You are on page 1of 24

Jaringan

Tumbuhan
Rindita, M. Si.
Jaringan
• Sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan
fungsi yang sama.
• Sel yang bersifat embrionik dan selalu membelah
diri: jaringan meristem.
• Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat
tinggi:
a. Jaringan pelindung (epidermis)
b. Jaringan dasar (parenkim)
c. Jaringan penguat (penyokong)
d. Jaringan pengangkut (vaskuler)
e. Jaringan sekretoris
Jaringan Embrionik
(Meristem)
• Terdiri dari sekelompok sel yang tetap
dalam fase pembelahan (sel-sel muda).
• Biasanya tidak ditemukan ruang antarsel di
antara sel-selnya.
• Sel-selnya dapat berbentuk bulat, lonjong,
atau poligonal dengan dinding sel yang
tipis.
• Tiap sel mengandung banyak sitoplasma
dan 1 atau lebih inti sel.
• Vakuola sel sangat kecil atau mungkin tidak
ada.
Berdasarkan posisi dalam tubuh
tumbuhan, meristem dibedakan
menjadi:
1. Meristem apikal: ujung pucuk
utama & pucuk lateral, ujung akar
2. Meristem interkalar: di antara
jaringan dewasa (contoh pada
pangkal ruas tumbuhan Poaceae)
3. Meristem lateral: sejajar dengan
permukaan organ tempat
ditemukannya (contoh kambium)

Meristematic cells are Berdasarkan asal-usul:


isodiametric, compactly arranged 4. Meristem primer: berkembang
with dense cytoplasm, large langsung dari sel-sel embrionik
nucleus, and small vacuoles or
(meristem apikal).
without vacuoles. Cell walls are
thin. 5. Meristem sekunder: berkembang
dari jaringan dewasa yang
http://preuniversity.grkraj.org/htm terdiferensiasi (kambium &
l/3_PLANT_ANATOMY.htm kambium gabus)
Meristem Meristem
interkalar sekunder

http://www.tutorvista.com/content/biol http://botany.csdl.tamu.edu/FLORA/Wil
ogy/biology-iii/plant- son/tfp/veg/vascam2.gif
histology/meristematic-tissue.php
Jaringan Dewasa
• Tidak mempunyai aktivitas untuk
memperbanyak diri.
• Ukuran lebih besar dibanding sel-sel meristem.
• Mempunyai vakuola yang besar, sehingga
plasma sel sedikit dan berupa selaput yang
menempel pada dinding sel.
• Terkadang merupakan sel mati.
• Selnya telah mengalami penebalan dinding
sesuai dengan fungsinya.
• Dijumpai ruang antar sel di antara sel-selnya.
Jaringan pelindung
(Epidermis)
• Lapisan sel yang berada paling luar pada
permukaan organ-organ tumbuhan.
• Berfungsi melindungi bagian dalam tumbuhan
dari segala pengaruh luar yang akan merugikan
pertumbuhannya.
• Biasanya terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun
rapat tanpa ruang antarsel.
• Bentuk selnya bervariasi: tubular (helaian daun
dikotil), memanjang (helaian daun monokotil).
• Sel-selnya dapat berkembang menjadi stomata,
trikoma, sel kipas, sel silika, dan sel gabus.
Stomata
• Lubang/celah pada
epidermis organ tumbuhan
yang berwarna hijau, http://biog-101-
dibatasi oleh sel penutup. 104.bio.cornell.edu/bioG101_104/tutorials/botany/ima
ges/stomata1.JPEG

• Sel penutup dikelilingi oleh


sel tetangga (berperan
dalam perubahan osmotik
yang menyebabkan
gerakan sel penutup
mengatur lebar celah).

http://www.palaeos.com/Plants/Lists/Glossary/Images
/Stoma.jpg
• Berdasarkan susunan sel-sel tetangga yang ada di
samping sel penutup, stomata dikotil dikelompokkan
menjadi:
a. Tipe anomositik/Ranunculaceae: sel yang
bentuk maupun ukurannya sama dengan sel
epidermis di sekitarnya. Contoh: Ranunculaceae,
Cucurbitaceae, dan Malvaceae.
b. Tipe anisositik/Cruciferae: sel penutup dikelilingi
oleh 3 buah sel tetangga yang tidak sama besar.
Contoh: Cruciferae, dan Solanaceae.
c. Tipe parasitik/Rubiaceae: sel penutup diiringi
1/lebih sel tetangga dengan sumbu panjang sel
tetangga sejajar dengan sumbul sel penutup serta
celah. Contoh: Rubiaceae, Magnoliaceae, dan
Mimosaceae.
d. Tipe diasitik/Caryophyllaceae: stoma dikelilingi 2
sel tetangga yang dindingnya tegak lurus terhadap
sumbu panjang sel penutup serta celah. Contoh:
(a)Tipe anomositik, contohnya
pada Chrysanthemum
leucanthemum,
(b)Tipe diasitik, contohnya pada
Fusticia cydonifolia,
(c)Tipe anisositik, contohnya pada
Plumbago zeylanicum,
(d)Tipe parasitik, contohnya pada
Convolvulus arvensis,
(e)Tipe parasitik, contohnya pada
Acacia alata.
Tipe stomata anisositik

http://palaeo-
electronica.org/2007_1/zealand/images/fig_23.jpg
Trikoma
• Berasal dari sel-sel epidermis, terdiri atas sel tunggal atau
banyak sel.
• Fungsi:
- taksonomi tumbuhan, jenis trikomanya mencirikan suatu
famili.
- mengurangi penguapan (pada daun)
- meneruskan rangsang
- mengurangi gangguan hewan
- membantu penyebaran biji
- membantu penyerbukan bunga
- menyerap air serta garam-garam mineral dari dalam tanah
• Macam-macam trikoma:
1. Trikoma non-glanduler: rambut bersel satu, rambut sisik,
rambut akar.
2. Trikoma glanduler: kelenjar garam, kelenjar madu, rambut
gatal.
Trikoma

http://www.raft- http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Drosera_rotundif
project.sk/claroline/courses/TRICHMY/document/images/u olia_leaf1.jpg
vodny_trichom.bmp
Macam-macam
trikoma
(a), (b) adalah rambut
berujung ‘boathook’ yang
mencirikan spesies Aphelia
cyperoides,
(c) adalah rambut dari spesies
Centrolepsis excerta,
(d) Adalah rambut dari
Thamnochortus argenteus,
(e) Adalah rambut dari
Loxocarya pubescens,
(f), (g) adalah rambut
multiselular dan berbentuk
seperti permata dari
Leptocarpus tenax.

Sumber: Cutler DF, Botha T, Stevenson DWm. 2007.


Plant Anatomy An Applied Approach. Blackwell
Publishing, Oxford.
(a) variasi rambut Mentha
spicata,
(b) rambut dari Corylus,
(c) rambut dari Origanum
vulgare,
(d) variasi rambut Cistus
salviifolius.

Sumber: Cutler DF, Botha T, Stevenson DWm. 2007.


Plant Anatomy An Applied Approach. Blackwell
Publishing, Oxford.
Trikoma glandular

(a) Rambut Mucuna,


berujung tajam dan
mengandung tetesan
minyak,
(b), (c) rambut Urtica
dioica yang rapuh dan
berujung tajam,
(d) rambut Salvicia
officinalis,
(e) rambut Fusticia,
(f) rambut Convolvulus.

Sumber: Cutler DF, Botha T, Stevenson DWm. 2007.


Plant Anatomy An Applied Approach. Blackwell
Publishing, Oxford.
Trikoma non-
glandular
(a) rambut Salvia officinalis,
(b) rambut Convolvulus
floridus,
(c) rambut Coldenia
procumbeus,
(d) rambut Fusticia,
(e), (f) rambut Trigonobalanus
verticillata,
(g) rambut Verbascum
bombiciforme,
(h), (i) rambut Artemesia
vulgaris.

Sumber: Cutler DF, Botha T, Stevenson DWm. 2007.


Plant Anatomy An Applied Approach. Blackwell
Publishing, Oxford.
Sel Kipas
• Dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku
Poaceae.
• Berfungsi mengurangi penguapan sebagai akibat
menggulungnya daun.

Epidermis Ganda
• Lebih dari satu lapis sel di bawah epidermis:
Moraceae, Piperaceae, Begoniaceae,
Malvaceae.
• Velamen: anggrek.
Jaringan Dasar (Parenkim)
• Terbentuk dari sel-sel hidup, struktur morfologi &
fisiologi bervariasi, masih melakukan segala
kegiatan proses fisiologis.
• Dijumpai hampir di setiap bagian tumbuhan.
• Pada batang & akar, dikenal sebagai korteks.
• Pada daun: mesofil (jaringan tiang & bunga
karang).
• Pada buah & biji: parenkim penyimpan cadangan
makanan.
Parenkim

http://is.asu.edu/plb108/course/develop/growth/media/
parenchyma.jpeg

http://bio1151.nicerweb.com/Locked/media/ch35/35_09
PlantCellDiversity-parenchyma.jpg
Jaringan Penguat (kolenkim)
• Memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar
dapat melakukan perimbangan-perimbangan
bagi pertumbuhannya.
• Berdasarkan bentuk & sifatnya, dibagi menjadi:
a. Kolenkim: jaringan penguat pada organ-organ
yang masih aktif tumbuh dan berkembang.
b. Sklerenkim: dinding sekunder yang tebal,
umumnya terdiri dari zat lignin, sel-selnya
bersifat kenyal.
http://www.uic.edu/classes/bios/bios100/labs/parenchyma.jpg
Kolenkim
• Tersusun oleh sel-sel yang hidup, bentuk
selnya sedikit memanjang.
• Memiliki dinding dengan penebalan yang tak
teratur, hanya berupa dinding primer, lunak,
lentur & tidak berlignin.
• Isi sel dapat mengandung kloroplas & tanin.
• Dijumpai pada batang, daun, bunga, dan buah.
Sklerenkim