You are on page 1of 28

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


MORBILI

Dosen Pembimbing : Syaiful Kholik,A.Kep,M.Kes

DISUSUN OLEH :
EVA HARNILAWATI
PO7120005013
PENGERTIAN

Morbili adalah penyakit infeksi virus


akut, menular yang ditandai dengan
3 stadium, yaitu stadium Kataral,
stadium Erupsi dan stadium
Konvalensi. Penularan terjadi secara
droplet dan kontak langsung dengan
pasien. (Mansjoer, Arif ; 2000 : 417)
dan (Saf Pengajar Ilmu Kesehatan
Anak 2; 1985 : 624)
PENGERTIAN
Morbili adalah penyakit umum yang
sangat menular, disebabkan oleh virus
RNA berdiameter 140 nm; ditandai dengan
enantema- bercak kopling dalam mulut
selama masa prodromal, dan eksantema –
bercak kemerahan berupa ruam yang
luas, disertai mata dan hidung yang berair.
(John, Rendle Short, 1994 : 94)
ETIOLOGI
Sekret nasofaring, darah dan urine dari
orang yang terinfeksi.
Droplet dan kontak
Masa inkubasi selama 10 – 20 hari,
dimana periode sangat menular adalah
dari hari 1-4, setelah timbulnya rash
TANDA DAN
GEJALA
Stadium Kataral
(Prodromal)
 Berlangsung selama 4 – 5 hari
 Demam, malise, batuk, konjungtivitis, koriza
dan fotofobia
 Patognomiknnya adalah timbulnya bercak
kopling berwarna putih kelabu sebesar ujung
jarum dikelilimgi eritema. Menjelang akhir
stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul
enantema timbul bercak kopling.
Stadium Erupsi
 Koriza dan batuk bertambah
 Timbul enantema dipalatum durum dan
palatum mole.
 Eritema berbentuk makula – papula disertai
suhu meningkat
 Ruam – ruam mula – mula dibelakang
telinga, dibagian atas lateral tengkuk,
sepanjang rambut dan bagian belakang
bawah.
 pembesaran kelenjar getah bening disudut
mandibula dan didaerah belakang leher
 Muntah, diare
 Black Measles
Stadium Konvalensi

Gejala pada stadium kataral mulai


menghilang
Erupsi berkurang dan meninggalkan
bekas dikulit berupa hiperpigmentasi
Patognomiknya adalah kulit bersisik
Anorexia, malaise dan limpadenopati.
PATOFISIOLOGI
Virus RNA
Sekret nasofaring, darah, air kemih dari orang yang
terinfeksi

Kontak langsung dan droplet dari orang yang terinfeksi

Eksudat yang serous dan proliferasi sel mononukleus


dan sel polimorfonukleus disekitar kapiler

Kulit, selaput lendir nasofaring, bronkhus dan


konjungtiva

Morbili
Morbili
PRODROMAL ERUPSI KONVALENSI

Demam Batuk bertambah Anorexia


DK : Hipertermi DK : Tidak efektif jalan nafas DK : Nutrisi kurang
dari kebutuhan
Malaise Suhu meningkat Malaise
DK : Gangguan aktivitas DK : Hipertermi DK : Gangguan aktivitas
Batuk Muntah dan diare
DK : Tidak efektif jalan nafas DK : Defisit cairan
Koriza dan bercak kopling Ruam, enantema dan eritema
DK : Gangguan integritas kulit DK : Gangguan integritas kulit
KOMPLIKASI
 Otitis Media
 Pnemonia
 Bronkiolitis
 Ensefalitis
 Laringitis Obstuksi, dan
 Laringotrakhetis
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Darah
PENATALAKSANAAN
TERAPEUTIK

 Pemberian Vitamin A
 Istirahat baring selama suhu tubuh
meningkat, pemberian antipirektik
 Pemberian antibiotik
 Pemberian obat batuk dan sedativa
PENCEGAHAN

 IMUNISASI AKTIF

 IMUNISASI PASIF
IMUNISASI AKTIF
 Vaksin campak hidup yang telah
dilemahkan
 Strain Edmonston B bersama-
sama dengan globuligamma
 Strain Schwarz dan Moraten tanpa
globulingamma.
IMUNISASI PASIF
Campak dapat dicegah dengan
serum imunoglobulin (gammaglobulin)
degan dosis sebesar 0,25 ml / Kg
secara intramuskuler dan diberikan
selama 5 hari setelah pemaparan atau
sesegera mungkin.
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN
MORBILI
ASUHAN KEPERAWATAN
o Identitas anak.
o Identitas orang tua / penanggung jawab
o Riwayat penyakit
 Riwayat penyakit sekarang
 Riwayat penyakit dahulu
 Riwayat penyakit keluarga
o Riwayat tumbuh kembang.
 Riwayat perinatal.
 Riwayat neonatal.

o Riwayat imunisasi.

o Pemeriksaan Diagnostik.
 Pemeriksaan fisik.
 Pemeriksaan darah.
Peningkatan suhu tubuh
berhubungan dengan proses
penyakit.

Tujuan : Menurunkan
suhu tubuh sampai
keadaan N (36 –37,5ºC )
Tidak efektifnya bersihan jalan nafas
berhubungan dengan adanya
penumpukan sekret ditandai
dengan adanya batuk.

Tujuan :
Mempertahankan pola nafas
yang efektif
Gangguan integritas kulit
berhubungan dengan adanya
rash
Tujuan :
Mempertahankan integritas
kulit
Perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan berhubungan dengan
intake yang tidak adekuat (anorexia)

Tujuan :
Mempertahankan kebutuhan
nutrisi
Gangguan aktivitas diversional
berhubungan dengan isolasi dari
kelompok sebaya dan malaise.

Tujuan :
mempertahankan kebutuhan
aktivitas sesuai dengan usia dan
tugas perkembangannya selama
menjalani isolasi dari teman
sebaya atau anggota keluarga.
Resti kekurangan cairan
berhubungan dengan adanya demam,
muntah dan diare.

Tujuan :
Memperlihatkan tidak adanya
tanda dan gejala dehidrasi
Meningkatkan pemahaman
perlunya meningkatkan masukan
cairan
TERIMA
KASIH