 30 SULUT 559 0 31 SUMBAR 3.906 16 8 GORONTALO 748 3 9 JABAR 31.124 0 11 JATENG 24. Grafik Cakupan Pemeriksaan Awal (s/d 24 Februari 2016 jam 17:19 WIB) Pemeriksaan Kesehatan Awal 2016 No Provinsi Asal Jemaah Asumsi Kuota 2016 (s/d 24 Februari 2016 jam 17:19) 1 ACEH 3.930 23 5 BENGKULU 1.

seperti kebijakan penempatan pondokan jemaah haji berisiko tinggi. seperti jauh dari keluarga dalam jangka waktu lama dan interaksi antar sesama Jemaah Haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji Kebijakan. Faktor Risiko Lain yang Mempengaruhi Kesehatan Jemaah Haji Lingkungan Fisik. kelembaban rendah serta aktivitas ibadah yang sebagian besar merupakan kegiatan fisik Lingkungan Sosial. seperti adaptasi dengan penduduk dari berbagai negara dan di negeri asing serta norma dan kebiasaan yang berbeda Lingkungan Psikologis. suhu ekstrem (panas. baik jarak atau kemudahan aksesnya .2. berdebu dan badai pasir). seperti jarak pemondokan ke Masjidil Haram.

3. Prinsip Dasar Penyelenggaraan Kesehatan Haji .

Meningkatkan kondisi kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan. b. Menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama menunaikan ibadah. . b.4. Mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar / masuk oleh jemaah haji. c. Isthita’ah kesehatan merupakan bagian dari Isthita’ah Ibadah Haji. Tujuan Penyelenggaraan Kesehatan Haji Aspek kesehatan Istitha'ah a. tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. sampai tiba kembali di Tanah Air. c. Tujuan: a. Standar kelaikan kesehatan adalah rumusan kriteria jemaah haji untuk memenuhi syarat kesehatan dalam mengikuti perjalanan ibadah haji secara mandiri. Isthita’ah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia apabila memenuhi standar kelaikan kesehatan.

Pendekatan kegiatan program kesehatan haji: • Regulasi • Pendidikan Publik • Ketersediaan dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan . Penguatan kegiatan promotif. 2. Strategi Penyelenggaraan Kesehatan Haji 1.5. preventif dalam penyelenggaraan kesehatan haji.

Pengembangan Kegiatan Kesehatan Haji Terpadu : a. Perlindungan khusus bagi Jemaah Risti. Permenkes tentang Istithaah b. Pembinaan kesehatan di masa tunggu d. d. 2. Peningkatan kapasitas profesional petugas kesehatan haji Indonesia. b. PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI 2016 . ii. Pembinaan berbasis IT dengan RFID c. Orientasi Kegiatan Promotif dan Preventif : i. Pembinaan Kesehatan pada masa pra embarkasi di 34 Provinsi. Persiapan dan perencanaan tanggap darurat kesehatan haji e.6.2019 1. Pengendalian faktor risiko kesehatan (eksternal dan internal) jemaah haji berbasis data di Siskohatkes. c. Optimalisasi sarana kesehatan Indonesia. Pembinaan kerja sama lintas program dan lintas sektor serta kemitraan organisasi profesi dan organisasi masyarakat . Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji sesuai standar : a.

Terima kasih .