You are on page 1of 18

GANGGUAN MENSTRUASI

Ns. Immawanti, M.Kep, Sp.Kep.Mat


Amenorhea

Dismenorhea

Endometritis
AMENORHEA

TIDAK ADA ATAU TERHENTINYA HAID SECARA ABNORMAL


 Klasifikasi Amenorhea

•Terjadi pada masa sebelum pubertas,

Amenorhea kehamilan, laktasi dan sesudah menopause

fisiologik

Amenorhea
•A.primer; terjadi usia > 18th, penyebab; kelainan
congenital dan genetic
•A. sekunder; pernah mendapat haid tetapi
kemudian tidak dapat lagi, penyebab; hipotensi,

patologik anemia, ggn gizi, metabolisme, tumor, pyk


infeksi,kelamahan tubuh dan stress psikologik
ETIOLOGI

Hymen Menstruasi Disfungsi


Imferforata Anavulatori hipotalamus

Disfungsi Disfungsi Endometrium


hipofise ovarium tidak beraksi
MANIFESTASI KLINIS
 Tidak terjadi haid
 Produksi hormon estrogen dan progestron
menurun
 Nyeri kepala

 Lemah badan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan organ dalam reproduksi melalui;
 Pemeriksaan USG

 Pemeriksaan MRI

 Pemeriksaan kadar hormon FSH dan LH

 Pemeriksaan TSH
KONSEP KEPERAWATAN
 Anamnese meliputi; pertumbuhan dan perkembangan
sejak kanak-kanak, TB dan usia pertama kali
mengalami pertumbuhan payudara dan rambut
kemaluan.
 Informasi anggota keluarga;usia mereka saat
menstruasi pertama, banyaknya perdarahan, lama
menstruasi dan periode menstruasi terakhir
 Riw. Penyakit kronis, trauma, operasi dan
pengobatan
 Kebiasaan dalam kehidupan seksual, penggunaan
narkoba, olahraga, diit, situasi rumah dan sekolah
 Kelainan psikis lainnya
Pemeriksaan Fisik meliputi;
 Tanda – tanda Vital

 Keadaan umum

 Keadaan payudara

 Keadaan rambut kemaluan dan genetalia eksternal

 Keadaan vagina

 Uterus

 Cerviks
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 Ansietas b/d perubahan status kesehatan
 Gangguan citra tubuh b/d biofisik, tahap
perkembangan, perseptual dan penyakit
 Harga diri rendah situsional b/d gangguan fungsional

 Kurang pengetahuan b/d kurang informasi ttg penyakit


DISMENORHEA
 Dismenorhea adalah rasa sakit yg menyertai
menstruasi sehingga dpt menimbulkan
gangguan sehari-hari (Werdaningsih, 2010).
 Dismenorhea berasal dari kram rahim dan
terjadi selama menstruasi
 Telah menyerang 30% perempuan yg tidak ada
dasar patologik diusia 20-25 thn pd D. primer
dan ada penyakit patologik di usia 30-40 thn
pd dismenorhea sekunder.
KLASIFIKASI DISMENORHEA

• Sering trjdi, 15% mengalami nyeri


Dismenorhea hebat
• Dimulai 2-3 thn setelah
primer menarche, mencapai maksimal
usia 15-25 thn.

• Penyebabnya endometriotis atau


Dismnerhea penyakit peradangan pelvik
• Nyeri kram yg khas mulai 2 hari
sekunder atau lebih sebelum menstruasi
ETIOLOGI DISMENORHEA

•Faktor endokrin, kelainan


Dismenorhea organik, gangguan psikis, faktor
konstitusi dan faktor alergi
primer

•Polip atau fibroid uterus, peny.


Dismenorhea Radang panggul, perdarahan
uterus disfungsional, prolaps
sekunder uterus, maladaptasi pemakaian
AKDR dan kanker ovarium
TANDA DAN GEJALA DISMENORHEA PRIMER
 Usia lebih muda, maksimal usia 15-25 tahun
 Timbul setelah terjadinya siklus haid yg teratur
 Sering terjadi pada nullipara
 Nyeri sering terasa sebagai kejang uterus
 Nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pda hari
pertama dan kedua haid
 Tidak dijumpai keadaan patologi pelvic
 Sering disertai nausea, muntah, diare, kelelahan dan
nyeri kepala
 Sering memberikan respon terhadap pengobatan
medikamentosa
TANDA DAN GEJALA DISMENORHEA SEKUNDER

 Usia lebih tua, jarang sebelum usia 25 tahun


 Cenderung timbul setelah 2 thn siklus haid teratur
 Tidak berhubungan dgn siklus paritas
 Nyeri sering terasa terus- menerus dan tumpul
 Nyeri dimulai saat haid dan meningkat bersamaan
dengan keluarnya darah
 Berhubungan dgn kelainan pelvic
 Tidak berhubungan dgn adanya ovulasi
 Seringkali memerlukan tindakan operatif
 Terdapat kelainan pelvic
PENATALAKSANAAN

 Latihan
 Kompres air hangat atau mandi air hangat

 Orgasme yang mampu menegakkan kongesti


panggul
 Hindari kafein yg dapat meningkatkan
pelepasan prostaglandin
 Pijat daerah punggung, kaki atau betis

 Istirahat
KONSEP KEPERAWATAN
Pengkajian meliputi;
 Riwayat menstruasi tanyakan; awitan menarche,
awitan dismenohea, frekuensi dan keteraturan
siklus, lama dan jumlah aliran menstruasi
 Deskripsi nyeri; PQRST

 Riwayat obstetri-paritas

 Pemasangan AKDR

 Pemeriksaan fisik tanyakan; usia dan berat badan,


pemeriksaan spekulum, pemeriksaan bimanual
DIAGNOSA KEPERAWATAN

 Nyeri b/d meningkatnya kontraksi uterus


 Koping individu tidak efektif b/d metode koping
tidak adekuat
 Ansietas b/d perubahan status kesehatan
TERIMA KASIH