You are on page 1of 15

H. AHMAD PURNAMA H, SKp.

,MKes
 Terputusnya kontinuitas lapisan mukosa dan
meluas sampai dibawah epitel
 Area yang sering terpaparnya HCl 
terjadinya ulkus peptikum :
 Esophagus
 Lambung
 Duodenum Area yg srg tjd ulkus
 Jejenum
 Ulkus derajat I : Ulserasi hanya pada sub
mukosa saja
 Ulkus derajat II : Ulserasi sampai mukosa
 Ulkus derajat III : Ulserasi sampai dengan
lapisan muskularis
 Ulkus derajat IV : ulserasi sampai lapisan
serosa
 Asam Lambung (HCl)
 Faktor kejiwaan  emosi, stress
 Rokok dan kafein
 Alkohol
 Obat-obatan (drug induce d peptic ulcer) :
NSAID, Aspirin, salisilat
 Inflamasi bacterial : H. Pyloric,
 Refluks empedu dan getah pankreas
 Kerusakan Ginjal  (uremia)
 Hormonal (ACTH)
 Luka Bakar
Syok sepsis trauma

Ischemic mukosa gastric

Peningkatan permeabilitas mukosa

Peningkatan difusi balik Asam (H)

Pelepasan histamin lokal

Edema, peningkatan
Permebilitas kapiler

Destruksi mukosa dan ulseras
Peningkatan HCl

syaraf kolinergik syaraf simpatik

Pe motilitas usus spasme esophageal

gangguan absorbsi regurgitasi HCl &
pilorospasme

makanan tidak dpt masuk
ke sal. Berikutnya :
mual, kembung anoreksia
 Rasa nyeri:
- Berkaitan dengan makanan
- Sifatnya periodik : timbul beberapa saat stlh
makan, tidur tengah malam
- Sifat : perih, seperti ditusk-tusuk
- Lokalisasi : di daerah epigastrium
- Teory Timbulnya nyeri : motilitas theory, acid
theory, imflamtory theory
 Penurunan nafsu makan
 Rasa terbakar
 Waterbrash atau regurgutasi asam
 Nausea dan Vomitus
- Timbul bila nyeri hebat
- Bs tjd setelah makan
- Akibat pylorospasme atau pyloryc stenosis

 Colonic symptom :
- Mengeluh konstipasi
- Nyeri pda daerah perut  kolik
- Nyeri saat defekasi
 Endoskopi GIT : mengetahui inflamasi, ulkus,
lesi
 Barrium enema
 Analisis lambung
 Rontgen/usg lambung
 Feses
 Pemeriksaan sekretory lambung
 Test helicobacteri pylori
 Penurunan stress
 Istirahat/bed rest
 Penghentian Merokok
 Modifikasi diet
 Obat-obatan (Anti Acid, antikolinergik,
sukralfat, Penyekat asam/acid bloker)
 Intervensi bedah (indikasi adanya ulkus
kronik)
 Aktivitas/istirahat: kelemahan, kelelahan
 Sirkulasi : takhikardia, disritmia, warna kulit
pucat, sianosis, CRT lambat
 Integritas ego : stress, gelisah berkeringat,
rentang perhatian sempit, gemetar
 Eliminasi : perdarahan, perubahan pola
defekasi, perubahan karakteristik feses, nyeri
tekan abdomen, distensi lambung, bisisng
usus meningkat, konstipasi
 Nyeri
 Gangguan pemenuhan nutrisi
 Gangguan perfusi jaringan
 Gangguan istirahat tidur
 Gangguan rasa aman : Ansietas
 Terganggunya perfusi jaringan :
Fx Predisposisi  penurunan barier mukosa
lambung  peningkatan kecepatan difusi HCl
Iritasi mukosa lampung sampai epitel 
peradangan , perdarahan  Penurunan Hb 
penurunan pengikatan O2  penurunan
trasportasi O2 dan nutrisi ke jaringan 
hypoxia jar.  nekrosis terganggunya
perfusi jaringan
 Nyeri :

terganggunya perfusi jaringan  Aktivasi
resptor nyeri  impuls disampaikan ke
thalamus  corteks serebri  Nyeri
dipersepsikan
 Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi :
terganggunya perfusi jaringan  kurangnya
suplai O2 ke jaringan usus  penurunan
motilitas usus  bising usus menurun 
pengosngan lambung lambat  perasaan
penuh dilambung  anoreksia  penurunan
nafsu makan  Gangguan nutrisi