You are on page 1of 18

Kelompok 4

:
Siti Wahyuni (21501082154)
Ririn Antasari (21501082137)
Siti Rofiah (21501082156)
Jumiati Halima (21501082138)

A. Peter Salim dalam “The Contemporary English-Indonesian Dictionary” edisi kedua 1986 mendefinisikan istilah go-public sebagai berikut “Go- public adalah menawarkan saham atau obligasi untuk di jual kepada umum untuk pertama kalinya”. .  Go public artinya perusahaan tersebut sudah memutuskan untuk menjual sahamnya kepada publik dan siap untuk dinilai oleh publik secara terbuka. Pengertian Go Public   Menurut Drs.

Saat perusahaan pertama kali go public sering disebut dengan IPO (initial public offering). .• Adapun menurut Tandelin go public atau penawaran umum merupakan kegiatan umum yang dilakukan emiten  untuk menjual sekuritas kepada masyarakat. berdasarkan tata cara yang diatur oleh undang-undang dan peraturan pelaksaannya.

b. investasi baru dan mengambil alih usaha lain. yaitu meningkatkan permodalan. meningkatkan profesionalisme. dalam rangka pemasaran perusahaan melalui ekspansi bisnis atau perluasan usaha. Aspek nonfinansial : perusahaan melakukan go public untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. dan merupakan sumber pendanaan Jangka Panjang. B. Tujuan Dilakukannya Go Public  Ada dua hal secara garis besar yang melatarbekangi  perusahaan melakukan go public: a. mengurangi Cost Of Fund. memperbaiki struktur keuangan perusahaan (Debt Equity Ratio). . Aspek Finansial : Perusahaan melakukan go public untuk refinancing atau restrukturasi permodalan.

.Menyampaian laporan sekala berkala kepada BAPEPAM dan mengumumkan laporan tersebut kepada masyarakat. C. Menyampaikan laporan kepada BAPEPAM dan mengumumkan kepada masyarakat tentang peristiwa material yang dapat mempengaruhi harga Efek selambat-lambatnya pada akhir hari kerja ke-2 setelah terjadinya peristiwa tersebut. dan b. Keterbukaan Pasca Emisi dan Rangkaian Proses Go Public   Pasal 86 ayat (1) UU Pasar Modal dinyatakan bahwa emiten yang pernyataan pendaftarannya menjadi efektif atau Perusahaan Publik wajib: a.

yaitu:  1. Tahap persiapan untuk go public 2. Secara umum ada 3 (tiga) tahapan dalam rangkaian proses go public yang harus di lalui oleh perusahaan (emiten). Tahap pendahuluan untuk go public 3. Tahap pelaksanaan untuk go public .

Pembuatan laporan dan dekomentasi go public lainnya e. Dilakukan Private Placement  Tahap pendahuluan untuk go public: a. Restrukturisasi Perusahaan b. Proses underwriting c. Penunjukan pihak yang terlibat b. Pencatatan pendahuluan atas Saham-saham di Bursa Efek . Restrukturisasi anggaran dasar d. Tahap persiapan untuk go publik: a. Pemberesan Surat-surat dan Dokumen  c.

Proses jual beli saham di pasar sekunder (di bursa-bursa saham). Penjatahan di pasar perdana. dan pemuatan prospektur ringkas dalam 2 (dua) surat kabar.  b. Road show. . yakni pernyataan dan diskusi dengan pihak public atau pihak pejabat yang berwenang. f. g. d. yakni dengan berkunjung ke tempat-tempat investor institusional untuk menawarkan saham. Tahap Proses pelaksanaan go public a. Pembuatan dan percetakan prospectus. e. Proses pengajuan pernyataan pendaftaran. c. Public expose. Prose pencatatan saham di bursa efek.

4. Perusahaan dapat melakukan merger ataupun negosiasi dengan perusahaan lainnya dengan hanya menggunakan saham. maka semakin banyak modal yang diterima perusahaan dari investor luar. D. Banyak perusahaan yang merasa lebih mudah untuk memasarkan produk dan jasa mereka setelah menjadi perusahaan Go Public atau Tbk. Perusahaan dapat meningkatkan Likuiditas dan  memungkinkan para pendiri perusahaan untuk menikmati hasil yang mereka capai. 3.Keuntungan dan Kerugian Go Public  Adapun keuntungan go public adalah sebagai berikut. Suatu perusahaan dapat dinilai dari harga saham dikalikan dengan jumlah lembar saham yang dijual dipasaran. 2. Meningkatkan potensi pasar. . Para pendiri perusahaan dapat melakukan diversifikasi untuk mengurangi resiko portofolio mereka. Dan semakin banyak investor yang membeli saham tersebut. 5. 1. Memberi nilai suatu perusahaan.

tidak bisa lagi melakukan praktek nepotisme. . Keterbatasan kekuasaan Pemilik : Para pemilik perusahaan harus memperhatikan kepentingan bersama para pemegang saham. 2. Beberapa kerugian dari Perusahaan yang Go Public. bisa saja per kuartal atau tahunan. 3. yaitu: 1. Terbuka : Semua perusahaan go public pasti transparan dan sangat mudah untuk diketahui oleh para kompetitornya dari segi data dan management nya. 4. tentu saja  untuk membuat laporan tersebut diperlukan biaya. kecurangan dalam pengambilan keputusan dan lainnya. Hubungan antar Investor : perusahaan terbuka harus menjaga hubungan antara perusahaan dengan para investornya dan di informasikan mengenai perkembangan dari perusahaan tersebut. Laporan Rutin : Setiap perusahaan yang go public secara periodik harus membuat laporan kepada Bursa Efek Indonesia. karena perusahaan tersebut milik publik.

underwriter akan membantu suatu sindikasi penjamin yang terdiri dari beberapa underwriter dengan porsi penjamin yang berbeda-beda. . Dalam praktiknya. Pihak dengan porsi penjamin terbesar umumnuya merupakan para penjamin pelaksana atas emis tersebut. Underwriter   Underwriter adalah penjamin emisi bagi setiap perusahaan yang akan menerbitkan sahamnya di pasar modal. E.

. Konsultan Hukum dan Notaris   Pendapat dari konsultan hukum memiliki pengaruh besar dalam memberikan kepercayaan kepada para investor terhadap emiten tersebut. F. Pendapat konsultan hukum ini dikenal dengan istilah “legal opinion”. Jika pendapat para konsultan hukum menyatakan bahwa ada persoalan hukum yang timbul di emiten maka ia mampu member signal negative kepada investor. dan lebih jauh daya minat pada perusahaan akan turun dan begitu pula sebaliknya .

 pendapat konsultan hukum mencakup pemeriksaan atas:  1. Izin usaha emiten. 4. 5. Perikatan emiten oleh pihak lain. Perkara baik perdata maupun pidana yang menyangkut emiten dan pribadi pengurus kepribadian . Anggaran dasar emiten beserta perubahannya. Bukti pemilik/pengusaan harta kekayaan emiten. 3. 2.

 Maka dalam hal ini reputasi seorang auditor juga dipertaruhkan karena jika suatu saat perusahaan yang dijamin tersebut bermasalah pada laporan keuangannya maka auditor beserta KAP-nya tersebut akan mengalami efek negative seperti turunnya reputasi yang dimiliki. Pernyataan KAP sangat dipengaruhi dari segi kelayakan pada saat laporan keuangan dan hasil audit lainnya bahwa secara aturan dan proseduran dapat dinyatakan telah memenuhi syarat untuk go public. G. Audito Penjamin Emisi  Auditor penjamin emisi adalah sebuah konter akuntan  publik (KAP) yang ditunjuk dan menyatakan bahwa perusahaan tersebut layak untuk go public. .

Peranan BAPEPAM-LK dan Departemen Keuangan   BAPEPAM-LK sebagai pihak yang ditunjuk atau diberi kewenangan untuk memutuskan perusahaan mana yang berhak untuk go public dan perusahaan mana yang harus dikeluarkan darit “the listing” pasar modal. . Dalam hal ini BPEPAM-LK dalam memutuskan suatu perusahaan yang akan dikeluarkan dari pasar modal harus melakukan koordinasi dengan pihak menteri keuangan. H.

maka calon emiten melakukan proses penawaran umum yang dikenal dengan istilah public offering . 5. 6. I. 3. Apabila telah memdapatakan pernyataan afektif dari BAPEPAM-LK. Emiten memgajukan permohonan pencatatan di bursa efek dan kemudian Bursa Efek akan mengevaluasi permohonan tersebut apakah sesuai dengan ketentuan pencatatan di bursa. Jika memenuhi syarat. 2. Emiten membayar biaya pencatatan. Selanjutnya calon emiten mengajukan pernyataan pendaftaran ke BAPEPAM-LK. Kronologis mencatat saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)  1. Selanjutnya calon emiten tersebut melakukan presentasi seputar kinerja perusahaannya . Bursa Efek akan memberikan surat persetujuan prinsip pencatatan yang dikenal dengan istilah penjanjian pendahuluan. 4. Akhirnya emiten tercatat di bursa efek dan bursa efek mengumumkan pencatatan efek tersebut di Bursa .

Dihitung berdasarkan modal disetor. Catatan: Baiaya tersebut belum termasuk PPN 10% . minimal Rp10 juta  dan maksimal Rp150 juta b) Untuk pencatatan saham tambahan . Biaya pencatan tahunan (annual listing fee) a) Biaya pencatatan minimal Rp5 juta dan maksimala Rp100 juta. minimal Rp10 juta dan maksimal Rp150 juta Catatan: Dihitung dengan nilai kapasitas dengan tarif berjenjang 2. Biaya pencatatan awal (initial listing fee) a) Untuk pencatatan saham pertama.1.

TERIMA KASIH   .