You are on page 1of 20

Agung Dwi Darmawan

Ayu Ninda Putri
Clarencia Verren Abram
Darma Rizqoni
Endah Gusana
Fitria Anggarani
Hana Luthfi Noviari
Heru Paloka
Meggi Asri Tyasmatirtasari
Nada Octavia Rusman
Nurul Fadillah

Cancer mammae disebut juga dengan Carcinoma Mammae, yaitu
adalah sebuah tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan
payudara. Tumor ini dapat tumbuh dalam susu, jaringan lemak,
maupun pada jaringan ikat payudara. (Suryaningsih & Sukaca
2009).
Cancer mammae adalah keganasan yang berasal dari kelenjar,
saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak
termasuk kullit payudara. (Romauli & indari, 2009).
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa cancer
mammae adalah suatu keadaan dimana terjadi pertumbuhan
selyang tidak terkendali pada payudara, sehingga menyebabkan
terjadinyabenjolan atau kanker yang ganas.

Sebab-sebab keganasan pada mammae masih belum diketahui secara pasti (Price & Wilson.faktor genetik dan faktor hormonal dapat berperan pada cancer mammae. 1997). Mekanisme hormonal b.Penyebab cancer mammae masih belum diketahui secara pasti. Virus c. 1995: 1142). yaitu: a. Defisiensi Imun . namun ada beberapa teori yang menjelaskan tentang penyebab terjadinya Ca mammae. (Black & Matassarin. Genetik d.

Ras j. Perubahan payudara k. Gender b. Sukaca & Suryaningsih (2009) terdapat beberapa faktor yang mempunyai pengaruh terhadap terjadinya cancer mammae. Aktivitas fisik l. Riwayat Cancer Mamae f. Alcohol & Merokok .Menurut Mulyani & Nuryani (2013). Umur atau usia i. diantaranya: a. Kegemukan (obesitas) setelah menopause d. Periode menstruasi h. Terkena radiasi pada dada e. Riwayat keluarga g. Pemakaian hormone c.

6. Kulit puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut. Nyeri di payudara. cairan dapat berupa nanah. 2. Tanda dan gejala dapat terlihat pada tahap lanjut antara lain : 1.Romauli & Vindari (2011) menyebutkan bahwa pada tahap awal tidak terdapat tanda dan gejala yang khas. Keluar cairan abnormal dari puting susu. Adanya benjolan di payudara. 5. 3. Perubahan bentuk dan besarnya payudara. . 4.darah. Adanya borok atau luka yang tidak sembuh. cairan encer atau keluar air susu pada perempuan yang tidak hamil dan menyusui.

yang bisa berupa bahan kimia. tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. b. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi: a. . suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. virus. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). Fase Inisiasi Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Fase Promosi Pada tahap promosi.Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor.

.

Invasive (infiltrating) Ductal Carcinoma (IDC) d. Ductul Carcinoma In Situ (DCIS) b. Santoso (2009) menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis cancer mammae yang sering terjadi : a. Mulyani & Nuryani (2013) . Lobular Carcinoma In Situ (LCIS) c. Suryaningsih & Sukaca (2009) . Invasive (Infiltrating) Lobular Carcinoma (ILC) .

sejauh manapengaruhnuya terhadap organ tubuh lain. Stadium dalam kanker adalah untuk menggambarkan kondisi kanker. . Dengan mengetahui stadium kanker ini merupakan salah satu cara untuk membantu dokter untuk menentukan pengobatan apa yang sesuai untuk pasien. 2013). yaitu letaknya. (Mulyani &Nuryani. sampai dimana penyebarannya.

yaitu: 1.Sistem TNM menggunakan tiga kriteria untuk menentukan stadium kanker. 3. (M. (N. (T. . Node). Metastasis). Seberapa besar ukuran tumornya dan dimana lokasinya. kelenjar getah bening di sekitar tumor. Tumor). 2. Apakah tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya. kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain. tumor itu sendiri.

IV Sel kanker sudah bermetastasis atau menyebar ke organlain. hati. tulang. I Kanker invasif kecil. dan bernanah. II Kanker invasif. III pecah. Kanker invasif besar. Ada 2 tipe.Stadium Keterangan Cancer mammae non-invasif . atau otak. ukuran tumor 2-5 cm dan sudahmenyerang kelenjar getah bening. seperti paru-paru. .berdarah. ukuran tumor lebih dari 5 cm danbenjolan sudah menonjol ke permukaan kulit. yaitu DCIS (ductal carcinoma in situ) dan LCIS 0 (lobular carcinoma insitu). ukuran tumor kurang dari 2 cm dantidak menyerang kelenjar getah bening.

Stadium I : 90%-80% 2.Mulyani.S & Nuryani (2013) menyebutkan bahwa prognosis cancer mammae berdasarkan stadiumnya dibagi menjadi lima. N. Stadium IV : 0% 5. Stadium Ca in situ : 96% . yaitu : 1. Stadium III : 20%-11% 4. Stadium II : 70%-50% 3.

Terapi Radiasi c. Terapi Hormone d.Mulyani & Nuryani (2013). Macam-macam penatalaksanaan cancer mammae : a. Lumpectomy b. Suryaningsih & Sukaca (2009) menjelaskan bahwa penatalaksanaan cancer mammae tergantung tipe dan stadium yang dialami penderita. Kemoterapi .

yaitu : a. Mamografi d. USG . Thermografi Payudara c. Biopsi payudara f.Menurut Mulyani & Nuryani (2013). Suryaningsih & Sukaca(2009) terdapat beberapa proses deteksi cancer mammae. Ductography e. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) b.

yaitu : a. Konsumsi makanan pencegah cancer d. Suryaningsih & Sukaca . Menurut Mulyani & Nuryani (2013). Terapkan pola hidup sehat c. Strategi Pencegahan b.(2009) terdapat beberapa cara mencegah cancer mammae . Makanan Penderita Cancer Mammae .

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CA MAMAE .

Kelainan papilla. tanda radang. Konsep diri mengalami perubahan pada sebagian besar klien dengan cancer mammae.kelainan kulit. Klien duduk dengan tangan jatuh kesamping dan pemeriksa berdiri didepan dalam posisi yang samatinggi. adakah putting susu. .1. 3. dimpling. Identitas 2. dan lain-lain. 5. 4. 2. peaue d’ orange. Simetri (sama antara payudara kiri dan kanan). Pemeriksaan Klinis : Mencari benjolan karena organ payudara dipengaruhi oleh factor hormon antara lain estrogen dan progesteron. riwayat penyakit (perjalanan penyakit. pengobatan yang telah diberikan). Letak dan bentuk. maka sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan saat pengaruh hormonalini seminimal mungkin/ setelah menstruasi ± 1 minggu darihari akhir menstruasi. faktor etiologi/ resiko. Inspeksi : 1. sejak kapan. Keluhan Utama : Meliputi adanya benjolan pada payudara. ulserasi.

6. 3. Adanya metastase nodus (regional) atau organ jauh. infiltrasi. banyak. batas dan operabilitas. 7. lokasi. Stadium kanker (system TNM UICC). Palpasi 1. jika perlu punggung diganjal bantal kecil. besar. Pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar aksila). 4. Konsistensi. Klien berbaring dan diusahakan agar payudara tersebar rata atas lapangan dada. 2. Pemeriksaan Penunjang .

d.Menurut Nurarif & Kusuma (2013). Cemas berhubungan dengan perubahan gambaran tubuh. dan serta pengobatan penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi. diagnosa yang mungkin muncul pada pasien cancer mammae adalah : a. f. e. b. Resiko infeksi berhubungan dengan luka operasi. prognosis. . Nyeri berhubungan dengan adanya penekanan massa tumor. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan mastektomi.Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan hipermetabolisme ke jaringan. c. Kurang pengetahuan tentang kondisi. g. Gangguan gambaran tubuh berhubungan dengan mastektomi.

TERIMAKASIH .