You are on page 1of 14

Kelompok 2

:
1.Dyah rahayu sawitri
2. Dwi okta piani
3. Ellya yuliana
4.Anggia jelita katrine
5.Febie indah fitriani
6. Fitri ayu puspita sari
7.Mega purnama sari
8. Rezki ilham febriawan
9.Rodiah asih rianti
10.Novi juliana simanungkalit
11. Thesya aulia nabila
12.Tiara

Di dalam sistem pencernaan dan juga usus halus. semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh. sel- sel yang terdapat di dalam tubuh dapat mengoksidasi glukosa menjadi CO2 dan H2O dimana proses ini juga akan disertai dengan produksi energi. PENDAHULUAN  Glukosa merupakan karbohidrat yang paling penting.  Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme. .

2005). Diabetes mellitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel–sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel–sel tubuh terhadap insulin (Anonim. . lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

GLUKOSA  Glukosa berasal dari bahasa Yunani yaitu glukus (γλυκύς) yang berarti manis. karena memang nyata bahwa glukosa mempunyai rasa manis. . Nama lain dari glukosa antara lain dekstrosa. atau gula buah karena glukosa banyak terdapat pada buahbuahan. D-glukosa.  Dua bentuk karbohidrat yang digunakan tubuh sebagai energi adalah glukosa darah dan glikogen otot (Fox.1993:178).Glukosa dapat digambarkan sebagai jenis gula dengan rumus molekul C6H12O6.

 Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Karbohidrat sebagai sumber glukosa. yaitu tepung. galaktosa dan fruktosa (Sherwood 2001:214).  Glukosa merupakan jenis monosakarida yang paling banyak diabsorpsi oleh usus. Sisanya 20% monosakarida yang diabsorpsi terdiri dari galaktosa dan fruktosa (Guyton. biasanya mencakup 80% dari kalori karbohidrat yang diabsorpsi. yaitu glukosa. yaitu sukrosa. Alasanya adalah bahwa glukosa merupakan produk pencernaan akhir dari makanan karbohidrat yang paling banyak. 2006: 74). maltosa dan laktosa. Kemudian disakaraida yang terdapat di Brush order usus halus selanjutnya menguraikan disakaridase ini menjadi monosakaridase yang dapat diserap. dalam usus halus dicerna menjadi disakaride. .

Hati juga mengubah glukosa menjadi asam amino (Sloan. Glukosa dapat diubah menjadi lemak oleh hati dan jaringan adiposa jika ada kelebihan glukosa.  Glukosa yang terabsorpsi dalam usus halus ditransport ke hati melalui vena porta hepatika. 2004: 299). . Kemudian disimpan dalam hati sebagai glikogen atau dilepas ke dalam darah untuk ditransport ke sel-sel lain. Glukosa diserap dalam usus melalui dua tahap yaitu masuknya glukosa melewati membran apikal usus ke dalam sel epitel dan kemudian dari sel epitel masuk melewati membaran basal.

di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik. DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. DIABETES MELLITUS  Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat. sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. .  Penyakit diabetes mellitus yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kencing manis terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas. sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung. yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot. Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).  Penyebab diabetes yang utama adalah kurangnya produksi insulin (DM tipe I) atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (DM tipe II). Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). .

dan kira-kira mengenai 6 persen dari semua wanita. bukan ditularkan. selama masa reproduksinya . Anggota keluarga penderita DM memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM.  Sindrom ovarium polikistik (PCOS) Menyebabkan peningkatan produksi androgen di ovarium dan resistensi insulin serta merupakan salah satu kelainan endokrin tersering pada wanita.Ada beberapa faktor yang menyebabkan DM sebagai berikut :  Genetik atau faktor keturunan DM sering diturunkan atau diwariskan. .

Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta. dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur) . tapi menurut ahli mengatakan bahwa bakteri juga berperan penting menjadi penyebab timbulnya DM . pyrineuron (rodentisida). Virus dan bakteri Virus penyebab DM adalah rubella. Bisa juga. dan human coxsackievirus B4. virus ini menyerang melalui reaksi autoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Sedangkan bakteri masih belum bisa dideteksi.  Bahan toksik atau beracun Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan. mumps.

penderita diabetes mellitus akan mengalami gangguan pada metabolisme karbohidrat. Akibatnya. GANGGUAN METABOLISME KARBOHIDRAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS  Metabolisme karbohidrat dan diabetes mellitus adalah dua mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Insulin berupa polipeptida yang dihasilkan oleh sel-sel pankreas. Penderita diabetes mellitus mengalami kerusakan dalam produksi maupun sistem kerja insulin. sedangkan insulin sangat dibutuhkan dalam melakukan regulasi metabolisme karbohidrat. . Keterkaitan antara metabolisme karbohidrat dan diabetes mellitus dijelaskan oleh keberadaan hormon insulin.

sekitar separuh dari glukosa yang dimakan diubah menjadi energi lewat glikolisis dan separuh lagi disimpan sebagai lemak atau glikogen. Selain menghambat secara langsung. Protein ini telah diidentifikasi melalui teknik kloning molekular. Peningkatan aktivitas enzim pada orang yang normal. b. insulin juga mengurangi terbentuknya cAMP yang memiliki sifat antagonis terhadap insulin. Dengan demikian insulin mengurangi kadar cAMP dalam darah. Menghambat kerja cAMP dalam menghambat atau meransang kerja suatu enzim. Ada 3 mekanisme yang terlibat yaitu : a. Meningkatkan difusi glukosa ke dalam sel Pengangkutan glukosa ke dalam sel melalui proses difusi dengan bantuan protein pembawa. Glikolisis akan menurun dalam keadaan tanpa insulin dan proses glikogenesis ataupun lipogenesis akan terhalang c. GLUT4 dan GLUT 5. Ada 5 jenis protein pembawa tersebut yaitu GLUT1. Penderita diabetes mellitus yang jumlah insulinnya tidak mencukupi atau bekerja tidak efektif akan mengalami hiperglikemia. insulin memainkan peran ganda. . GLUT3. GLUT2. Insulin meransang terbentuknya fosfodiesterase-cAMP.

sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. KESIMPULAN  Glukosa merupakan bahan bakar utama bagi jaringan tubuh yang pada akhirnya digunakan oleh sel tubuh untuk membentuk ATP. Dua bentuk karbohidrat yang digunakan tubuh sebagai energi adalah glukosa darah dan glikogen otot. di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik.  Adanya perbedaan metabolisme karbohidrat pada penderita diabtes melitus disebabkan adanya penurunana jumlah insulin yang dihasilkan tubuh sehingga proses metabolisme karbohidrat terganggu karena jumlah insulin yang tidak sesuai.  Diabetes Melitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat. Penyebab diabetes yang utama adalah kurangnya produksi insulin (DM tipe I) atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (DM tipe II). .