Matriks, Relasi, dan Fungsi

Bahan Kuliah IF2153 Matematika Diskrit

IF2151/Relasi dan Fungsi

1

Matriks
y Matriks adalah adalah susunan skalar elemen-elemen dalam bentuk baris dan kolom. y Matriks A yang berukuran dari m baris dan n kolom (m v n) adalah: « a11 a12 . a1n » ¬a a22 . a2 n ¼ 21 ¼ A!¬ ¬ / / /¼ ¬ ¼ ­am1 am 2 . amn ½ y Matriks bujursangkar adalah matriks yang berukuran n v n. y Dalam praktek, kita lazim menuliskan matriks dengan notasi ringkas A = [aij]. Contoh 1. Di bawah ini adalah matriks yang berukuran 3 v 4: «2 5 0 6» A ! ¬8 7 5 4 ¼ ¬ ¼ ¬3 1 1 8¼ ­ ½
IF2151/Relasi dan Fungsi 2

y Matriks simetri adalah matriks yang aij dan j.

aji untuk setiap i

Co to 2. Di ba ah ini adalah contoh matriks simetri. « 2 ¬6 ¬ ¬6 ¬ ­ 4 6 6  4» 3 7 3 ¼ ¼ 7 0 2 ¼ ¼ 3 2 8 ½

y Matriks zero-one (0/1) adalah matriks yang setiap elemennya hanya bernilai 0 atau 1. Co to 3. Di ba ah ini adalah contoh matriks 0/1: «0 ¬0 ¬ ¬0 ¬ ­1 1 1 0» 1 1 1¼ ¼ 0 0 0¼ ¼ 0 0 1½
IF2151/Relasi dan Fungsi 3

y Notasi: R  (A v B). y Himpunan A disebut daerah asal (domain) dari R. yang artinya a tidak dihubungkan oleh b oleh relasi R. b)  R. b) ‘ R. yang artinya a dihubungankan dengan b oleh R y a R b adalah notasi untuk (a. y a R b adalah notasi untuk (a. dan himpunan B disebut daerah hasil (range) dari R. IF2151/Relasi dan Fungsi 4 .Relasi y Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A v B.

IF251). IF323). IF323). (Amir. IF251)  R atau Amir R IF251 .(Amir.A adalah daerah asal R. IF323). IF323) } Misalkan R adalah relasi yang menyatakan mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa pada Semester Ganjil. (Budi. Cecep}. (Budi. dan B adalah daerah hasil R. IF221). (Cecep. IF2151/Relasi dan Fungsi 5 . IF221). IF251). IF323) } . (Amir. (Budi. IF342). yaitu R = {(Amir. (Cecep. IF323} A v B = {(Amir. .Contoh 3. (Amir. . (Budi. IF221). (Budi. IF342). IF251). (Cecep. IF221). (Amir.Dapat dilihat bahwa R  (A v B). IF251). B = {IF221. (Cecep. Budi. IF251).(Amir. IF342). IF342. IF251. (Cecep. (Budi. Misalkan A = {Amir. IF342) ‘ R atau Amir R IF342.

8. (2. Misalkan P {2. 4} dan Q {2. 3. (4. y Relasi pada himpunan A adalah himpunan bagian dari A v A. 15) } y Relasi pada sebuah himpunan adalah relasi yang khusus y Relasi pada himpunan A adalah relasi dari A v A.Co to 4. (2. (3. 8). 2). 4). (4. q)  R ika p habis membagi q maka kita peroleh R {(2. (3. 9). 15}. IF2151/Relasi dan Fungsi 6 . 4). 9. Jika kita definisikan relasi R dari P ke Q dengan (p. 4. 8).

9)} IF2151/Relasi dan Fungsi 7 . 3). (3. Misalkan R adalah relasi pada A = {2. 8). (2. (3. 4. 4). Maka R = {(2. 9} yang dide inisikan oleh (x. 8.Contoh 5. 3. (2. 2). y)  R jika x adalah aktor prima dari y.

Representasi Relasi dengan Diagram Panah A Amir Budi Cecep B P IF221 IF251 3 IF342 IF323 4 2 2 4 8 9 15 2 3 4 8 9 Q A A 2 3 4 8 9 IF2151/Relasi dan Fungsi 8 .Representasi Relasi 1.

Tabel 1 A Amir Amir udi udi ecep I I I I I B 251 323 221 251 323 Tabel 2 P 2 2 4 2 4 3 3 Q 2 4 4 8 8 9 15 Tabel 3 A 2 2 2 3 3 A 2 4 8 3 3 IF2151/Relasi dan Fungsi 9 . sedangkan kolom kedua menyatakan daerah hasil. Representasi Relasi dengan Tabel y Kolom pertama tabel menyatakan daerah asal..

b j ) ‘ R IF2151/Relasi dan Fungsi 10 . m1n » . y Relasi R dapat disa ikan dengan matriks M b1 a1 « m11 a2 ¬ m21 ¬ /¬ / ¬ am ­mm1 b2 m12 m22 M / mm 2 yang dalam hal ini 1 ®. b j )  R mij ! ¯ 0 °. bn}. (ai . «. «. ~ bn .3. Representasi Relasi dengan Matriks y Misalkan R adalah relasi dari A {b1. mmn ½ {a1. b2. m2 n ¼ ¼ / /¼ ¼ . am} dan B [mij]. a2. (ai .

b2 = IF251. dan b4 = IF323. a3 = 4. b4 = 9. a2 = Budi. Relasi R pada Contoh 3 dapat dinyatakan dengan matriks «0 1 0 1 » ¬1 1 0 0¼ ¬ ¼ ¬0 0 0 1 ¼ ­ ½ dalam hal ini. a3 = Cecep. Relasi R pada Contoh 4 dapat dinyatakan dengan matriks «1 1 1 0 0» ¬0 0 0 1 1 ¼ ¬ ¼ ¬0 1 1 0 0 ¼ ­ ½ yang dalam hal ini. dan b1 = IF221. b3 = IF342. b5 = 15. IF2151/Relasi dan Fungsi 11 .Contoh 6. b3 = 8. dan b1 = 2. a1 = 2. a2 = 3. a1 = Amir. b2 = 4.

.

eprese tasi elasi de ga Graf Berara y Relasi pada sebuah himpunan dapat direpresentasikan secara gra is dengan graf erarah (directed graph atau digraph) y Gra berarah tidak dide inisikan untuk merepresentasikan relasi dari suatu himpunan ke himpunan lain. y Tiap elemen himpunan dinyatakan dengan sebuah titik (disebut juga simpul atau vertex), dan tiap pasangan terurut dinyatakan dengan busur (arc) y Jika (a, b)  R, maka sebuah busur dibuat dari simpul a ke simpul b. Simpul a disebut simpul asal (initial vertex) dan simpul b disebut simpul tujuan (terminal vertex). y Pasangan terurut (a, a) dinyatakan dengan busur dari simpul a ke simpul a sendiri. Busur semacam itu disebut gelang atau kalang (loop).
IF2151/Relasi dan Fungsi 12

Conto 7. Misalkan R {(a, a), (a, b), (b, a), (b, c), (b, d), (c, a), (c, d), (d, b)} adalah relasi pada himpunan {a, b, c, d}.

R direpresentasikan dengan graf berarah sbb:

a

b

c

d

IF2151/Relasi dan Fungsi

13

Sifat-sifat Relasi Biner
y Relasi biner yang dide inisikan pada sebuah himpunan mempunyai beberapa si at.

1. Refleksif (reflexive)
y Relasi R pada himpunan A disebut refleksif jika (a, a)  R untuk setiap a  A. y Relasi R pada himpunan A tidak re leksi jika ada a  A sedemikian sehingga (a, a) ‘ R.

IF2151/Relasi dan Fungsi

14

a). 4}. dan relasi R di ba ah ini didefinisikan pada himpunan A. (2. yaitu (1. R : x lebih besar dari y. 1). (4. Conto 9. (3. 1). 3). 1). maka (a) Relasi R {(1. 2). 2). (4. 2. (2. 4) } tidak bersifat refleksif karena (3. Conto 10. 1). Misalkan A {1. T : 3x + y 10 Tidak satupun dari ketiga relasi di atas yang refleksif karena. dan (4. maupun T. 2). S:x+y 5. 2). 4). 3). (b) Relasi R {(1. IF2151/Relasi dan Fungsi   15 . (2. Tiga buah relasi di ba ah ini menyatakan relasi pada himpunan bilangan bulat positif N. 2). 3) ‘ R. (1. 3. S.Conto 8. 3). (4. (2. 3). Relasi ³habis membagi´ pada himpunan bilangan bulat positif bersifat refleksif karena setiap bilangan bulat positif habis dibagi dengan dirinya sendiri. (2. 2) bukan anggota R. (4. 3). (4. sehingga (a. a)R untuk setiap a  A. (3. 4) } bersifat refleksif karena terdapat elemen relasi yang berbentuk (a. (4. misalkan (2. 3).

atau mii = 1.y Relasi yang bersi at re leksi mempunyai matriks yang elemen diagonal utamanya semua bernilai 1. «1 ¬ 1 ¬ ¬ 1 ¬ ¬ ¬ ­ » ¼ ¼ ¼ ¼ 1 ¼ 1¼ ½ y Gra berarah dari relasi yang bersi at re leksi dicirikan adanya gelang pada setiap simpulnya. untuk i = 1. IF2151/Relasi dan Fungsi 16 . 2. n. .

c  A. IF2151/Relasi dan Fungsi 17 . b. Menghantar (transitive) y Relasi R pada himpunan A disebut menghantar jika (a. b)  R dan (b. c)  R. maka (a. untuk a.2. c)  R.

2) (4. c)  R sedemikian sehingga (a. IF2151/Relasi dan Fungsi 18 . 3). 2) ‘ R. 1). dan relasi R di bawah ini dide inisikan pada himpunan A. b) (b. 2) } tidak manghantar karena (2. maka (a) R = {(2. 1) (3. (2. Lihat tabel berikut: Pasangan berbentuk (a. (4. 4) } jelas menghantar (d) Relasi R = {(1. tetapi (2. 4}. 2). 3) ‘ R. 2). 1) (4. c) (a. 2) dan (2. Misalkan A = {1. c) (3. (4. begitu juga (4. 3. (3. tetapi (4. 3) (4. 4). 2). 2) (4. 3) } bersi at menghantar. 1). 1) (4. Relasi yang hanya berisi satu elemen seperti R = {(4. (4. 2. b)  R dan (b. 1). (2. 1) (2. 4) dan (4. 2)  R. (c) Relasi R = {(1. (3. 5)} selalu menghantar. (2. 1) (4. (4. 2). 1). (3. 3). 1). c)  R. 3)  R. (3. 3) (2. 1) (3. 2) (3. 2) (b) R = {(1.Contoh 11. (4. 4)} menghantar karena tidak ada (a.

(2. Contoh 13. 4) adalah anggota S tetapi (4.= {(1. S:x y = 6. Di sini c = nma. 1)} menghantar.S tidak menghantar karena. 4) ‘ S. misalkan (4. Jadi. 4). : 3x y = 10 . Maka terdapat bilangan positi m dan n sedemikian sehingga b = ma dan c = nb. sehingga a habis membagi c. Misalkan bahwa a habis membagi b dan b habis membagi c.R adalah relasi menghantar karena jika x > y dan y > z maka x > z.Contoh 12. . (3. IF2151/Relasi dan Fungsi 19 . 2) dan (2. Tiga buah relasi di bawah ini menyatakan relasi pada himpunan bilangan bulat positi . Relasi habis membagi´ pada himpunan bilangan bulat positi bersi at menghantar. 7). R : x lebih besar dari y. . relasi habis membagi´ bersi at menghantar.

IF2151/Relasi dan Fungsi 20 . maka juga terdapat busur berarah dari a ke c.y Relasi yang bersi at menghantar tidak mempunyai ciri khusus pada matriks representasinya y Si at menghantar pada gra berarah ditunjukkan oleh: jika ada busur dari a ke b dan dari b ke c.

b)  R sedemikian sehingga (b. b)  R dan (b. y Relasi R pada himpunan A tidak setangkup jika (a. y Relasi R pada himpunan A sedemikian sehingga (a. b  A. b)  R dan (b. a) ‘ R. Setangkup (symmetric) dan tolak-setangkup (antisymmetric) y Relasi R pada himpunan A disebut setangkup jika (a. b)  R. a)  R hanya jika a = b untuk a. a)  R. IF2151/Relasi dan Fungsi 21 . y Relasi R pada himpunan A tidak tolak-setangkup jika ada elemen berbeda a dan b sedemikian sehingga (a.3. maka (b. b  A disebut tolaksetangkup. a)  R untuk a.

(2. 2)  R. 3). (4. 1). 4}. (1. (2. 4) ‘ R. 3. (e) Relasi R {(1. 3)  R. Relasi R {(1. R tidak setangkup karena (4. (d) Relasi R {(1. (4. Relasi R pada (a) dan (b) di atas uga tidak tolak -setangkup. 2). (4. maka (a) Relasi R {(1. 1). 3). (2. 2). (2. IF2151/Relasi dan Fungsi 22 . 2) ‘ R. 2) } tidak setangkup karena (2. (f) Relasi R {(1. (2. 1). 2) } t idak tolaksetangkup karena 2 { 4 tetapi (2.Conto 14. (2. 3)  R. 2) anggota R. 2). 2). 2). (2. 2. 1). (2. (2. dan relasi R di ba ah ini didefinisikan pada himpunan A. 2) dan (2. 4) dan (4. b)  R maka (b. 3) } tidak setangkup tetapi tolak-setangkup. (c) Relasi R {(1. 2). 3). (2. (3. Perhatikan bah a R tidak setangkup. 1)  R dan 1 1 dan. 3) } tolak-setangkup karena 1 1 dan (1. 2). 1)  R. 1). 4)} tidak setangkup dan tidak tolak-setangkup. R tidak tolak-setangkup karena (2. begitu uga (2. Perhatikan bah a R uga setangkup. dan 3 3 dan (3. 2). (b) Relasi R {(1. 2). (4. 4). 2)  R dan 2 2 dan. (2. (1. 2)  R. a) uga  R. 1). 3) } tolak-setangkup karena (1. 1). tetapi (3. 4). 1)  R. (2. 2 2 dan (2. 3)  R dan (3. (1. 4). (4. (3. (4. 3). 4) dan (4. 2)  R tetapi (2. 2). Misalkan A {1. (3. Di sini (1. (2. 2)  R tetap 2 { 3. 4) } bersifat setangkup karena ika (a.

Relasi ³habis membagi´ tolak-setangkup karena ika a habis membagi b dan b habis membagi a maka a b. . kecuali ika a b.Relasi R dan T keduanya tolak-setangkup (tun ukkan!). R : x lebih besar dari y. misalkan 5 lebih besar dari 3 tetapi 3 tidak lebih besar dari 5. 4)  R tetapi (4. . misalkan (3. Relasi ³habis membagi´ pada himpunan bilangan bulat positif tidak setangkup karena ika a habis membagi b. Conto 16. 2)  S dan (4. . 2)  S tetapi 4 { 2. ebagai contoh. . IF2151/Relasi dan Fungsi 23 . Tiga buah relasi di ba ah ini menyatakan relasi pada himpunan bilangan bulat positif N. (4. 2 habis membagi 4. tetapi 4 tidak habis membagi 2.S bukan relasi tolak-setangkup karena. Karena itu. 4 habis membagi 4. ebagai contoh. S:x+y 6. Karena itu. T : 3x + y 10 . 3) bukan anggota T. (2. 4)  R dan 4 4.Conto 15. misalkan (4. 2) dan (2. 4) adalah anggota S.S relasi setangkup karena (4.T tidak setangkup karena. b tidak habis membagi a. 2) ‘ R.R bukan relasi setangkup karena. 1) adalah anggota T tetapi (1.

y Relasi yang bersi at setangkup mempunyai matriks yang elemen-elemen di bawah diagonal utama merupakan pencerminan dari elemen-elemen di atas diagonal utama. maka juga ada busur dari b ke a. IF2151/Relasi dan Fungsi 24 . atau mij = mji = 1. n : 1 « ¬ ¬ ¬1 ¬ ¬ ¬ 0 ­ » 0¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ¼ ½ y Sedangkan gra berarah dari relasi yang bersi at setangkup dicirikan oleh: jika ada busur dari a ke b. 2. . untuk i = 1.

matriks dari relasi tolak-setangkup adalah ika salah satu dari mij 0 atau mji 0 bila i { j : 1 » « ¬ 0 ¼ ¼ ¬ ¬0 1¼ ¼ ¬ 1 ¼ ¬ ¼ ¬ 0 ½ ­ y edangkan graf berarah dari relasi yang bersifat tolaksetangkup dicirikan oleh: ika dan hanya ika tidak pernah ada dua busur dalam arah berla anan antara dua simpul berbeda.y Matriks dari relasi tolak-setangkup mempunyai sifat yaitu ika mij 1 dengan i { j. maka mji 0. Dengan kata lain. IF2151/Relasi dan Fungsi 25 .

dilambangkan dengan R±1. Invers dari relasi R. a) | (a. b)  R } IF2151/Relasi dan Fungsi 26 . adalah relasi dari B ke A yang didefinisikan oleh R±1 {(b.Relasi Inversi y Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B.

9). (2. 4). 4. 3. (4. 8). yaitu relasi dari Q ke P dengan (q. (3. Jika kita de inisikan relasi R dari P ke Q dengan (p. (4. (2. p)  R±1 jika q adalah kelipatan dari p maka kita peroleh IF2151/Relasi dan Fungsi 27 . q)  R jika p habis membagi q maka kita peroleh R = {(2. 8. 2). 15}. (3. 8). 9. 15) } R±1 adalah invers dari relasi R.Contoh 17. Misalkan P = {2. 4} dan Q = {2. 4).

Jika M adalah matriks yang merepresentasikan relasi R,

M

«1 1 1 0 0» ¬0 0 0 1 1 ¼ ¬ ¼ ¬0 1 1 0 0 ¼ ­ ½

maka matriks yang merepresentasikan relasi R±1, misalkan N, diperoleh dengan melakukan transpose terhadap matriks M,

N

MT

«1 ¬1 ¬ ¬1 ¬ ¬0 ¬0 ­

0 0» 0 1¼ ¼ 0 1¼ ¼ 1 0¼ 1 0¼ ½
IF2151/Relasi dan Fungsi 28

Mengkom inasikan Relasi
y

Karena relasi biner merupakan himpunan pasangan terurut, maka operasi himpunan seperti irisan, gabungan, selisih, dan beda setangkup antara dua relasi atau lebih juga berlaku.

y Jika R1 dan R2 masing-masing adalah relasi dari himpuna A ke himpunan B, maka R1 ‰ R2, R1 Š R2, R1 ± R2, dan R1 ‡ R2 juga adalah relasi dari A ke B.

IF2151/Relasi dan Fungsi

29

Conto 18. Misalkan A
Relasi R1 Relasi R2

{a, b, c} dan B

{a, b, c, d}.

{(a, a), (b, b), (c, c)} {(a, a), (a, b), (a, c), (a, d)}

R1 ‰ R2 {(a, a)} R1 Š R2 {(a, a), (b, b), (c, c), (a, b), (a, c), (a, d)} R1  R2 {(b, b), (c, c)} R2  R1 {(a, b), (a, c), (a, d)} R1 ‡ R2 {(b, b), (c, c), (a, b), (a, c), (a, d)}

IF2151/Relasi dan Fungsi

30

y Jika relasi R1 dan R2 masing-masing dinyatakan dengan matriks MR1 dan MR2. maka matriks yang menyatakan gabungan dan irisan dari kedua relasi tersebut adalah MR1 Š R2 = MR1 œ MR2 dan MR1 ‰ R2 = MR1 › MR2 IF2151/Relasi dan Fungsi 31 .

Misalkan bahwa relasi R1 dan R2 pada himpunan A dinyatakan oleh matriks «1 0 0» R1 = ¬1 0 1¼ dan R2 = ¬ ¼ ¬1 1 0¼ ­ ½ maka «0 1 0» ¬0 1 1¼ ¬ ¼ ¬1 0 0¼ ­ ½ «1 1 0» MR1 Š R2 = MR1 œ MR2 = ¬1 1 1 ¼ ¬ ¼ ¬1 1 0¼ ­ ½ «0 0 0» MR1 ‰ R2 = MR1 › MR2 = ¬0 0 1 ¼ ¬ ¼ ¬1 0 0¼ ­ ½ IF2151/Relasi dan Fungsi 32 .Contoh 19.

c  C. dan S adalah relasi dari himpunan B ke himpunan C. (a. Komposisi R dan S. dinotasikan dengan S S R. dan untuk beberapa b  B. b)  R dan (b. c)  a  A. c)  S } IF2151/Relasi dan Fungsi 33 . adalah relasi dari A ke C yang dide inisikan oleh S S R = {(a.Komposisi Relasi y Misalkan R adalah relasi dari himpunan A ke himpunan B.

6). 4). s). t. 4. 8} dan S = {(2. 2). Misalkan R = {(1. (3. 6). (3. Maka komposisi relasi R dan S adalah S S R = {(1. t). 2. 6. u). t). 4. (4. 8)} adalah relasi dari himpunan {1. (2. (3. (3. 4). (8. t). 8} ke himpunan {s. (3. s). (2.Contoh 20. u}. (4. 6. (1. (6. s). u) } IF2151/Relasi dan Fungsi 34 . t). (1. (3. 3} ke himpunan {2. (2. t). u)} adalah relasi dari himpunan {2. u).

Komposisi relasi R dan S lebih elas ika diperagakan dengan diagram panah: 2 1 4 2 3 6 8 s t u IF2151/Relasi dan Fungsi 35 .

´ sama seperti pada perkalian matriks biasa. maka matriks yang menyatakan komposisi dari kedua relasi tersebut adalah MR2 S R1 = MR1 ™ MR2 yang dalam hal ini operator .y Jika relasi R1 dan R2 masing-masing dinyatakan dengan matriks MR1 dan MR2. tetapi dengan mengganti tanda kali dengan ›´ dan tanda tambah dengan œ´. IF2151/Relasi dan Fungsi 36 .

MR2 = « (1 › 0) œ (0 › 0) œ (1 › 1) (1 › 1) œ (0 › 0) œ (1 › 0) (1 › 0) ¬ (1 › 0) œ (1 › 0) œ (0 › 1) (1 › 1) œ (1 › 0) œ (0 › 0) (1 › 0) ¬ ¬(0 › 0) œ (0 › 0) œ (0 › 1) (0 › 1) œ (0 › 0) œ (0 › 0) (0 › 0) ­ «1 1 1 » = ¬0 1 1 ¼ ¼ ¬ ¬0 0 0 ¼ ½ ­ IF2151/Relasi dan Fungsi 37 .Contoh 21. Misalkan bahwa relasi R1 dan R2 pada himpunan A dinyatakan oleh matriks «1 0 1 » R1 = ¬1 1 0¼ dan R2 = ¬ ¼ ¬0 0 0 ¼ ­ ½ «0 1 0 » ¬0 0 1 ¼ ¬ ¼ ¬1 0 1 ¼ ­ ½ maka matriks yang menyatakan R2 S R1 adalah MR2 S R1 = MR1 .

atau dengan notasi R  A1 v A2 v « v An. y Relasi yang lebih umum menghubungkan lebih dari dua buah himpunan. y Misalkan A1. y Jika n 2. «. An disebut daerah asal relasi dan n disebut derajat. Relasi tersebut dinamakan relasi n-ary (baca: ener). Himpunan A1. Relasi n-ary R pada himpunan-himpunan tersebut adalah himpunan bagian dari A1 v A2 v « v An . maka relasinya dinamakan relasi biner (bi 2).Relasi n-ary y Relasi biner hanya menghubungkan antara dua buah himpunan. IF2151/Relasi dan Fungsi 38 . Relasi n-ary mempunyai terapan penting di dalam basisdata. An adalah himpunan. A2. A2. «.

ecep. 13598019. D. . E} NIM Relasi MHS terdiri dari 5-tupel (NIM. Ir an. Ahmad.Conto 22. Nilai): MHS  NIM v Nama v MatKul v Nilai IF2151/Relasi dan Fungsi 39 . 13598021. Arsitektur Komputer} Nilai {A. truktur Data. 13598014. MatKul. 13598015. anti. . Algoritma. Hamdan} MatKul {Matematika Diskrit. Nama. Misalkan {13598011. 13598025} Nama {Amir.

Algoritma. (13598021. Struktur Data. (13598015. Arsitektur Komputer. (13598014. D). (13598015. Arsitektur Komputer. B) } IF2151/Relasi dan Fungsi 40 . (13598011. (13598021. A). ). (13598015. Matematika Diskrit. C). Cecep. Irwan. C). B). A. Cecep. Arsitektur Komputer. Komputer. Hamdan. Matematika Diskrit. (13598019. Irwan. Arsitektur Komputer. Amir. Algoritma. (13598025. (13598025. Struktur Data C). (13598025. B). Algoritma. Ars. Hamdan. Ahmad. Santi.Satu contoh relasi yang bernama MHS adalah MHS = {(13598011. Amir. (13598025. Hamdan. B). Irwan. B). Hamdan. A). Algoritma. B).

Relasi MHS di atas uga dapat ditulis dalam bentuk Tabel: NIM 13598011 13598011 13598014 13598015 13598015 13598015 13598019 13598021 13598021 13598025 13598025 13598025 13598025 Nama Amir Amir anti Ir an Ir an Ir an Ahmad ecep ecep Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan MatKul Matematika Diskrit Arsitektur Komputer Algoritma Algoritma truktur Data Arsitektur Komputer Algoritma Algoritma Arsitektur Komputer Matematika Diskrit Algoritma truktur Data Arsitektur Komputer Nilai A D E A IF2151/Relasi dan Fungsi 41 .

IF2151/Relasi dan Fungsi 42 . y Secara fisik basisdata adalah kumpulan file. Setiap kolom pada tabel disebut atrib t. y Setiap tabel pada basisdata diimplementasikan secara fisik sebagai sebuah file. y Pada basisdata relasional. sedangkan file adalah kumpulan record. dan setiap atribut menyatakan sebuah field. setiap record terdiri atas se umlah field. Daerah asal dari atribut adalah himpunan tempat semua anggota atribut tersebut berada. y Satu baris data pada tabel menyatakan sebuah record. Model basisdata ini didasarkan pada konsep relasi n-ary. y Atribut khusus pada tabel yang mengidentifikasikan secara unik elemen relasi disebut k nci (key).y asisdata (database) adalah kumpulan tabel. satu tabel menyatakan satu relasi. y Salah satu model basisdata adalah model basisdata relasional (relational database).

proyeksi.y Operasi yang dilakukan terhadap basisdata dilakukan dengan perintah pertanyaan yang disebut query. y Ada beberapa operasi yang dapat digunakan. IF2151/Relasi dan Fungsi 43 . diantaranya adalah seleksi. dan join. y Contoh query: tampilkan semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah Matematika Diskrit´ tampilkan da tar nilai mahasiswa dengan NIM = 13598015´ tampilkan da tar mahasiswa yang terdiri atas NIM dan mata kuliah yang diambil´ y Query terhadap basisdata relasional dapat dinyatakan secara abstrak dengan operasi pada relasi n-ary.

Operasi seleksinya adalah WMatkul=´Matematika Diskrit´ (MHS) Hasil: (13598011. Matematika Diskrit. Hamdan.Seleksi Operasi seleksi memilih baris tertentu dari suatu tabel yang memenuhi persyaratan tertentu. Amir. Operator: W Contoh 23. B) IF2151/Relasi dan Fungsi 44 . A) dan (13598025. Matematika Diskrit. Misalkan untuk relasi MHS kita ingin menampilkan da tar mahasiswa yang mengambil mata kuliah Matematik Diskrit.

maka hanya diambil satu kali. Nilai (MHS) menghasilkan Tabel 3. IF2151/Relasi dan Fungsi 45 . Jika ada beberapa baris yang sama nilainya. MatKul. Operator: T Contoh 24. Sedangkan operasi proyeksi TNIM.Proyeksi Operasi proyeksi memilih kolom tertentu dari suatu tabel.6.5. Nama (MHS) menghasilkan Tabel 3. Operasi proyeksi TNama.

Ta el 3.5 Nama Amir Amir Santi Irwan Irwan Irwan Ahmad Cecep Cecep Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan MatKul Matematika Diskrit Arsitektur Komputer Algoritma Algoritma Struktur Data Arsitektur Komputer Algoritma Algoritma Arsitektur Komputer Matematika Diskrit Algoritma Struktur Data Arsitektur Komputer Nilai A B D C C B B B B A C B Ta el 3.6 NIM 13598011 13598014 13598015 13598019 13598021 13598025 Nama Amir Santi Irwan Ahmad Cecep Hamdan IF2151/Relasi dan Fungsi 46 .

Operator: X Contoh 25.7 NIM 13598001 13598002 13598004 13598006 13598007 Nama Hananto Guntur Heidi Harman Karim JK L L W L L Ta el 3.7 dan relasi MHS2 dinyatakan dengan Tabel 3. Misalkan relasi MHS1 dinyatakan dengan Tabel 3.8 NIM 13598001 13598001 13598004 13598006 13598006 13598009 13598010 Nama Hananto Hananto Heidi Harman Harman Junaidi Farizka MatKul Algoritma Basisdata Kalkulus I Teori Bahasa Agama Statisitik Otomata Nilai A B B C A B C Ta el 3.8. MHS2) menghasilkan Tabel 3. Ta el 3.9 NIM 13598001 13598001 13598004 13598006 13598006 Nama Hananto Hananto Heidi Harman Harman JK L L W L L MatKul Algoritma Basisdata Kalkulus I Teori Bahasa Agama Nilai A B B C A IF2151/Relasi dan Fungsi 47 . Operasi join XNIM. Nama(MHS1.Joi Operasi join menggabungkan dua buah tabel menjadi satu bila kedua tabel mempunyai atribut yang sama.9.

Jika f adalah fungsi dari A ke B kita menuliskan f:ApB yang artinya f memetakan A ke B. y Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan atau transformasi. y A disebut daera asal (domain) dari f dan B disebut daera asil (codomain) dari f.Fungsi y Misalkan A dan B himpunan. Relasi biner f dari A ke B merupakan suatu fungsi ika setiap elemen di dalam A dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B. IF2151/Relasi dan Fungsi 48 . y Kita menuliskan f(a) b ika elemen a di dalam A dihubungkan dengan elemen b di dalam B.

maka b dinamakan bayangan (image) dari a dan a dinamakan pra-bayangan (pre-image) dari b.y Jika f(a) b. A f B a b IF2151/Relasi dan Fungsi 49 . y Himpunan yang berisi semua nilai pemetaan f disebut jelaja (range) dari f. Perhatikan bah a ela ah dari f adalah himpunan bagian (mungkin proper subset) dari B.

Tiap elemen di dalam himpunan A harus digunakan oleh prosedur atau kaidah yang mende inisikan f. maka b = c. Frasa dihubungkan dengan tepat satu elemen di dalam B´ berarti bahwa jika (a. 2. c)  f. IF2151/Relasi dan Fungsi 50 . b)  f dan (a.y Fungsi adalah relasi yang khusus: 1.

Kode program (source code) Contoh: Fungsi menghitung x function abs(x:integer):integer. IF2151/Relasi dan Fungsi 51 3. Contoh: f(x) = 2x 10. Himpunan pasangan terurut. dan f(x) = 1/x. 4. end. begin if x < 0 then abs:=-x else abs:=x. Kata-kata Contoh: f adalah ungsi yang memetakan jumlah bit 1 di dalam suatu string biner´. Seperti pada relasi. f(x) = x2. diantaranya: 1. Formula pengisian nilai (assignment). . 2.y Fungsi dapat dispesi ikasikan dalam berbagai bentuk.

(3. Jela ah dari f adalah {u. u). w}. w} adalah fungsi dari A ke B. dan f(3) w. (2. Relasi f {(1. u). v). (3. Daerah asal dari f adalah A dan daerah hasil adalah B. u). IF2151/Relasi dan Fungsi 52 . Di sini f(1) u. 2. f(2) v. meskipun u merupakan bayangan dari dua elemen A. daerah hasilnya adalah B.Conto 26. v. Conto 27. 3} ke B {u. v}. v. v)} dari A {1. w)} dari A {1. Daerah asal fungsi adalah A. v. dan ela ah fungsi adalah {u. 3} ke B {u. 2. w} adalah fungsi dari A ke B. yang dalam hal ini sama dengan himpunan . (2. Relasi f {(1.

yaitu u dan v. Relasi f = {(1. (1. )} dari A = {1. (3. Contoh 29. Relasi f = {(1. Daerah asal dan daerah hasil dari f adalah himpunan bilangan bulat. } bukan ungsi. )} dari A = {1. v. dan jelajah dari f adalah himpunan bilangan bulat tidak-negati . v). u). 2. karena tidak semua elemen A dipetakan ke B. karena 1 dipetakan ke dua buah elemen B.Contoh 28. 3} ke B = {u. v). Misalkan f : Z p Z dide inisikan oleh f(x) = x2. (2. 2. Contoh 30. 4} ke B = {u. IF2151/Relasi dan Fungsi 53 . (3. 3. } bukan ungsi. u). v. v). (2.

y Fungsi f dikatakan satu-ke-satu (one-to-one) atau injektif (injective) ika tidak ada dua elemen himpunan A yang memiliki bayangan sama. A a b c B 1 2 3 4 5 IF2151/Relasi dan Fungsi 54 .

(3. IF2151/Relasi dan Fungsi 55 . (3. Relasi f = {(1. karena f(1) = f(2) = u. w). 3} ke B = {u.Contoh 31. Tetapi relasi f = {(1. w. v)} dari A = {1. v. v)} dari A = {1. x} adalah ungsi satu-ke-satu. (2. u). 3} ke B = {u. u). v. (2. u). 2. w} bukan ungsi satu-ke-satu. 2.

f(-2) = -3.Contoh 32. Tentukan apakah f(x) = x2 1 dan f(x) = x ± 1 merupakan ungsi satu-ke-satu? Penyelesaian: 2 1 bukan ungsi satu-ke-satu. misalnya f(2) = f(-2) = 5 padahal ±2 { 2. IF2151/Relasi dan Fungsi 56 . karena untuk dua x (i) f(x) = x yang bernilai mutlak sama tetapi tandanya berbeda nilai ungsinya sama. a ± 1 { b ± 1. Misalkan f : Z p Z. Misalnya untuk x = 2. f(2) = 1 dan untuk x = -2. (ii) f(x) = x ± 1 adalah ungsi satu-ke-satu karena untuk a { b.

y Fungsi f dikatakan dipetakan pada (onto) atau surjektif (surjective) jika setiap elemen himpunan B merupakan bayangan dari satu atau lebih elemen himpunan A. y Dengan kata lain seluruh elemen B merupakan jelajah dari f. A a b c d B 1 2 3 IF2151/Relasi dan Fungsi 57 . Fungsi f disebut ungsi pada himpunan B.

u). (3. IF2151/Relasi dan Fungsi 58 . 2. 3} ke B = {u. Relasi f = {(1. v. 2. (2. u). 3} ke B = {u. w). v)} dari A = {1. v. w} merupakan ungsi pada karena semua anggota B merupakan jelajah dari f. Relasi f = {(1. (3.Contoh 33. w} bukan ungsi pada karena w tidak termasuk jelajah dari f. v)} dari A = {1. (2. u).

Misalkan f : Z p Z. yaitu y x ± 1 akan dipenuhi untuk x y + 1. IF2151/Relasi dan Fungsi 59 . selalu ada nilai x yang memenuhi. karena tidak semua nilai (i) f(x) bilangan bulat merupakan ela ah dari f. (ii) f(x) x ± 1 adalah fungsi pada karena untuk setiap bilangan bulat y. Tentukan apakah f(x) f(x) x ± 1 merupakan fungsi pada x2 + 1 dan Penyelesaian: x2 + 1 bukan fungsi pada.Conto 34.

karena f adalah fungsi satu-ke-satu maupun fungsi pada. (2. 2.y Fungsi f dikatakan berkoresponden satu-ke-satu atau bijeksi (bijection) ika ia fungsi satu-ke-satu dan uga fungsi pada. w} adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. v)} dari A {1. 3} ke B {u. Relasi f {(1. Conto 35. u). v. IF2151/Relasi dan Fungsi 60 . w). (3.

karena f adalah fungsi satu-ke-satu maupun fungsi pada. Fungsi f(x) x ± 1 merupakan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. ungsi satu-ke-satu. bukan pada B A 1 a 2 b 3 c 4 ungsi pada.Conto 36. bukan satu-ke-satu A B a 1 b 2 c 3 dc uka fungsi satu-ke-satu maupun pada A a b c dc B A ukan fungsi B 1 2 3 4 1 a 2 3 4 b c d c IF2151/Relasi dan Fungsi 61 .

IF2151/Relasi dan Fungsi 62 . y Balikan ungsi dilambangkan dengan f ±1. Sebuah ungsi dikatakan not invertible (tidak dapat dibalikkan) jika ia bukan ungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. karena kita dapat mende inisikan ungsi balikannya. maka kita dapat menemukan balikan (invers) dari f. maka f -1(b) = a jika f(a) = b. y Fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu sering dinamakan juga ungsi yang invertible (dapat dibalikkan).y Jika f adalah ungsi berkoresponden satu-ke-satu dari A ke B. karena ungsi balikannya tidak ada. Misalkan a adalah anggota himpunan A dan b adalah anggota himpunan B.

(w. alikan fungsi f adalah f -1 {(u. balikan fungsi balikannya adalah f-1(y) y +1. (3. u). w} adalah fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. v. 2. Relasi f {(1. Penyelesaian: ungsi f(x) x ± 1 adalah fungsi yang berkoresponden satu-kesatu. Tentukan balikan fungsi f(x) x ± 1. IF2151/Relasi dan Fungsi 63 . (v. 3)} Jadi. (2. Conto 38. Jadi. v)} dari A {1. 2). Misalkan f(x) y. f adalah fungsi invertible. sehingga y x ± 1.Conto 37. maka x y + 1. w). 3} ke B {u. adi balikan fungsi tersebut ada. 1).

41 dan 3.Conto 39. Jadi. Tentukan balikan fungsi f(x) x2 + 1. f(x) x2 + 1 adalah funsgi yang not invertible. sehingga fungsi balikannya tidak ada.44 kita sudah menyimpulkan bah a f(x) x ± 1 bukan fungsi yang berkoresponden satu-ke-satu. Penyelesaian: Dari ontoh 3. IF2151/Relasi dan Fungsi 64 .

adalah ungsi dari A ke C yang dide inisikan oleh (f S g)(a) = f(g(a)) IF2151/Relasi dan Fungsi 65 .Komposisi dari dua buah fungsi. dan f adalah ungsi dari himpunan B ke himpunan C. dinotasikan dengan f S g. Misalkan g adalah ungsi dari himpunan A ke himpunan B. Komposisi f dan g.

y). x) } Contoh 41. 3} ke B = {u.Contoh 40. v)} yang memetakan A = {1. (w. Fungsi komposisi dari A ke C adalah f S g = {(1. z)} yang memetakan B = {u. (ii) (g S f)(x) = g(f(x)) = g(x ± 1) = (x ±1)2 1 = x2 . dan ungsi f = {(u. w}. (2.2x IF2151/Relasi dan Fungsi 2. (3. u). Penyelesaian: (i) (f S g)(x) = f(g(x)) = f(x2 1) = x2 1 ± 1 = x2. (v. v. v. x). y). (2. 66 . z}. Diberikan ungsi f(x) = x ± 1 dan g(x) = x2 Tentukan f S g dan g S f . (3. y. y). 2. Diberikan ungsi g = {(1. u). w} ke C = {x. 1.

berarti x berada di antara dua bilangan bulat. Fungsi Floor dan Ceiling Misalkan x adalah bilangan riil. IF2151/Relasi dan Fungsi 67 . ungsi floor membulatkan x ke bawah. Fungsi floor dari x: ­x½ menyatakan nilai bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan x Fungsi ceiling dari x: «x» menyatakan bilangan bulat terkecil yang lebih besar atau sama dengan x Dengan kata lain.Beberapa Fungsi Khusus 1. sedangkan ungsi ceiling membulatkan x ke atas.

data dikodekan dalam untaian byte.5» = 1 «4. sehingga untuk byte yang terakhir perlu ditambahkan 3 bit ekstra agar satu byte tetap 8 bit (bit ekstra yang ditambahkan untuk menggenapi 8 bit disebut padding bits).5» = 4 «0.8» = 5 ­± 0. IF2151/Relasi dan Fungsi 68 .5» = ± 3 Contoh 42. maka jumlah byte yang diperlukan untuk merepresentasikan data adalah «125/8» = 16 byte.8½ = 4 ­± 0.5½ = ± 1 ­±3.5½ = 3 ­0.5½ = 0 ­4. satu byte terdiri atas 8 bit.5½ = ± 4 «3.Contoh 42. Beberapa contoh nilai ungsi floor dan ceiling: ­3.5½ = 0 «±3. Jika panjang data 125 bit. Perhatikanlah bahwa 16 v 8 = 128 bit. Di dalam komputer.

2. Fungsi modulo Misalkan a adalah sembarang bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat positi . Beberapa contoh ungsi modulo 25 mod 7 = 4 15 mod 4 = 0 3612 mod 45 = 12 0 mod 5 = 5 ±25 mod 7 = 3 (sebab ±25 = 7 ™ (±4) IF2151/Relasi dan Fungsi 3) 69 . Contoh 43. a mod m memberikan sisa pembagian bilangan bulat bila a dibagi dengan m a mod m = r sedemikian sehingga a = mq r. dengan 0 e r < m.

n " 0    ±    ° n n Untuk kasus perpangkatan negatif.n ! 0 ± a ! ¯a v a v . v a .n ! 0 n! ! ¯ 1 °v 2 v . a n ! 1 an 5. Fungsi Faktorial 1 . n " 0 4. v (n  1) v n .3. Fungsi Logaritmik ungsi logaritmik berbentuk y ! a log x m x ay IF2151/Relasi dan Fungsi 70 . . Fungsi Eksponensial 1 .

argumen dari ungsi harus lebih dekat ke nilai awal (basis). Setiap kali ungsi mengacu pada dirinya sendiri. n " 0 Fungsi rekursi disusun oleh dua bagian: (a) Basis Bagian yang berisi nilai awal yang tidak mengacu pada dirinya sendiri. Contoh: n! = 1 v 2 v v (n ± 1) v n = (n ± 1)! v n. Bagian ini juga sekaligus menghentikan de inisi rekursi .Fungsi Rekursif y Fungsi f dikatakan ungsi rekursi jika de inisi ungsinya mengacu pada dirinya sendiri. 1 .n ! 0 n! ! ¯ n ° v (n  1)! . IF2151/Relasi dan Fungsi 71 . (b) Rekurens Bagian ini mende inisikan argumen ungsi dalam terminologi dirinya sendiri.

ika n 0 n! n v (n -1)! 5! dihitung dengan langkah berikut: (1) 5! (2) (3) (4) (5) (6) (6¶) (5¶) (4¶) (3¶) (2¶) (1¶) Jadi. ika n 0 (b) rekurens: .y ontoh definisi rekursif dari faktorial: (a) basis: n! 1 . 0! 1! 2! 3! 4! 5! 5 v 4! (rekurens) 4! 4 v 3! 3! 3 v 2! 2! 2 v 1! 1! 1 1 v 0! 2 v 1! 3 v 2! 4 v 3! 5 v 4! 1 v 0! 0! 1 1v1 2v1 3v2 4v6 5 v 24 1 2 6 24 120 72 IF2151/Relasi dan Fungsi . 5! 120.

x ! 0 . Fungsi ibonacci: ± f ( n) ! ¯ 1 ± (n  1)  f (n  2) f ° ¡   .n ! 0 . F ( x) ! ¯ 2 2 ° F ( x  1)  x 2.n ! 1 .n ! 0 ± T (n.Contoh 44. x) . Di bawah ini adalah contoh-contoh ungsi rekursi lainnya: 0 1. x) ! ¯ x . x)  T (n  2.n ! 1 ± xT (n  1.x { 0 0 . Fungsi Chebysev 1 .n " 1 ¢ IF2151/Relasi dan Fungsi 73 . n " 1 2 ° 3.

setangkup dan menghantar. IF2151/Relasi dan Fungsi 74 .Relasi Kesetaraan DEFINISI. Relasi R pada himpunan A disebut relasi kesetaraan (equivalence relation) jika ia refleksif.

Dua elemen yang dihubungkan dengan relasi kesetaraan dinamakan setara (equivalent). IF2151/Relasi dan Fungsi 75 .Secara intuitif. dua benda berhubungan jika keduanya memiliki beberapa sifat yang sama atau memenuhi beberapa persyaratan yang sama. di dalam relasi kesetaraan.

R relasi pada A: (a. IF2151/Relasi dan Fungsi 76 . maka pastilah a seangkatan dengan c. R adalah relasi kesetaraan.Contoh: A = himpunan mahasiswa. R refleksif: setiap mahasiswa seangkatan dengan dirinya sendiri R setangkup: jika a seangkatan dengan b. b)  R jika a satu angkatan dengan b. R menghantar: jika a seangkatan dengan b dan b seangkatan dengan c. maka b pasti seangkatan dengan a. Dengan demikian.

dan menghantar. Himpunan S bersama-sama dengan relasi R disebut himpunan terurut secara parsial (partially ordered set. tolaksetangkup. dan dilambangkan dengan (S.Relasi Pengurutan Parsial DEFINISI. Relasi R pada himpunan S dikatakan relasi pengurutan parsial (partial ordering relation) jika ia refleksif. atau poset). R). IF2151/Relasi dan Fungsi 77 .

karena a u a untuk setiap bilangan bulat a. Relasi u menghantar. Relasi u tolak-setangkup. IF2151/Relasi dan Fungsi 78 . karena jika a u b dan b u c maka a u c. karena jika a u b dan b u a. maka a = b. Alasan: Relasi u refleksif.Contoh: Relasi u pada himpunan bilangan bulat adalah relasi pengurutan parsial.

tolak-setangkup. dan menghantar.Contoh: Relasi habis membagi pada himpunan bilangan bulat adalah relasi pengurutan parsial. IF2151/Relasi dan Fungsi 79 . Alasan: relasi habis membagi bersifat refleksif.

. di dalam relasi pengurutan parsial. dua buah benda saling berhubungan jika salah satunya .Secara intuitif.atau lebih rendah (lebih tinggi) daripada lainnya menurut sifat atau kriteria tertentu.lebih kecil (lebih besar) daripada. IF2151/Relasi dan Fungsi 80 .

Itulah alasan digunakan istilah pengurutan parsial atau pengurutan tak-lengkap IF2151/Relasi dan Fungsi 81 . Ada juga kemungkinan dua buah benda di dalam himpunan tidak berhubungan dalam suatu relasi pengurutan parsial. Dalam hal demikian.Istilah pengurutan menyatakan bahwa benda-benda di dalam himpunan tersebut dirutkan berdasarkan sifat atau kriteria tersebut. kita tidak dapat membandingkan keduanya sehingga tidak dapat diidentifikasi mana yang lebih besar atau lebih kecil.

2)} pada himpunan A = {1. 1). (1.Klosur Relasi (closure of relation) Contoh 1: Relasi R = {(1. Bagaimana membuat relasi refleksif yang sesedikit mungkin dan mengandung R? IF2151/Relasi dan Fungsi 82 . 2. 3). 3). 3} tidak refleksif. (2. (3.

(2. 2) dan (3. 3). 3). mengandung R. 3) ke dalam R (karena dua elemen relasi ini yang belum terdapat di dalam R) Relasi baru. (3. S. yaitu S = {(1. 1). (1. (3. (2. IF2151/Relasi dan Fungsi 83 . 3) } Relasi S disebut klosur refleksif (reflexive closure) dari R. 2). 2).Tambahkan (2.

3)} pada himpunan A = {1. (3. (2.Contoh 2: Relasi R = {(1. (1. 2). 1). 3} tidak setangkup. 2). Bagaimana membuat relasi setangkup yang sesedikit mungkin dan mengandung R? IF2151/Relasi dan Fungsi 84 . 2. 3). (3.

S. (3. 3)} Relasi S disebut klosur (symmetric closure) dari R. 3). 1). (2. (3. setangkup IF2151/Relasi dan Fungsi 85 . 2). 2). 1) dan (2. (3. Relasi baru. 3) ke dalam R (karena dua elemen relasi ini yang belum terdapat di dalam S agar S menjadi setangkup).Tambahkan (3. mengandung R: S = {(1. 3). (2. 1). (1.

IF2151/Relasi dan Fungsi 86 .Misalkan R adalah relasi pada himpunan A. seperti refleksif. atau menghantar. maka S disebut klosur (closure) atau tutupan dari R [ROS03]. R dapat memiliki atau tidak memiliki sifat P. setangkup. Jika terdapat relasi S dengan sifat P yang mengandung R sedemikian sehingga S adalah himpunan bagian dari setiap relasi dengan sifat P yang mengandung R.

Klosur Refleksif Misalkan R adalah sebuah relasi pada himpunan A. a) | a  A}. Klosur refleksif dari R adalah R Š (. IF2151/Relasi dan Fungsi 87 . yang dalam hal ini ( = {(a.

(3. (2. 3). (3. 3). 2). 3)}. (3. 3). 1). (2. 3). (2. (1.Contoh: R = {(1. (2. (3. (3. sehingga klosur refleksif dari R adalah R Š ( = {(1. (1. 2)} Š {(1. 2). 2). (1. (3. 3). 3). 1). 1). 1). (2. 3)} = {(1. 2). 2. 1). 3} maka ( = {(1. 2)} adalah relasi pada A = {1. (2. 3)} IF2151/Relasi dan Fungsi 88 .

b) | a. Klosur refleksif dari R adalah R Š ( = {(a. b  Z} IF2151/Relasi dan Fungsi 89 .Contoh: Misalkan R adalah relasi {(a. b) | a { b} Š {(a. b) | a { b} pada himpunan bilangan bulat. a) | a  Z} = {(a.

IF2151/Relasi dan Fungsi 90 . b) a  R}. dengan R-1 = {(b. a) | (a. Klosur setangkup dari R adalah R Š R-1.Klosur setangkup Misalkan R adalah sebuah relasi pada himpunan A.

3). 1). (3. 1). 1). 2). (3. (2. 2. 2). 3)} = {(1. (2. 3). 1). (1. 1). 2). 2). (2. 2). (2. 3). 3). (1. (3. (3. (2. 3}.Contoh: R = {(1. (3. 2). 3). (2. (2. (3. (1. 3)} adalah relasi pada A = {1. 3). 1). (3. (3. 3)} R Š R-1 IF2151/Relasi dan Fungsi 91 . 3)} Š {(3. 2). 1). (3. (1. 2). (2. (1. 3)} sehingga klosur setangkup dari R adalah = {(1. maka R-1 = {(3. 1).

Klosur setangkup dari R adalah R Š R-1 = {(a. b) | a habis membagi b atau b habis membagi a} IF2151/Relasi dan Fungsi 92 . b) | a habis membagi b} Š {(b. b) | a habis membagi b} pada himpunan bilangan bulat.Contoh: Misalkan R adalah relasi {(a. a) | b habis membagi a} = {(a.

2). IF2151/Relasi dan Fungsi 93 . 2). (2. 4}. (2. 2)} adalah relasi A = {1. 3. (2. 1). b) dan (b. 1). 2. Contoh: R = {(1. c) yang tidak terdapat di dalam R adalah (1. 4). (1. dan (3. (3. Pasangan (a.Klosur menghantar Pembentukan klosur menghantar lebih sulit daripada dua buah klosur sebelumnya. 4). 1). R tidak transitif karena tidak mengandung semua pasangan (a. c) di dalam R. c) sedemikian sehingga (a.

4). (2. 4) ‘ S. misalnya terdapat (3. (3.Penambahan semua pasangan ini ke dalam R sehingga menjadi S = {(1. (2. 1). IF2151/Relasi dan Fungsi 94 . 2). 1). (1. (1. (3. 1)} tidak menghasilkan relasi yang bersifat menghantar karena. 4)  S. tetapi (3. 2). 4). (2. 2). 1)  S dan (1.

Kosur menghantar dari R adalah R* = R2 Š R3 Š Š Rn Jika MR adalah matriks yang merepresentasikan R pada sebuah himpunan dengan n elemen. maka matriks klosur menghantar R* adalah [ [ [n M R* ! MR œ M R2 ] œ M R3] œ « œ M R ] IF2151/Relasi dan Fungsi 95 .

Penyelesaian: Matriks yang merepresentasikan relasi R adalah «1 0 1 » MR = ¬ 0 1 0 ¼ ¬ ¼ ¬1 1 0 ¼ ­ ½ Maka. matriks klosur menghantar dari R adalah [ [ M R* ! MR œ M R2 ] œ M R3] Karena [ M R2 ] «1 1 1» ! M R ™ M R ! ¬0 1 0 ¼ ¼ ¬ ¬1 1 1¼ ­ ½ [ dan M R3] «1 1 1» [ ! M R2 ] ™ M R ! ¬0 1 0¼ ¬ ¼ ¬1 1 1¼ ­ ½ maka M R* «1 0 1 » «1 1 1 » «1 1 1 » «1 1 1 » ! ¬0 1 0 ¼ œ ¬0 1 0 ¼ œ ¬ 0 1 0 ¼ = ¬ 0 1 0 ¼ ¬ ¼ ¬ ¼ ¬ ¼ ¬ ¼ ¬1 1 1 ¼ ¬1 1 1 ¼ ¬1 1 1 ¼ ¬1 1 1 ¼ ­ ½ ­ ½ ­ ½ ­ ½ IF2151/Relasi dan Fungsi 96 Dengan demikian. 3). (3. (3. (1. 1). (3. (3. (1. 1). 3). 2)} adalah relasi pada himpunan A = {1. (2. 1). 2). 3) } . 2). 2). 1). Tentukan klosur menghantar dari R. R* = {(1. 2. (3. (1. (2. 2). 3}.Misalkan R = {(1.

Aplikasi klosur menghantar Klosur menghantar menggambarkan bagaimana pesan dapat dikirim dari satu kota ke kota lain baik melalui hubungan komunikasi langsung atau melalui kota antara sebanyak mungkin [LIU85]. IF2151/Relasi dan Fungsi 97 .

Bandung.Misalkan jaringan komputer mempunyai pusat data di Jakarta. dan Kupang. Makassar. IF2151/Relasi dan Fungsi 98 . Misalkan R adalah relasi yang mengandung (a. b) jika terdapat saluran telepon dari kota a ke kota b. Surabaya. Medan.

Bandung Jakarta Surabaya Kupang Medan Makassar IF2151/Relasi dan Fungsi 99 .

maka pengiriman data dari Jakarta ke Surabaya tidak dapat dilakukan secara langsung.Karena tidak semua link langsung dari satu kota ke kota lain. IF2151/Relasi dan Fungsi 100 . Relasi R tidak menghantar karena ia tidak mengandung semua pasangan pusat data yang dapat dihubungkan (baik link langsung atau tidak langsung). Klosur menghantar adalah relasi yang paling minimal yang berisi semua pasangan pusat data yang mempunyai link langsung atau tidak langsung dan mengandung R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful