You are on page 1of 53

PERLINDUNGAN PETUGAS

KESEHATAN

HIPPII JATIM
irwansubekti0066

PENDAHULUAN
Petugas kesehatan berisiko terkena pajanan penyebab
dan penyebar infeksi.

Pentingnya Program Pencegahan Dan Pengendalian
Infeksi Bagi Petugas Kesehatan

Karyawan baru seorang petugas kesehatan harus
diperiksa riwayat pernah infeksi apa saja, status
imunisasinya dsb
Program imunisasi bagi karyawan harus ada (standar PPI
5.3 integrasi standar KKS 8.2 Ep.2-3)

Mantoux test untuk melihat adakah infeksi TB
sebelumnya, sebagai data awal terutama utk karyawan
yang dinas di area infeksi/airborne desease

Alur paska pajanan harus dibuat dan pastikan dipatuhi untuk HIV,
HBV, HCV, Neisseria meningitidis, MTB, Hepatitis A, Difteri, Varicella
zoster, Bordetella pertusis, Rabies
irwansubekti0066

irwansubekti0066

PROGRAM KESEHATAN PADA PETUGAS
KESEHATAN
• Adalah program sebagai strategi preventif terhadap infeksi yang dapat
ditransmisikan dalam kegiatan pelayanan kesehatan, antara lain:
1.Monitoring dan support kesehatan petugas
2.Vaksinasi bila dibutuhkan
3.Vaksinasi terhadap infeksi saluran napas akut bila memungkinkan
4.Menyediakan antivirus profilaksis
5.Surveilans HAIs membantu mengenal tanda awal transmisi infeksi saluran
napas akut dari manusia
6.Terapi dan follow up epi/pandemic infeksi saluran napas akut pada
petugas
7.Rencanakan petugas diperbolehkan masuk sesuai pengukuran risiko bila
terkena infeksi
8.Upayakan support psikososial
irwansubekti0066

PREVALENSI PENYEBAB PAPARAN

irwansubekti0066

irwansubekti0066 .Mencegah ketidakhadiran petugas.Menjamin keselamatan petugas di lingkungan RS 2.Memelihara kesehatan petugas kesehatan 3. ketidakmampuan bekerja.TUJUAN: 1. kemungkinan medikolegal dan KLB.

Perawatan dan kerahasiaan medical record irwansubekti0066 . SPO yang jelas dan tersosialisasi 3. Petugas yang berdedikasi 2. Koordinasi yang baik antar instalasi/unit 5. Administrasi yang menunjang 4. Penanganan paska pajanan infeksius 6. Pelayanan konseling 7.UNSUR YANG DIBUTUHKAN 1.

EVALUASI SEBELUM DAN SESUDAH PENEMPATAN KARYAWAN MELIPUTI 1. Terapi Saat Ini 4. Pemeriksaan Fisik 5. Riwayat Kesehatan Yang Lalu 3. Pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi irwansubekti0066 . Status Imunisasi 2.

irwansubekti0066 .Kewaspadaan standar 3. misal: 1.Kebijakan Departemen Kesehatan tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) terkini.Kewaspadaan Isolasi Berbasis Transmisi 2. EDUKASI Sosialisasi SPO pencegahan dan pengendalian infeksi.

Karakteristik pasien Rumah Sakit 4.Dana Rumah Sakit Riwayat imunisasi yang tercatat baik secara periodik menyiapkan apakah seorang petugas memerlukan booster atau tidak irwansubekti0066 .Risiko pajanan petugas 2.Kontak petugas dengan pasien 3. PROGRAM IMUNISASI Keputusan pelaksanaan imunisasi petugas tergantung pada: 1.

PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN PENYAKIT PASKA PAJANAN • Seyogyanya RS memiliki tata cara pelaporan dan manajemen yang mudah serta difahami semua petugas • Dapat berupa pedoman.Alur Manajemen dan Tindak Lanjut 3. • Tata cara dapat meliputi: 1. alur.Penyimpanan Data irwansubekti0066 . yang diinformasikan kepada petugas secara detail hingga berapa lama meliburkan petugas paska pajanan serta membantu petugas dalam kecemasan atau rasa takut.Informasi Risiko Ekspos 2.

dan d. b. irwansubekti0066 PMK RI/NO.Pemeriksaan kesehatan pasca bekerja.66 TAHUN 2016/ TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT .Pemeriksaan kesehatan khusus.Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja.Pemeriksaan kesehatan berkala. PENATALAKSANAAN KARYAWAN TERPAJAN Sumber Daya Manusia Rumah Sakit : semua tenaga yang bekerja di Rumah Sakit baik tenaga kesehatan dan tenaga non kesehatan Pemeriksaan kesehatan bagi SDM Rumah Sakit meliputi: a. Ebola c.

irwansubekti0066 .

.

PATOGENESIS PPP HIV PPP terhadap hiv harus memenuhi syarat dan pertimbangan bahwa: 24 jam pertama sel Dendrit pada mukosa dan kulit menjadi target awal HIV 24-48 jam terjadi migrasi sel sel tersebut menuju area Kelenjar Limfe 4-11 hari virus bisa dideteksi di pembuluh darah perifer irwansubekti0066 .

EFISIENSI TRANSMISI HIV 0.5% 90 – 95% irwansubekti0066 .1 – 1% 20 – 40% < 0.5-1% < 0.

irwansubekti0066 .

JADI BAGAIMANA MERAWAT ODHA? • RUANG ISOLASI ? • HARUS DI RS TERTENTU ? • ADA PELATIHAN KHUSUS ? • PAKAI APD LENGKAP ? • TIDAK ADA OBATNYA ? BISA SEMBUH? • MANUSIA YANG BERPERILAKU NEGATIF? irwansubekti0066 .

BAGAIMANA MENGETAHUI SESEORANG TERINFEKSI HIV? irwansubekti0066 .

ORANG YANG TERINFEKSI HIV ● BANYAK ORANG YANG TERINFEKSI HIV TERLIHAT DAN MERASA SEHAT ● ORANG YANG TERINFEKSI HIV TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA SUDAH TERINFEKSI HIV ● TES HIV ADALAH SATU- SATUNYA CARA UNTUK MENGETAHUI APAKAH SESEORANG SUDAH TERINFEKSI HIV irwansubekti0066 .

Diagnosis irwansubekti0066 .

Support and Treatment support irwansubekti0066 . Prinsip VCT/PITC 5C  Counselling  Informed Consent  Confidentiality  Correct Test  Care.

Profilaksis Pasca Pajanan ( PPP ) di Rumah Sakit irwansubekti0066 .

Profilaksis Pasca Pajanan • Kewaspadaan Universal merupakan prioritas utama • Setiap Rumah Sakit perlu memiliki protokol tatalaksana pasca pajanan / pengobatan • Selalu melakukan pemantauan dan pencatatan setiap pajanan pada kecelakaan kerja irwansubekti0066 .

Pajanan pada Kecelakaan Kerja irwansubekti0066 .

TATALAKSANA PAJANAN Selesaikan dalam waktu <4 jam irwansubekti0066 .

5%) selama 5 menit 1. E tekan Desinfeksi luka & daerah sekitar kulit 1 dg salah satu : •Betadine (povidone iodine 2. Tindakan dalam fase 1 harus dapat dikerjakan oleh semua petugas kesehatan di RSSA •Alkohol 70% 2. Saiful Anwar Malang Pajanan Mukosa Pajanan Mukosa Pajanan Mukosa Luka Tusuk Mata Hidung Mulut Bilas air mengalir Hembuskan keluar Segera ludahkan & & sabun Irigasi dgn air/ garam fisiologis & bersihkan dgn kumur dgn air antiseptik selama 1-3 menit selama 5 menit air bersih selama 1-3 menit bersih selama 1-3 menit F A Perhatian Jangan dihisap dg S mulut Jangan ditekan. Contoh : Alur Penatalaksanaan Paska Pajanan Jenis Pajanan RSUD Dr. Kejadian harus dilaporkan kepada kepala ruangan atau bila diluar jam dinas/hari libur selama 3 menit kepada kepala jaga irwansubekti0066 .

F Kepala ruangan/koordinator jaga melapor kepada A TIM PENANGANAN PASKA PAJANAN S E Call Center Paska Pajanan Call Center Paska Pajanan (di luar jam Kerja) 2 (jam Kerja) Fase 1 dan 2 diselesaikan dalam waktu < 4 jam irwansubekti0066 .Menentukan perlu atau tidaknya Profilaksis Paska Pajanan dan tindakan selanjutnya.

irwansubekti0066 . F Form yang telah diisi diserahkan kepada: A Terpajan (warna kuning) S K3 (warna hijau) PPI (warna biru muda) E ASLI -disimpan Tim Penanganan Paska Pajanan sebagai Arsip (warna putih). PELAPORAN Kepala ruangan atau kepala jaga yang sedang bertugas saat kejadian mengisi formulir kejadian paska pajanan. 3 Fase 3 diselesaikan dalam waktu < 48 jam.

HIV Sumber Pajanan Terpajan Sumber tidak diketahui Tes Tes Tes Positif Tes Positif Negatif Negatif Pada umumnya Tak perlu PPP. Tim PPP Tentukan Kategori Perlu telaah Sumber (KS) & Rujuk selesai kasus per kasus Kategori Pajanan (KP) Terapi • Follow Up • Profilaksis (bila diperlukan) irwansubekti0066 . Tim Paska Pajanan Treatment klinik staf Periksa darah HCV. HBV.

Transaminase 8 hari) Minggu ke – 4 Transaminase Transaminase DL Bulan ke – 3 HIV. HCV. HBV Transaminase Transaminase irwansubekti0066 . HBV HIV. HBV HIV. Follow up Laboratoris (bila mungkin) Waktu Jika meminum PPP Tidak meminum PPP Data Dasar HIV. HCV. HBV (Dalam waktu DL. HCV. HBV Transaminase Transaminase Bulan ke . HCV. HCV. HCV.6 HIV. HBV HIV.

INGAT !!! Segala pajanan patogen yang terjadi saat okupasi harus dilakukan konseling. pemeriksaan klinis dan harus dimonitor irwansubekti0066 .

“UNIVERSAL PRECAUTION” (KEWASPADAAN UNIVERSAL) irwansubekti0066 .

PROFILAKSIS PASCA PAJANAN • Penjelasan yang adekuat oleh dokter mengenai risiko dan tindakan yang dapat digunakan untuk melepaskan stress dan kegelisahan • Keputusan PPP harus di tangan terpajan • Tanda tangani formulir penolakan jika Petugas Kesehatan menolak PPP irwansubekti0066 .

Pengobatan Profilaksis Pasca Pajanan ( PPP ) untuk HIV Kategori Kategori Sumber Rekomendasi Pengobatan Pajanan (KP) pajanan (KS HIV) 1 1 (rendah) Obat tidak dianjurkan Risiko toksisitas obat > dari risiko terinfeksi HIV 1 2 (tinggi) Pertimbangkan AZT + 3TC + EFV (LPV/r) Pajanan memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan 2 1 (rendah) Dianjurkan AZT + 3TC + EFV (LPV/r) Kebanyakan pajanan masuk dalan kategori ini 2 2 Dianjurkan AZT + 3TC + EFV (LPV/r) 3 1 atau 2 Anjuran pengobatan selama 4 minggu dengan dosis: AZT: 3 kali sehari @ 200 mg. atau 2 kali sehari @ 300mg 3TC: 2 kali sehari @ 150mg EFV 1x sehari @ 600mg LPV/r 2 x 2 tab irwansubekti0066 .

1 dosis HBIG + ulangan Tidak perlu Sumber pajanan berisiko responder seri vaksinasi hepatitis B PPP tinggi  obati seperti atau 2 dosis HBIG pada HBsAg positif Tidak diketahui Anti-HBs terpajan Tidak perlu Anti-HBs terpajan status respon cukup .1 dosis tidak cukup .1 dosis HBIG + vaksin boster HBIG + vaksin boster irwansubekti0066 .PPP untuk Hepatitis B Vaksinasi dan respon Status Infeksi Sumber Pajanan antibodi dari Petugas Kesehatan± HBsAg Tidak tahu HBsAg positif negatif sarana pemeriksaan (-) Belum divaksinasi 1 dos HBIG + seri Seri vaksinasi Seri vaksinasi hepatitis B vaksinasi hepatitis B hepatitis B Sumber pajanan berisiko tinggi  obati seperti pada HBsAg positif Pernah divaksinasi Diketahui sbg Tidak perlu PPP Tidak perlu Tidak perlu PPP responder PPP Diketahui sbg non.tidak perlu PPP cukup .tidak perlu PPP antibodinya PPP tidak cukup .

PPP lain Pajanan terhadap virus H5N1 • Bila terjadi pajanan H5N1 diberikan oseltamivir 2x75mg selama 5 hari • Monitor kesehatan petugas yang terpajan sesuai dengan formulir yang tersedia Pajanan terhadap virus Hepatitis C • Transmisi sama dengan Hepatitis B • Belum ada terapi profilaksis paska pajanan yang dapat diberikan. • Sumber pajanan juga harus diobati irwansubekti0066 . tetapi perlu dilakukan monitoring pemeriksaan adakah serokonversi dan didokumentasikan.

PPP lain Infeksi Neisseria Meningitidis • N meningitidis dapat ditransmisikan lewat sekresi respiratorik. jarang terjadi saat okupasi • Perlu terapi profilaksis bila telah terjadi kontak erat petugas dengan pasien misal saat resusitasi mulut ke mulut • Diberikan Rifampisin 2 X 600 mg selama 2 hari atau dosis tunggal Ciprofloksasin 500 mg atau Cefriaxon 250 mg IM. irwansubekti0066 .

Mycobacterium tuberculosis • Transmisi kepada petugas lewat airborne droplet nuclei biasanya dari pasien TB paru • Sekarang perlu perhatian hubungan antara TB. irwansubekti0066 . Infeksi HIV dan MDR TB • Petugas yang paska terekspos perlu di tes Mantoux bila indurasinya > 10 mm perlu diberikan profilaksis INH sesuai rekomendasi lokal.

tetapi harus dibuat penatalaksanaan untuk petugas •Dianjurkan vaksinasi untuk petugas terhadap Varicella dan Hepatitis A. Influenza. Rabies untuk daerah yang endemis. Difteria dan Rabies) •Transmisinya tidak biasa. Hepatitis E. irwansubekti0066 . Hepatitis A. Pertusis.Infeksi lain (Varicella.

3 % HIV Mukokutaneus 0.RISIKO PENULARAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN Agen Cara Pajanan Risiko Infeksi HBV Perkutaneus 30 % HCV Perkutaneus 3% HIV Perkutaneus 0.03 % irwansubekti0066 .

Penelitian dan pencegahan harus melingkupi seluruh petugas irwansubekti0066 .PELAKSANAAN PROGRAM DENGAN DANA MINIMAL • Untuk HIV: PPP dengan ARV • Untuk Hep-B perlindungan yang minimal bagi petugas adalah imunisasi Hepatitis B. disertai dengan program manajemen paska pajanan tusukan tajam dan percikan bagi petugas.Tes pada pasien sebagai sumber pajanan 2.Penanganan yang tepat paska pajanan. imunisasi masal dan diulang tiap 5 tahun paska imunisasi.Tes serologi yang tepat 4.Bila perlu diberi booster 6.Tes HBs Ag dan Anti HBs petugas 3. dalam 48 jam diberi immunoglobulin Hepatitis B 5. meliputi: 1.

PAJANAN TERHADAP VIRUS H5N1 • Bila terjadi pajanan H5N1 diberikan Oseltamivir 2x75 mg selama 5 hari • Monitor kesehatan petugas yang terpajan sesuai dengan formulir yang tersedia irwansubekti0066 .

irwansubekti0066 .PAJANAN TERHADAP VIRUS HIV • Risiko terpajan 0.2 – 0.4% per kejadian injuri • Upaya menurunkan risiko terpajan patogen melalui darah dapat melalui: 1.Menggunakan alat dengan aman. membuang limbah pada wadah yang tepat 3. benda tajam.Edukasi petugas tentang praktik aman menggunakan jarum. memakai APD yang sesuai 2.Rutin menjalankan Kewaspadaan Standar.

Sumber pajanan mengandung virus kadar tinggi 5. Jarum berlubang di tengah irwansubekti0066 . Tusukan masuk ke pembuluh darah 4. Tusukan yang dalam 2. Tampak darah pada alat penimbul pajanan 3.FAKTOR YANG DAPAT MENINGKATKAN TERJADINYA INFEKSI PASKA PAJANAN 1.

penatalaksanaan luka tusuk. 3TC (lamivudine) dan Lopinavir/ritonavir atau sesuai pedoman lokal.• Tindakan pencegahan harus terinformasi kepada seluruh petugas • Peraturannya harus termasuk memeriksa sumber pajanan. irwansubekti0066 . sterilisasi dan disinfeksi. alat pelindung diri. dianjurkan pemberian antiretroviral (ARV) kombinasi AZT (zidovudine). penatalaksanaan jarum dan alat tajam yang benar. • Alur penatalaksanaan pajanan di rumah sakit harus termasuk: a)pemeriksaan laboratorium yang harus dikerjakan b)profilaksis paska pajanan setidaknya diberikan dalam waktu 4 jam paska pajanan.

• Petugas terinformasi tentang sindroma ARV akut. sampai 6 bulan. • Penelusuran paska pajanan harus standar sampai waktu 6 bulan.• Paska pajanan harus segera dilakukan pemeriksaan HIV serologi dan dicatat sampai jadwal pemeriksaan monitoring lanjutannya kemungkinan serokonversi. melaporkan semua gejala sakit yang dialami dalam 3 bulan. 3 bulan. pemeriksaan laboratorium dan pemberian ARV harus difasilitasi dalam 24 jam. irwansubekti0066 . Diulang saat 1 bulan. • Kemungkinan risiko pajanan dapat terjadi kapan saja tetapi konseling. mononukleosis akut pada 70-90% infeksi HIV akut.

PAJANAN TERHADAP VIRUS HEPATITIS B • Probabilitas infeksi Hepatitis B paska pajanan antara 1.9 – 40% per pajanan • Segera paska pajanan harus dilakukan pemeriksaan • Petugas dapat terinfeksi bila sumber pajanan positif HBsAg atau HbeAg. irwansubekti0066 .

dianjurkan dalam waktu 48 jam dan < 1 minggu paska pajanan.PAJANAN TERHADAP VIRUS HEPATITIS B Profilaksis Paska Pajanan •Tidak perlu divaksinasi bila petugas telah mengandung Anti HBs lebih dari 10mIU/ml •Bila anti HBs petugas negatif. maka HB imunoglobulin i. irwansubekti0066 .m segera diberikan. ditambah 1 seri vaksinasi Hepatitis B dan dimonitor dengan tes serologik.

PAJANAN TERHADAP VIRUS HEPATITIS C • Transmisi sama dengan Hepatitis B • Belum ada terapi profilaksis paska pajanan yang dapat diberikan • tetapi perlu dilakukan monitoring pemeriksaan adakah serokonversi dan didokumentasikan • Sumber pajanan juga harus diperiksa. irwansubekti0066 .

jarang terjadi saat okupasi. irwansubekti0066 . • Perlu terapi profilaksis bila telah terjadi kontak erat petugas dengan pasien misal saat resusitasi mulut ke mulut. INFEKSI NEISSERIA MENINGITIDIS • N meningitidis dapat ditransmisikan lewat sekresi respiratorik. • Diberikan Rifampisin 2 X 600 mg selama 2 hari atau dosis tunggal Ciprofloksasin 500 mg atau Cefriaxon 250 mg IM.

Infeksi HIV dan MDR TB • Petugas yang paska terekspos perlu di tes Mantoux. INFEKSI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS • Transmisi kepada petugas lewat airborne droplet nuclei biasanya dari pasien TB paru. • Sekarang perlu perhatian hubungan antara TB. bila indurasinya > 10 mm perlu diberikan profilaksis INH sesuai rekomendasi lokal irwansubekti0066 .

irwansubekti0066 .