You are on page 1of 25

STIFFNESS AND

FLEXIBILITY
ANALISA STRUKTUR DENGAN
METODE MATRIKS

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 1


PRINSIP KEKAKUAN & FLEKSIBILITAS

• KEKAKUAN atau “STIFFNESS” adalah


aksi yang diperlukan untuk menghasilkan “unit
displacemen”
gaya
satuan  a.l ; ton/m' ; kN/mm ; kg/cm
panjang

• FLEKSIBILITAS atau “FLEXIBILITY” adalah


displacemen yang dihasilkan oleh “unit gaya”
panjang
satuan  a.l ; m/ton ; mm/kN ; cm/kg
gaya
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 2

Contoh sederhana ; 1

 f  D=f F
F f = fleksibilitas
 D 

F = gaya / action k
D = displacemen
 1  F=kD
k = kekakuan

1 1
k atau f 
f k
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 3
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 4
Hubungan Deformasi dengan Internal Forces

DEFORMASI AKSIAL

X 
x

N A  N
E E EA

d  x    x .dx 
N
.dx
EA
L
  L   d  x   
N L
.dx  N
O
EA EA

EA = axial rigidity

Dimana : A = luas tampang ; E = modulus elastis bahan


L = panjang elemen
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 5
Hubungan Deformasi dengan Internal Forces

DEFORMASI LENTUR

x  
M .y x M .y
Iz x   
E EI Z

 x .dx EIz=flexural rigidity


L
M M
d    .dx    d   .dx
y EI Z O
EI Z
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 6
Hubungan Deformasi dengan Internal Forces

DEFORMASI GESER

V .dx
V .Q d  f .
Shear Stress ;   Displacemen relatif ;
G. A
I z .b
L
f .V f .L
  S   d 
GA O
 .dx  .V
Shearing Strain ;   GA
G
G = Modulus geser GA
 shearing rigidity
A = Luas penampang f
f = shape factor
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 7
Hubungan Deformasi dengan Internal Forces
DEFORMASI PUNTIR

T .r 
T .r  maks T
    d  dx  dx
J G G.J R G.J
L
T.R  maks
T .R    d   .
T
dx 
L
 max   maks   G.J GJ
.T
J G G.J O

J = momen inersia polar G.J = torsional rigidity


konstanta torsi
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 8
KONSTANTA TORSI PENAMPANG

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 9


EXAMPLE

A1

D1
D2

Struktur balok menerima beban terpusat A1 dan momen


lentur A2 pada ujung cantilever seperti tergambar
Hitung matriks kekakuan [K] dan matriks fleksibilitas [F] dari
struktur tersebut ????

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 10


1 -6EI
E,I,L S21= 2
E,I,L L
L 1
F11=
3EI 12EI
S11= 3
L
2
L
F21=
2EI 4EI
S22=
E,I,L 1 1 L
L
F12=
2EI
L -6EI
F21= S12= 2
EI L

L3 L2
D1  A1  A2 A1 
12 EI
D 
6 EI
D2
3EI 2 EI L3
1
L2
L2 L
D2  A1  A2 6 EI 4 EI
2 EI EI A2   D1  D2
L2 L
 L3 L2   12 EI 6 EI 
 D1   3EI   A1   L3 
   2
2 EI   A1 
    6 EI L2   D1 
 D2   L
 
L   A2  4 EI   
 A2     2
D
 2 EI EI   L2 L 

D  F  A
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM
A  S  D 11
SLOPE DEFLECTION METHOD

Elemen dengan
ujung2 berotasi
dan translasi pada
salah satu ujung

Elemen dengan
ujung2 hanya
berotasi saja.

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 12


Elemen jepit-bebas

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 13


SEHINGGA DAPAT DIBUKTIKAN BAHWA ;

 L3 L2   12 EI 6 EI 

F S    3EI 
2 EI   L3 L2 
 2  6 EI
 L L  4 EI 
 2 
 2 EI EI   L L 

F S   (4  3) (2 L  2 L)


6 L  6 L (3  4) 

1 0
F S    
0 1 

F   S  1
ATAU ; S   F  1

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 14


EXAMPLE
Prinsip superposisi kekakuan ;

3EI 3EI 3EI


F1  D1  2 D2  2 D3
L L L
3EI 3EI 3EI
F2  2
D1  3
D 2  3
D3
L L L
3EI 3EI 3EI
F3  2
D1  3
D 2  3
D3
L L L

 F1  1 1
L
1   D1 
L
  3EI  1 1  D
 
F2    L
1
L2 2 
L  2
F  L 1 D 
 3  1 L 1
L2 L2   3 

F  K  D
Bagaimana jika memakai Prinsip superposisi fleksibilitas ????........home work
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 15
EQUIVALENT JOINT LOADS

 Pada metode matriks, pengaruh beban luar


yang bekerja pada batang (atau “member
loads”) dapat diekivalensikan dengan beban
pada node/joint yang mempunyai pengaruh
sama seperti beban aslinya.
 Konsep tersebut dikenal sebagai “equivalent
joint loads”

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 16


25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 17
FORMULASI ANALISA STRUKTUR
DENGAN METODE MATRIKS

 Metode yang dikenal s/d sekarang ;


1) Metode Kekakuan (Metode Displacemen)
2) Metode Fleksibilitas (Metode Gaya)
 Metode Kekakuan ; displacemen sebagai un-
known value (variabel yang tidak diketahui)
dan dicari terlebih dahulu.
 Metode Fleksibilitas ; gaya sebagai un-known
value dan dicari terlebih dahulu.

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 18


Metode Kekakuan Langsung
 Metode yang cocok dan banyak digunakan
dalam analisis struktur berbasis program
komputer (SAP2000/STAAD-PRO/ANSYS)
 Asumsi-asumsi dasar ;
1) Bahan struktur berperilaku “linear-elastic”
2) Displacemen struktur relatif kecil dibanding dimensi
/geometrik struktur
3) Interaksi pengaruh gaya aksial dan lentur diabaikan
4) Elemen/batang struktur bersifat “prismatis & homogen”

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 19


PROSEDUR ANALISIS
1. Semua kekakuan elemen dievaluasi sesuai
dengan hubungan antara “gaya” dan
“ deformation” (dalam koordinat LOKAL).
2. Matriks kekakuan elemen ditransformasikan
ke koordinat GLOBAL.
3. Matriks kekakuan elemen-elemen struktur
(dalam koordinat global) digabungkan
menjadi matriks kekakuan seluruh struktur
(dengan mempertimbangkan
kompatibilitas).

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 20


PROSEDUR ANALISIS
4. Berdasarkan pembebanan yang ada, disusun
vektor/matriks gaya.
5. Kondisi batas pada perletakan
diperhitungkan, dan dilakukan “static
condensation” untuk memperoleh matriks
kekakuan struktur ter-reduksi.
6. Matriks kekakuan struktur yang ter-reduksi
tersebut memberikan persamaan
kesetimbangan struktur, yang solusinya
akan menghasilkan “displacement” setiap
node/joint. Kemudian gaya-gaya (reaksi
perletakan) dapat diperoleh kemudian.
7. Kemudian gaya-gaya dalam dapat dihitung
untuk setiap elemen.
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 21
Aplikasi Metode Kekakuan Langsung

 STRUKTUR BALOK
 STRUKTUR RANGKA BIDANG
 STRUKTUR RANGKA RUANG
 STRUKTUR PORTAL BIDANG
 STRUKTUR PORTAL RUANG
 STRUKTUR GRID

25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 22


EXAMPLE
Prinsip superposisi kekakuan ;

3EI 3EI 3EI


F1  D1  2 D2  2 D3
L L L
3EI 3EI 3EI
F2  2
D1  3
D 2  3
D3
L L L
3EI 3EI 3EI
F3  2
D1  3
D 2  3
D3
L L L

 F1  1 1
L
1   D1 
L
  3EI  1 1  D
 
F2    L
1
L2 2 
L  2
F  L 1 D 
 3  1 L 1
L2 L2   3 

F  K  D
Bagaimana jika memakai Prinsip superposisi fleksibilitas ????........home work
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 23
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 24
25/03/2018 Erwin Rommel FT-UMM 25