You are on page 1of 42

Kasus Tata-laksana Tb HIV

Pokja HIV-AIDS dan IMS RSPI Prof dr Suliati Saroso

kasus 1
• Tn A, 28 tahun
• Batuk 3 mgg
• Hb 13 leukosit 2500
trombosit 111000
• IDU + sejak 10 th
yang lalu
• SGOT 45, SGPT 50
• HBsAg -, anti-HCV - • Rencana saat
ini ?

• Melakukan anamnesis tentang penyebab
batuknya,
– Gejala lain untuk tb
gejala respirasi
gejala sistemik
- Pemeriksaan penunjang

Standard 1

Setiap orang dgn batuk produktif
≥ 2-3 mgg yg tidak jelas penyebabnya harus
dievaluasi untuk tb

dan anak) yg diduga menderita tb paru harus menjalani pemeriksaan dahak mikroskopik minimal 2 X yg diperiksa di lab yg kualitasnya terjamin. • Jika mungkin paling tidak satu spesimen harus berasal dari dahak pagi hari. remaja. . Standard 2 • Semua pasien (dewasa.

. spesimen dari bagian tubuh yg sakit seharusnya diambil untuk pemeriksaan mikroskopik. dan hispatologi. Standard 3 Semua pasien (dewasa. dan anak) yg diduga menderita tb ekstra-paru. remaja. biakan.

Standard 4 • Semua orang dgn temuan foto toraks diduga tb seharusnya menjalani pemeriksaan dahak secara mikrobiologi .

Untuk pasien ini biakan dahak harus dilakukan. – temuan foto toraks sesuai tb – dan tidak ada respons terhadap antibiotik spektrum luas • catatan :fluorokuinolon harus dihindari karena aktif terhadap M. Standard 5 • Diagnosis tb paru sediaan apus negatif harus didasarkan kriteria berikut: – minimal 2 X pemeriksaan dahak mikroskopik negatif (termasuk minimal 1kali dahak pagi hari). . tb complex sehingga dapat menyebabkan perbaikan sesaat pada penderita tb.

evaluasi diagnostik harus disegerakan dan jika bukti klinis sangat mendukung ke arah tb.• Pada pasien yg sakit berat atau diketahui atau diduga terinveksi HIV. pengobatan tb harus dimulai. .

BTA 3 X NEGATIF Foto Toraks • Rencana saat ini ? .

sewaktu (SPS) Hasil BTA Hasil BTA Hasil BTA +++ --- +-- ++ - Antibiotik non .OAT Foto toraks dan Tidak ada Ada perbaikan pertimbangan dokter perbaikan Pemeriksaan dahak mikroskopis Hasil BTA Hasil BTA +++ . pagi..- ++ - +-- Foto toraks dan pertimbangan dokter TB Bukan TB . Suspek TB Paru Pemeriksaan dahak mikroskopik – Sewaktu .

• Obat Anti Tb ( OAT ) • Selanjutnya apa yang dilakukan ? .

and EMB – Fase lanjutan: 4 bulan INH and RIF. RIF. PZA. Standard 8: Pengobatan • Semua pasien (termasuk mereka yg terinfeksi HIV) yg belum pernah diobati harus diberi paduan obat lini pertama yang disepakati secara internasional : – Fase awal: 2 bulan INH. atau – 6 bulan dengan INH and EMB (kegagalan pengobatan lebih tinggi pada pasien HIV) • Dosis OAT seharusnya mengikuti anjuran Internasional • Kombinasi dosis tetap sangat dianjurkan .

5 Elemen do+s Komitmen politis Jaminan 1 Diagnosa ketersediaan OAT bermutu dahak 4 2 mikroskop bermutu WHO 1991 5 3 RR baku utk Directly Observed asesment hasil & Treatment Short-course kinerja Pengobatan jgk pendek dg PMO langsung .

• PITC • A) hasilnya nonreaktif • Selanjutnya apa yang dilakukan ? .

.  konseling dan uji HIV diindikasikan bagi semua pasien tuberkulosis sebagai bagian penatalaksanaan rutin. Standard 12: Prevalensi HIV tinggi (1 dari 2) Di daerah dengan prevalensi HIV tinggi pada populasi umum dan daerah dengan kemungkinan tuberkulosis dan infeksi HIV muncul bersamaan.

 konseling dan uji HIV diindikasikan bagi : • pasien tuberkulosis dengan gejala dan/atau tanda yang berhubungan dengan HIV • pasien tuberkulosis yang mempunyai riwayat risiko tinggi terpajan HIV. Standard 12: (2 dari 2) Prevalensi HIV rendah Di daerah dengan prevalensi HIV yang lebih rendah. .

• OAT teruskan • KIE • Test 3 bulan lagi • Jika tidak ada pemakaian riwayat IDU apakah tetap di PITC ? • Apa dasarnya ? .

23. 24: Pemeriksaan Diagnosis HIV)  Pemberian ARV pada pasien ko-infeksi TB-HIV tanpa melihat nilai CD4 (Pasal 34 : Pengobatan dan Perawatan) . Kebijakan TB-HIV (dalam Permenkes 21)  Penawaran Tes HIV pada seluruh pasien TB tanpa memandang faktor risiko HIV (Pasal 22.

DIAGNOSIS TB • PDPI – TB PARU/ EKSTRA PARU – MIKROSKOPIK ? – RESISTENSI ? – LESI ? – KASUS ? – HIV ? .

• PITC • A) hasilnya reaktif • Selanjutnya pemeriksaan apa yang dilakukan ? .

• Periksa CD4 • a ) jika tak ada • Terapi apa yang diberikan ? .

• Periksa CD4 • jika ada hasinya CD4 155 sel/mm3 • Terapi apa yang diberikan ? .

Pemberian terapi ARV b. Konseling pra-ARV • Kapan diberikan ? . Profilaksis kotrimoksasol c.a.

paling tidak selama dalam pengobatan TB CPT dianjurkan untuk semua pasien dengan jumlah sel CD4 < 200 sel/mm3 [Anjuran WHO] . Semua pasien TB dengan HIV (+) seharusnya menerima Terapi Pencegahan Kotrimoksasol (CPT) tanpa peduli jumlah CD4. Standard 13: CPT pada TB/HIV • Pasien TB dan HIV seharusnya diberi kotrimoksasol sebagai pencegahan infeksi lainnya.

Duviral (Zidovudine.stavudin + Lamivudine + Efavirenz Tenofovir + Lamivudine + Efavirenz .• Ps memulai • ARV kemudian dimulai Kotrimoksasol 1 x 960 mg • Pilihan terapi? selama 10-14 A. hari Lamivudine) + Nevirapine • Tidak ada B.Stavudine + Lamivudine + Nevirapine reaksi alergi C.Duviral + Efavirenz D.

• Duviral + Efavirenz • Tenofovir + Lamivudine + Efavirenz .

Standard 13: TB/HIV • Semua pasien dengan TB dan HIV seharusnya dievaluasi untuk menentukan perlu/tidaknya pengobatan antiretroviral selama pengobatan TB. . seharusnya dibuat untuk pasien yang memenuhi indikasi. • Perencanaan yang tepat untuk mengakses obat antiretroviral.

pelaksanaan pengobatan TB tidak boleh ditunda. tanpa memperhatikan mana yang muncul lebih dahulu • Bagaimanapun juga. Standard 13: TB/HIV • Mengingat kompleksnya penggunaan serentak obat antituberkulosis dan antiretroviral. . konsultasi dengan dokter ahli di bidang ini sangat direkomendasikan sebelum mulai pengobatan serentak untuk infeksi HIV dan TB.

pasien • Bagaimana demam penatalaksanaan • Timbul lemas dan selanjutnya? anemia • Obat apa yang dihentikan? .• Sepuluh hari sejak mulai ARV (duviral + efaviren).

• Cek Hb • Stop duviral • Ganti duviral dengan TDF dan FTC .

• 1 bulan sejak mulai ARV Timbul • Apa yang terjadi ? .

Serial Radiologi • Mendapat ARV pada tgl 28 Mei 2007 • 25 Mei 13 Juni 28 Juli .

1 bulan setelah OAT 28 July 20 Agustus .

• IRIS • Gagal terapi tb • Bagaimana membedakannya ? • Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya? .

• Periksa BTA • Periksa cd 4 • Periksa VL • Jika IRIS Teruskan terapinya karena tidak berat mengancam jiwa .

• Setelah selesai OAT • Bagaimana penatalaksanaan selanjutnya? .

. tidak menderita tuberkulosis aktif seharusnya diobati sebagai infeksi tuberkulosis laten dengan isoniazid selama 6-9 bulan. setelah dievaluasi dengan seksama.Standard 16: Terapi Pencegah Isoniazid • Pasien dengan infeksi HIV yang.

Algoritma IPT .

Alur Diagnosis ODHA Rawat Jalan .

Alur Diagnosis ODHA Sakit Berat .

TERIMAKASIH .