You are on page 1of 15

KEPERAWATAN KELUARGA MENURUT

PARA AHLI

KELOMPOK 3
DI SUSUN OLEH :

LIA VERANICA NATALIA CHRISTY
MARDALISA HUTAGALUNG MULIYA USMI
MARIA FRANSISKA KHARIS ADHA
KERTY WINDI WULANDARI HIRMA DELVIANA
MA ULFI AZMI NUR HANANI AFIFAH
FIRMANSYAH TANIA AFRIYANI

TEORI KEPERAWATAN BETTY NEUMAN DALAM KEPERAWATAN KELUARGA .

• Model sistem Neuman memberikan warisan baru tentang cara pandang terhadap manusia sebagai makhluk holistik (memandang manusia secara keseluruhan) meliputi aspek (variable) fisiologis. sosiokultural. psikologis. . perkembangan dan spiritual yang berhubungan secara dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap stressor baik dari lingkungan internal maupun eksternal.

Psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental. sosial budaya meliputi fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan ekspektasi kultural dan aktivasi. .Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh.

kelompok. output dan feedback sebagai suatu pola organisasi yang dinamis. keluarga. proses. Dengan menggunakan perspektif sistem ini. Klien dipandang sebagai suatu sistem terbuka yang memiliki siklus input. meningkatkan.Komponen utama dari model ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress. Neuman menyebut gangguan-gangguan tersebut sebagai stressor yang memiliki dampak negatif atau positif. baik didalam maupun diluar sistem yang berupaya untuk mengusahakannya. Apabila stabilitas tercapai maka akan terjadi revitalisasi dan sebagai sistem terbuka maka klien selalu berupaya untuk memperoleh. maka kliennya bisa meliputi individu. dan mempertahankan keseimbangan diantara berbagai faktor. komunitas atau kumpulan agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin keilmuan. Tujuan ideal dari model ini adalah untuk mencapai stabilitas sistem secara optimal. .

Model Betty Neuman Dalam Lingkungan Komunitas Atau Keluarga Model konseptual dari Neuman memberikan penekanan pada penurunan stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri keperawatan ditujukan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut dengan terfokus pada empat intervensi yaitu : .

Pendidikan kesehatan. b. • . misalnya deteksi tumbuh kembang balita. Memberikan zat kekebalan pada klien yang bersifat individu misalnya : konseling pra nikah. Deteksi dini gangguan kesehatan.  Intervensi yang bersifat preventif: Dilakukan apabila garis pertahanan normal terganggu : a. Intervensi yang bersifat promosi : Dilakukan apabila gangguan yang terjadi pada garis pertahanan yang bersifat fleksibel yang berupa : a. Mendemonstrasikan keterampilan keperawatan dasar yang dapat dilakukan klien dirumah atau komunitas yang bertujuan meningkatkan kesehatan. keluarga dll b.

Intervensi yang bersifat rehabilitatif: Dilakukan seperti pada upaya kuratif yaitu apabila garis pertahanan resisten yang terganggu.Intervensi yang bersifat kuratif: Dilakukan apabila garis pertahanan terganggu. .

TEORI KEPERAWATAN FAYE G. ABDELLAH DALAM KEPERAWATAN KELUARGA MENURUT FAYE G. ABDELLAH .

7. 10. keluarga. Menentukan tindakan yang tepat untuk merawat pasien sesuai prinsip-prinsip keperawatan yang relevan. Mengatur rencana perawatan menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien. yang meliputi: 1.” Dihilangkan. Mengarahkan petugas keperawatan dan keluarga untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri sesuai dengan keterbatasannya. 8. 2. Membantu individu untuk menyadari kebutuhan kesehatan dirinya dan mengarahkan dalam mencapai kesehatanfisik dan psikis. Pelayanan ini sebagai pelayanan komprehensif. 5. untuk memenuhi semua kebutuhan kesehatan masyarakat. 6. 9. Memberikan perawatan yang berkelanjutan kepada individu dengan tingkat ketergantungan total.mendefinisikan keperawatan sebagai pelayanan kepada individu. Bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya dalam merencanakan peningkata derjat kesehatan yang optimal pada tingkat lokal. Membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan keterbatasan dan masalah psikisnya. daerah. dan masyarakat. Individu dengan tingkat ketergantungan total. Menyadari masalah keperawatan pasien. 3. nasional dan internasional. Melakukan evaluasi dan penelitian yang berkelanjutan untuk meningkatkan keahlian dalam tindakan keperawatan dan untuk mengembangkan tindakan keperawatan yang baru. 4. Memberikan perawatan yang berlanjutan untuk menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan dan memberikan rasa keamanan kepada individu. .

menginterpretasikan. Pemecahan Masalah Pemecahan masalah keperawatan merupakan proses mengidentifikasi. Keperawatan Keperawatan adalah suatu pelayanan kepada individu. dan memilih tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah. jenis hubungan interpersonal antara perawat dan pasien. . sosiologis. Masalah Keperawatan Abdellah mendifinisikan masalah keperawatan dalam tiga konsep. dan masyarakat. unsur umum perawatan pasien. keluarga. yaitu kebutuhan pasien secara fisik. dan emosional. 3. menganalisa. 2.Ada 3 teori yang dapat membantu dalam keperawatan keluarga yaitu : 1.

TEORI KEPERAWATAN JEAN WASTON DALAM KEPERAWATAN KELUARGA MENURUT JEAN WASTON .

tetapi berubah-ubah tergantung pada kapasitasnya untuk berfungsi pada lingkungan yang dinamis. Sehat menggambarkan suatu keutuhan kondisi seseorang yang sifatnya multidimensional. karena adanya kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal. pikiran. Sehat tidak dapat dinyatakan sebagai suatu kondisi yang terhenti pada titik tertentu. Dari beberapa konsep sehat sakit di atas dapat dikemukakan beberapa hal prinsip. seperti yang dinyatakan oleh Watson (1985) “human care is the heart of nursing”. Jean Watson mendefinisikan sehat sebagai kondisi yang utuh dan selaras antara badan.Dalam pandangan keperawatan Jean Watson. yang dapat berfluktuasi tergantung dari interrelasi antara faktor-faktor yang mempengaruhi. ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian antara diri yang dipersepsikan dan diri yang diwujudkan. 3. Sebagai pengetahuan tentang human care fokusnya untuk mengembangkan pengetahuan yang menjadi inti keperawatan. dan jiwa. Kondisi sehat dapat dicapai. antara lain: 1. manusia diyakini sebagai person as a whole. 2. as a fully functional integrated self. .

empati. karena pikiran dan emosi seseorang adalah jendela jiwa. c. Pembentukan sistem humanistic dan altruistic. Pembentukan sistem nilai humanistic dan altruistic dalam diri seseorang dapat dinilai pada usia dini. Pengembangan sensisitifitas atau kepekaan diri kepada orang lain. d. Penanaman (melalui pendidikan) faith-Hope Merupakan hal yang sangat penting dalam caratif dan curatif. kehangatan dan komunikasi efektif. Perawat perlu selalu memiliki positif thingking sehingga dapat menularkan kepada klien yang akan membantu meningkatkan kesembuhan dan kesejahteraan klien. . Dimana nilai-nilai ini didapatkan dari orang tua. yang meliputi : a. Sistem nilai humanistic altruiistic ditingkatkan melalui pengalaman hidup seseorang.Fokus keperawatan ditujukan pada promosi kesehatan dan penyembuhan penyakit dan dibangun dari sepuluh factor carativ. proses pembelajar dan paparan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. b. Pengembangan hubungan yang bersifat membantu dan saling percaya (a helping trust relationship) Sebuah hubungan saling percaya digambarkan sebagai hubungan yang memfasilitasi untuk penerimaan perasaan positif dan negatif yang termasuk dalam hal ini. kejujuran.

Membantu pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan antusias (kebutuhan- kebutuhan survival. g. Menggunakan metode ilmiah dan menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan. h. Meningkatkan dan saling menerima pengungkapan ekspresi perasaan. Mengembangkan kekuatan faktor excistensial phenomenologic Dalam praktek keperawatan “caring” ditujukan untuk perawatan kesehatan yang holistik dalam meningkatkan kontrol. pengetahuan dan promosi kesehatan Alasan konsep keperawatan menurut jean watson dalam keperawatan keluarga adalah dengan fokus dalam memberi education dengan promosi kesehatan yang ada pada konsep sehat sakit yang menggambarkan sehat dapat di capai dengan adanya kemampuan seseorang dalam beradaptasi terhadap lingkungan yang baik internal maupun eksternal . integratif dan grup) j. f. Meningkatkan dan memfasilitasi proses belajar mengajar yang bersifat interpersonal. Menciptakan lingkungan yang mendukung. melindungi dan meningkatkan atau memperbaiki keadaan mental. kultural dan lingkungan spiritual. baik ekpresi perasaan positif maupun negatif. fungsional. sosial.e. i.