You are on page 1of 11

RIKETSIA

Oleh :
Lenny Octavia
011714253004

Rusia. aerosol (petugas kesehatan >>) & autoinokulasi . Afrika Selatan dan Perancis • Jumlah kasus meningkat  hygiene yang kurang  pada kamp pengungsian dan daerah pegunungan bersuhu dingin >> • Etiologi : R. Peru. prowazekii • Transmisi ke manusia via Pediculus humanus corporis  feces. EPIDEMIC TYPHUS • Epidemiologi : Ethiopia. Burundi.

tuli. myalgia. tinnitus. pneumonia. splenomegaly & conjunctivitis • Rash (20–80%)  pada batang tubuh kemudian menyebar ke ekstrimitas. cephalgi. batuk. 60% pada individu dengan gizi kurang. demam. penurunan kesadaran sampai koma • Prognosis : mortality rate 20%. myocarditis.• Masa inkubasi 10-14 hari • Manifestasi klinis : malaise. dengan antibiotik 4% . bentuk : macular. epistaksis • Dapat terjadi : diare. maculopapular atau petechial • Kasus berat : Meningoencephalitis. mual muntah.

Weil–Felix test (tidak spesifik & penggunaannya tidak dianjurkan) . menggunakan darah segar atau biopsis kulit .• Pemeriksaan penunjang : .Serologi : IFA (gold standart). Western blot combined with cross adsorption tests (untuk menyingkirkan kemungkinan murine typhus).Kultur : Vero dan sel L929.Quantitative real-time PCR .

Tetrasiklin 300–500 mg/6 jam (50 mg/kg/hari.• Terapi . dalam 2 dosis terbagi.Outbreak : 200 mg doksisiklin single dose Pencegahan  mencuci baju dengan10% DDT. pada anak) PO atau IV selama 7 hari . 4 dosis terbagi. 1% malathion atau 1% permethrin .Doksisiklin 100 mg/hari (4 mg/kg/hari pada anak). dalam 4 dosis terbagi) PO atau IV . pada anak. selama 3 hari .Klorampenikol 500 mg-750 mg/6 jam (75 mg/kg.

Amblyomma hebraeum (vektor dari R. rash. cephalgi. myalgia. local lymphadenopathy dan eschar (‘tache noire’) pada tempat gigitan • Rash : erythematous macules sekitar pergelangan tangan & kaki menjadi maculopapular lesions ± pustules atau vesicles pada batang tubuh. conorii). Rickettsial Spotted Fevers • Transmisi oleh ticks (sebagai vector & reservoir)  tick Rhipicephalus sanguineus (vektor dari R. telapak tangan dan kaki . africae) • Menular pada manusia melalui gigitan • Gejala klinis : timbul 6-10 hari pasca gigitan. demam.

.

2–32% .• IFA (gold standard). Anak atau ibu hamil  Josamycin (50 mg/kg/hari pada anak. in vitro culture. 2 x 100 mg doxycycline selama 1–7 hari . atau 3 g/hari pada dewasa) • mortality rate : 3. qPCR • Terapi : .

Kolombia dan Brazil • Ticks : Dermacentor andersoni (pada kambing dan domba). Meksiko. serigala. kelinci. (anjing. rakun) . rickettsia • Potentially life-threatening infection • Wilayah di Rocky Mountain menyebar ke Kanada. Rocky Mountain Spotted Fever (RMSF) • Etiologi : R. Dermacentor variabilis & Amblyomma spp.

hebraeum dan A. africae • flu-like illness ada travellers di sub-Saharan Africa • mild illness • Demam. variegatum di sub-Saharan Africa & A. African Tick Bite Fever (ATBF) • Etiologi : R. loculosum di Oceania. . lymphadenopathy dan multiple eschars • Ticks : A.

Krimea. Afrika selatan & tengah. akari • Epidemiologi : USA. primary HIV infection and secondary syphilis . monkey pox. Korea. Ukraina & Costa Rica • Masa inkubasi 7–10 hari • Rash (90%) : macules & papules  vesicular  krusta  menghilang • DD : chickenpox. Rickettsialpox • Etiologi : R.