You are on page 1of 19

Donna Patandianan

102016225
B3

Mutasi dapat disebabkan oleh kesalahan replikasi materi genetika selama pembelahan sel oleh radiasi. . Mutasi • Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen atau kromosom) suatu sel yang diwariskan kepada keturunannya. atau dapat terjadi selama proses meiosis. atau virus. bahan kimia (mutagen).

Macam-macam Mutasi Mutasi terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Mutasi gen 2. Mutasi kromosom .

Berdasarkan mekanisme perubahannya. Mutasi jenis ini disebabkan oleh perubahan susunan atau urutan basa nitrogen. insersi. Perubahan basa nitrogen dapat berpengaruh terhadap sifat jika terjadi pada tempat yang tepat. mutasi gen dapat dibedakan atas penggantian basa nitrogen. . dan delesi. lokus lain pada kromosom tidak terpengaruh. Pada mutasi ini. Pengaruh mutasi gen dapat terlihat atau tidak terlihat. Mutasi Gen Mutasi gen disebut juga mutasi titik atau mutasi kecil.

Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan jumlah kromosom dalam sel atau perubahan dapat dilihat dalam struktur kromosom. Mutasi Kromosom Mutasi pada kromosom adalah perubahan yang tidak stabil yang terjadi pada kromosom. Mutasi kromosom sering disebabkan oleh masalah selama proses pembelahan sel dalam meiosis atau mutagen kimia dan radiasi. . Mutasi pada kromosom berubah dan berdampak pada seluruh kromosom.

polipeptida. Gen • Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein. .

Sitoplasma (cairan sel). . Kromosom • Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap inti sel pada semua makhluk hidup. Setiap sel terdiri dari tiga bagian utama. dan Membran pelindung sel. yaitu nukleus (inti Sel). kromosom berbentuk deret panjang molekul yang disusun oleh DNA dan protein- protein.

Tiap-tiap nukleotida terdiri dari tiga komponen utama. Guanin (G). . dan basa nitrogen (nukleobasa). Pada DNA. nukleobasa yang ditemukan adalah Adenin (A). gula deoksiribosa. DNA DNA merupakan sebuah polimer yang terdiri dari satuan-satuan berulang yang disebut nukleotida. Sitosin (C) dan Timin (T). yakni gugus fosfat.

Sel perlu menggandakan DNA yang dimilikinya sebelum terjadi pembelahan sel. sel akan mensintesis semua bahan-bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel. Replikasi terjadi pada tahap interfase dari siklus hidup sel. Tujuan Replikasi DNA • Replikasi adalah peristiwa penggandaan DNA yang terjadi pada semua sel hidup. . Dalam tahap interfase.

Tujuana Replikasi DNA • Tujuan utama pembelahan sel adalah untuk mengganti sel yang telah rusak ataupun untuk pertumbuhan tubuh. Pembelahan sel tubuh akan menghasilkan 2 sel anak dari 1 sel induk. Semua DNA yang ada di dalam sel yang akan membelah. Sel-sel tubuh membutuhkan nutrisi yang lengkap agar pembelahan dapat terjadi. . terlebih dahulu akan digandakan melalui peristiwa replikasi DNA.

. Tujuan Replikasi DNA • Tujuan utama dari replikasi DNA adalah menyediakan kopian DNA yang akan diberikan pada sel-sel baru hasil pembelahan.

Inisiasi: Tahap inisiasi terjadi karena adanya tiga komponen yaitu mRNA. dan dua sub unit ribosom. kemudian mRNA masuk ke dalam celah ribosom. ribosom membaca kodon yang masuk. mRNA yang keluar dari nukleus menuju sitoplasma didatangi oleh ribosom. . Ketika mRNA masuk ke ribosom. Pembacaan dilakukan untuk setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. sebuah tRNA yang memuat asam amino pertama dari polipeptida. Proses terjadinya DNA Langkah-langkah replikasi DNA adalah sebagai berikut: 1.

Sub unit ribosom dibangun oleh protein-protein dan molekul-molekul RNA ribosomal. Ribosom di sini berfungsi untuk memudahkan perlekatan yang spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein. Ketika kodon I terbaca ribosom (misal kodonnya AUG). tRNA masuk ke celah ribosom. . Dengan demikian. proses pembacaan kodon dapat berlangsung secara berurutan. Sebagai catatan ribosom yang datang untuk mebaca kodon biasanya tidak hanya satu. melainkan beberapa ribosom yang dikenal sebagai polisom membentuk rangkaian mirip tusuk satu. di mana tusuknya adalah mRNA dan daging adalah ribosomnya. tRNA yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang.

Ribosom terus bergeser agar mRNA lebih masuk. tRNA tersebut masuk ke ribosom. guna membaca kodon II. segera diterjemahkan oleh antikodon CUC sambil membawa asam amino glisin. metionin yang pertama kali masuk dirangkaikan dengan serine membentuk dipeptida. . Misalnya kodon II UCA. membaca kodon III. Elongasi: Pada tahap elongasi dari translasi. yang segera diterjemahkan oleh tRNA berarti kodon AGU sambil membawa asam amino serine. Ribosom terus bergeser. Di dalam ribosom. asam amino-asam amino ditambahkan satu per satu pada asam amino pertama (metionin).2. Misalkan kodon III GAG.

Molekul rRNA dari sub unit ribosom besar berfungsi sebagai enzim. .Asam amino glisin dirangkaikan dengan dipeptida yang telah terbentuk sehingga membentuk tripeptida. yang diterjemahkan ke dalam bentuk asam amino guna dirangkai menjadi polipeptida. Kodon mRNA pada ribosom membentuk ikatan hidrogen dengan antikodon molekul tRNA yang baru masuk yang membawa asam amino yang tepat. Demikian seterusnya proses pembacaan kode genetika itu berlangsung di dalam ribobom. yaitu mengkatalisis pembentukan ikatan peptida yang menggabungkan polipeptida yang memanjang ke asam amino yang baru tiba. Molekul mRNA yang telah melepaskan asam amino akan kembali ke sitoplasma untuk mengulangi kembali pengangkutan asam amino.

. dan UGA.3. UAG. Polipeptida yang dibentuk kemudian diproses menjadi protein. Kodon stop tidak mengkode suatu asam amino melainkan bertindak sinyal untuk menghentikan translasi. Elongasi berlanjut hingga kodon stop mencapai ribosom. Terminasi: Tahap akhir translasi adalah terminasi. Triplet basa kodon stop adalah UAA.

Silent mutation (mutasi diam) yaitu perubahan suatu pasangan basa dalam gen (pada posisi 3 kodon) yang menimbulkan perubahan satu kode genetik tetapi tidak mengakibatkan perubahan atau pergantian asam amino yang dikode. : CUA → CUG . Mutasi Pada Gen 1.

terjadinya mutasi fenotip. Mutasi jenis ini juga merupakan mutasi titik tetapi berakibat pada perubahan asam amino yang dikode. Mutasi pada Gen 2. Banyak organism yang dapat mentoleransi beberapa perubahan pada urutan asam aminonya. .

maka asam amino penyusunnya akan mengalami perubahan. Frame shift mutation : Konsekuensi dari insersi atau delesi suatu basa. . Protein yang abnormal akan memiliki fungsi yang abnormal juga. Nonsense mutation: Mutasi yang mengubah kodon asam amino tertentu menjadi kodon STOP. Mutasi pada Gen 3. dalam arti tidak menghasilkan produk gen dinamakan null alele. 4. sehingga protein yang bersangkutan menjadi abnormal. Oleh karena itu bila terjadi perubahan susunan nukleotida pada DNA. Bila gen tidak berfungsi dinamakan gene knockout. 5. Knockout mutation : Suatu alel yang kehilangan fungsinya.