You are on page 1of 18

SISTEM REGULASI

DAN
HOMEOSTATIS
Himmatul Hasanah, M.P

jaringan sehingga bekerja maupun organ sebagai satu kesatuan . sistem sedemikian rupa organisme hormon. Regulasi dan Sistem adalah kumpulan Secara biologis. regulasi homeostasis melibatkan komponen yang dan homeostasis terjadi beberapa faktor seperti dihubungkan di berbagai tingkat sistem saraf.

sistem-sistem mengatur berbagai proses agar tetap bekerja berdasarkan urutan tertentu dan bekerjasama dengan baik sehingga keadaan tubuh tetap stabil . SISTEM REGULASI Pada individu yang berada di lingkungan yang berubah-ubah.

Kategori umum homeostasis A. apabila tekanan tadi turun sangant rendah.  Contoh : untuk memperbaiki tekanan darah ke arah tingkat yang tepat. B. Kontrol ekstrinsik (Luar)  mekanisme regulasi yang berada di luar suatu organ yang mengatur aktivitas organ tersebut.  Regulasi terjadi secara terkoordinasi dari beberapa organ. . Kontrol instrinsik (Dalam)  kontrol yang menyatu pada suatu organ.  Contoh: otot yang akitf dengan cepat memerlukan oksigen dan menghasilkan karbondioksida serta energi untuk kontraksinya. maka sistem syaraf secara serentak mempengaruhi jantung dan pembuluh darah diseluruh tubuh untuk menghasilkan tekakan yang norma.

Sistem Terbuka Dan Tertutup Pada Sistem Regulasi Dalam suatu sisitem terdapat stimulus/rangsangan yang masuk (input) dan reaksi yang dikeluarkan (output) INPUT SISTEM OUTPUT .

Sistem bersifat TERBUKA (tanpa umpan balik) ataupun sistem TERTUTUP (dengan umpan balik) TERBUKA Efektor/organ Stimulus Proses Penerima pelaksana Sumber Energi Penerima TERTUTUP Efektor/organ Stimulus Proses pelaksana Sumber Energi . Suatu sistem pengatur adalah sistem yang mengatur dirinya sendiri/sistem yang lain dengan memberi perintah. mengatur atau merubah arah.

Fungsi Organ Pengatur ORGAN PENGATUR • Organ pengatur utama adalah sistem saraf pusat • Organ pengatur lain adalah susunan saraf autonom dan hormon FUNGSI ORGAN PENGATUR • Sistem saraf pusat mengatur sistem saraf otonom dan hormon. dan bereaksi pada perubahan lingkungan luar • Sistem saraf otonom dan hormon mengatur lingkungan dalam tubuh .

homeostatis) dan sistem yang harus berada komunikasi (saraf) dalam keadaan homeostatis . sistem pengatur dipengaruhi pengaturan terdiri dari oleh keadaan reseptor (penerima Sistem pengaturan lingkungan dimana rangsangan). organisme berada. Prinsip Pengaturan Kemampuan Secara fisiologis. efektor bekerja pada batas (organ pengatur normal tertentu.

HOMEOSTATIS • Keadaan keseimbangan atau keadaan tetap yang diatur • Mekanisme tubuh mampu memelihara kondisi stabil/seimbang pada lingkungannya PENGERTIAN • Terjadi integerasi dalam tubuh organisme sehingga mencapai suatu lingkungan hidup yang optimal • Koordinasi kerjasama sistem organ diatur oleh CARA sistem safar dan sistem endokrin PENGATURAN .

• Setiap sel memerlukan homeostasis untuk mepertahankan kelangsungan hidupnya. setiap sel melalui aktivitas yang khusus sebagai bagaian dari sistem tubuh menyumbang terhadap pemeliharaan lingkungan internal bersama dengan semua sel yang lain. dan pada giliranya. .

Hubungan antara sistem tubuh dan homeostasis dapat digabarkan sebagai berikut : SISTEM TUBUH HOMEOSTASIS DIPERLUKAN MENUNJANG OLEH SEL-SEL .

Kondisi molekul-molekul zat makanan Sel-sel memerlukan pasok zat makanan yang konstan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik yang diperlukan guna menunjang kehidupan dan aktivitas seluler yang khusus. Konsentrasi O2 dan CO2 Sel merah O2 untuk keperluan oksidasi molekul-molekul zat makanan guna mengasilkan energi yang digunakan oleh sel. Konsentrasi Zat Sampah Berbagai reaksi kimia menghasilkan produk akhir yang tidak dikehendaki dan memiliki efek racun pada sel-sel tubuh bila zat sampah tersebut terakumulasi sampai diatas batas tertentu. 3. Faktor-faktor lingkungan internal yang harus dijaga secara hemeostatik adalah: 1. . 2. sehingga pembentukan asam dari CO2 tidak meningkatkan keasaman lingkungan internal. Sedangkan CO2 yang diproduksi selama reaksi kimia tersebut harus diimbangi dengan pengeluaran CO2 dari paru-paru.

denyut jantung yang teratur tergantung pada konsentrasi kalium (K+) dalam cairan ekstraseluler. yaitu plasma darah.4.misalnya mempengaruhi mekanisme sinyal listrik pada sel saraf dan aktifitas enzim dari semua sel. harus dijaga pada volume dan tekanan darah yang pasti. Suhu Sel-sel tubuh akan berfungsi secara optimal di dalam rentangan suhu yang sempit . untuk menjamin distribusinya yang luas antara lingkungan internal dan sel. 6. Misalnya. Sel-sel tidak berfungsi secara normal bila sel menggelembung atau mengkerut. Elektrolit yang lain menampilkan bermacam-macam fungsi vital. 7. 5. Fungsi sel sangat menurun bila berada dalam lingkungan yang sangat dingin. Konsentrasi garam dan elektrolit yang lain Konsentrasi garam-garam dalam lingkungan internal sangat penting untuk memelihara volume sel secara tepat. . Ph Perubahan keasaman dalam lingkungan iternal akan mempengaruhi aktivitas sel. dan menjadi rusak (struktur protein dan enzimatiknya) apabila berada dalam lingkungan yang sangat panas. Volume dan tekanan Sirkulasi komponen lingkungan internal.

serta memelihara homeostatis . pertumbuhan dan perkembangan. Sistem Endokrin Kelenjar endokrin adalah Sekret dari kelenjar kelenjar yang endokrin disebut mengeluarkan sekretnya hormon langsung ke aliran darah Hormon mengatur metabolisme tubuh.

Pengaturan Fisiologis Pengaturan fisiologis didasarkan pada penyesuaian terus menerus akibat adanya perubahan keadaan lingkungan . Sistem pengaturan ini bersifat integratif dan terdapat di daerah hipotalamus Contoh pengatuhan fisiologis sistem umpan balik negatif terjadi pada kontrol hormonal organ reproduksi dimana sistem ini mengembalikan gangguan fisiologis ke keadaan semula .

Jenis Pengatauran Fisiologis Pada tingkat organ Pada tingkat sel • Membran plasma • Kardiovaskuler • Enzim dan metabolisme • Keseimbangan air • Pernafasan • Pencernaan • Metabolisme • Proses Kekebalan • Suhu tubuh • Reproduksi dan hormonal .

TERIMAKASIH… .

Umpan balik positif dan umpan balik negatif .