You are on page 1of 25

SISTEM ISOLASI PADAT

HASBULLAH, MT
(hasbullahmsee@yahoo.com)

Teknik Elektro FPTK UPI
2012

ISOLASI PADAT (dielektrik padat)
 Dalam teknik tegangan tinggi, fungsi yang paling
utama dari suatu bahan isolasi adalah untuk
mengisolasi konduktor yang membawa tegangan
terhadap yang lainnya sama baiknya terhadap
tanah
 Bahan isolasi juga harus sering melakukan fungsi
mekanis dan harus mampu menahan penekanan
termal dan kimia.

bebas dari kemungkinan pembentukan gas dan debu. dan tahan terhadap perubahan temperatur dan pengaruh kimia. kekuatan mekanis yang tinggi.  Bahan dielektrik padat yang baik harus mempunyai rugi-rugi dielektrikum yang rendah.Bahan Dielektrik Padat  Digunakan pada hampir seluruh rangkaian listrik dan peralatan listrik untuk mengisolir bagian- bagian pembawa arus dari bagian lainnya. .

. maka isolasi padat akan rusak secara permanen sedangkan pada isolasi gas akan kembali ke sifatnya semula dan pada isolasi cair sebagian akan kembali ke sifatnya semula dan sebagian lainnya tidak.  Jika terjadi tembus. Isolasi padat mempunyai kekuatan tegangan tembus yang tinggi dibandingkan dengan isolasi cair dan gas. Studi yang paling penting dalam teknik isolasi adalah studi tegangan tembus dari dielektrikum padat.

dan  Peluahan Parsial .Kekuatan Dilektrik Padat  Salah satu tujuan dari pengujian tegangan tinggi adalah untuk meneliti sifat-sifat elektris dielektrik bahan yang telah dipakai sebagai bahan isolasi peralatan listrik maupun yang masih dalam tahap penelitian Adapun sifat-sifat elektrik bahan dielektrik adalah :  Kekuatan Dielektrik  Konduktansi  Rugi-rugi Dielektrik  Tahanan Isolasi.

Kekuatan dan Terpaan Dielektrik  Beban yang dipikul dielektrik ini disebut juga terpaan medan elektrik (Volt/cm).  Jika terpaan elektrik yang dipikulnya melebihi batas yang diizinkan dan berlangsung cukup lama. maka dielektrik akan menghantarkan arus atau gagal melaksanakan fungsinya sebagai isolator  Dalam hal ini dielektrik dikatakan tembus listrik atau "breakdown". .  Terpaan elektrik tertinggi yang dapat dipikul suatu dielektrik tanpa menimbulkan dielektrik tembus listrik disebut kekuatan dielektrik. Setiap dielektrik mempunyai batas kekuatan untuk memikul terpaan elektrik.

elektron bebas . Terpaan dilektrik Terpaan elektrik dalam dielktrik  Gbr disamping menunjukan suatu bahan dielektrik yang + ditempatkan di antara dua elektroda piring sejajar. maka timbul medan elektrik (E) di V E Dielektrik dalam dielektrik.  Bila elektroda diberi Elektroda tegangan searah.  Medan elektrik ini memberi Elektroda gaya kepada elektron- elektron agar terlepas dari ikatannya dan menjadi .

. studi kegagalan dielektrik padat menjadi sangat penting pada studi isolasi.Dielektrik Padat dan Proses Kegagalannya  Dilektrik padat tersusun dari atom-atom yang terikat satu sama lain  Atom-atomnya yang tersusun oleh sebuah derajat tinggi dari urutan pola yang berulang-ulang yang teratur dalam tiga dimensi yang disebut kristalin  Zat padat yang atom-atomnya disusun dalam sebuah model yang tidak beraturan disebut non-kristalin atau tak berbentuk  Oleh karena sebagian besar dari sistem pengisolasian komersial adalah zat padat.

 Nilai suatu zat padat tergantung dari cara dan kondisi pengukuran. . karena ada mekanisme kegagalan yang tidak dijumpai pada kegagalan gas.  Perbedaannya. mekanisme kegagalan dalam zat padat sama dengan proses yang terjadi pada gas dan udara.Mekanisme Kegagalan Dielektrik Padat  Pada prinsipnya dan dalam kondisi percobaan tertentu. kegagalan dalam zat padat sedikit lebih rumit.

Kegagalan Streamer Thermal (5). Kegagalan erosi . Kegagalan (4). Kegagalan (2) .Kegagalan Intrinsik Elektromekanik (3).Mekanisme Kegagalan Dielektrik Padat (1).

elektromekanik Kegagalan Streamer Kegagalan Termal Kegagalan Erosi log t (detik) .Variasi tegangan tembus dan mekanisme kegagalan dengan waktu penerapan tegangan Kegagalan (kV) Kegagalan intrinsik.

dengan mengabaikan pengaruh faktor-faktor luar seperti tekanan. ketidakmurnian.  Kegagalan intrinsik ini merupakan bentuk kegagalan yang paling sederhana. yaitu 106 Volt/cm dalam waktu yang sangat singkat (10-8 detik). . kantong-kantong udara.  Kegagalan ini terjadi jika tegangan yang diterapkan pada bahan dinaikkan sehingga tekanan listriknya mencapai nilai tertentu. bahan elektroda.Kegagalan Intrinsik (Asasi)  adalah kegagalan yang disebabkan oleh jenis dan suhu bahan.

 Jika pada isolasi padat tersebut diberikan tegangan dengan polaritas yang berbeda.Kegagalan Elektromekanik  Kegagalan elektromekanik terjadi disebabkan oleh adanya perbedaan polaritas antara elektroda yang mengapit isolasi padat. maka akan timbul tekanan (stress) listrik pada bahan tersebut yang dilanjutkan dengan timbulnya tekanan (pressure) mekanis. .

tekanan mekanis sebesar 2-6 kg/cm2. untuk tekanan listrik sebesar 106 Volt/cm F dan akan dihasilkan .Kegagalan Elektromekanik  Tekanan mekanis ini terjadi akibat gaya tarik menarik F antar kedua elektroda tersebut seperti + ditunjukkan pada gambar F berikut. .

 Tekanan atau tarikan mekanis ini berupa gaya yang bekerja pada zat padat berhubungan dengan Modulus Young :  Modulus Young merupakan Perbandingan antara Tegangan tarik/ Regangan tarik  Dimana : F = gaya tarik yang dialami kawat  A = luas penampang  delta L = pertambahan panjang  L = Panjang awal .

 Jika lintasan bebas cukup panjang maka tambahan energi yang diperoleh melebihi pengionisasi latis (latice). Akibatnya dihasilkan tambahan elektron pada saat terjadi benturan.  Sebuah elektron yang memasuki band conduction di katoda akan bergerak menuju anoda dibawah pengaruh medan memperoleh energi antara benturan dan kehilangan energi pada waktu membentur.Kegagalan Streamer  Kegagalan yang terjadi sesudah suatu banjiran (avalance). Jika suatu tegangan V dikenakan terhadap elektroda bola. . maka pada media yang berdekatan (gas atau udara) timbul tegangan.

 Karena kegagalan tersebut maka akan jatuh sebuah muatan pada permukaan zat padat sehingga medan yang tadinya seragam akan terganggu. . Akibatnya gas tersebut akan mengalami kegagalan sebelum zat padat mencapai kekuatan asasinya. Karena medan ini melebihi kekuatan intrinsik maka akan terjadi kegagalan pada zat padat. Proses kegagalan ini terjadi sedikit demi sedikit yang dapat menyebabkan kegagalan total.  Bentuk muatan pada ujung pelepasan ini dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan medan lokal yang cukup tinggi (sekitar 10 MV/cm). Karena gas mempunyai permitivitas lebih rendah dari zat padat sehingga gas akan mengalami tekanan listrik yang besar.

 Akibatnya terjadi keadaan tidak stabil sehingga pada suatu saat bahan mengalami kegagalan. .Kegagalan Thermal  Kegagalan yang terjadi jika kecepatan pembangkitan panas di suatu titik dalam bahan melebihi laju kecepatan pembuangan panas keluar.

Kegagalan Thermal  Dalam hukum konversi energi :  U0 = U1+U2.  dimana : U0 :panas yang dibangkitkan U1 :panas yang disalurkan keluar U2 :panas yang menaikkan suhu bahan .

 Lubang/rongga akan terisi oleh gas atau cairan yang kekuatan gagalnya lebih kecil dari kekuatan zat padat. Gambar kegagalan isolasi dan rangkaian ekivalennya ditunjukkan oleh gambar berikut : .Kegagalan Erosi  Kegagalan Erosi :kegagalan yang disebabkan zat isolasi pada tidak sempurna. karena adanya lubang lubang atau rongga dalam bahan isolasi padat tersebut.

Kegagalan Erosi Kegagalan Erosi dan rangkaian Untuk t < d yang mecerminkan keadaan sebenarnya. t/dt Va dimana : C1 : Kapasitansi rongga yang tebalnya t C2 :Kapasitansi rongga yang tebalnya d V1 :Tegangan pada rongga Va :Tegangan terminal e r :Permitivitas relatif zat isolasi padat . bila rongga terisi gas. maka tegangan pada C1 adalah : V1= e r.

Bentuk Gelombang rongga isolasi ekivalen padat .

sehingga akan terisi oleh gas E atau cairan yang kekuatan zat padat gagalnya lebih rendah daripada d t Vt di dalam zat padat  Konstanta dielektrik di dalam rongga sering lebih rendah gas atau cairan daripada dalam zat padat sehingga intensitas medan dalam rongga lebih besar Elektroda daripada intensitas dalam zat padat .Rongga-rongga dalam bahan isolasi  Ketidaksempurnaan tersebut misalnya berupa lubang-lubang atau rongga-rongga dalam Elektroda bahan isolasi tersebut (Gbr).

permukaan zat isolasi padat merupakan katoda anoda. Pada waktu gas dalam rongga gagal. pemboman katoda oleh ion-ion positif akan mengakibatkan rusaknya zat isolasi padat karena kenaikan suhu.  Proses ini disebut erosi dan kegagalan yang diakibatkannya disebut kegagalan erosi.  Demikian pula.  Keadaan ini menyebabkan dinding zat padat lama kelamaan rusak. Benturan- benturan elektron pada anoda akan mengakibatkan terlepasnya ikatan kimiawi zat padat. rongga menjadi makin besar dan zat padat bertambah tipis. yang kemudian mengakibatkan ketakstabilan termal. .

SEKIAN TERIMA KASIH .