You are on page 1of 22

Kelompok 8

 Kata triage berasal dari bahasa Perancis trier
yang secara literal berarti memilah. Konsep
ini dipakai oleh Dominique Larrey seorang
ahli bedah umum pada jaman pemerintahan
Napoleon Bonaparte. Konsep ini
mengutamakan pasien-pasien yang dianggap
paling bisa diselamatkan dan memiliki kondisi
medis yang sangat mendesak. Tujuan dari
triage adalah untuk mencapai yang terbaik
bagi banyak korban

 Praktek triage terjadi di dalam kegiatan rutin perawatan medis gawat darurat sehari-hari. maka harus diterapkan system triage yang agak berbeda. apabila jumlah pasien dan keparahan luka melebihi kemampuan rumah sakit. Prinsip “ yang datang pertama dilayani terlebih dahulu” merupakan strategi yang paling tepat untuk sebuah bagian yang tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan operasi. seperti dalam situasi bencana. Akan tetapi. .

Triage ini dirancang untuk dipakai bagi insiden yang tidak menimbulkan korban masa dan dipakai untuk berbagai gawat darurat yang muncul sehari-hari. . pada umumnya pasien dipisahkan menjadi salah satu dari tiga kategori: Gawat (Emergent). Penting (urgent). Triage pasien tunggal dilakukan baik pra- rumah sakit maupun pada bagian gawat darurat.  Meskipun berbagai variasi muncul dalam system triage pasien tunggal. dan tidak penting (tidak urgent).

Contoh:  Trauma mayor  Acute myocardial infarction  Gangguan saluran pernapasan  Shock  Anaphilaxis . Pasien ini harus diperiksa dan mendapatkan sumber-sumber yang tepat secara langsung. Pasien-pasien yang masuk ke dalam kategori triage gawat harus dianggap mendapat prioritas pertama.

Hal ini meliputi pasien-pasien yang secara fisiologis stabil pada saat tiba. kecelakaan cerebral vascular  Usus buntu  Choleccystitis . Kategori berikutnya terdiri dari pasien-pasien yang harus dibawa dalam jangka waktu beberapa jam. tetapi beresiko mengalami penurunan jika tidak dirawat dalam beberapa jam Contoh:  Spinal injury  Stroke.

Prioritas terakhir diberikan kepada pasien dengan kondisi yang tidak begitu penting. Pasien-pasien yang termasuk ke dalam kategori ini adalah pasien yang datang dengan fungsi haemodinamik yang stabil tetapi menderita luka yang jelas. Pasien luka yang datang termasuk ke dalam kategori ini. Contoh:  Skin lacerations  Contusion  Abrasion dan luka-luka lainnya  Fraktur dan dislokasi tertentu  Demam dan kondisi medis laiannya masuk ke dalam kategori ini .

 Jam keemasan merupakan sebuah konsep perawatan yang dikemukakan oleh Dr. Banyak penelitina telah menunnjukkanbahwa jika perawatan sudah diberikan pada jam-jam pertama luka . . Jam keemasan mengacu ke jumlah jam dari saat luka sampai ke perawatan difinitif yang harus disediakan untuk memaksimalkan keselamatan dari luka traumatis.  Tujuannya adalah untuk mengambil pasien ditempat lalu dirujuk ke rumah sakit (atau tempat perawatan difinitif lainnya) dalam jam- jam tersebut. pendiri Institute EMS (MIEMS) Shock Trauma Center Maryand. maka morbiditasnya dan mortalitasnya dapat ditekan. Adams Cowley.

 TriageSederhana dan Perawatan Cepat (Simple Triage dan Rapid Treatment. Rencana ini memungkinkan petugas untuk memilah pasien dalam jangka waktu 60 detik atau bahkan kurang dengan memberikan penilaian kepada pasien . Rencana START dikembangkan di Amerika Serikat oleh Rumah Sakit Hoag dan Pemadaman Kebakaran Newport Beach.START).

. Rencana START bertujuan untuk memperbaiki perawatan utama terhadap jiwa. pernapasan yang tersumbat dan perdarahan arteri yang parah. Rencana START berusaha mengklasifikasikan pasien dengan cepat dan akurat menjadi empat bidang perawatan yang berbeda.

jika angka pernapasan korban lebih besar dari 30 per detik. lLabel HITAM. maka beri label pasien dengan warna MERAH. apabila hal ini tidak menghambat pemeriksaan. Jika seorang pasien tidak bernapas. Setiap pasien diperiksa untuk mengetahui tingkat ventilatorynya dan ventilasi yang memadai. periksa benda asing yang bisa dengan menggunakan cervical spine secara teliti. . jika angka pernapasan kurang dari 30 per menit.

Warna harus kembali ke daerah ini dalam waktu dua detik. maka pasien TIDAK DIBERI LABEL SAMPAI PEMERIKSAAN STATUS KEJIWAAN. BERI LABEL MERAH. . Jika warnanya kembali dalam waktu dua detik. Metode terbaik untuk memeriksa perfusion adalah capillary nailbed refill. Tekan nailbeds atau bibir lalu lepaskan.

pakailah perintah sederhana seperti “buka matamu” atau “tutup matamu” atau “tekan tangnamu”. Jika pasien mempu mengikuti perintah ini beri LABEL KUNING. Evaluasistatus mental dipakai bagi pasien yang pernpasan dan perfusionya memadai. Hanya setelah pasien tersebut dipilah atau mengikuti triage yang dapat dirawat. Untuk mengujinya. Jika pasien tidak bisa mengikuti perintah ini . Pada saat ini bagi pasien-pasien yang sebelumnya dipilah dengan LABEL HIJAU harus dievaluasi kembali. beri LABEH MERAH. .

Pasien mungkin tetap di tempat dalam jangka waktu yang cukup lama. Daerah TRIAGE tidak dapat ditentukan dalam satu daerah. Triage pada saat insiden dengan korban masa berbeda dengan situasi korban masa yang dihadapi sehari-hari karena jumlah korban yang meningkat dengan tajam dan sumber perawatan medis sangat terbatas atau tidak ada. Triage secara simultan untuk banyak korban dalam waktu yang bersamaan dan tempat yang berbeda mungkin saja dilakukan .

 Yangberasal dari singkatan “secondary assessement of victim endpoint” merupakan suatu system triage yang berusaha untuk memberikan perawatan bagi pasien di lapangan yang merasa .mungkin paling beruntung ketika berhadapan dengan sumber yang sangat terbatas dan bencana yang berkepanjangan .

 Tujuan  Untuk memastikan bahwa pasien dilayani sesuai dengan kondisi kegawatan klinisnya  Untuk meyakinkan bahwa penatalaksanaan pasien sesuai dengan kondisinya dan tepat pada waktunya  Untuk mengalokasikan pasien ke tempat pelayanan yang sesuai (baik jenis pelayanan maupun tempatnya)  Untuk mengumpulkan informasi yang menggambarkan tempat pelayanan yang beragam dan koordinasi yang bisa dilakukan .

 Area triage dapat dicapai dengan cepat dan memiliki tandan yang jelas .  Dirancang strategis sehingga setiap saat selalu ada petugas  Standar yang sama (triage category) harus di aplikasikan di seluruh bagian Emergency Departement  Harus selalu diingat bahwa tanda dan gejala yang disampaikan oleh orang tua (pengantar) kadang kurang lengkap dan jelas pada pasien anak-anak. Kegawatan yang terjadi kadang lebih besar dari yang disampaikan orangtua.  Pasien dengan gangguan jiwa (mental health) harus ditriage secara khusus dengan memperhatikan situasi kegawatan dan kondisi ED . Kadang-kadang pada kondisi lain (non trauma) riwayat penyakit kadang lebih penting daripada kondisi klinisnya.  Pasien trauma harus dikelompokan sesuai dengan kegawatan klinis masing-masing.

 Pada saat pasien datang:  Kecepatan dan ketepatan harus seimbang  Setiap pasien yang masuk ED harus ditriage oleh petugas terlatih (baik dokter Emergency atau Perawat terlatih)  Triage dilakukan tidak boleh lebih dari 2-5 menit  Ukur vital sign jika perlu untuk mengetahu itingkat kegawatannya dan ketepatan waktunya  Tidak perlu sampai menemukan diagnose meskipun kadang diagnose bisa ditemukan. .

. Bisa ditentukan dengan melihat masalah yang timbul. keadaan umum. dan psikologi pasien  Pastikan petugas medis (khususnya dokter) bias dihubungi dengan mudah.

Pengkajian pasien haruslah cepat & rencanakan tindakan segera dengan menggunakan sistem SOAP. Tujuantriage tidak utk mendiagnosa tetapi untuk mengkaji dan rencanakan intervensi. hidung tangan). . Pendekatan umum yg digunakan adalah berfokus pada keluhan utama tanpa mengabaikan tanda yg ada dan menggunakan indra (mata. telinga.

alergi. tanda-tanda vital  Pengkajian subyektifdan obyektif  Kategori  Tes diagnostik. rencana intervensi  Reevaluasi dan perubahan kondisi .Hal2 yg perlu dokumentasi:  Waktu pasien ditriage  Keluhan utama dan gejala terkait  Riwayat medis.