You are on page 1of 24

Pemeriksaan dan

Penatalaksanaan Imumisasi
Rutin pada Balita

Donna Patandianan
102016225

Skenario
seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ibunya ke
puskesmas untuk cek up rutin. Saat selesai diperiksa, ibunya
bertanya ke dokter mengenai imunisasi apa saja yang harus
didapat anaknya sampai remaja nanti dan jadwal pemberiannya.

Rumusan Masalah Seorang ibu bertanya mengenai imunisasi apa saja yang didapat sampai remaja untuk anak perempuan yang berusia 3 tahun .

Mind Map Vaksin yang Anamnesis Ibu sudah dilakukan edukasi Imunisasi Penatalaksanaan Jenis imunisasi Jadwal KIPI imunisasi .

Anamnesis Anamnesis dapat dilakukan dengan cara  auto-anamnesis (langsung pada pasien)  allo-anamnesis (pada orangtua/ sumber lain) Merupakan.  cara tercepat menuju diagnosis  kunci menuju diagnosis  didapat data subyektif (rinci)  Jangan sugestif .a.

b. Pemeriksaan Fisik  inspeksi  palpasi  perkusi  auskultasi .

c. genitalia.kelenjar getah bening 8) Pemeriksaan kepala dan leher 9) Pemeriksaan dada. tulang belakang dan ekstremitas 10) Pemeriksaan neurologis .rambut.kuku. Pemeriksaan umum Keadaan Umum 1) Kesadaran • compos mentis • Apatis • Somnolen • Sopor • Koma • Delirium 2) Status gizi 3) Nadi 4) Tekanan darah 5) Pernapasan 6) Suhu 7) Pemeriksaan kulit. abdomen.

Penatalaksanaan .

Imunisasi Tujuan Imunisasi: • Anak menjadi kebal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (tindakan preventif) • Mencegah kecacatan • Menurunkan mortalitas .

Jenis Imunisasi aktif pasif • Immunoglobulin yang • Imun yang didapat didapat setelah dari immunoglobin terserang penyakit. • Kekebalan dari ibu yg diberkan pada bayi melalui plasenta. yang sudah terbentuk. .

.

05ml Adanya jar.parut KI : tidak boleh pada pasien yg sedang mengalami TBC Umumnya diberikan pada umur 2 atau 3 bulan .Imunisasi Dasar Imunisasi BCG Bacillus Calmette Guerin Mencegah terjadinya TBC yang berat Mengandung kumanTBC yang telah dilemahkan Intrakutan -> 0.

Imunisasi Dasar Imunisasi Hepatitis B Mencegah terjadinya hepatitis B Intramuskular -> 0.5ml KI: anak yang sedang sakit berat Diberikan 3 kali. pada saat lahir. bulan pertama dan bulan ke 6 .

Imunisasi Dasar Imunisasi Polio Mencegah terjadinya penyakit poliomielitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak Virus polio: lemah (virus sabin) -> 2tt oral mati (virus salk) -> parenteral Pada kasus akan diberikan imunisasi polio yang ke 5 pada umur 5 tahun .

Imunisasi Dasar Imunisasi DPT Difteri – Pertusis . yang mempunyai riwayat kejang demam Akan diberikan DPT yang ke 567 . pertusis. dan tetanus Reaksi umumnya : demam KI: anak sakit parah.Tetanus Mencegah terjadinya penyakit difteri.

5ml ES : ruam pada tempat suntikan dan demam ringan setelah imunisasi Pada kasus akan diberikan imunisasi campak yang ke 3. . pada umur 6 tahun.Imunisasi Dasar Imunisasi Campak Mencegah terjadinya penyakit campak Virus yang telah dilemahkan Subkutan -> 0.

campak jerman Subkutan Pada kasus ini akan diberikan imunisasi MMR yang ke 2 .Imunisasi Dasar Imunisasi TIPA Mencegah penyakit demam tifoid dan paratifoid Subkutan Imunisasi MMR Measles .Mumps – Rubella Untuk mencegah penyakit campak. gondongan.

artritis.Imunisasi Dasar Imunisasi HIB Mencegah penyakit infeksi Hemophilus influenza tipe B (meningitis. epiglottis) Subkutan ImunisasiVaricela Untuk mencegah infeksi varicella / cacar air Subkutan . selulitis. septisemia.

Kontraindikasi Imunisasi .

.

efek farmakologis . reaksi sensitivitas. efek samping. baik karena efek vaksin.Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI)  Reaksi yang timbul setelah pemberian vaksinasi  KIPI dapat didefinisikan sebagai kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi. toksisitas.

.

 Contoh edukasi : manfaat vitamin pada tumbuh kembang anak dan bayi. .Penatalaksanaan EDUKASI  Sangat penting  Pedoman utama penatalaksanaan tumbuh kembang anak dan bayi  Secara khusus tertuju pada orang tua.

dan campak yang ke 3. DPT yang ke 567. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Kesimpulan Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. . MMR yang ke 2. Imunisasi yang harus dilakukan lagi adalah Polio yang ke 5. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit.