You are on page 1of 41

Archaebacteria dan

Eubacteria

Oleh : Winda Kustiwi


Tujuan Pembelajaran
• Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis eubacteria
dan archaebacteria

• Siswa dapat membedakan bentuk-bentuk sel


eubacteria dan archaebacteria

• Siswa dapat menjelaskan peranan eubacteria


dan archaebacteria yang menguntungkan bagi
kehidupan.

• Siswa dapat menjelaskan peranan eubacteria


dan archaebacteria yang merugikan bagi
kehidupan.
•Obat apakah amoxicilin?’

Apakah kalian pernah


minum obat amoxicilin?

Obat untuk apakah


amoxicilin ?
Terbuat dari apa sajakah
produk dibawah ini???
Archaebacteria
Dilihat dari metabolisme dan ekologi :

Metanogen

Halofil ekstrem (Halofilik)

Termofil ekstrem (Termofilik)


Domain Arkhaea Domain Bakteria
(Archebacteria) (Eubacteria)

Kelompok bakteri yang


lebih dikenal dengan
bakteri purba (primitif).
Kelompok bakteri sejati
Hidup di lingkungan
seperti yang dikenal
ekstrim pada sejarah
sekarang ini
evolusi bumi sehingga
banyak anggotanya sudah
punah dan menjadi fosil
Eubacteria (Bakteri)

Pengertian

Ciri-ciri

Reproduksi

Ukuran dan Bentuk

Jenis-jenis

karakteristik dinding sel


Jumlah dan letak flagela
Cara hidup

Perananan
Pengertian
• Organisme prokariotik uniseluler
• Berukuran kecil
• Ilmu yang mempelajari adalah
“Bakteriologi”
Eubacteria berasal dari kata eu yang berarti sejati,
dan bacteria yang berarti bakteri. Jadi, eubacteria disebut
sebagai bakteri sejati yang sehari-hari kita kenal sebagai
bakteri. Ukuran tubuh bakteri berkisar 0,5 – 3 mikron
dengan diameter 0,1 – 0,2 mikron. Bakteri termasuk
organisme prokariotik, yaitu tidak mempunyai membran
inti dan tubuhnya bersel satu. Sel tubuh bakteri dapat
mensekresikan lendir ke permukaan dinding selnya.
Ciri-ciri
1) Dinding sel tersusun atas
mukopolisakarida dan peptidoglikan
2) Dapat mensekresikan lendir ke
permukaan selnya
3) Dapat membentuk endospora (keadaan
tak menguntungkan)
4) Motil (menggunakan flagela) dan non-
motil
Struktur Tubuh
1. Struktur Tubuh Bakteri
a. Bahan inti (DNA kromosom), DNA
merupakan materi genetik (pembawa
sifat) disebut sebagai kromosom
atau inti bakteri. Bahan inti
berfungsi penting dalam mengatur
proses-proses yang terjadi di dalam
sel bakteri.
b. Plasmid, merupakan DNA melingkar yang membawa gen tertentu
yang dapat diwariskan . Plasmid terdapat di dalam sitoplasma.
c. Sitoplasma, tersusun dari 80% air, protein, asam nukleat, lemak,
karbohidrat, ion anorganik, dan kromatofora
d. Dinding sel, tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan yang
terdiri dari polimer besar yng terbuat dari N-asetil muramat yang
aling berikatan silang dengan ikatan kovalen.
e. Membran plasma, tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein.
Membran plasma berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara
sel dengan lingkungannya.
f. Ribosom, tersusun dari RNA dan protein yang berfungsi
dalam sintesis protein. Ribosom bentuknya berupa butiran
halus.
g. Mesosom, berfungsi sebagai penghasil energi, pusat
pembentukan dinding sel baru, dan pembelahan sel.
h. Kapsul, merupakan lapisan lendir yang menyelimuti dinding
sel. Umumnya yang memiliki kapsul adalah bakteri penyebab
penyakit. Tersusun dari polisakarida dan air yang berfungsi
untuk membantu bakteri melekat pada permukaan atau
dengan bakteri lain.
i. Flagel, tersusun dari protein. Flagel berfungsi sebagai alat
gerak, tetapi ada bakteri tanpa flagel dapat bergerak.
j. Pili, berfungsi sebagai alat lekat dengan organisme lain.
1. Bentuk kokus
a. Monokokus
b. Diplokokus
c. Tetrakokus
d. Streptokokus
e. Sarkina
f. stapilokokus
Bentuk bulat (Kokus)
1. Monokokus, berbentuk bulat tunggal. Contoh: Monococcus
gonorrhoeae.
2. Diplokokus, berbentuk bulat bergandengan dua-dua. Contoh:
Diplococcus pneumoniae

3. Tetrakokus, berbentuk
bulat terdiri dari 4 bakteri yang
tersusun dalam bentuk bujur
sangkar.

4. Streptokokus, berbentuk bulat


yang berkelompok memanjang
seperti rantai. Contoh:
Streptococcus pyogenes.
5. Stafilokokus, berbentuk bulat yang bergerombol seperti buah
anggur. Contoh: Staphylococcus aureus.

6. Sarkina, berbentuk bulat yang berkelompok yang setiap


kelompok terdiri dari 8 bakteri yang membentuk susunan
seperti kubus. Contoh: Sarcina sp.
Lanjutan

2. Bentuk basil 3. Bentuk spirilia


a. Monobasil a. Spiral
b. Diplobasil b. Spiroseta
c. Streptobasil c. Vibrio

Vibrio
Spirillium
A B
2. Bentuk
Bentuk batangBakteri
(Basil)
1. Monobasil, berbentuk satu batang tunggal. Contoh: Escherichia coli,
Salmonella typhosa (penyebab penyakit tifus), dan Lactobacillus.

2. Diplobasil, berbentuk batang


yang bergandengan dua-dua.
Contoh: Reribacterium
salmoninarum

3. Streptobasil, berbentuk
batang yang bergandengan
seperti rantai. Contoh:
Streptobacillus moniliformis,
Bacillus anthracis, dan
Azobacter sp.
c. Bentuk Spiral (Spirilium)
1. Spiral, berbentuk lengkung lebih dari
setengah lingkaran. Contoh: Spirilium
minor

2. Spiroseta, berbentuk spiral halus dan


lentur. Contoh: Treponema pallidum
dan Spirocheata palida

3. Vibrio, berbentuk koma yang dianggap


spiral tak sempurna.
Contoh: Vibrio coma
1. Bakteri gram negatif
2. Bakteri gram positif
3. Bakteri tidak
berdinding sel

1 2
Bakteri
monorik

Bakteri
amfitrik

Bakteri peritrik

Bakteri lofotrik

Gambar. 9
1. Heterotrof
(parasit, saprofit,
patogen, dan
apatogen )
2. Autotrof
(fotoautrotof,
kemoautotrof
1. Aseksual 2. Seksual
Pembiakan pembiakan seksual
secara aseksual dilakukan dengan
dilakukan dengan cara transformasi,
pembelahan transduksi , dan
biner. konjugasi.
Pembelahan biner Transformasi : pemindahan
Pembelahan terjadi secara sedikit materi genetik
langsung, dari satu sel (DNA) atau bahkan hanya
membelah menjadi dua sel satu gen saja dari satu
anakan. Masing-masing sel bakteri ke bakteri lainnya
anakan akan membentuk dengan proses fisiologi
dua sel anakan lagi, yang kompleks.
demikian seterusnya. Konjugasi : pemindahan
Proses pembelahan biner secara langsung materi
diawali dengan proses genetik (DNA) diantara
replikasi DNA menjadi dua dua sel bakteri melalui
kopi DNA identik, diikuti jembatan sitoplasma.
pembelahan sitoplasma dan Tranduksi : pemindahan
akhirnya terbentuk dinding materi genetik dengan
pemisah di antara kedua sel perantara bacteriofag
anak bakteri.
Peranan bakteri dalam kehidupan
• 1. Menguntungkan
a. Bakteri pengurai
Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan
yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme
b. Bakteri usus
Membantu membusukkan sisa pencernaan juga
menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang
penting dalam proses pembekuan darah.
c. Bakteri penghasil antibiotik
• Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin
• Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin
• Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin
d. Bakteri fermentasi
Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme
yang berperan:
2. Merugikan
a. Bakteri perusak
makanan
– Clostridium botulinum,
menghasilkan racun
botulinin, seringkali
terdapat pada makanan
kalengan
– Pseudomonas
cocovenenans,
menghasilkan asam Pseudomonas
bongkrek, terdapat pada cocovenenans
tempe bongkrek
– Leuconostoc
mesenteroides, penyebab
pelendiran makanan
b. Bakteri patogen
Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan
penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.
1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia:
2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan

2. Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan


Cyanobacteria
(Alga Hijau-Biru)
• Cyanobacteria termasuk dalam kelompok
Eubacteria (bakteri). Anggota Cyanobacteria
tersebar di berbagai tempat, yaitu perairan,
tanah, batu-batuan.
• Cyanobacteria mengandung sejenis klorofil ,
memiliki fikosianin menyebabkan adanya sifat
yang khas, seperti berwarna hijau kebiru-biruan
• Disebut tumbuhan perintis
CIRI – CIRI UMUM
• prokariotik
• Warna hijau kebiruan krn memiliki pigmen
klorofil a (hijau) dan fikosianin (biru).
Klorofil tdk terdapat dlm kloroplas tetapi
pada membran tilakoid
• Habitat : lembab (diatas tanah, batu,
tembok, sawah, parit, laut)
• Jika mengering koloni mengelupas seperti
kerak
• Ada yang soliter , koloni
• Organisme perintis,
BENTUK TUBUH

• UNISELULER : Chrococcus, Anacystis

• KOLONI : Merismopedia, Nostoc, Mirocystis

• BENANG : Oscillatoria, Microcoleus,


Anabaena
STRUKTUR TUBUH
• Selubung lendir
disebelah luar dinding sel, untuk mencegah sel
kekeringan dan memudahkan gerak

• Dinding sel
memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh

• Membran sel
berfungsi mengatur keluar masuknya zat
terdapat membran tilakoid, yaitu pelipatan
membran sel kearah dalam membentuk lamela
fotosintetik . Pada membran tilakoid terdapat
klorofil. Jadi alga biru tidak memiliki kloroplas.
• Sitoplasma
tersusun atas air, protein, lemak, gula,
mineral, enzim, ribosom, dan DNA.
tempat berlangsungnya metabolisme sel
• Asam inti / asam nukleat / DNA
tanpa dilindungi membran inti ( prokariotik )
• Mesosom : penonjolan membran sel
kearah dlm , penghasil energi
• Ribosom : sintes protein
REPRODUKSI
• Pembelahan sel
seperti pembelahan biner . Contoh :
Gloeocapsa

• Fragmentasi
terjadi pada alga berbentuk benang.
filamen panjang terputus menjadi dua /
lebih membentuk benang – benang
pendek atau disebut hormogonium
tempat pemutusan filamen adalah sel
mati . Contoh : Plectonema boryanum
• Pembentukan spora
jika kondisi buruk (ex. kurang air) dpt
membentuk endospora seperti
bakteri.
endospora ini disebut akinet, yaitu
alga yang mengalami penebalan
dinding sel dan pembesaran sel.
contoh : Nostoc
SPECIES-SPECIES CYANOPHYTA

• Chrococcus
uniseluler, habitat di dasar kolam / tembok
basah,diselubungi lendir, pembelahan biner,
bentuk sel yang bergandengan karena gagal
berpisah dengan sel lain
• Gloeocapsa
uniseluler, dibatuan basah, berselubung lendir
• Merismopedia : Berkoloni
• Anabaena : Berfilamen
Chrococcus Gloeocapsa Merismopedia

Anabena Plectonema sp. Spirulina


Peranan
a) Beberapa Cyanobacteria termasuk dalam
Cyanophyta uniseluler pada Croococcus dan
Gloeocapsa sebagai vegetasi perintis.

b) Beberapa Cyanobacteria dapat dimanfaatkan


sebagai sumber makanan alternatif, misalnya
Spirulina.

c) Beberapa spesies Cyanobacteria bersimbiosis


dengan tumbuhan untuk menambat atau fiksasi
nitrogen bebas, sehingga menambah kesuburan
tanah, misalnya Anabaena azzolae.