You are on page 1of 29

AL QURAN DAN HADITS

TENTANG BERPIKIR KRITIS
DAN BERSIKAP DEMOKRATIS

Kelompok 1 :
1. Ahmad Syarif (05)
2. Ilham Agung Pangestu (11)
3. Nur Fatimah Nikmatullah A (19)
4. Rizka Safira Dwi Nanda (23)
5. Satria Widi Kartika (25)
A. Q.S. Ali’Imran / 3: 190-191
Artinya :
 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berakal,

 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk,
atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.
Makna

Isi kandungan dari Ali Imran ayat 190-191 adalah berkaitan
dengan perintah untuk berpikir kritis dengan menggunakan daya
nalar / akalnya dengan menafakuri semua ciptaan Allah SWT
diantaranya :
1. Pergantian siang dan malam adalah sebagian dari tanda
kebesaran Allah
2. Orang yang mampu mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah
adalah mereka yang memiliki akal (ulil-albab)
3. Profil ulil-albab adalah mereka yang selalu mengingat Allah SWT
kapan dan dimanapun mereka berada. Mereka juga mau
bersikap kritis dengan menggunakan daya akal dan nalarnya di
jalan kebaikan seperti halnya dalam menafakuri semua
ciptaanNya
4. Semua ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia, semua penuh
dengan hikmah dan kebaikan yang besar bagi hambaNya
A. Q.S. Ali’Imran / 3: 159
Artinya :
 Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku
lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri
dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka,
mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah
dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu
telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
bertawakkal kepada-Nya.
Hukum Nun Mati Dan Tanwin

1. Izhar
Izhar = Jelas. Apabila nun mati / tanwin
bertemu salah satu dari dari
Maka dibaca jelas
2. Idgham
a. Idgham Bigunnah
Idgham = Melebur. Gunnah = Mendengung.
Apabila nun mati / tanwin bertemu salah satu
dari
Huruf nun mati melebur dengan dengung
b. Idgham Bilagunnah
Idgham = Melebur. Gunnah = Tanpa
mendengung. Apabila nun mati / tanwin bertemu
salah satu dari
Huruf nun mati melebur tanpa dengung
3. Ikhfa
Ikhfa = samar. Apabila nun mati / tanwin bertemu
salah satu dari

Maka nun mati dibaca samar
4. Iqlab
Iqlab = Membalik. Apabila nun mati / tanwin
bertemu , maka nun mati dibaca membalik
menjadi mim
Hukum Mim Mati

1. Ikhfa Syafawi
Ikhfa = samar. Syafawi = menggunakan bibir.
Apabila mim mati bertemu , maka mim mati
dibaca samar dan mendengung 2 ketukan
2. Idgham Mimi
Apabila mim mati bertemu dengan mim
berharakat, maka mim pertama melebur ke
mim kedua disertai dengung.
3. Izhar Syafawi
Apabila mim mati bertemu dengan salah satu
dari huruf hijaiyah kecuali mim dan ba, maka
mim mati dibaca dengan jelas.
Hukum Madd
1. Madd Tabi’i
Mad artinya panjang , thabi’i artinya : biasa.
Cara membacanya harus sepanjang dua harakat atau
disebut satu alif.
Apabila ada alif ) ‫ ) ا‬terletak sesudah fathah atau ya’
sukun ) ‫ ) ي‬sesudah kasrah atau wau (‫ )و‬sesudah
dhammah maka dihukumi mad tabi’i .
2. Madd Wajib Muttasil
Apabila ada mad tabi’i bertemu hamzah ) ‫ ) ء‬dalam
satu kalimat, maka bertambah panjang menjadi 5
ketukan.
3. Madd Jaiz Munfasil
Apabila ada mad tabi’i bertemu hamzah ) ‫ ) ء‬dalam
kata yang kedua, maka bertambah panjang menjadi
5 ketukan.
4. Madd ‘Arid lis-Sukun
Apabila ada mad tabi’i bertemu huruf yang dibaca
waqaf, maka bertambah panjang menjadi 6, 4, atau
2 ketukan.
Hukum Alif Lam

1. Alif Lam Qamariyah
Yaitu alif lam yang berharakat sukun, maka
bunyi “l” dibaca jelas.
2. Alif Lam Syamsiah
Alif lam yang sesudahnya berharakat tasydid, maka
bunyi “l”nya tidak dibaca.
Makna
Isi kandungan dari surah Ali Imran ayat 159 adalah perintah untuk
bermusyawarah ketika menyelesaikan berbagai persoalan diantaranya sebagai
berikut:
1. Etika dalam mengajak kebaikan (berdakwah) terhadap seseorang harus
dilakukan dengan cara yang bijaksana yaitu dengan cara yang lemah lembut,
tidak keras, tidak kasar, selalu membuka pintu maaf, dan memohon ampun
kepada Allah jika sesorang yang kita ajak melakukan dosa / kesalahan.
2. Perintah untuk bermusyawarah demi mendapatkan solusi dan jalan keluar dari
segala persoalan yang timbul baik dalam lingkungan keluarga, sekolah ,
maupun masyarakat.
3. Perintah untuk bertawakal kepada Allah jika hasil musyawarah telah mencapai
kesepakatan dan kebulatan tekad.
4. Dalam menghadapi semua masalah harus dengan lemah lembut melalui jalur
musyawarah untuk mufakat, tidak boleh dengan hati yang kasar dan perilaku
kekerasan.
5. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap
urusan.
6. Apabila telah dicapai suatu kesepakatan, maka semua pihak harus menerima
dan bertawakal (menyerahkan diri dan segala urusan) kepada Allah.
7. Allah mencintai hamba-hambanya yang bertawakkal.
Q.S. Asy Syuara/42 : 38

Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi)
seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka
(diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka
menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada
mereka.” (QS Asy Syura : 38)
Dalil tentang musyawarah
“Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak
mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan
permusyawarahan antara mereka. Maka tidak ada dosa
atas keduanya”. )QS. Al-Baqarah: 233)
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah bersabda,
‘)Hasil dari) musyawarah itu adalah (sesuatu) yang
dapat dipercaya.” )H.R. at-Tirmidzi:2747 dan Abu
Dawud: 4463)
“Penasehat (orang yang dimintai pendapat) adalah
orang yang amanah (dipercaya)” [Hadits shahih riwayat
Tirmidzi no. 2823, shahih sunan Tirmidzi karya syaikh
Al-Albani]
Prinsip Demokrasi dalam Islam
1. Syura (ditegaskan Al-quran dan hadits)
2. Al- ‘adalah (keadilan)
3. Al- Musawah (kesejajaran)
4. Al- Amanah (pemenuhan kepercayaan yang diberi
orang lain)
5. Al- Masuliyyah (tanggung jawab)
6. Al- Hurriyah (kebebasan)
Tujuan demokrasi dalam islam
 Mencari suatu solusi yang terbaik dan sejalan dengan
asas-asas keislaman
 Memperoleh kehidupan yang lebih baik, terhindar dari
kesalahpahaman dalam berkomunikasi
 Terpecahkannya segala permasalahan
 Terciptanya kerukunan antar sesama warga
masyarakat
Manfaat Bermusyawarah dan Contoh Perilaku
Suka Bermusyawarah atau Hidup Demokratis

 Melalui musyawarah, dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar
kecintaan, dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum
 Sesungguhnya akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan nalarnya
pun berbeda-beda. Oleh karena itu, di antara mereka pasti mempunyai
suatu kelebihan pandangan dibanding yang lain (dan sebaliknya),
sekalipun di kalangan para pembesar.
 Sesungguhnya pendapat-pendapat dalam musyawarah diuji
keakuratannya. Setelah itu, dipilihlah pendapat yang sesuai (baik dan
benar)
 Di dalam musyawarah, akan tampak bersatunya hati untuk
mensukseskan suatu upaya dan kesepakatan hati. Dalam hal itu,
memang, sangat diperlukan untuk suksesnya masalahnya masalah yang
sedang dihadapi.
Contoh perilaku suka bermusyawarah atau hidup
demokratis dalam kehidupan sehari-hari

1. Menerima Perlakuan yang Demokratis dari Orang
Lain, contohnya:
menerima kritikan dengan lapang dada,
menghargai pendapat dari orang lain,
menyampaikan pendapat secara arif dan bijaksana,
menghargai makna dialog dengan tidak mendominasi
suatu pembicaraan,
menerima dan melaksanakan hasil keputusan dengan
penuh tanggung jawab.
2. Berperilaku Demokratis kepada Orang Lain,
contohnya:
tidak suka memaksakan kehendak,
tidak suka memotong pembicaraan orang lain,
tidak bersikap egois,
akomodatif terhadap kepentingan umum,
lebih mengutamakan kemampuan nalar dan akal
sehat dalam berpendapat,
santun dan tertib dalam memberikan pendapat
dan gagasan,
peduli terhadap kemajuan bangsa dan negara.
EVALUASI BAB
1