You are on page 1of 52

KEPERAWATAN KOMUNITAS II

MODEL KONSEPTUAL
KEPERAWATAN KOMUNITAS

Oleh : MULYA
Bagian Keperawatan Komunitas
Program Studi S1 Keperawatan
STIKES Husada Jombang 2012
Kenapa ada Model ?

Ada Masalah yang hendak dipecahkan.


Masalah :
1. Kesenjangan ( T dan R ),
2. Trend,
3. Membandingkan,
4. Intervensi Program.
MODEL :
■ gambaran deskriptif dari sebuah praktek
yg bermutu yg mewakili sesuatu yg nyata.
■ Gambaran yang mendekati kenyataan dari
suatu konsep ( Riehl and Roy, 1980 )
MODEL KEPERAWATAN:
Aplikasi dari struktur kep. itu sendiri yang
memungkinkan seorang perawat untuk
menerapkan cara mereka bekerja/ kerangka
pikir sebagai suatu cara keperawatan.
Model praktek Keperawatan
Didasarkan isi dari sebuah teori dan konsep
praktek, sedang teori & konsep mencerminkan
filosofi, nilai dan keyakinan tentang manusia.

Ada 3 komponen dari praktek :


1. Keyakinan dan nilai
(dasar seluruh model yang akan dibangun)
2. Tujuan Praktek
(yang ingin dicapai bdasarkan kebutuhan klien)
3. Pengetahuan & keterampilan
(yang dibutuhkan mengembangkan tujuan)
Keperawatan komunitas

merupakan pelayanan profesional


yang prakteknya memerlukan acuan
atau landasan teoritis untuk
menyelesaikan atau mengatasi
fenomena yaitu penyimpangan dalam
kebutuhan dasar komunitas
Falsafah Keperawatan Komunitas:
Komunitas
dgn kluarga sbgai
Unit Pel Dasar
MANUSIA

Keperawatan dgn Kesehatan


3 level pencegahan (Sehat-Sakit)

Lingkungan:
(Fisik,Biologis,
Psikologis,Sosial,
Cultural & Spiritual
ASUMSI DASAR KEP KOMUNITAS
1. Pel Kes bersifat kompleks
2. Pel yg diberikan Pel Kes primer, skunder & tersier
3. Kep Merupk Subsistem pel kes
4. Fokus utama adalah kep Primer
KEYAKINAN KEP KOMUNITAS
1.Pel Kes sebaiknya: tersedia, dpt dijangkau, dpt diterima.
2.Penyusunan Kebijakan melibatkan penerima pel.
3.Perawat sbg pemberi pel & Klien sbg penerima perlu
kerjasama yang baik.
4. Lingkungan dpt mempengaruhi kes
5. P2 dilakukan dalam upaya meningkatkan kes
6. Kes merupakan tanggung jawab setiap orang
PERBEDAAN PEL KEPERAWATAN
DI RS/KLINIK DENGAN KOMUNITAS
N Perbedaan
o Aspek
Rumah Sakit Komunitas

PKM, rumah, sekolah,


1 Tempat kejadian Bangsal/klinik
panti,perusahaan

Sehat, sakit,
2 Tipe klien yg dilayani Sakit, meninggal
meninggal
Promotif,Preventif,
Ruang lingkup
3 Kuratif,rehabilitatif Kuratif, Rehabilitasi,
pelayanan Resosiasi

Peningkatan kes,
4 Fokus Rasa aman di RS
Pencegahan peny
Individu, Keluarga,
5 Sasaran Individu Kelompok khusus,
masyarakat
MODEL KONSEPTUAL
KEPERAWATAN
1. Model Konseptual dari Florence
Nightingale (1859).
Menurut Florence Nigtingale
Menekankan pengaruh lingkungan
terhadap klien yang dikenal dengan
istilah :
“Environmental Model “.
2. Model Konseptual dari H.E Peplau
(1952).
Menekankan pada hubungan perawat
secara interpersonal atau Interpersonal
relation in nursing.
3. Model Konseptual dari Virginia
Henderson (1966).
Dikenal dgn Need Based Model atau
aktifitas hidup sehari – hari.
(Activity Day Living Model / ADL)
4. Model Konseptual dari Martha
Rogers (1970)
Dikenal dgn The Science Of Unitary
Human Beings
5. Model Konseptual dari Dorothea
Orem (1971)
Dikenal dengan istilah Model Keperawatan
Mandiri atau Self Care Deficit Theory Of
Nursing
6. Model Konseptual dari King’s (1971)
Pada model ini dikenal dgn Model Sistem.
7. Model Konseptual dari Betty
Neuman (1972)
Dikenal dengan System Model Of Nursing atau
Health Care System Model.
8. Model Konseptual dari I.J. Orlando
(1972)
Yang dikenal dengan istilah The dynamic nurse-
patient relationship.
9. Model Konseptual dari Sr.Callista
Roy (1976)
Dikenal dengan istilah Adaptation Model Of Nursing.
10. Model Konseptual dari Jonhson
Menekankan ada pendekatan sistem

11. Model Konseptual dari Madeleine


Leinenger (1978)
Dikenal dengan Cultural Care Theory
12. Model Konseptual dari J.
Watson (1979)
Dikenal dengan istilah Theory Of Nursing
13. Model Konseptual dari Nola
Pender (1982)
Dikenal dgn nama Health Promotion
Model.

(Sumber : Marriner-Tomey, A. :Nursing Thoristis And Their Work, 1994.)


MODEL KONSEPTUAL
KEPERAWATAN
YANG DITERAPKAN DALAM

KEPERAWATAN KOMUNITAS
Perlu diperhatikan !
Model konseptual keperawatan yang ada
tidak dapat diterapkan secara sendiri-sendiri
atau tunggal pada praktek keperawatan
komunitas.
Hal ini disebabkan : masing2 model
mempunyai kekurangan dan kelebihan serta
keunikan masing2, Bila dilihat dari keempat
konsep utama paradigma keperawatan
Yaitu : Manusia, lingkungan, kesehatan dan
keperawatan.
Oleh karenanya :
kombinasi dua atau lebih model yang
digunakan dapat mendukung dan
memperkuat pelayanan di dalam
keperawatan.
Masing-masing model konseptual
akan memberi penekanan tertentu
pada konsep utama.
MODEL KONSEPTUAL LINGKUNGAN
( FLORENCE NIGHTINGALE, 1859 )
• Menekankan pengaruh lingkungan thd klien
dikenal dgn istilah “environment model”.
• Lingkungan sbg fokus asuhan keperawatan.
• Bantuan askep berupa: pemberian udara yg bersih
dan segar, penerangan yg tepat, kenyamanan lingk,
kebersihan, keamanan, keselamatan.
misal: Lingk yg kotor tidak baik untuk kesehatan sedangkan
lingkungan bersih dpt mengurangi penyakit.
• Keperawatan memiliki kontribusi langsung maupun
tidak langsung utk mempertahankan kesehatan
melalui manajemen manusia – lingkungan.
MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN
MANDIRI/SELF CARE
( Dorothea Orem, 1971 )

• Model ini tepat digunakan untuk kep keluarga


karena tujuan akhir dari keperawatan keluarga
adalah kemandirian keluarga dalam melakukan
upaya kesehatan yang terkait dengan lima tugas
kesehatan keluarga yaitu :
- Mengenal masalah,
- Mengambil keputusan utk mengatasi masalah,
- Merawat anggota keluarga yg mengalami gangguan kesehatan,
- Memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang kesehatan,
- Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan secara tepat.
Pengertian
Keperawatan mandiri
• Kep mandiri adalah salah satu kemampuan
dasar manusia dlm menjaga fungsi tubuh
dan kehidupan yang harus dimilikinya.
• Menurut Orem,1980
kep mandiri adl pelaksanaan kegiatan yang
diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu
sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna
mempertahankan kehidupan, kesehatan dan
kesejahteraan sesuai keadaan sehat sakit.
• Kep. Mandiri didasarkan pada 6 pasal:
1. Tindakan dimana manusia mampu melaksanakan.
2. Kesengajaan dan pengambilan keputusan sebagai
pedoman tindakan.
3. Setiap orang menghendaki dan menjadi KDM.
4. Orang dewasa mempunyai hak & tanggung jawab
utk merawat dirinya sendiri dan orang lain.
5. Perubahan tingkah laku scr lambat dan terus
menerus didukung pengalaman sosial sebagai
hubungan interpersonal.
6. Meningkatkan harga diri seseorang sehingga
mempengaruhi konsep diri.
PANDANGAN OREM TERKAIT DENGAN
PARADIGMA KEPERAWATAN
a. Individu
Merupakan integrasi keseluruhan aspek baik fisik
, psikologis maupun sosial dgn berbagai tingkat
kemampuan keperawatan mandiri.
b. Keperawatan
Askep mandiri dpt digunakan dlm praktek kep.
keluarga dgn sasaran :
1) Menolong klien atau keluarga untuk
keperawatan mandiri secara terapeutik.
2) Menolong klien bergerak ke arah tindakan
asuhan mandiri.
3) Membantu anggota keluarga, merawat
keluarga yg mengalami gangguan.
c. Fokus Asuhan Keperawatan:
1. Aspek Interpersonal,: meningkatkan
hubungan dalam keluarga.
2. Aspek sosial,: hubungan keluarga dgn
masy sekitar.
3. Aspek prosedural,: melatih keterampilan
dasar keluarga shg mampu mengantisipasi
perubahan yang terjadi
4. Aspek teknis,: mengajarkan keluarga
tehnik dasar keperawatan dirumah
KATEGORI BANTUAN SELF CARE
1. Sistem bantuan secara maksimal/penuh
misal: Klien koma, fraktur vertebra dll
2. Sistem bantuan sebagian
Bantuan sebagian dibutuhkan klien yang
mengalami keterbatasan gerak krn sakit
/ kecelakaan.
mis: klien masih dapat minum, gosok
gigi, cuci muka sendiri
3. Sistem pendukung dan edukatif
Dukungan pendidikan dibutuhkan klien
yang perlu belajar.
MODEL KEPERAWATAN SISTEM
( King’s, 1971 )
• Manusia merupk individu reaktif yang dapat
bereaksi thd situasi, orang & obyek tertentu
waktu: tdk terlepas dari kejadian masa lalu dan masa
sekarang yg mempengaruhi masa depannya.
Makhluk sosial: hidup bersama orang lain dan saling
berinteraksi satu sama lain.
• Manusia memiliki 3 kebutuhan dasar :
- kebutuhan akan informasi
- kebutuhan pencegahan penyakit
- kebutuhan perawatan ketika sakit
• Menurut King’s komunitas merupakan sistem yg
terdiri dari subsistem (keluarga) dan suprasistem
adl (sistem sosial) yg lebih luas
• Subsistem saling berinteraksi, interelasi dan
interdependensi satu sama lain
Mis: gangguan subsistem pendidikan maka masy akan kehilangn informasi atau
ketidaktahuan.
• Keluarga sbg subsistem merupakan sistem terbuka
• Untuk mengetahui masalah dalam komunitas maka
perlu pengkajian pada keluarga sbg subsistem dan
intervensi dilakukan pada dua sasaran keluarga dan
komunitas
• Keluarga merupakan unit pelayanan dasar di
masyarakat / komunitas.
MODEL KONSEPTUAL
KEPERAWATAN ADAPTASI ( ROY,1976 )
• Adl individu mampu meningkatkan kes dgn
cara mempertahankan perilaku adaptif dan
mengubah perilaku maladaptif
• Individu merupakan holistic adaptive system
yaitu selalu beradaptasi secara keseluruhan
• Kunci utama model adaptasi Roy :
1. manusia sbg makhluk bio-psiko-sos selalu
berinteraksi dengan lingkungan
2. Mempertahankan perilaku adaptif dan
mengubah perilaku maladaptif
3. Agar terjadi homeostasis maka individu hrs
beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi
4. Terdapat 3 tingkatan adaptasi:
a. Focal stimulation
stimulus yg langsung beradaptasi dgn
individu & berpengaruh kuat thd individu
b. Contextual stimulation
Stimulus lain yg dialami seseorang baik
internal/eksternal mempengaruhi, dapat
diobservasi dan diukur scr subyektif.
c. Residual stimulation
stimulus lain ciri tambahan yg ada sesuai
situasi dlm proses adaptasi dgn lingkungan
yg sulit untuk diobservasi.
5. Sistem adaptasi mempunyai 4 efektor:
a. fungsi biologis/psikologis
b. konsep diri
c. fungsi peran
d. interdependen
6. individu mampu meningkatkan energi
untuk beradaptasi
MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN HEALTH CARE
SYSTEM (BETTY NEUMAN, 1972)

• Ditujukan pada penekanan penurunan stres


dgn cara memperkuat garis pertahanan diri
baik yg bersifat fleksibel, normal, resisten.
• Garis pertahanan diri komunitas:
►Garis pertahanan Fleksibel (buffer zone)
yaitu Tingkat Kes yg dinamis merupakan
hasil respon sementara thd stresor
(respon kom thd lingkungan mis: banjir, stresor sosial,
pekerjaan, iklim dll)
►Garis pertahanan Normal
yaitu Tingkat Kes kom yg dicapai saat itu
berupa pola koping & pemecahan masalah
jangka panjang diperlihatkan sbg kes kom.
Meliputi: ketersediaan pel, perlindungan nutrisi, Tingkat
pendapatan, perilaku masy thd kes, rumah sehat.
►Garis pertahanan Resisten
yaitu mekanisme internal utk menghadapi
stresor (penyebab ketidakseimbangan sistem)
meliputi: Tk. Pendidikan, adanya pel. Kes, transportasi,
tempat rekreasi, cakupan imunisasi.
• Intervensi diarahkan pd ketiga garis pertahanan yg
terkait dgn ketiga level prevensi:
Pencegahan primer, skunder dan tersier.
• Empat konsep utama keperawatan kom:
1. manusia merupakan sistem terbuka.
2. lingkungan,semua faktor internal dan eksternal
3. sehat
menurut neuman sehat adalah keseimbangan
bio, psiko, sosio, kultural, dan spiritual pada
ketiga garis pertahanan klien yaitu: fleksibel,
normal dan resisten.
4. Keperawatan
• SEHAT DIKLASIFIKASIKAN 8 TAHAPAN:
1. Normally well: sehat scr psikologis, medis &
sosial.
2. Pessimistic : bersikap/berpandangan tidak
mengandung harapan baik.
3. Socially ill : scr psikologis dan medis baik tetapi
kurang mampu scr sosial baik ekonomi maupun
interaksi dgn masy.
4. Hypochondriacal: penyakit bersedih & kesedihan
tanpa alasan.
5. Medically ill; sakit scr medis dpt diperiksa & diukur.
6. Martyr: orang yg rela menderita / meninggal
dari pada menyerah krn mempertahankan
agama/ kepercayaan.
7. Optimistic: secara medis dan sosial sakit tetapi
mempunyai harapan baik.
8. Seriously ill: sakit baik psikologis, medis & sosial.

OPTIMUM HEALTH INCIPIENT ILNESS OVER ILNESS VERY SERIOUS ILNESS


• Keperawatan ditujukan utk mempertahankan
keseimbangan dgn berfokus pd 4 intervensi :
1. Promosi bila gangguan terjadi pada garis
pertahanan fleksibel.
meliputi: Pendidikan kes dan demonstrasi kep. Dasar
klien dirumah/kom.
2. Preventif bila gangguan terjadi pada G.P normal
mis: DDTK Balita, keluarga, imunisasi.
3. Kuratif dan 4. rehabilitatif bila gangguan terjadi
pada garis pertahanan Resisten
misal: melatih klien duduk /berjalan, konseling, kerja sama
linprog/linsek, rujukan kep/non kep scr inprog/linsek.
4. Keperawatan sebagai ilmu dan kiat yang
mempelajari tdk terpenuhinya KDM klien
(individu, keluarga, kelompok & komunitas)
B/D ketidakseimbangan yg terjadi pd ke3
garis pertahanan berupaya membantu
keseimbangan untuk sehat.
• Intervensi keperawatan bertujuan untuk
menurunkan stresor melalui:
a. Pencegahan Primer :
Meliputi berbagai tindakan kep utk
mengidentifikasi adanya stresor,mencegah
reaksi tubuh krn adanya stresor serta
mendukung koping secara konstruktif.
b. Pencegahan Sekunder :
Meliputi berbagai tindakan kep dgn
mengurangi/menghilangkan gejala penyakit
serta reaksi tubuh lainnya karena adanya
stresor.
♦ Dimulai setelah timbul tanda dan gejala
utk memperkuat garis pertahanan normal
c. Pencegahan Tersier:
Meliputi pengobatan secara rutin dan
teratur serta pencegahan thd adanya
kerusakan dari komplikasi suatu penyakit.
TEORI / MODEL KEP. KOMUNITAS

Garis
pertahanan
sehat fleksibel
sosial
Prevens
Psikologis
psikologis
primer
Garis
biologis Garis pertahanan
pertahanan
normal
Ancaman normal
Prevens Garis pertahanan
sekunder Garis
kultural resisten
pertahanan
spiritual resisten
Nyata aktual
Prevensi
tersier

TEORI / MODEL INI SBG LANDASAN PRAKTIK KEP. KOMUNITAS


• Komunitas dilihat sebagai klien
dipengaruhi oleh 2 faktor utama:

1. Komunitas yang merupakan klien.


2. penggunaan proses keperawatan sebagai
pendekatan yang terdiri dari 5 tahapan:
yaitu: pengkajian, diagnosis keperawatan,
perencanaan intervensi, implementasi
dan evaluasi.
• Askep komunitas atau kelompok:
1. Pengkajian
hal yang perlu dikaji sbb:
a. Inti: data demografi terdiri dari usia, pendidikan,
jenis kelamin, pekerjaan, agama, nilai-nilai, keyakinan.
b. Mengkaji 8 subsistem yg mempengaruhi kom:
- Perumahan
- Sarana Pendidikan
- Keamanan dan keselamatan
- Politik dan kebijakan pemerintah terkait kesehatan
- Sistem komunikasi
- Sistem ekonomi
- Rekreasi
2. Diagnose Keperawatan
Berdasarkan tingkat reaksi komunitas thd stresor.
Selanjutnya dirumuskan dalam 3 komponen :
P (problem/masalah), E (etiologi/penyebab), dan
S (symptom/manifestasi/data penunjang)
misal: Resiko tinggi peningkatan gangguan penyakit kardio
vaskular pada komunitas di RT 01 RW. 05 Desa Made
B/D kurangnya kesadaran masy tentang hidup sehat.
ditandai dengan:
a. 1% ditemukan angka dirawat dgn gangguan kv.
b. 50% Rt. 01 Rw. 05 mengkonsumsi lemak tinggi
c. Didapatkan 20% saja yang kebiasaan berolahraga.
d. Rekreasi tidak teratur
e. Informasi tentang kardiovaskular kurang.
3. Perencanaan intervensi
Dapat dilakukan berkaitan dengan diagnose kep
yang muncul.
misal: a. Lakukan pendidikan kes tentang peny kv.
b. lakukan deteksi dini tanda2 gangguan peny kv
melalui pemeriksaan tekanan darah.
c. dll
4. Implementasi
Perawat bertanggung jawab untuk melaksanakan
tindakan yang telah direncanakan.
5. Evaluasi
misal: a. Menilai respon verbal dan non verbal masyarakat
setelah dilakukan intervensi.
b. mencatat adanya kasus baru
c. dll
Model Konseptual Kep Need Based
( Virginia Henderson, 1966 )
• Adl model konsep need based model atau aktivitas
hidup sehari2 (activity daily living model).
• Prinsip dasar model kep Hendeson:
1. manusia mengalami perkembangan mell tumbang
2. Dalam melaksanakan ADL mengalami proses
pendewasaan yg dipengaruhi oleh pola asuh,
lingkungan dan status kes individu.
3. Dalam melaksanakan ADL individu diklasifikasikan
menjadi 3 kondisi yaitu: belum dapat, terlambat,
tidak dapat melaksanakan aktivitas.
• Komponen ADL menurut Henderson:
1. Bernafas secara normal.
2. Makan dan minum sesuai kebutuhan.
3. Eliminasi secara normal baik urine maupun alvi
4. Bergerak dan memelihara postur tubuh.
5. Tidur dan istirahat.
6. Membuka dan menggunakan pakaian.
7. Mempertahankan suhu tubuh normal dgn berpakaian
dan modifikasi lingkungan.
8. Memelihara kebersihan tubuh dan merias diri.
9. Mencegah kecelakan dan bahaya.
10. Berkomunikasi
11. Beribadah
12. Bermain dan berekreasi.
13. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup
14. Belajar dan memuaskan keingintahuan.
Model Konseptual Keperawatan
(Martha E. Rogers, 1970)

• Dikenal dgn konsep manusia sebagai unit.


• Teori dpt dipergunakan utk mengidentifikasi
perilaku yg ada di masyarakat.
“ Jika perilaku mereka baik, maka dapat
menunjang kes, tetapi jika perilaku mereka
kurang baik, maka dpt menurunkan derajat
kesehatan dalam komunitas”
Model Konseptual Keperawatan Johnson

• Kep komunitas menggunakan pendekatan


sistem perilaku.
• Komponen subsistem yg membentuk sistem
perilaku adalah:
1. Ingestif : sumber dalam memelihara tingkat keutuhan dalam
mencapai kesenangan / pencapaian pengakuan dari lingkungan.
2. Achievement : yaitu bentuk pencapaian prestasi melalui
kemampuan keterampilan yang kreatif.
3. Aggressive : yaitu mekanisme pertahanan diri seseorang dari
berbagai ancaman yang berasal dari lingkungan.
4. Sexuality :pemenuhan kebutuhan saling dan dicintai
(love and belonging).
5. Elimination : segala bentuk pengeluaran/sampah oleh
manusia.
6. Pemenuhan kebutuhan tambahan dlm
mempertahankan lingkungan yang kondusif dgn
cara menyesuaikan kehidupan sosial, keamanan
dan kelangsungan hidupnya
7. Dependent :yaitu bagian yg membentuk sistem
perilaku dalam mendapatkan bantuan, kedamaian,
keamanan, serta kultur atau kepercayaan.
• Masyarakat (individu/kelompok)
memerlukan bantuan dari ancaman sakit /
potensi penyakit yang ditimbulkan oleh
lingkungan dengan cara menyeimbangkan
sistem perilaku.
• Status kes yang ingin dicapai
adalah mampu berperilaku untuk
memelihara keseimbangan dgn lingkungan
Model Konseptual Keperawatan Orlando

• Setiap individu punya kebutuhan yang


berbeda2, apabila kebutuhan terpenuhi
maka stres akan berkurang,
meningkatkan kepuasan dan mendorong
pencapaian kesehatan optimal.
• Teori Orlando perawat diharapkan mampu
mengidentifikasi tk. Pemenuhan kebutuhan
yang dicapai kom dan memberi promosi kes
dlm upaya mencapai kebutuhan mereka.
• Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan:
yaitu: 1. perilaku klien
2. reaksi perawat
3. tindakan keperawatan.