You are on page 1of 21

MEKANISME TERJADINYA

RESISTENSI TERHADAP OBAT
ANTI TUBERKULOSIS &
PENCEGAHANNYA
dr. Parluhutan Siagian, SpP(K), MKed(Paru), FISR

Source : http://www.who.int/tb/areas-of-work/drug-resistant-
tb/treatment/resources/en/

who.int/tb/areas-of-work/drug-resistant- tb/treatment/resources/en/ .Source : http://www.

.

.

. tuberculosis terhadap OAT adalah keadaan di mana kuman tersebut sudah tidak dapat lagi dibunuh dengan OAT.Defenisi • Resistensi kuman M.

Pengobatan yang tidak adekuat akan menimbulkan seleksi terhadap kuman yang resisten terhadap obat yang telah diberikan.Ada 2 mekanisme resistensi:  Resistensi primer (primary resistance):  resistensi yang terjadi pada pasien yang belum pernah mendapat OAT atau sudah pernah mendapat terapi tetapi kurang dari 1 bulan. Hal ini terjadi karena individu terpajan kuman yang telah resisten OAT  Resistensi sekunder (acquired resistance):  resistensi yang terjadi pada pasien yang sebelumnya pernah mendapat OAT minimal 1 bulan. .

Akibat mutasi genetik -Terjadinya resistensi obat adalah fenomena buatan manusia Provider/Program: Obat: Pasien: Regimen yang tidak Suplai tidak Minum obat tidak adekuat adekuat adekuat Kualitas buruk • Tidak ada pedoman atau • Kurangnya stok dan • Kurang kepatuhan • Pedoman yang tidak tepat pengiriman obat (PMO kurang baik) • Tidak mematuhi pedoman terganggu • Kurang informasi • Staf kesehatan tak terlatih • Kualitas obat buruk • Tak tersedia obat gratis • Pengobatan tidak dimonitor • Kondisi penyimpanan • Efek samping obat baik buruk • Keterbatasan sosial • Kurang koordinasi atau kurang • Dosis dan kombinasi ekonomi dana untuk program TB obat salah • Malabsorbsi • Salah cara penggunaan obat .Penyebab Resistensi Obat .

selain kombinasi isoniazid (H) dan rifampisin (R). isoniazid etambutol dan streptomisin (HES). • TB Resisten Rifampisin (TB RR): resisten terhadap rifampisin (monoresisten. • Polyresistance: resisten terhadap lebih dari satu OAT. poliresisten. . HRES.Klasifikasi Resistensi OAT • Monoresitance: resisten terhadap salah satu OAT misalnya resisten isoniazid (H). misalnya HR. rifampisin etambutol (RE). TB MDR. TB XDR) yang terdeteksi menggunakan metode fenotip atau genotip dengan atau tanpa resisten OAT lainnya. • Extensively Drug Resistance (XDR): TB MDR disertai resisten terhadap salah satu obat golongan fluorokuinolon dan salah satu dari OAT injeksi lini kedua (kapreomisin. kanamisin dan amikasin). HRE. • Multi Drug Resistance (MDR): resisten terhadap isoniazid dan rifampisin dengan atau tanpa OAT lini pertama yang lain. rifampisin etambutol dan streptomisin (RES). misalnya resistensi isoniazid dan etambutol (HE).

Pasien TB yang mempunyai riwayat pengobatan TB yang tidak standar serta menggunakan kuinolon atau obat injeksi lini kedua minimal selama 1 bulan. Pasien TB kategori 1 yang gagal. Pasien TB kronik. Suspek TB yang mempunyai riwayat kontak erat dengan pasien TB MDR. 2. 4. 6. Pasien koinfeksi TB-HIV yang tidak respon terhadap pemberian OAT. Pasien TB pengobatan kategori 2 yang tidak konversi setelah 3 bulan pengobatan. 9. . 3. 8. 7. Pasien TB kasus kambuh (relaps) kategori 1 dan kategori 2. Pasien TB pengobatan kategori 1 yang tetap positif setelah 3 bulan pengobatan. 5. Pasien TB kasus kambuh setelah loss to follow-up (lalai berobat/default).Suspek TB Resisten Obat 1.

Mekanisme Terjadinya Resistensi Obat Intrinsik Drug Resistance atau Natural Resistance Acquired Drug Resistance (Resistensi Obat Intrinsik atau (Resistensi Obat Didapat) Resistensi Alami) .

Mekanisme Tingkat Molekul Resistensi Terhadap Obat Antituberculosis Gen dan protein yang terlibat dalam resistensi anti tuberkulosis .

Kemungkinan resisten spontan pada individu yang mengkonsumsi OAT lini pertama • Isoniazid 1 disetiap pembelahan sel 106 • Rifampisin 1 disetiap pembelahan sel 109 • Pirazinamid 1 disetiap pembelahan sel 105 • Etambutol 1 disetiap pembelahan sel 105 • Streptomisin 1 disetiap pembelahan sel 106 .

Mekanisme Alamiah (mutasi genetik) Resistensi OAT: Kavitas  100 milyar kuman INH = 1 dalam 106 RIF = 1 dalam 108 H Z R EMB = 1 dalam 106 H S Z Strep = 1 dalam 106 S INH + RIF = 1 dalam 1014 Z E E .Mengapa bisa terjadi TB-MDR? 1.

P = resisten thd PZA .Perolehan resistensi berikutnya setelah penambahan satu obat Pengembangan Resistensi Obat I I IR IR IR INH IR I I INH I I RIF IR I IR IR IR I I I I I I IR IR IRP I IP IR I I I I IR I IR I IR I = resisten thd INH. R = resisten thd RIF.

Newer cases Diobati dengan Never treated INH saja 108 organisme: 100 organisme 1 resisten RIF Yang resisten INH 100 resisten INH 100 resisten Strep Tetap berada di dalam 100 resisten EMB kavitas 108 Organisme Baru: Multiplikasi 1 resisten Rif Organisme 108 resisten INH 100 resisten Strep 100 resisten EMB PPM ACTIVITY PDPI .

Diobati dengan 108 organisme: INH and RIF 1 resisten Rif 108 resisten INH 100 resisten Strep 100 resisten EMB Newer cases 1 organisme Never treated resisten Terhadap RIF dan INH MDR-TB Multiplikasi Organisme PPM ACTIVITY PDPI .

Pengembangan Resistensi Obat Basil campuran (sensitif dan resisten) Basil resisten thd INH Pengembangan strain resisten thd INH karena pengobatan tidak memadai (INH monotherapy) Pengobatan multi-drug yg berhasil 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 Minggu .

Multiple Drugs vs. Monoterapi Pengembangan Resistensi Obat INH RIF PZA 1 EMB 2 I R P E INH I I I I I 3 I I = resisten thd INH. R = resisten thd RIF. P = resisten thd PZA. E = resisten thd EMB .

.Unsur Penting MDR-TB • Pencegahan !!! • Obati TB dengan tepat sesuai rekomendasi (berdasarkan ISTC dan strategi DOTS) >>>>>> TOSS TB • Jangan memakai obat lini kedua untuk kasus baru karena efikasi lebih rendah dari obat lini pertama • Pemantauan dengan uji mikrobiologi . guna penanggulangan TB secara optimal • Lakukan uji kepekaan pada pasien yang mempunyai risiko untuk resistensi obat • Jangan menambah satu obat pada regimen yang gagal .

STOP TB. We worry about multi-drugs resistance because. WHO . untreated it’s a DEATH sentence Dr Paul Nunn.