You are on page 1of 16

Sumber

:
WORKSHOP AKREDITASI RUMAH SAKIT JCI
PELAYANAN RMIK
Surabaya 14 – 16 Juli

shg membantu mengurangi kesalahan dan pelayanan sub standar .Standar Prosedur Operasional  Suatu perangkat instruksi/langkah2 yg berurutan yg dibakukan untuk menyelesaiakn suatu proses kerja rutin ttt  Suatu perangkat instruksi yg memberikan langkah2 yg benar dan terbaik berdasarkan konsensus bersama untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan  Suatu perangkat instruksi yg memberikan langkah2 berurutan yg sudah diuji dan disetujui dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

konsisten dan aman.Tujuan penyusunan SPO Agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan efisien. dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan melalui pemenuhan standar yg berlaku . efektif.

Prinsip SPO  Memuat segala indikasi dan syarat yg harus dipenuhi pada setiap upaya dan tahapan yg harus dilalui pada setiap kegiatan pelayanan  Memberikan arah kegiatan yg langsung atau tidak langsung berhubungan dg pasien  Menggunakan bahasa se-hari2. mempunyai urutan dan tidak bermakna ganda  Selalu berubah mengikuti perubahan standar profesi serta perkembangan IPTEK kesehatan dan kedokteran serta perubahan kebijakan dan peraturan  Selalu didokumentasikan  Dilakukan evaluasi paling lama 3 tahun  Kumpulan SPO setiap unit kerja harus dibuatkan surat keputusan Direktur untuk pemberlakuannya . harus memudahkan pemakaian.

format ini dapat diberi tambahan materi misalnya : nama penyusun. perihal bentuk SPO. unit yg memeriksa SPO dll namun tidak boleh mengurangi item2 yg ada di SPO . 02. 837 tgl 1 juni 2001. berlaku 1 januari 2002  Format merupakan format minimal. 00.Format SPO  Format SPO sesuai dengan lampiran Surat edaran direktur Pelayanan Medis spesialistik No YM. 2. 2.

KAPAN dan BAGAIMANA Unit terkait Unit yg terkait dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tsb ....... frekensi dlm proses kerja Tsb. Bila memungkinkan diuraikan secara lengkap unsur2 yg menyangkut SIAPA..... Dapat terkait dg beberapa kebijakan yg mendasari SPO tsb. Didalamnya dapat dicantumkan alat/formulir/fasilitas yg digunakan................ APA.... Kata kunci “ sebagai acuan penerapan langkah2 untuk ..... waktu.. shg tercantum dalam beberapa SPO yg dipayunginya Prosedur Bagian utama yg menguraikan langkah2 kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja dan staf yg berwenang.... DIMANA....... Dapat juga 1 kebijakan menjadi dasar beberapa SPO................ Kebijakan Kebijakan RS / unit kerja yg menjadi dasar dan garis besar dibuatnya SPO tsb........ Nama RS dan Judul SPO No Dokumen No Revisi Hal LOGO Tanggal terbit Ditetapkan : Direktur RS Pengertian Berisi penjelasan dan atau definisi ttg istilah yg mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah pengertian Tujuan Berisi tujuan pelaksanaan SPO secara spesifik........

logo. alamat ) Judul SOP Judul prosedur No Dokumen No Revisi Halaman Tanggal terbit Yang menetapkan Pengertian ttg judul SOP Tujuan Kebijakan Prosedur / langkah langkah Unit terkait Referensi Penyusun lht contoh .SPO (Standard prosedur operasional) Minimal meliputi sbb : Identitas RS ( Nama.

Nomor revisi dan halaman . Nomor dokumen diisi sesuai dengan ketentuan penomoran yang berlaku di RS ybs yang dibuat sistimatik agar ada keseragaman. ( RSRP/RM/2. 7. Cara pengisian heading Heading dan kotaknya dicetak pada setiap halaman 1. sedangkan dokumen revisi pertama diberi nomor 1. Kotak heading pada halaman berikutnya dapat hanya memuat kotak nama RS. halaman kedua 2/5 halaman terakhir 5/5. diberi tanda tangan Direktur dan nama jelasnya. Kotak RS diberi nama RS. judul SOP.12 ) 4. misal : Pendaftaran pasien rawat jalan 3. 6. misalnya halaman pertama 1/5. Halaman diisi nomor halaman dengan mencantumkan juga tanggal total halaman untuk SPO tsb. Nomor revisi diisi dengan status revisi. Judul SPO diberi judul nama SPO sesuai proses kerjanya. Dapat juga dengan angka. misalnya untuk dokumen baru dapat diberi nomor O. Contoh dokumen baru diberi huruh A. dapat diberi LOGO 2. nomor dokumen. Tanda tangan Direktur dapat dituangkan dengan alternatif pertama saja atau pada halaman terakhir saja. dokumen revisi pertama diberi huruf B dst. dianjurkan menggunakan huruf. Ditetapkan Direktur. Tanggal terbit diberi tanggal sesuai tanggal terbitnya yang harus sesuai dengan tanggal diberlakukanya SPO tersebut. dst 5.

2. sistem digit ) sebaiknya secara sentral  Kode2 yg dipergunakan untuk pemberian nomor :  Kode unit kerja : bisa angka / huruf ( contoh RM 05 atau E )  Kode Spo : adalah didlm tata persuratan RS untuk SPO.Tata cara penomoran SPO  Semua SPO harus diberi nomor  RS agar membuat kebijakan ttg pemberian nomor untuk SPO  Pemberian nomor bisa mengikuti tata persuratan RS atau ketentuan penomoran yg khusus untuk SPO ( garing. mis : ( kode SPO = 03 atau C )  Nomor urut SPO adalah urutan nomor SPO didalam unit kerja :  Contoh RM = RSRP/RM/01.12 . bisa angka/huruf.

bila tidak dipergunakan????  SPO di unit kerja harus diletakkan di tempat yang mudah dilihat. sesuai kebijakan RS  SPO copy ada disimpan di masing2 unit kerja dimana SPO dipergunakan.Tata cara penyimpanan SPO  SPO asli agar disimpan di sekretariat Tim akreditasi atau bag sekretariat RS. mudah diambil. dan mudah dibaca oleh pelaksana .

PENDAFTARAN PASIEN RAWAT INAP ( BARU / LAMA ) 3. PEMBUKTIAN. LIT.1. PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS . PENDAFTARAN PASIEN PENUNJANG ( BARU / LAMA ) 5. PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN ( BARU / LAMA ) 2. PENYIAPAN REKAM MEDIS ( RAWAT JALAN / INAP/ GADAR ) 6. PENDISTRIBUSIAN BERKAS REKAM MEDIS 8. IDENTIFIKASI PASIEN RAWAT JALAN/ GADAR/ INAP/ BAYI BARU LAHIR ) 7. PENDAFTARAN PASIEN GAWAT DARURAT ( BARU / LAMA ) 4. DLL ) 9. PEMINJAMAN BERKAS REKAM MEDIS ( BEROBAT. AS.

LAPORAN EKSTERNAL ( RL1 – RL6 ) 19.ANALISA KELENGKAPAN BERKAS REKAM MEDIS ( RAJAL/RANAP/GADAR ) 13.REKAPITULASI SENSUS HARIAN RAWAT INAP/JALAN/GADAR 14.LAPORAN PRODUKTIFITAS 18.RETRIEVAL 15. IDENTIFIKASI SALAH PENJAJARAN 12.ASEMBLING / PERAKITAN 16.10.PENGISIAN PADA LEMBAR REKAM MEDIS 20.KLASIFIKASI / KODING 17.IDENTIFIKASI NOMOR GANDA 11.ADMINISTRASI VISUM ET REPERTUM .

TOI. NDR.21. DLL ) 23. BTO. GDR. AVLOS.PENYUSUTAN BERKAS REKAM MEDIS 22. STATISTIK RS ( PENGHITUNGAN BOR.DLL .

SPO perlu revisi  Perbaikan / revisi bisa isi SPO sebagian atau seluruhnya  Perbaikan/revisi perlu dilakukan bila : 1. Adanya perubahan fasilitas  Pergantian direktur ???? . Adanya perubahan organisasi atau kebijakan baru 4. Alur SPO sudah tidak sesuai dg keadaan 2. Adanya perkembangan IPTEK 3. EVALUASI SPO  Dilaksanakan sesuai kebutuhan dan maks 3 th sekali  Dilakukan oleh masing2 unit kerja yg dipimpin oleh kepala unit kerja  Hasil evaluasi : a. Masih tetap bisa digunakan b.

SPO . yang merupakan landasan hukum dan bersifat mengikat dari pimpinan RS untuk dilaksanakan Dalam pelaksanaan kegiatannya ditetapkan prosedur standar.Kesimpulan : : Kebijakan sangat diperlukan dalam pengelolaan RM di RS. sehingga :  Pasien mendapatkan pelayanan yang bertanggung jawab dan terukur  RM dapat memberikan jaminan dan suasana yang kondusif bagi pelanggan .