You are on page 1of 42

CRS BRONKOPNUEMONIA+ LESTARI ANISA F S

GIZI BURUK+SUSP PJB G1A216046

Pendahuluan
Usia balita merupakan periode
pertumbuhan dan perkembangan yang
sangat pesat.

Oleh karena itu, kelompok usia balita perlu mendapat
perhatian, karena merupakan kelompok yang rawan
terhadap kekurangan gizi.

Gizi buruk adalah kondisi seseorang yang nutrisinya di bawah
rata-rata. Balita disebut gizi buruk apabila indeks Berat
Badan Menurut Umur (BB/U) < -3 SD.

Pneumonia merupakan bentuk infeksi saluran
napas bawah akut tersering yang menimbulkan
angka kesakitan dan kematian yang tinggi

Penyakit ini dapat terjadi secara primer ataupun
merupakan kelanjutan manifestasi infeksi saluran napas
bawah lainnya

Hal ini dikarenakan
Bronkopneumonia lebih Streptococcus
respon imunitas mereka
sering menyerang bayi pneumoniae dan
masih belum berkembang
dan anak kecil Haemophilus influenzae
dengan baik

Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan
kongenital yang paling umum dan sebagai jenis penyakit
jantung terbanyak pada anak

Insidens PJB di dunia memiliki angka yang konstan,
sekitar 8-10 dari 1000 kelahiran hidup

8 kg PB : 67 cm Jenis kelamin : Laki –Laki Agama : Islam Alamat : Jalan Jambi Palembang km 13 Dikirim oleh : Rujukan Rumah Sakit Ibu Anak Annisa MRS tanggal : 28 Juni 2017 . Ir Tanggal lahir : 25 Oktober 2016 Umur : 8 bulan BB : 5. IDENTITAS PASIEN Nama : An.

• Allo anamnesa dengan : Ibu pasien • Tanggal : 30 Juni 2017 Anamnesis • Keluhan utama : Sesak • Keluhan tambahan : Batuk. . demam dan penurunan nafsu makan.

BAB (+) normal. tapi kemudian demam tinggi lagi. mencret (-). bisa siang ataupun pada malam hari. dahaknya berwarna putih kekuningan dan sulit untuk dikeluarkan. Pasien mengalami panas badan tidak terlalu tinggi. Batuk berdarah (-). darah (-). BAK (+) normal. Riwayat kontak dengan pasien TB (-). sesak sering terjadi sebelumnya terutama ketika udara dingin (-). pilek (+). Sesak meningkat saat malam hari (-). Sesak semakin lama semakin memberat. disertai batuk berdahak dan pilek ± 3 hari yang lalu.Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak ± 3 hari SMRS. naik turun sejak ± 2 hari SMRS demam turun bila diberi obat. . Batuk timbul tidak menentu. lendir (-). berwarna bening.

anaknya mulai tidak selera makan dan malas menyusu sejak 4 bulan yang lalu. Riwayat Penyakit Sekarang Menurut ibu pasien. Menurut ibu pasien saat anaknya memangis biru sekitar bibir tidak ada . Pasien juga menjadi cengeng.

Riwayat Kehamilan dan Kelahiran • Masa kehamilan : Cukup Bulan • Partus : SC • Tempat : Rumah Sakit • Ditolong oleh : Dokter • Tanggal : 25 Oktober 2016 • BBL : 3200 gram • PB : 47 cm .

Riwayat Makanan • ASI : (+) 6 bulan ekslusif • Susu Botol/kaleng : (+) Minum susu SGM • Nasi lembek : (+) • Nasi Biasa : (-) • Daging . Ikan dan telur : (+) • Sayur : (+) • Buah : (+) • Kesan : kualitas dan kuantitas makan cukup .

1.K Riwayat Imunisasi BCG : Polio : DPT : Hepatitis: 1 kali. usia 1 usia 0. 6 bulan 6 bulan bulan) bulan Kesan : Imunisasi dasar belum lengkap .6 belum usia 0. Campak: 3 kali. bulan (<2 4. 3 kali.4. 2. 4 kali. usia 2.

• Berbalik : Bisa • Tengkurap : Bisa • Merangkak : Bisa • Duduk : Belum • Berdiri : Bisa (Menumpu beban pada Riwayat kaki) Perkembangan • Berjalan • Berbicara : Belum : Bisa (ooh/aah) Fisik • Kesan : Normal (Tidak ada keterlambatan dan atau paling banyak satu caution) .

STATUS GIZI BB/PB : Sangat Kurus (<-3sd) Usia 8 bulan Berat badan BB/U : Gizi Buruk (<-3sd) 5.8 kg Tinggi badan 67cm PB/U : Normal (-2SD s/d +2SD) Kesan : Gizi Buruk .

Pemeriksaan Fisik • Keadaan umum : Tampak sakit sedang • Kesadaran : Compos Mentis • GCS : 15 (E=4 V = 5 M = 6) • Pengukuran tanda vital  • Nadi : 102 x/menit • RR : 66 x/menit • Suhu : 38.5 °C • SpO2 : 99 % .

Kulit Sianosis : (-) Turgor : Cepat kembali < 2 detik Kelembaban : Cukup Pucat : (-) Kepala Bentuk : Mikrocephal Rambut Warna : Pirang Tebal / tipis : Tipis Jarang / tidak (distribusi) : Jarang .

Mata Hidung Palpebra : Edema (-/-). sianosis (-) Telinga  Gusi : Mudah berdarah (-) Bentuk : Simetris Sekret : Tidak ada Serumen : Tidak ada Nyeri : Tidak ada . cekung (-/-)  Bentuk : Simetris Konjungtiva : Anemis (-/-)  Pernapasan cuping hidung :- Sklera : Ikterik (-/-)  Sekret :-/- Pupil : Diameter : 3 mm / 3 mm  Epistaksis :-/- Simetris : Isokor + / + Refleks cahaya :+/+ Mulut Kornea : Jernih  Bentuk : Simetris  Bibir : Mukosa kering (-).

Lidah Bentuk : Simetris Pucat :- Kotor :- Warna : Merah muda Faring Hiperemis :- Edema :- .

.Thoraks Jantung Bentuk : Simetris Retraksi :- Suara dasar : S1-S2 irregular Bising : Murmur (+). wheezing (-/-). Gallop (-) Paru Bentuk : Simetris Retraksi :- Dispnea :+ Pernapasan : abdominalthorako Sternum : Ditengah Suara nafas dasar : Vesikuler (+/+) Suara nafas tambahan : Ronkhi (+/+).

edema (-)  Genitalia : Laki-laki. tidak ada Kelainan . dbn Ekstremitas : akral hangat. Hepar dan lien tidak teraba P : Timpani A : BU (+).Abdomen I : tidak ada kelainan P : Soepel. hipermis (-)  Anus : (+). tidak ada kelainan. CRT < 2 detik.

46 1012 / l • HGB : 10.1 g/dl • HCT : 32 % • PLT : 609.000 / mm³ • RBC : 4.PEMERIKSAAN LABORATORIUM • DR Tanggal 28 Mei 2017 • WBC : 15.000 /mm³ • GDS : 72 mg/dl • Pemeriksaan Imunologi • CRP (-) Negatif .

pemeriksaan Penyakit jantung serologis. Kultur darah. AGD. Echo Bronkiolitis TB paru .PEMERIKSAAN DIAGNOSIS DIAGNOSIS ANJURAN : DIFFERENTIAL KERJA Bronkopneumonia Bronkopneumonia +Gizi Buruk+ Susp Foto Thoraks. pemeriksaan bawaan mikrobiologis.

Ampisilin 3x250 mg • Inj.25 g • Nebulasi ventholin ½ cc + NaCl 1 cc 3 x 1 PROGNOSA : • Ad vitam : Dubia ad bonam • Ad fungsionam : Dubia ad bonam • Ad sanationam : Dubia ad bonam . Paracetamol 4 x 0. Ceftazidime 2x150 mg • Inj. Ambroxol 3 x 1/3 cth • PO.125 g • Spirobolactan 1 x 6.lasix 2x6 mg • PO.TERAPI • O2 nasal kanul 2 L/menit • IVFD D5 1/4 NS 15 tetes mikro/menit • Inj.6 ml • Captopril 3 x 3.

Spirobolactan 1 x 6. Penyakit mikro/menit Sesak (+) HR: 120 jantung . .Tgl S O A P 29-06.PO.3 Susp.IVFD D5 1/4 NS 15 tetes Pilek (+). Kesadaran: cm Bronkopneumon . TTV: ia+Gizi Buruk+ . Demam (+). T: 38. Ambroxol 3 x 1/3 cth Murmur (+) .Captopril 3 x 3.Nebulasi ventholin ½ cc + NaCl 1 cc 3 x 1 .125 g .O2 nasal kanul 2 L/menit 2017 Batuk (+).6 ml .Inj. Ampisilin 3x250 mg RR: 55 bawaan .lasix 2x6 mg Jantung : Gallop(-). Ceftazidime 2x150 mg Pulmo : Rh+/+ .Inj.PO.25 g . Paracetamol 4 x 0.Inj.

Ceftazidime 2x150 mg Pulmo : Rh+/+ bawaan .5 Buruk+ Susp. TTV: nia+Gizi . T:36.Captopril 3 x 3. Paracetamol 4 x 0.lasix 2x6 mg Jantung : Gallop(. Murmur (+) .O2 nasal kanul 2 L/menit 2017 Batuk (+).Spirobolactan 1 x 6.25 g . Kesadaran: cm Bronkopneumo . Ambroxol 3 x 1/3 cth ).125 g .Inj.IVFD D5 1/4 NS 15 tetes Pilek (+). Demam (-).PO. mikro/menit Sesak HR: 112 Penyakit . Ampisilin 3x250 mg Kurang RR: 46 jantung .Inj.PO.Tgl S O A P 30-06.Nebulasi ventholin ½ cc + NaCl 1 cc 3 x 1 . .Inj.6 ml .

Inj. Sesak(-) HR: 100 Penyakit . Spirobolactan 1 x 6. Inj.25 g .6 ml ). O2 nasal kanul 2 L/menit 2017 Batuk TTV: onia+Gizi . Kesadaran: cm Bronkopneum . IVFD D5 1/4 NS 15 tetes sesekli. mikro/menit (-).125 g .2 Buruk+ Susp. Demam (-). PO. Captopril 3 x 3. Paracetamol 4 x 0. Ampisilin 3x250 mg RR: 35 jantung . . Ambroxol 3 x 1/3 cth Jantung : Gallop(. Inj. Ceftazidime 2x150 mg Pulmo : Rh+/+ bawaan . Pilek T:36.lasix 2x6 mg berkurang . Murmur (+) .Tgl S O A P 01-06. PO. Nebulasi ventholin ½ cc + NaCl 1 cc 3 x 1 .

T:36. HR: 103 Penyakit . Demam (-).Spirobolactan 1 x 6.4 Buruk+ Susp.Nebulasi ventholin ½ cc + NaCl 1 cc 3 x 1 . Ambroxol 3 x 1/3 cth berkurang .Inj. Paracetamol 4 x 0. .Inj.PO.IVFD D5 1/4 NS 15 tetes 2017 Batuk TTV: monia+Gizi mikro/menit sesekli.125 g Gallop(-).Captopril 3 x 3.Inj.Tgl S O A P 02-06. Ampisilin 3x250 mg Pilek (-). Ceftazidime 2x150 mg Sesak(-) RR: 30 jantung .PO.lasix 2x6 mg Pulmo : Rh+/+ bawaan .6 ml Jantung : .25 g Murmur (+) . . Kesadaran: cm Bronkopneu .

9% pada tahun 2010. tetapi jumlah nominal anak gizi buruk masih relatif besar. Hal ini merupakan suatu bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Balita disebut gizi buruk apabila indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U) < -3 SD. . Epidemiologi • Masalah gizi pada anak balita di Indonesia telah mengalami perbaikan. Hal ini dapat dilihat antara lain dari penurunan prevalensi gizi buruk pada anak balita dari 5. Meskipun terjadi penurunan.4% pada tahun 2007 menjadi 4.GIZI BURUK Definisi • Gizi buruk adalah kondisi seseorang yang nutrisinya di bawah rata-rata.

Metode ini pada dasarnya didasari oleh perubahan- perubahan yang terjadi dan dihubungkan dengan kekurangan zat gizi.Pengukuran Gizi Buruk • Pengukuran klinis : metode ini penting untuk mengetahui status gizi balita tersebut gizi buruk atau tidak. dan lingkar lengan atas. . • Pengukuran antropometrik : pada metode ini dilakukan beberapa macam pengukuran antara lain pengukuran tinggi badan. berat badan.

pembesaran hati dan sebagainya. Bila terus berlanjut. mengakibatkan pertumbuhan tidak cukup. kehilangan jaringan muskuler. dan edema. Marasmik-Kwashiorkor • Gambaran klinis merupakan campuran dari gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. apatis atau iritabilitas. Kwashiorkor • Kwashiorkor merupakan sindrom klinik akibat dari defisiensi protein berat dan masukan kalori tidak cukup. Gejala yang timbul diantaranya muka seperti orang tua (berkerut). gangguan pencernaan (sering diare). kurang stamina. • Bentuk klinik awal malnutrisi protein tidak jelas tetepi meliputi letargi. rambut mudah patah dan kemerahan. meningkatnya kerentanan terhadap infeksi. tidak terlihat lemak dan otot dibawah kulit (kelihatan tulang dibawah kulit). KLASIFIKASI GIZI BURUK Marasmus • Marasmus adalah gangguan gizi karena kekurangan karbohidrat. . gangguan kulit.

Gizi buruk tanpa 2.5 cm untuk anak 6-59 medis berikut : bulan • Anoreksia • Pneumonia berat • Anemia berat • Dehidrasi berat • Demam sangat tinggi • Penurunan kesadaran . Gizi buruk dengan komplikasi komplikasi • BB/TB: < -3 SD dan atau. atau lebih dari tanda komplikasi • LILA < 11. tersebut diatas disertai salah satu • Adanya edema dan atau. • Gizi buruk dengan tanda-tanda • Terlihat sangat kurus dan atau. KRITERIA ANAK GIZI BURUK 1.

PENENTUAN STATUS GIZI .

DIAGNOSIS Diagnosis gizi buruk dapat diketahui melalui gejala klinis. antoprometri. Anak didiagnosis gizi buruk Edema pada kedua apabila: punggung kaki sampai seluruh tubuh (kwashiorkor: BB/TB >-3SD atau marasmik- kwashiorkor: BB/TB <-3SD) . BB/TB kurang dari -3SD (marasmus) Diagnosis ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran antopometri.

.

PENATALAKSANAAN Penting Mencegah dan mengatasi hipoglikemi untuk menjalankan Mencegah dan mengatasi hipotermia 10 langkah Mencegah dan mengatasi dehidrasi tatalaksana gizi buruk Koreksi gangguan elektrolit berikut ini : Mencegah dan mengatasi infeksi Mulai pemberian makan Koreksi kekurangan zat gizi mikro Memberikan makanan untuk tumbuh kejar Memberikan stimulasi untuk tumbuh kembang Mempersiapkan untuk tindak lanjut di rumah .

anak sadar dan aktif • BB/TB atau BB/TB >-3SD Bila BB/TB atau BB/PB >. makanan yang diberikan dapat dihabiskan .KRITERIA PEMULANGAN • Edema sudah berkurang atau hilang.• Komplikasi sudah teratasi 2SD dan tidak ada gejala • Ibu telah mendapat konseling gizi klinis dan memenuhi • Ada kenaikan B sekitar 50 kriteria pulang sebagai berikut : g/KgBB/minggu selama 2 minggu berturut-turut • Selera makan sudah baik.

pemeriksaan paru menunjukkan suara napas vesikuler. Pasien merupakan anak kedua. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak lemah. ANALISA KASUS Pasien adalah seorang anak laki-laki berusia 8 bulan berinisial Ir Pasien merupakan rujukan dari Rumah Sakit Annisa dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak ± 3 hari SMRS. lahir pada usia kehamilan 9 bulan secara SC oleh Dokter. wheezing tidak ada. sesak sering terjadi sebelumnya terutama ketika udara dingin (-). Berat badan lahir adalah 3200 gram. nadi 120 x permenit. terdapat ronkhi basah halus nyaring di kedua lapang paru. napas menggunakan O2 3 ltr/i dengan frekuensi napas 40 x per menit. dengan panjang badan 47 cm. . Sesak semakin lama semakin memberat. Sesak meningkat saat malam hari (-). bunyi jantung ireguler. kesadaran CM. suhu 37. Saat dilakukan pemeriksaan pasien telah menjalani perawatan RS hari ke 2. terdapat murmur dan gallop negatif.8oC.

Berdasarkan gejala klinis yang didapat pasien mengalami gizi buruk Diagnosis pada pasien ini adalah Bronkopneumonia+Gizi Buruk+ Susp.5 kg dan umur 8 bulan. Penyakit jantung bawaan. . ANALISA KASUS Gizi pasien terlihat dalam pemeriksaan antropometri. didapatkan panjang badan (PB) 67 cm dan berat badan (BB) 5. PB/BB didapatkan di persentil <-3SD kesan sangat kurus.BB/U didapatkan di persentil <-3SD kesan gizi buruk. PB/U didapatkan di persentil -2SD sampai 2SD kesan normal (perawakan normal).

Penutupan septum interventrikel tidak terjadi secara sempurna yang dapat disebabkan karena faktor genetik atau lingkungan. Gejalanya antara lain : 1. yaitu sekitar 30% dari semua PJB. Penurunan toleransi aktivitas fisik yang pada bayi akan terlihat sebagai tidak mampu mengisap susu dengan kuat dan banyak 2. Cenderung terserang infeksi paru berulang dan mungkin timbul gagal jantung yang biasanya masih dapat diatasi secara medikamentosa. Rata-rata tinggi dan berat badan menunjukkan hasil subnormal pada banyak anak dengan VSD . 3.Penyakit VSD merupakan salah satu jenis PJB yang sering ditemukan.Pirau pada defek septum pada umumnya terjadi dengan arah dari ventrikel kiri ke kanan. Penutupan septum secara spontan pada pasien VSD dapat terjadi.

Semua gejala ini tampak pada pasien yaitu kemampuan menyusu yang hanya sebentar-sebentar. . Anak dengan PJB merupakan kelompok anak yang rawan mengalami gangguan pertumbuhan. dan ditemukan dugaan kebocoran jantung pada pasien ini.

Bersamaan dengan berkurangnya asupan makanan. mobilitas intestinal dan penyerapan nutrisi. . terjadi peningkatan kebutuhan energi karena meningkatnya kerja respirasi dan kerja jantung. Distres respirasi juga dapat menyebabkan refluks gastroesophageal. fase transisi dan fase rehabilitasi. Berkurangnya perfusi sistemik pada sirkulasi rongga abdomen dapat membatasi pengosongan lambung.Asupan nutrisi dapat berkurang karena takipneu. peningkatan kecepatan metabolisme basal mengakibatkan rendahnya massa tubuh Untuk tatalaksana gizi buruk pada anak ini menurut WHO di bagi menjadi tiga tahap yaitu fase stabilisasi. dispneu dan meningkatnya kelelahan. Lebih lanjut.

Fase stabilisasi Memberikan Segera beri makanan awal larutan agar kondisi anak gula/glukosa 10 stabil: % sebanyak 50 ml atau F75 Tanpa edema Hangatkan tubuh • Cairan : 130 ml/kg BB • Energi : 80-100 Kkal/ kg anak BB • Protein : 1-1.5 g/ kg BB .

TERIMA KASIH .