You are on page 1of 22

ADENOMA HIPOFISE

Oleh
Ayu Lestari, S.Ked

Pembimbing : dr. H. Aywar Zamri, Sp.PD, FINASIM
Definisi
Adenoma hipofisis atau disebut
Kelenjar hipofisis juga dengan adenoma hipofise
(pituitari) terletak di merupakan tumor yang jinak,
garis tengah di dasar dengan partumbuhan yang
otak di dalam sela lambat, yang berasal dari sel-sel
tursika. kelenjar hipofisis

Berkembang di bagian
Hipofisis dikenal adenohypophysis, atau hipofisis
juga sebagai anterior. jarang berkembang di
"master gland" sepertiga belakang dari kelenjar
hipofisis(neurohipofisis)

terdiri dari 2
lobus, lobus
anterior dan
lobus posterior,
1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018
Hormon- hormon yang dihasilkan pada
Hipofisis anterior:
1. Adreno cortocotropin hormone (ACTH)
2. Melanocyte stimulating hormone (MSH)
3. Thyroid stimulating hormone (thyrotropin,
TSH),
4. Follicle stimulating hormone (FSH)
5. Uteinizing hormone (LH)
Hormon- hormon yang dihasilkan
6. Growth hormone (GH)
pada Hipofisis Posterior:
7. Prolactin (PRL).
1. Vasopresin
2. Oksitosin

Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018
Epidemiologi
insidensnya 12-19% dari semua tumor otak,
termasuk 3 tumor otak primer pada orang
dewasa, setelah meningioma dan glioma.

Predileksi wanita lebih banyak dibandingkan laki-laki
.

Banyak ditemukan pada dewasa muda, dan
ditemukan juga pada remaja maupun usia
lanjut

Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018
PATOFISIOLOGI
 1 Hiperfungsi kelenjar hipofise
 Sering disebut juga hiperpituitarisme yaitu suatu kondisi patologis yang
terjadiakibat tumor atau hiperplasi hipofise sehingga menyebabkan
peningkatan sekresisalah satu hormon hipofise atau lebih.
 2. Hipofungsi kelenjar hipofise
 Insufisiensi hipofisis pada umumnya mempengaruhi semua hormon yang
secaranormal disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. Oleh karena
berkurangnya sekresi masing-masing hormon hipofisis.

Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
Patogenesis
Tumor muncul diantara fossa hipofisis, jika
diameternya kurang dari 10 mm, disebut
“microadenoma”. Tumor tersebut dapat tumbuh
secara lokal diantara sella dan mengakibatkan Tumor tersebut juga dapat tumbuh ke
erosi dan remodelling dari dasar sella dan prosesus arah lateral keluar dari sella ke dalam
clinoid posterior (makroadenoma). Tumor tersebut sinus kavernosus. Terkadang ekstensi ke
biasanya menyebar ke arah superior ke dalam arah lateral tersebut dapat cukup untuk
sistem supra sellar, dimana hal tersebut dapat menyebabkan gangguan terhadap
menyebabkan kompresi dari jaras optik, khususnya nervus kranialis di dalam sinus
chiasma optikum. Pertumbuhan lebih lanjut ke kavernosus. Secara tidak umum, tumor
arah superior dapat menyebabkan kompresi tersebut dapat mempenetrasi lebih jauh
hipotalamus dan jika cukup besar, menyebabkan ke arah lateral,ke dalam lobus temporal.
obstruksi ventrikel ke-3 Tumor tersebut juga dapat berkembang
ke arah inferior melalui dasar fossa
hipofisis ke dalam sinus sfenoid,

1. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
GEJALA KLINIS
gejala klinis awal : hipogonadisme sekunder
Timbul dari efek endokrin dengan sekresi kelenjar hipofisis
berlebihan

Apabila terjadi sebelum pubertas memperlambat
perkembangan karakteristik seks sekunder; pria dewasa
memiliki pertumbuhan janggut yang kurang, perempuan
menderita amenorea dan kedua jenis kelamin memiliki
hilangnya libido dan rambut kemaluan dan ketiak yang
jarang

1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
3. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
GEJALA KLINIS

Gejala lain nyeri kepala, pusing, dapat juga
disorientasi tempat, gangguan penglihatan, bila tumor
mendesak kiasma optikum, dan gangguan nervus
lainnya, tergantung besar tumor

Apopleksi hipofisis akibat dari perdarahan spontan di dalam tumor
hipofisis. Hal ini ditandai dengan sakit kepala berat dan tiba-tiba
diikuti dengan hilangnya kesadaran sementara atau lebih lama
dengan gambaran kekakuan leher, muntah dan fotofobia.

1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
3. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
KLASIFIKASI

A. Klasifikasi Klinis dan Endokrin
1. Adenoma yang mensekresi prolaktin 2. Adenoma yang mensekresi Adreno
(PRL) corticotropic Hormone (ACTH).
umum ditemukan, terjadi pada 40-60% Ade-noma ini terjadi pada 5-10%
kasus. Prolaktinoma mewakili sekitar 30 - 40 adenoma hipofisis, namun > 35% pada
persen. Pada wanita, kadar prolaktin tinggi karsinoma hipofisis; berhubungan
dapat menyebabkan menstruasi untuk dengan penyakit Cushing. Mereka
menghentikan (amenorrhea) atau jauh lebih umum pada wanita
produksi yang tidak tepat ASI (galaktorea), daripada pada pria. ACTH menstimulasi
dan hilangnya libido mungkin kelenjar adrenal untuk membuat dan
mengembangkan. Pada pria, prolaktin mensekresikan glukokortikoid. Kelebihan
mensekresi tumor dapat menyebabkan glukokortikoid menyebabkan Sindrom
dorongan seks yang menurun dan Cushing.
impotensi

1. American Brain Tumor Association, Pituitary Tumors: 2017
2. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary Tumor Registry. 2007: 156 203–216
3. Goel Atul, Nadkarni Trimurti D. Pituitary Adenomas: Giant Pituitary Tumors: A Study Based on Surgical Treatment of 2009;vol 1, No 1
4. Luis V. Syro1*, Fabio Rotondo, Alex Ramirez,dkk Progress In The Diagnosis and Classification Of Pituitary Adenoma. 2015:vol
KLASIFIKASI

4. Adenoma tipe campuran,
3. Adenoma yang mensekresi Growt
mensekresikan lebih dari satu hormon;
Hormone (GH).
terjadi pada kira-kira 10% dari adenoma
terjadi pada 2-3% kasus; dihubungkan
fungsional. Adenoma non fungsional
dengan akromegali dan gigantisme.
dilaporkan terjadi antara 25% dan 35% dari
Tumor penghasil hormon pertumbuhan
adenoma hipofisis, tidak aktif secara
dapat menyebabkan gigantisme pada
hormonal, dan merupakan bentuk yang
anak-anak dan remaja. Pada orang
lazim dari makroadenoma. Tumor hipofisis
dewasa siapa telah mencapai ketinggian
yang menghasilkan Follicle Stimulating
penuh mereka, tangan, kaki, dan rahang
Hormon (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH)
bawah menjadi membesar. Ini disebut
digolongkan ke dalam adenoma
akromegali
nonfungsional

1. American Brain Tumor Association, Pituitary Tumors: 2017
2. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary Tumor Registry. 2007: 156 203–216
3. Goel Atul, Nadkarni Trimurti D. Pituitary Adenomas: Giant Pituitary Tumors: A Study Based on Surgical Treatment of 2009;vol 1, No 1
4. Luis V. Syro1*, Fabio Rotondo, Alex Ramirez,dkk Progress In The Diagnosis and Classification Of Pituitary Adenoma. 2015:vol
KLASIFIKASI
B. Klasifikasi Patologi
C.Klasifikasi Imaging
 a. Mikroadenoma
 • Ukuran kurang dari 1 cm
 • Lokasi selalu masih dalam sella turcica dan belum menginvasi struktur yang berdekatan
seperti sphenoid dan sinus cavernosus
 • Ditemukan karena adanya endokrinopathy
 • Seringkali ketika diagnosa ditegakkan ukuran tumor 50% < 5mm
 b. Makroadenoma
 • Ukuran lebih dari 1 cm
 • Bisanya sudah meluas dari sella turcica dan sudah menginvasi struktur
 yang berdekatan
 • Ditemukan karena adanya efek kompresi dari tumor

1. American Brain Tumor Association, Pituitary Tumors: 2017
2. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary Tumor Registry. 2007: 156 203–216
3. Goel Atul, Nadkarni Trimurti D. Pituitary Adenomas: Giant Pituitary Tumors: A Study Based on Surgical Treatment of 2009;vol 1, No 1
4. Luis V. Syro1*, Fabio Rotondo, Alex Ramirez,dkk Progress In The Diagnosis and Classification Of Pituitary Adenoma. 2015:vol
Penegakan Diagnosis
Tes Fungsi Hormon Pituitari
Tes ini diperlukan untuk
setiap pasien dengan
tumor hipofisis. Tes hormon
dapat mendeteksi atau
mengkonfirmasi adenoma
fungsional

metode imaging yang
digunakan untuk
mendeteksi adenoma
hipofisis adalah magnetic
resonance imaging (MRI)
dan CT SCAN. MRI
dipercaya bisa mendeteksi
adenoma yang lebih besar
dari empat milimeter

1. Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018
2. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
1. Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018
2. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
Diagnosa Banding
a. Tubercullum sella meningiomas, mirip dengan adenoma hipofisis, tetapi pada foto
lateral tengkorak tidak menunjukkan pembesaran dari sella. Tubercullum sella
meningioma mungkin akan menyebabkan penipisan dari tubercullum
b. Aneurisma a. carotis interna yang besar akan mengisi sella turcica, dengan MRI
dan arteriografi akan tampak lebih jelas
c. Craniopharyngioma walaupun biasanya supra sellar tetapi kadangkadang
terdapat pada sella turcica.
d. Tumor metastase ke sella, biasanya berhubungan dengan adanya parese otot
extra oculer dan diabetes insipidus, pada adenoma hipofisis gejala ini jarang
terdapat.
e. Kista celah kantung Rathke’s kadang berupa masa yang besar di supra sellar atau
sellar

1. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
TATALAKSANA

Obat-obatan
Agonis dopamin, seperti bromocriptine atau cabergoline
digunakan untuk mengontrol produksi prolaktin. Obat ini dapat
mengurangi ukuran tumor, dan normalisasi jumlah prolaktin.1
Analog somatostatin seperti octreotide (Sandostatin atau
Sandostatin LAR, atau Lanreotide) dapat mengurangi kadar
Growth hormon. Obat ini juga dapat digunakan untuk
mengontrol produksi thyroid stimulating hormone pada tumor
thyrotropic.1
Ketoconazole (Nizoral) digunakan untuk mengobati tumor
sekresi ACTH yang menimbulkan penyakit Cushing.1

Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses pada tanggal 2 april 2018Luis V. Syro1*, Fabio Rotondo, Alex Ramirez,dkk
Progress In The Diagnosis and Classification Of Pituitary Adenoma. 2015:vol 6
Operasi
1. Endoscopic Endonasal Surgery
Operasi trans-phenoidal merupakan tindakan operasi melalui sinus sphenoid adalah
operasi yang paling umum dikerjakan untuk tumor hipofisis. Selama operasi ini instrumen,
mikroskop dan endoskopi digunakan untuk mengangkat tumor dari dalam hidung
(endonasal).1

1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
3. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary Tumor Registry. 2007: 156 203–216
2. Neuroendoscopy
 Neuroendoscopy adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan ahli bedah saraf
dengan mengangkat tumor hipofisis melalui lubang kecil di tengkorak atau dapat
melalui mulut atau hidung.
3.Kraniotomi
 Kraniotomi merupakan tindakan operasi dimana bagian tulang tengkorak diangkat
sementara untuk mendapatkan akses kelenjar hipofisis. Prosedur ini dilakukan dengan
membuat sayatan di scalp pasien dan mengangkat bagian tulang dari tengkorak
4. Terapi Radiasi atau Radiosurgery
 Radioterapi digunakan sebagai adjuvant pengobatan untuk tumor hipofisis.
Radioterapi dapat diberikan di samping operasi dan/ atau terapi obat.
 Tujuan dari terapi radiasi untuk tumor hipofisis adalah untuk mengurangi atau
mengontrol ukuran tumor .1

1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada tanggal 2 April 2018
3. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary Tumor Registry. 2007: 156 203–216
Kesimpulan
Tumor hipofisis yang Diagnosis yang tepat Berbagai
berukuran kecil penting dalam teknologi canggih
umumnya tidak menentukan arah
terus
bergejala, akan tetapi penatalaksanaan
dikembangkan
jika tumor membesar yang tepat bagi
dapat menimbulkan pasien. Pengobatan dan teknik
gangguan dikarenakan tumor hipofisis sangat operatif terus
efek kompresi dari tumor tergantung pada berkembang,
sendiri terhadap struktur aktivitas hormonal
jaringan sekitar termasuk tumor, ukuran dan
beberapa RS di
persyarafan N.optikus lokasi tumor, serta Indonesia pun kini
dan olfactorius, atau usia dan kondisi sudah memiliki
gangguan hormonal umum dari penderita. fasilitas dan
dapat ditimbulkan Tujuan pengobatan teknologi cukup
apabila adenoma dapat berupa untuk melalukan
hipofisis menghasilkan menghilangkan
hormon secara tumor, mengurangi operasi terhadap
abnormal. atau mengontrol tumor ini termasuk
ukuran tumor, dan / minimal invasif
atau untuk mengatur surgery
keseimbangan kadar technology
hormone.
melalui endoskopi
endonasal

1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses pada tanggal 30 maret 2018
2. Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
Daftar Pustaka
1. Stevenson William, Diagnosis dan Penatalaksanaan Terkini Pituitary Tumor diakses
pada tanggal 30 maret 2018
2. Hidayat Muhammad, adenoma hipofisis. Jurnalmkafkunand:2015 vol 38 diakses
pada tanggal 2 april 2018
3. Arafah BM, Nasrallah MP. Pituitary Tumors: Pathophysiology, Clinical Manifestations
and Management. Endocrine-related cancer. 2001;8(4):287-305.
4. Widhiarso R Bagas, Adenoma Hipofisis. ReferatFkSebelasMaret : 2014 diakses pada
tanggal 2 April 2018
5. American Brain Tumor Association, Pituitary Tumors: 2017
6. Saeger Wolfgang, decke Dieter K Lu¨, Buchfelder2Michael ,Pathohistological
classification of pituitary tumors: 10 years of experience with the German Pituitary
Tumor Registry. 2007: 156 203–216
7. Goel Atul, Nadkarni Trimurti D. Pituitary Adenomas: Giant Pituitary Tumors: A Study
Based on Surgical Treatment of 2009;vol 1, No 1
8. Luis V. Syro1*, Fabio Rotondo, Alex Ramirez,dkk Progress In The Diagnosis and
Classification Of Pituitary Adenoma. 2015:vol 6
TERIMA KASIH