You are on page 1of 13

DATA STATISTIK

Presend by: kelompok 2
Christina Ayu L P Devi Agustin Dewi Martini
Diah Hidayanti Frisca Atriyani D Irma Femi Rahmawati
Melinda Yulistia Nola Ayu Putri A Reyisma
Rina Amelia Villy WidiaW Wulanda Jasmine
Yeni Nuraeni

.  Jadi data statistic adalah keterangan tentang sesuatu hal yang berupa angka atau bilangan dan dapat diolah dengan menggunakan statistik.PENGERTIAN DATA STATISTIK  Kata “data” merupakan bentuk jamak dari datum. dan karenanya dapat dijadikan sebagai dasar untuk menarik suatu kesimpulan.  Data merupakan kumpulan fakta atau angka atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya.  Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram.

MACAM-MACAM DATA A. instrument digunakan untuk mengukur antara lain timbangan (untuk mengukur berat). dll. Berdasarkan bentuk skala 1. Data angka / kuantitatif Data angka / kuantitatif adalah data yang berwujud angka atau bilangan. Data non angka/ kualitatif Data non-angka adalah data hasil penelitian yang bentuknya bukan angka yang berupa konsep atau kategori. 2. . diperoleh dari hasil mengukur atau menghitung. Diperoleh dengan instrument penelitian berupa tes dan angka/kuesioner.

Contoh : data mahasiswa termasuk pecahan. Contoh : data laporan keuangan suatu perusahaan. Contoh : indeks prestasi mahasiswa telur. mahasiswa. Berdasarkan time series  Data diskrit  Data time series Data diskrit adalah data yang satuannya Merupakan data yang dikumpulkan pada merupakan bilangan bulat dan tidak waktu tertentu. data yang berasal dari wawancara. Contoh : data yang berasal dari kuesioner/angket. Contoh : jumlah berprestasi suatu tahun tertentu . • Data sekunder Adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi hasil dari pengumpulan dan pengolahan pihak lain. Berdasarkan aspek cara memperolehnya • Data primer Adalah data yang didapat dan diolah langsung dari objeknya. berat gula. 3.  Data cross section  Data kontinu Data kontinu adalah data yang satuanya Merupakan data dikumpulkan dari waktu ke merupakan pecahan. Berdasrkan sifat angkatan data 3. Contoh: berat waktu.2. . lima tahun terakhir.

Jika suatu pengukuran data hanya menghasilkan satu dan hanya satu-satunya kategori maka data tersebut adalah nominal (data kategori). . perkalian dan pembagian). data yang paling “rendah” dalam level pengukuran data. Berdasarkan aspek pengukuran  Data nominal Adalah data kualitatif. bisa disebut sebagai data berupa angka dalam arti sebenarnya.  Data interval Data interval termasuk data kuantitatif.  Data rasio Data rasio adalah data bersifat angka dalam arti sesungguhnya(bukan kategori seperti pada data nominal dan ordinal) dan bisa dioperasikan secara matematika(penambahan.5. perkalian dan pembagian. pengurangan. Jadi berbagai operasi hitung matematika bisa dilakukan seperti penambahan. Perbedaan dengan data interval adalah bahwa data rasio mempunyai titik nol dalam arti sesungguhnya. Pada data ordinal ada data dengan urutan lebih tinggi dan urutan lebih rendah. pengurangan.  Data ordinal Jika pada data nominal semua data kategori dianggap sama maka pada data orginal ada tingkatan data.

lain-lain. . dan yang bermaksud mensistematiskan catatn observasi. Observasi (pengamatan) Observasi(pengamatan) adalah mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. kamera. Merupakan jenis observasi • Check List menggunakan alat-alat mekanik sebab Check list yaitu suatu daftar yang berisi nama-nama lebih praktis dan efektif. misalnya subyek dan faktor-faktor yang hendak diselidiki. peneliti mencatat Kejadian pada • Mechanical Devices waktu-waktu tertentu saja. Alat-alat observasi: • Anecdotal Record • Rating Scale Anecdotal record juga disebut daftar riwayat Pencatatan dengan rating scale adalah kelakuan mencatat gejala menurut tingkatan- • Catatan berkala tingkatanya. menggunakan handycam. TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Dalam catatan ini.

Disebut pula observasi berstruktur karena gejala-gejala yang diamati sudah disusun dalam bentuk kategori- kategori.  Observasi eksperimental. Observasi yang dilakukan apabila observer (orang yang melakukan penelitian) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan objek yang diobservasi. jenis-jenis observasi  Observasi partisipat.  Observasi sistematik. Observasi yang dilakukan dimana observer mengadakan pengendalian unsur-unsur penting sesuai dengan tujuan penelitian sehingga dapat menghindari faktor- faktor yang tidak diharapkan mempengaruhi hasil eksperimen.b. .

Berdasarkan prosedur 2. • Kuesioner (Angket) tertutup yaitu • Kuesioner (angket) tidak langsung angket berisikan pertanyaan yang yaitu angket yang dikirimkan dilengkapi dengan jawaban yang harus kepada seseorang untuk mencari dipilih oleh responden tanpa ada informasi (keterangan) tentang kebebasan bagi responden orang lain. Berdasarkan jenis penyusunan item • Kuesioner (angket) langsung yaitu • Kuesioner (angket) terbuka yaitu angket yang dikirimkan kepada apabila responden diberikan kebebasan untuk memberikan jawaban sesuai responden dan dijawab oleh dengan pikiran/ pendapatnya. responden. Kuisoner (angket) Kuisoner (angket) adalah suatu daftar yang berisikan pertanyaan- pertanyaan dan pilihan jawaban mengenai variable penelitian atau obyek yang diteliti.2. Macam-macam angket : 1. .

dan hanya memuat dapat menggunakan alat bantu poin-poin penting masalah yang tape recorder. yaitu pasti apa informasi yang ingin peneliti tidak menggunakan digali dari responden sehingga pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaannya sudah dibuat pertanyaan yang akan diajukan secara systematis. .3. Peneliti juga secara spesifik. Jenis-jenis wawancara: • Wawancara terstruktur artinya • Wawancara tidak terstruktur peneliti telah mengetahui dengan adalah wawancara bebas. Wawancara (interview) Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap narasumber atau sumber data. dll ingin di gali dari reponden.kamera.

mewawancarai 1 responden dan  Cluster sampling: pengambilan sample seterusnya sampai jumlah sample secara acak yang dibagi berdasarkan terpenuhi.  Stratified random sampling.tiap daerah memiliki jatah terambil yang sama. tertentu dari peneliti.  Systematic random sampling:  Purpose sampling: pengambilan pengambilan sample secara acak sample secara tidak acak yang di dengan menggunakan selang interval dasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu secara berurutan.Cara pengumpulan data wawancara : Secara acak / random sampling Secara tidak acak/ non random  Simple random sampling: yaitu  Quota sampling: pengambilan sample pengambilan sample secara acak secara tidak acak berdasarkan jumlah dengan menggunakan undian yang di inginkan peneliti. mulai dari sample yang sama. areanya. .  Snow ball sampling / pengambilan pengambilan sample secara acak yang beruntun: pengambilan sample yang dibagi menurut lapisan-lapisan tidak acak dan dilakukan dengan sistem tertentu dan lampiran memiliki jumlah jaringan responden.

Secara spesifik fenomena tersebut adalah variabel penelitian. INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA  Instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur fenomena alam maupun fenomena sosial. Contoh instrumen tes dengan interval pengukuran 1-10. Intsrumen untuk metode Tes Adalah tes atau soal tes.jenis instrumen 1. contoh : 1) Jelaskan pengertian statistik dan statistika ? 2) Jelaskan perbedaan statistik deskristif dan statistik inferesia ? .  Jenis.

2. Instrument untuk metode angket (kuesioner)  Contoh instrumen kuesioner (angket) dengan interval pengukuran 1-4  Kuesioner berbentuk pilihan ganda (multiple choice) dengan pilihan 1= tidak mendidik 2= kurang mendidik 3= mendidik 4=sangat mendidik. .

M=memuaskan . 4. 2 = kurang memuaskan.3. Instrument untuk metode Observasi adalah chek-list atau ratting scale  Contoh instrumen pedoman wawancara dengan interval pengukuran 1-4. . Instumen untuk metode observasi adalah chek-list  Pedoman observasi dalam bentuk Checklist dengan pilihan T= tidak memuaskan. 4 = sangat memuaskan. S = sangat memuaskan. 3 = memuaskan.  Pedoman wawancara dalam bentuk rating scale dengan pilihan 1 = tidak memuaskan. K= kurang memuaskan.