You are on page 1of 27

Pengambilan Darah Vena

Oleh
Kelompok 2

Anggota
1. Novi Juliana S 7. Dwi Okta P
2. Mega Purnama S 8. Fitri Ayu P
3. Ellya Yuliana 9. Rezki Ilham F
4. Tiara 10. Febie Indah F
5. Anggia Jelita K 11. Rodiah Asih R
6. Thesya Aulia N 12. Dyah Rahayu S

Phleb yang berarti pembuluh darah vena dan toma yang berarti mengiris atau memotong. . Pengambilan darah vena yaitu suatu pengambilan darah untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan representatif dengan menggunakan spuit atau vacumtainer.Pengertian Pengambilan sampel darah berhubungan dengan namanya flebotomy yang berasal dari bahasa Yunani yaitu phleb dan toma.

Ada dua cara pengambilan darah vena. CARA VACUUM Cara manual dilakukan Cara vacuum dengan menggunakan menggunakan tabung alat suntik (syringe). . yaitu: 1. vacuum. CARA MANUAL 2.

darah akan mengalir masuk kedalam tabung dan berhenti mengalir ketika sejumlah volume tertentu telah tercapai. Tabung vacuum pertama kali dipasarkan oleh perusahaan AS BD (Bactone-Dickinsone) dibawah nama vacu tiner. .Pengambilan dengan cara vacuum merupakan cara yang lebih baru dengan menggunakan tabung hampa udara. Ketika tabung diletakan pada jarum. terbuat dari kaca atau plastic. Jenis tabung ini berupa tabung reaksi yang hampa udara.

Jarum yang digunakan adalah jarum multi sampel (Multysampel Needles) atau jarum bersayap (Winged Needle). .

Sambungan berulir berfungsi untuk meletakan jarum pada sebuah holder dan memudahkan pada saat mendorong tabung menancap pada jarum posterior. Jarum posterior diselubungi oleh bahan dari karet sehingga dapat menghambat darah dari pasien mengalir keluar. Jarum pada sisi anterior digunakan untuk menusuk vena dan jarum pada sisi posterior ditancapkan pada tabung.Jarum multi sampel terdiri dari dua buah jarum yang dihubungkan oleh sambungan berulir. .

Anterior Posterior Jarum untuk pengambilan darah vena dengan vacum tiner .

Jarum yang telah dihubungkan dengan holder .

KEUNTUNGAN Keuntungan menggunakan metode pengambilan ini adalah. Cukup sekali penusukan. Untuk keperluan tes biakan kuman. dapat digunakan untuk beberapa tabung secara bergantian sesuai dengan jenis tes yang diperlukan. Jadi. . cara ini juga lebih bagus karena darah pasien langsung dapat mengalir masuk ke dalam tabung yang berisi media biakan kuman. tak perlu membagi-bagi sampel darah ke dalam beberapa tabung. kemungkinan kontaminasi selama pemindahan sampel pada pengambilan dengan cara manual dapat dihindari.

anak kecil.rapuh) atau jika pasien gemuk. . bayi. KEKURANGAN Kekurangannya sulitnya pengambilan pada orang tua. atau jika vena tidak bias diandalkan (kecil. Untuk mengatasi hal ini mungkin bisa digunakan jarum bersayap (wing needle).

. Jika penusukan tepat mengenai vena. antara jarung anterior dan posterior terdapat dua buah sayap plastic pada pangkal jarum anterior. darah akan kelihatan masuk pada selang (flash). Perbedaanya adalah.Jarum bersayap (wing needle) atau sering juga dinamakan jarum “kapu- kapu” hamper sama dengan jarum vakutainer seperti yang disebutkan di atas.

Pemasangan tourniquet dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkan hemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel).Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah: 1. peningkatan kadar substrat (protein total. . lipid total). kolesterol. Pemasangan tourniquet (tali pengikat) tidak lebih dari dua menit. AST. besi. Melepas tourniquet sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma.

.2. Kulit yang ditusuk masih basah oleh alcohol menyebabkan hemolisis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol. Disamping itu. Penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat mengaktifkan pembekuan. rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika dilakukn penuskan. 3. peneusukan yang berkali-kali juga berpontesi menyebabkan hematoma. Tusukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma.

vena chepalica atau vena basilica. yaitu: 1.LOKASI PENGAMBILAN Darah vena umumnya diambil dari vena di daerah lengan. Khusus pengambilan pada vena basilica. 2. Lakukan pengambilan dengan sangat hati-hati dengan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil. vena di daerah pergelangan tangan. cukup terlihat. . 3. vena mediana cubiti karena vena ini besar. paling sedikit sakit dan terkecil kemungkinan memarnya. lakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median.

. Mastectomy dapat menyebabkan lymphostasis (penghentian aliran darah bening) akibat kelenjar getah bening telah diangkat sebagai bagian dari prosedur. Area ini rentan terhadap infeksi dan komposisi darah dapat berubah. jaringan edema sering rapuh dan mudah cedera oleh aplikasu tourniquet dan antiseptic. yang mengarahkan ke hasil tes yang salah. Vena menjadi sulit untuk diraba dan specimen mungkin terkontaminasi oleh cairan jaringan yang mengakibatkan hasil tes tidak akurat. •Area edema (bengkak akibat akumulasi cairan yang abnormal dalam jaringan).Lokasi yang tidak diperbolehkan untuk diambil darah: •Lengan pada sisi mastectomy (pengangkatan payudara). Selain itu.

pewarna yang ada pada tato dapat menggangu hasil tes. yaitu bengkak atau massa darah (seringkali bekuan) yang disebabkan oleh kebocoran darah dari pembuluh darah selama atau setelah pengambilan darah. Venipuncuture di area hematoma menyakitkan pasien dan dapat mengakibatkan spasimen terkomtaminasi darah hemolisis dari luar vena dan tidak sesuai untuk pemeriksaan.•Hematoma. dan tato. . •Area dimana terdapat luka bakar. Area ini sukar dilakukan palpasi (perabaan vena) dan terjadi gangguan sirkulasi. bekas luka. Area leka bakar yang baru selain menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Area bertato selain terdapat gangguan sirkulasi. juga berpotensi menyebabkan infeksi.

Pengambilan darah didaerah yang mendapatkan cairan intra-vena dapat menyebabkan darah menjadi leih encer dan dapat meningkatkanatan menurunkan kadar zat tertentu. •Area dimana sedang dipasang jarum intra-vena.•Vena rusak. penyakit. . Vena pasien terasa keras. atau iritasi obat kemoterapi. Jaringan parut yang disebabkan karena sering dilakukan venipuncture. seperti kabel dan kurang elastic. Vena dapat mengeras atau menggumpal akibat peradangan. seperti yang terjadi pada donor darah teratur dan orang-orang dengan pennyakit kronis. Vena sulit ditembus dengan jarum dan menghasilkna hasil tes yang keliru karena aliran darah terganggu. jug bisa mengeraskan vena.

diusahakan pasien senyaman mungkin. 3. jika belum terpasang erat. tidak puasa dsb. Verifikasi persiapan pasien. 4. misalnya puasa atau konsumsi obat. . 5. Spuit/syringe dipilih sesuai dengan volume darah yang akan diambil.Siapkan alat-alat dan reagenyang diperlukan.Tanyakan identitas pasien. Ukuran jarum disesuaikan dengan kondisi vena dan usia pasien. apakah sudah sesuai dengan data dilembar permintaan.Lakukan pendekatan kepada pasien sengan tenang dan ramah. Bacalah formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dengan teliti.PROSEDUR PENGAMBILAN DARAH VENA DENGAN VAKUM 1. Catatlah bila pasien minum obat tertentu. 2. Periksa apakah jarum terpasng dengan erat. kencangkan.

elastic dan memiliki dinding tebal. lalu memutarkanya searah jarum jam sampai jarum terpasang dengan kencang. 9. Lakukan perabaan (palpasi) dengan telunjuk kiri anda untuk memastikan posisi vena. 7. Kalau pasien berbaring. . Letakkan lengan bawah pasien diatas meja. Pasang tali pembendung (tourniquet) kira-kira 3-4 jari di atas lipat siku. Mintalah pasien mengepal tangannya supaya vena lebih kelihatan. alasi sikunya dengan sebuah bantal kecil. Pasang jarum pada holder dengan cara memasukkan jarum bagian posterior pada bagian holder yang berlobang kecil dan berulir. vena teraba seperti sebuah pipa kecil. 8. denagn telapak tangan menghadap ke atas. luruskan tangannya denagn telapak tanga menghadap ke atas. 10.6. Mintalah pasien duduk dengan tenang disamping meja yang dipakai sewaktu pengambilan darah.

selanjutnya. 14. Desinfeksi kulit pada bagian yang akan diambil derah dengan kapas alcohol 70% dan dibiarkan mongering. dorong dengan kuat sehingga jarum tertancap pada karet penutup tabung. Lakukan pungsi vena dengan menusukkan jarum ke dalam lumen vena.11. . akan terlihat darah masuk ke dalam selang (flash). yang memberikan tekanan lebih pada jarum (lebih kaku). 13. akan terlihat darah masuk ke dalam semprit(flash). Posisikan holder dengan jarumnya dengan bevel/lubang jarum menghadap ke atas. Anda akan merasakan jarum menembus vena melalui lapisan kulit. Masukkan tabung vakum ke dalam holder. Darah akan terlihat mengalir ke dalam tabung. 15. Kalau menggunakan jarum bersayap. dinding vena yang tahanannya lebih kecil (lebih lentur). Penusukan harus sekali tusuk kena. Lepaskan tourniquet. 12. Jangan ragu-ragu. Kulit yang sudah dibersihkan tidak boleh dipegang lagi.

. 19. dengan lengan diluruskan. Letakkan kapas yang bersih dan kering di atas tempat penusukan lalu tarik jatum yang tertutupi kapas tersebut dengan matap. Jika masih diperlukan sampel darah lagi. Jika tersedia. Lepaskan jarum dari holdernya dan buanglah jarum kedalam sharp container. Tarik/lepaskan tabung holder kalau darah telah mencapai volume yang sesuai dengan kapasitas tabung. 17.16. dapat dipasang plester/band aid. Tabung yang berisi antikoagulan segera dicampur dengan cara membolak-balik tabung 8-10 kali dengan lembut (jangan dikocok keras-keras). 18. masukkan tabung vakum yang lain kedalam holder seperti cara diatas. Mintalah pasien enekan kuat kapas tersebut selama 3 menit.

Bacalah formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dengan teliti. 5. . jika belum terpasang erat. 2. Periksa apakah jarum terpasng dengan erat.PROSEDUR PENGAMBILAN DARAH VENA DENGAN SYRINGE 1. diusahakan pasien senyaman mungkin. misalnya puasa atau konsumsi obat. 3. Siapkan alat-alat dan reagenyang diperlukan. kencangkan. Ukuran jarum disesuaikan dengan kondisi vena dan usia pasien. Lakukan pendekatan kepada pasien sengan tenang dan ramah. Spuit/syringe dipilih sesuai dengan volume darah yang akan diambil. Verifikasi persiapan pasien. Catatlah bila pasien minum obat tertentu. apakah sudah sesuai dengan data dilembar permintaan. Tanyakan identitas pasien. tidak puasa dsb. 4.

7. Letakkan lengan bawah pasien diatas meja. luruskan tangannya denagn telapak tanga menghadap ke atas. Pasang tali pembendung (tourniquet) kira-kira 3-4 jari di atas lipat siku. Kalau pasien berbaring. vena teraba seperti sebuah pipa kecil. Mintalah pasien mengepal tangannya supaya vena lebih kelihatan. Mintalah pasien duduk dengan tenang disamping meja yang dipakai sewaktu pengambilan darah. Lakukan perabaan (palpasi) dengan telunjuk kiri anda untuk memastikan posisi vena.6. Desinfeksi kulit pada bagian yang akan diambil derah dengan kapas alcohol 70% dan dibiarkan mongering. elastic dan memiliki dinding tebal. Kulit yang sudah dibersihkan tidak boleh dipegang lagi. 10. 8. 9. alasi sikunya dengan sebuah bantal kecil. denagn telapak tangan menghadap ke atas. .

13. 14.11. Tarik perlahan-lahan darah vena kedalam spuit. Lepaskan tourniquet dan teruskan penarikan darah vena ke dalam spuit dampai batas volume yang diperlukan. Kalau posisinya sudah benar seharusnya darah akan tertarik. Letakkan kapas yang bersih dan kering di atas tempat penusukan lalu tarik jatum yang tertutupi kapas tersebut dengan matap. Lakukan pungsi vena dengan menusukkan jarum ke dalam lumen vena. 12. . akan terlihat darah masuk ke dalam semprit(flash). Posisikan spuit denagan bevel/lubang jarun menghadap ke atas. Penusukan harus diupayakan sekali tusuk kena.

16. Jika tersedia. dengan lengan diluruskan. Mintalah pasien enekan kuat kapas tersebut selama 3 menit. Masukkan darah ke dalam tabung. Buanglah jarum ke dalam sharp container dan buang spuit dalam tempat sampah khusus medis yang tetutup. . 17. Lepaskan jarum dari spuitnya. dapat dipasang plester/band aid.15.

TERIMAKASIH .