You are on page 1of 22

Versi : Februari 2016

PEMROGRAMAN
BERORIENTASI

OBJEK
Team Dosen PBO UBL

PERTEMUAN - 1
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™
Pertemuan 3
TUJUAN INTERAKSIONAL
Pertemuan 4
UMUM :
Pertemuan 5 • Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar OOP dan pemrograman Java™
Pertemuan 6 KHUSUS :
Pertemuan 7 • Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar OOP dan pemrograman Java™
• Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan OOP dan pemrograman prosedural
Pertemuan 8 • Mahasiswa mampu menginstal Java™ Compiler
• Mahasiswa mampu menulis struktur Java™ sederhana
Pertemuan 9
Materi :
Pertemuan 10
1. Paradigma Bahasa Pemrogrman
Pertemuan 11
2. Konsep Dasar Bahasa Pemrograman Berorientasi Objek
Pertemuan 12 3. Instalasi Program Aplikasi
4. Struktur Coding OOP di Java
Pertemuan 13
Pertemuan 14
Pertemuan 15

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ 1. Paradigma Bahasa Pemrograman Paradigma bahasa pemrograman memberikan model untuk programmer dalam menulis listing program. Paradigma perbedaan dalam bahasa pemrograman sebagai berikut :  Pemrograman tidak terstruktur atau Programming Monolithic  Pemrograman prosedural  Pemrograman struktural  Pemrograman Berorientasi Objek Perbedaan Terstruktur dengan Objek Oriented .

 Sulit untuk melacak kesalahan program Contoh bahasa pemrograman yang termasuk dalam Programming Monolithic adalah Assembly Language. . PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™  Pemrograman tidak terstruktur atau Programming Monolithic  Seluruh permasalahan ini diselesaikan sebagai blok tunggal.  Perintah melompat diperbolehkan jump dan banyak menggunakan perintah go to  Cocok untuk permasalah kecil. BASIC.  Semua data bersifat global dan tidak ada keamanan.

 Penekanan diberikan untuk algoritma.  Menggunakan Pendekatan pemrograman Top-Down.  Data bergerak bebas dari satu fungsi ke yang lain. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™  Pemrograman prosedural  Masalah yang diberikan dibagi dalam beberapa sub masalah tergantung pada fungsinya.  Program ini memiliki variabel global dan lokal.  Sulit untuk melacak kesalahan program .  Prosedur apapun dapat dipanggil pada setiap saat selama pelaksanaan program. Kekurangan:  Sangat sulit mengidentifikasi data yang digunakan oleh yang berfungsi. Fitur Pemrograman berorientasi prosedur:  Program besar yang terbagi dalam fungsi kecil atau Prosedur.  Sebagian besar fungsi berbagi data umum.  Masalah disebut prosedur atau Metode.

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™  Pemrograman Struktural  Program ini dibagi menjadi modul dan modul tersebut kemudian dibagi menjadi fungsi. .  Setiap modul dapat bekerja independen satu sama lain.  Penggunaan Pernyataan go to dihapus atau dikurangi.

 Data dari objek hanya dapat diakses oleh fungsi yang terkait dengan objek tersebut.  Pendekatan bottom-up yang digunakan dalam membuat program .  Struktur data dirancang sedemikian rupa sehingga mereka mengatur objek. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™  Pemrograman Berorientasi Objek  Program ini dibagi menjadi jumlah unit kecil yang disebut Object. Data dan fungsi merupakan properti objek. Fitur pemrograman berorientasi obyek  Penekanan diberikan pada data daripada prosedur.  Data baru dan fungsi dapat dengan mudah dibuat.  Masalah dibagi menjadi obyek.  Data dan fungsi yang diikat bersama-sama.  Obyek dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan fungsi.  Fungsi satu objek dapat mengakses fungsi objek lain.  Penyembunyian data adalah mungkin.

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ .

pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya. menggunakan prosedur/tata cara yang teratur untuk mengoperasikan data struktur. Bila di OOP sering didengar mengenai “objects” maka di terstruktur kita mengenalnya dengan ”modules”. Manfaat yang dirasakan dalam penggunaan pemrograman prosedural adalah kemampuan kembali menggunakan kode yang sama tanpa menggunakan kode yang berbeda ataupun mengkopinya kembali. Sedangkan untuk pemrograman terstruktur. Untuk tata nama. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. keduanya pun memiliki tatanan yang sama walaupun memiliki pengertian tersendiri. Object oriented menggunakan “method” sedangkan terstruktur menggunakan “function”. . Begitu pula halnya dengan “message” pada OO dan “argument” pada terstruktur. dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. memudahkan programmer melacak kumpulan data sehingga menghindarkan pemrograman terstruktur menjadi seperti spagethii code. Pemrograman prosedural akan dikatakan lebih baik apabila dalam segala situasi melibatkan kompleksitas moderat atau yang memerlukan signifikan kemudahan maintainability. Pemrograman berorientasikan objek dikatakan lebih baik apabila model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih. “attribute” pada OO juga memiliki tatanan nama yang sepadan dengan “variabel” pada pemrograman terstruktur. Dengan menggunakan “goto”. kemudahan mengubah program. Lebih jauh lagi. dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

struktur data menjadi objek yang meliputi data dan fungsi. Hal ini membuat program object- oriented lebih mudah untuk memodifikasi. objek dapat mewarisi karakteristik dari objek lain. Ini adalah jenis pemrograman di mana programmer mendefinisikan tidak hanya tipe data dari sebuah struktur data. Konsep Dasar Bahasa Pemrograman Berorientasi OBJEK Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Dengan cara ini. pemrogram dapat membuat hubungan antara satu benda dan lainnya. Selain itu. tetapi juga jenis operasi (fungsi) yang dapat diterapkan pada struktur data. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ 2. Salah satu keuntungan utama dari teknik pemrograman berorientasi obyek atas teknik pemrograman prosedural adalah bahwa memungkinkan programmer untuk membuat modul yang tidak perlu diubah ketika sebuah jenis baru objek ditambahkan. Seorang pemrogram hanya dapat membuat objek baru yang mewarisi banyak fitur dari objek yang sudah ada. Sebagai contoh. .

betapa repotnya anda kalau anda harus melakukan semuanya sendirian. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Paradigma Pemrograman Berorientasi Obyek Ide dasar pada bahasa berorientasi obyek (POB) adalah mengkombinasikan data dan fungsi untuk mengakses data menjadi sebuah kesatuan unit. Bisa dibayangkan. . Contoh departemen: • Penjualan • Akuntan • Personalia Pembagian departemen dalam perusahaan merupakan upaya untuk memudahkan pengoperasian perusahaan. Unit ini di kenal dengan nama obyek. Obyek sebenarnya mencerminkan pola kerja manusia dalam kehidupan kerja sehari-hari. Sebuah obyek dapat diibaratkan sebagai departemen di dalam sebuah perusahaan bisnis.

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Obyek Object adalah gabungan antara beberapa data dan fungsi yang masing-masing bekerja bersama-sama dan tidak dapat dipisahkan. . object mempunyai ukuran yang baku. yaitu object tersebut mempunyai identitas tersendiri dapat dibedakan dengan yang lain 2. Gabungan dari data dan fungsi tersebut akan membentuk suatu object-object yang aktif. yaitu object itu mempunyai prilaku atau sifat-sifat yang khusus 3. Konsep dasar object (object Oriented) meliputi tiga hal: 1. Has State (because Object has instance parameter). Is Identical (because Object has own unique ID). Dari kumpulan beberapa object yang sama akan membentuk struktur baru yang disebut class. Has Behavior (because Object has Method).

mobil. Biasanya didalam pemrograman java menggunakan perintah new. dan lain-lain b. . dan lain-lain c. Kelas. material spidol. Contoh : resep kue. PERTEMUAN – 2 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Objek. Contoh : kue. baik yang berwujud nyata maupun yang tidak nyata seperti sistem atau konsep yang memiliki sifat karakteristik dan fungsi. spidol. dimana dalam istilah pemrograman. Instansiasi adalah : proses perwujudan kelas menjadi objek. Instance adalah perwujudan. Kelas adalah pemodelan dari objek yang berisi informasi (aturan) tentang sifat karakteristik (data) dan tingkah laku (metode) yang dimiliki oleh objek tersebut. Objek adalah kesatuan entitas (benda). dan Instance (Instans) a. objek merupakan instans (perwujudan) dari suatu kelas. telepon.

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ 3. Banyak sekali pengembang bahasa java ini dan yang kita pilih adalah J2SDK (Java 2 Software Development Kit) : seperangkat tool yang berisi kompiler dan interpreter java yang direlease oleh Sun dan bersifata free. (download pada situs http://www. perlu ditentukan bahasa pemrograman yang akan di gunakan dan memilih editor sebagai media untuk menuliskan program tersebut. Bahasa Program : Untuk mengimplementasikan teori yang kita pelajari di matakuliah ini bahasa pemrograman yang kita pilih adalah JAVA.sun.com. Editor : Sama seperti bahasa program editor yang tersedia banyak sekali. Instalasi Bahasa Program dan Editor Untuk membuat Program Berorientasi Objek. . di matakuliah ini kita memilih editor jCreator dan NetBeans sebagai media untuk menuliskan code-code program.

sehingga kedua software tersebut terhubung saat dilakukan kompilasi. 2. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Tata Cara Instalasi JAVA dan Editor 1. tekan tombol next hingga selesai. Setelah kedua software terinstall. Lakukan instalasi dengan mengikuti petunjuk yang ada. versi manapun . lakukan konfigurasi editor tersebut dengan Java. Contoh : jdk-1_5_0_04-windows-i586-p.sun. Editor JCreator : download JCreator Pro 3. .exe.com. lakukan dengan double click pada file tersebut. Instalasi J2SDK (Java 2 Software Development Kit) : setelah di download pada situs http://www. ikuti petunjuk dan tekan tombol next hingga selesai. serta nomor serinya kemudian .0.

. pilih tombol new 5.0_22 6. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Konfigurasi Editor dengan JAVA. Click JDK Profile 4. Kemudian pilih menu option 3. Jika Profile belum tersedia.7. Pilih menu configure pada editor Jcreator 2. Kemudian tekan tombol OK sampai selesai. Pilih folder j2sdk berada. Contoh : cari pada folder berikut : C:\Program Files\Java\jdk1. Langkah-langkah konfigurasi Editor JCreator dengan J2SDK adalah sbb : 1.

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ 4. Struktur/Kerangka Program OOP di Java NamaFile.java Komentar Program Deskripsi Program dan Import Kelas A Badan Kelas Deklarasi Data Main Method Deklarasi dan Implementasi Method Kelas B Badan Kelas Deklarasi Data Deklarasi dan Implementasi Method .

PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Fase Pemrograman JAVA .

} 11. } . 5.out. * My first java program 3. 10.println("Hello world!"). public static void main(String[] args) { 8. //Menampilkan kata "Hello world" dilayar 9. public class Hello 6. { 7. System. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Contoh Program Pertama dengan JAVA 1. */ 4. /** 2.

2. 1. atau underscore (_). Tidak Menggunakan Spasi . Tidak menggunakan symbol-simbol operator. Method. …). c. 2. Tidak dibolehkan diawali dengan bilangan (0. Dimulai dengan huruf abjad (a. dan Konstanta Aturan Penamaan : 1. tanda dolar ( $ ). Case-sensitive. …. 5.). 4. 6. Variabel. 3. PERTEMUAN – 1 Pengenalan Konsep Dasar OOP dan Java ™ Penamaan Class. Tidak menggunakan reserved word atau Keyword JAVA. b.

PERTEMUAN – 2 OBJECT ORIENTED PROGRAMMING (OOP) Keyword dalam Java .

End Of Slide .