You are on page 1of 31

Epidural Hematoma

Oleh : dr. Ronald

Pembimbing : dr. Ridwan Kamal Sp.BS

Laporan Kasus
• Nyeri kepala sejak 1 hari SMRS. OS mengalami kecelakaan
motor 1 hari SMRS pukul 05.00. OS ditabrak oleh motor lain
dari belakang sehingga OS terjungkal dan kepala mengenai
aspal terlebih dahulu. OS pingsan dan sempat dirawat oleh
temannya. Selama di rumah temannya, OS muntah2 sebanyak
5x. OS dikembalikan ke rumah orang tuanya sore hari dalam
kondisi setengah sadar. Keesokan harinya OS dibawa ke
puskesmas pukul 08.00 dan dirujuk ke RS pukul 12.00. Kejang
disangkal. Lemah satu sisi tubuh disangkal. Keluar cairan dari
telinga atau hidung disangkal.

Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : tampak sakit sedang
• Kesadaran : Compos Mentis
• GCS : E4 V5 M6
• Tekanan Darah : 120/80 mmHg
• Nadi : 84x/menit
• Frekuensi Nafas : 24 x/ menit
• Suhu : 36,70 C

pupil isokor dengan diameter 3mm/3mm. tampak oedem di regio frontal sinistra • Mata : konjungtiva anemis -/-. battle sign (-) . • Hidung : deformitas (-). bentuk bulat.St. rhinorrhea -/- • Telinga : otorrhea -/-. Generalis • Kepala : cephalhematom (-). refleks cahaya langsung +/+. sklera ikterik -/-.

. deformitas tulang belakang leher (-).• Leher • Jejas (-).

rhonki -/-. krepitasi (-). pergerakan dinding dada kanan dan kiri simetris. jejas (-) • Palpasi : pergerakan dinding dada kanan dan kiri simetris. wheezing -/- . iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra • Perkusi : sonor pada kedua lapang paru • Auskultasi: cor : S1. nyeri tekan (-). iktus kordis tidak tampak.S2 regular.Thorax • Inspeksi : bentuk dan ukuran thorax normal. gallop (-) pulmo : suara napas vesikuler +/+. murmur (-).

Abdomen • Inspeksi : distensi (-). pergerakan aktif (-) • Auskultasi : bising usus (+) normal • Palpasi : Supel (+). massa (-). jejas (-). hepar dan lien tidak teraba • Perkusi : timpani pada keempat kuadran abdomen .

pergerakan aktif +/+. pergerakan aktif +/+. oedem -/- Extremitas inferior • Jejas -/-. akral hangat +/+.Extremitas Extremitas superior • Jejas -/-. akral hangat +/+. oedem -/- .

Neurologis .St.

IV.N. VI : Posisi bola mata tepat ditengah. pupil isokor dengan diameter 3mm/3 mm. bentuk bulat. Cranialis • Nervus kranialis I : Sulit dievaluasi • Nervus kranialis II : Sulit dievaluasi • Nervus kranialis III. • Nervus kranialis V : Refleks kornea (+) • Nervus kranialis VII : sudut mulut simetris. dahi dapat berkerut • Nervus kranialis VIII : Sulit dievaluasi • Nervus kranialis IX : Sulit dievaluasi • Nervus kranialis X : Sulit dievaluasi • Nervus kranialis XI : OS dapat menoleh ke kanan dan kiri • Nervus kranialis XII : pergerakan lidah baik. refleks cahaya langsung +/+. atrofi (-) .

Tanda Rangsang Meningeal • Kaku Kuduk : Negatif • Kernig sign : Negatif • Brudzinski I : Negatif • Brudzinski II : Negatif • Laseque : Negatif .

Motorik Superior Inferior Dekstra Sinistra Dekstra Sinistra Pergeraka Aktif Aktif Aktif Aktif n Kekuatan 5555 5555 5555 5555 Tonus Otot Dbn dbn dbn dbn Bentuk Dbn dbn dbn dbn otot .

Pemeriksaan refleks fisiologis • Refleks patella : +/+ • Refleks biseps : +/+ • Refleks triseps : +/+ • Refleks tendon achilles : +/+ .

Pemeriksaan Refleks patologis • Refleks hoffman : -/- • Refleks trommer : -/- • Refleks babinski : -/- • Refleks chaddock : -/- • Refleks gordon : -/- • Refleks oppenheim : -/- • Refleks schaefer : -/- .

5 dtk .600/mm3 • Trombosit : 309.7 gr/dl • Leukosit : 12.000/mm3 • Hematokrit : 43% • PT : 12.Lab • Tanggal 22 Maret 2016 • Hb : 13.7 dtk • APTT : 34.

.

.

.

Inj Ranitidine 1 amp IV • . Elevasi kepala 30o RENCANA • Craniotomi emergency untuk evakuasi hematoma . In Ondancetron 1 amp IV • .DIAGNOSIS KERJA • Epidural Hematoma Regio Frontal Sinistra TERAPI • . IVFD RL 20 tpm • .

Perdarahan berasal dari pembuluh darah -pembuluh darah di dekat lokasi fraktur. . 85-96% disertai fraktur pada lokasi yang sama. Hematoma epidural (EDH) merupakan kumpulan darah di antara duramater dan tabula interna karena trauma.Epidural Hematoma • Epidural hematoma adalah perdarahan akut pada lokasi epidural. Pada penderita traumatic hematoma epidural.

• Sebagian besar hematoma epidural (EDH) (70-80%) berlokasi di daerah temporoparietal. sedangkan 10% EDH berlokasi di frontal maupun oksipital. di mana bila biasanya terjadi fraktur calvaria yang berakibat robeknya arteri meningea media atau cabang-cabangnya. .

2% dari kasus trauma kepala mengakibatkan hematoma epidural dan sekitar 10% mengakibatkan koma.INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI • Di Amerika Serikat. 60 % penderita hematoma epidural adalah berusia dibawah 20 tahun. Lebih banyak terjadi pada laki- laki dibanding perempuan dengan perbandingan 4:1. dan jarang terjadi pada umur kurang dari 2 tahun dan di atas 60 tahun. Angka kematian meningkat pada pasien yang berusia kurang dari 5 tahun dan lebih dari 55 tahun. .

.

Patofisiologi .

Patologis positif kontralateral • Dapat disertai fraktur kepala .Gejala Klinis • Lucid Interval • Pupil Anisokor • Hemiparese kontralateral • R.

Diagnosa Banding • Subdural Hematoma • Subarachnoid Hemorrhage .

EDH pediatrik. EDH asimptomatik dengan tebal lesi > 1 cm.Tatalaksana • Konservatif : tebal perdarahan < 1 cm dan asimptomatik • Operatif : EDH simptomatik. Volume perdarahan > 30cc dan midline shift > 5mm .

refleks cahaya terganggu.Pemberian Mannitol • Tanda peningkatan TIK (dilatasi pupil unilateral/bilateral. deserebrasi/dekortikasi) • Tanda efek massa (defisit neurologis fokal) • Perburukan klinis (kesadaran menurun dengan cepat) .

• Elevasi Kepala • Bed rest .

Prognosis • Tergantung Lokasi. dan kondisi pasien saat masuk OK . besar perdarahan.

Terima kasih .