You are on page 1of 26

Konduksi pada

bidang silinder
Asalina Putri (10411700000036)
Devianti Anggraini R (10411700000062)
Nur Nabilah (10411700000066)
Nina Adriana E (10411700000102)

Pengertian Konduksi

Konduksi ialah pemindahan panas
yang dihasilkan dari kontak langsung
antara permukaan-permukaan
benda. Setiap benda mempunyai
konduktivitas termal (kemampuan
mengalirkan panas) tertentu yang
akan mempengaruhi panas yang
dihantarkan dari sisi yang panas ke
sisi yang lebih dingin.

(kkonduktor > kisolator) .  Menunjukkan seberapa cepat kalor mengalir dalam suatu bahan.Koefisien Konduksi Termal  Sifat bahan yang digunakan utk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor.

.

Hukum Fourier Dimana: q= laju perpindahan panas dT/dX = gradien suhu ke arah perpindahan panas .

yang bentuk umumnya adalah: Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefisinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. . yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.Dalam persamaaan tersebut Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir.

Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: .

sehingga: .Kualitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk: Energi yang dibangkitkan: Perubahan energi dalam Energi keluar Pada keadaaan steady. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. distribusi suhu konstan.

hukum Fourier dapat diintegrasi: (oK ) T1 T1 q T2 T2 ∆ (m) ∆ 0 x x .Untuk konduksi keadaan steady.

Perpindahan Panas Konduksi pada Silinder Berongga .

.

Sistem Radial-Silinder Suatu silinder. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar L=panjang Ti-To=beda suhu .

L ln ro  ln r1  T1 T 0  q 2 .k .L ro T1 Ar  2rL r r  q T dT 1 0 dT qr   k .k . Ar dr 2 .• Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: dr 2 .L q r T1 T 0  ln( 0 ) r1 .k .

Alm . T1  T2 T1  T2 T1  T2 q  k . Alm 2k L (Geankoplis.   r2  r1 ( r2  r1 ) /( kAlm ) R ( 2Lr2 )  ( 2Lr1 ) A2  A1 Dimana : Alm   ln( 2Lr2 / 2Lr1 ) ln( A2 / A1 ) r2  r1 ln( r2 / r1 ) R   Dimana : k A . 1987) .

1 K. 1987).Contoh 4. Sebanyak 14. .2-1 (Geankoplis.9 K. jika suhu permukaan luar tabung 297. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.

151 W/m. A1  2Lr1  2 (1)(0. 1987: • Khardbutter= 0.K • r1 = 5/100 = 0.Penyelesaian: • Dari App.0314m 2 A1  2Lr2  0. r2 = 20/1000 = 0.1257m 2 . A-3 Geankoplis.005)  0.005 m.02 m • Ambil L= 1 m.

1  q  k . dinding luar ke r1.2W r2  r1  0.65W   0.2W / 1m .  0.9  297.964m 15.005  Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. dinding dalam.0680m 2 ln( A2 / A1 ) T1  T2  274. A2  A1 Arata rata   0.02  0.0682)   15. Panjang tabung yang diperlukan: 14. Arata rata.151(0.

Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: 2L(T1  T4 ) q ln( r2 / r1 ) ln( r3 / r2 ) ln( r4 / r3 )   kA kB kC .

Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin • Ruang pendingin dilapisi dengan 12.7 mm kayu pine.3-1 (Geankoplis. • Temperatur permukaan luar 255.0433 W/m.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. • Nilai: – kpine = 0.1 K.151 W/m.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.K – kconcrete = 0.Contoh 4.2 mm concrete.762 W/m. 1987).K – kcorkboard = 0.K 2 . 101.

A 0.0762 m Tahanan masing-masing material: x A 0.1016 m kC= 0. kA= 0.Penyelesaian: T1 = 255.151 . xB= 0.0127 RA    0.4 K.0433 . T4= 297. xC= 0. xA= 0.0841K / W k A .0127 m kB= 0.151(1) .1 K.762 .

antara pine dan cork b T1  T2 255.79 K RA 0.1K / W T1  T4 255.48  .0841  2.1 q   16.T2  256.0841 .1 Untuk menghitung temperatur T2.4  T2 q  16.48W RA  RB  RC 0.346K / W RC  0. Dengan cara yang sama: RB  2.4  297.346  0.

1987).8 K.0254 m dengan k=0. hitung: – Panas yang hilang – Temperatur antara pipa dengan isolasi .63 W/m. Panas yang hilang dari isolasi pipa. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.Contoh 4.3-2 (Geankoplis.2433 W/m.K.305 m panjang.0254 m dan OD = 0.0508 m. • Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.K dengan ID=0. Untuk pipa 0.

r3  r2  0.8 K 0. T3=310.0254 r1  D   0.0254  0. r2  0.305 m: A1  2Lr1  2 (0.0127)  0. T2 = T antara.0487m2 A3  2Lr3  0.Penyelesaian: • T1= 811 K.0974m 2 .0508m 2 2 • Luas permukaan pada L=0.0127.0243m2 A2  2Lr2  0.305)(0.0254.

491K / W kB .63( 0.0703m 2 ln( A3 / A2 ) Tahanan masing-masing: r2  r1 0. Alm 21.0254  1.lm 0. AB. 2423(0.01637 K / W k A . A2  A1 AA.0703) .0127 RA    0.0351m 2 ln( A2 / A1 ) A3  A2 AB . rata rata   0.0351) r3  r2 RB   0. rata rata   0.

7  .01673  1.5K 0.01673 • Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.• Laju perpindahan panas: T1  T3 811  310. .8 q   331.491 • Untuk menghitung temperatur T2: T1  T2 q RA 811  T2 331. karena nilai k yang tinggi.T2  805.7W RA  RB 0.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .